NovelToon NovelToon
REBIRTH: MENIKAHI PAMAN MANTANKU

REBIRTH: MENIKAHI PAMAN MANTANKU

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Balas dendam dan Kelahiran Kembali / Reinkarnasi / Balas Dendam / Nikah Kontrak / Mengubah Takdir
Popularitas:8.5k
Nilai: 5
Nama Author: Ariska Kamisa

Tujuh tahun cinta, dibalas dengan kematian di tengah api. Di hari pernikahanku, aku baru tahu bahwa tunanganku, Aiden, telah memiliki anak dengan kakak tiriku.
Saat aku membuka mata, aku kembali ke masa lalu. Berdiri di depan pria yang paling ditakuti, Jerome Renfred. Dia adalah paman kandung Aiden—pria dingin yang diam-diam menangisi kerangkaku di kehidupan sebelumnya.
"Jadikan aku istrimu, Tuan Renfred. Mari kita hancurkan mereka bersama."
Aku hanya menginginkan pernikahan kontrak demi dendam. Namun, kenapa setiap kali aku terluka, pria dingin ini yang merintih kesakitan?
"Valerie, jangan pernah berpikir untuk pergi. Di mata dunia kita adalah kontrak, tapi di tempat tidurku, kamu adalah selamanya."
Aiden, bersiaplah memanggilku "Bibi". Karena sekarang, aku adalah milik pria yang paling kamu takuti!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ariska Kamisa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 27: Deklarasi Perang Sang Pewaris

​Ketenangan di "Kuil" bawah tanah itu pecah bukan oleh suara, melainkan oleh getaran konstan dari ponsel Jerome yang tergeletak di atas meja marmer. Cahaya layar yang berkedip di tengah kegelapan ruangan itu menampilkan satu nama yang mampu mendinginkan gairah paling panas sekalipun: "THE PATRIARCH - FATHER".

​Jerome menarik napas panjang, membiarkan keningnya bersandar sejenak di bahu Valerie yang masih terengah. Ia bisa merasakan jantung Valerie yang berdegup kencang—sinkron dengan rasa waswas yang mulai merayap di dadanya melalui ikatan mereka.

​"Ayahmu?" bisik Valerie, jemarinya mencengkeram erat kemeja Jerome yang sudah berantakan.

​Jerome mengangguk, lalu meraih ponsel itu. Ia tidak menjauh, justru menarik Valerie lebih rapat ke dalam pelukannya saat mengangkat telepon.

​"Ya, Ayah," ucap Jerome datar.

​"Bawa wanita itu ke mansion pusat sekarang. Jangan biarkan aku menunggu lebih dari satu jam, atau aku akan mengirim pasukan untuk menjemput kalian secara tidak terhormat," suara Tuan Besar Renfred terdengar sangat berat, seperti guntur yang tertahan. "Dan Jerome... jangan coba-coba menyembunyikan dokumen silsilah itu lagi. Aku sudah tahu segalanya."

​Pip. Sambungan diputus sepihak.

​Mansion Pusat Keluarga Renfred

​Satu jam kemudian, Jerome dan Valerie melangkah masuk ke ruang tamu utama yang luasnya menyerupai aula katedral. Tuan Besar Renfred duduk di kursi kebesarannya, diapit oleh beberapa pengawal senior. Di atas meja kopi di depannya, berserakan foto-foto lama dan sebuah dokumen hasil investigasi yang sangat Valerie kenali: data dari lelang Blue Tear.

​"Duduk," perintah Tuan Besar tanpa melihat ke arah mereka. Suaranya dingin, seolah sedang menghakimi pesakitan.

​Jerome menuntun Valerie duduk di sofa tepat di hadapan ayahnya. Ia menggenggam tangan Valerie dengan sangat kuat, seolah ingin menyalurkan seluruh kekuatannya kepada wanita itu.

​"Ayah memanggil kami tengah malam hanya untuk melihat dokumen yang sudah Ayah ketahui isinya?" tanya Jerome, suaranya tenang namun mengandung tantangan yang nyata.

​Tuan Besar mendongak, matanya yang tajam menatap Valerie dengan kebencian yang murni. "Kau tahu siapa dia sebenarnya, Jerome? Kau tahu darah kotor siapa yang mengalir di nadinya?!"

​"Aku tahu. Dan aku tidak peduli," jawab Jerome cepat, memotong kalimat ayahnya.

​"Dia adalah putri Arthur Blackwood!" Tuan Besar menggebrak meja hingga kaca di atasnya retak. "Pria yang hampir menghancurkan kekaisaran Renfred tiga puluh tahun lalu! Pria yang tangannya berlumuran darah kawan-kawanku! Dan kau... anak bungsuku, kebanggaan keluarga ini, justru menikahi benih dari musuh bebuyutan kita?!"

​Valerie merasakan tubuhnya bergetar hebat. Rasa takutnya mengalir langsung ke Jerome, membuat napas Jerome tersengal sesaat.

​"Tuan Besar... saya tidak tahu tentang asal-usul itu sampai kemarin," Valerie mencoba angkat bicara, suaranya gemetar namun tetap berusaha tegar. "Saya tidak pernah memilih untuk lahir dari siapa. Tapi saya tahu bahwa Jerome adalah satu-satunya orang yang—"

​"Diam, kau wanita Blackwood!" potong Tuan Besar kasar. "Jerome, ceraikan dia malam ini juga. Aku akan mengurus pembatalan pernikahan kalian. Aku tidak akan membiarkan garis keturunan Renfred tercemar oleh kutukan Blackwood! Jika kau menolak, aku akan mencabut seluruh hak warismu dan mengusirmu dari kota ini tanpa membawa sepeser pun!"

​Jerome justru tertawa. Tawa yang sangat rendah, dingin, dan terdengar gila di telinga semua orang yang hadir. Ia berdiri, menarik Valerie untuk ikut berdiri bersamanya, seolah menunjukkan bahwa mereka adalah satu kesatuan yang tak terpisahkan.

​"Mencemarkan?" Jerome melangkah satu langkah lebih dekat ke arah ayahnya, auranya berubah menjadi sangat gelap. "Ayah bicara soal silsilah? Setelah apa yang Ayah lakukan pada keluarga Blackwood puluhan tahun lalu? Bukankah Ayah yang memfitnah Arthur agar bisa mengambil alih pelabuhan itu? Bukankah tangan Ayah yang jauh lebih kotor?"

​Wajah Tuan Besar berubah menjadi merah padam. "Itu strategi bisnis untuk menyelamatkan keluarga kita, Jerome!"

​"Itu adalah pembantaian, Ayah. Dan aku tidak akan membiarkan sejarah itu berulang pada Valerie," desis Jerome. Ia merogoh saku jasnya dan mengeluarkan sebuah dokumen tebal yang disegel. "Jika Ayah mencoba menyentuh seujung kuku dari istriku, atau mencoba membatalkan pernikahan ini... maka dokumen audit ilegal Renfred Group dari dekade terakhir ini akan sampai ke tangan kejaksaan besok pagi pukul delapan."

​Tuan Besar tertegun, matanya melebar tak percaya. "Kau... kau mengancam ayahmu sendiri demi putri musuhmu?!"

​"Aku tidak hanya mengancam, Ayah. Aku akan menghancurkan kekaisaran yang kau bangun ini jika itu diperlukan untuk menjaganya tetap di sampingku," Jerome memeluk pinggang Valerie dengan posesif yang luar biasa. "Valerie bukan lagi seorang Blackwood. Dia bukan lagi seorang Vaughn. Dia adalah bagian dari nyawaku. Menyakitinya berarti membunuhku. Dan jika aku mati, aku pastikan Renfred Group akan terkubur bersamaku."

​Suasana di ruangan itu menjadi sangat mencekam. Para pengawal di sekitar mereka tampak ragu untuk bergerak, menyadari bahwa Jerome benar-benar telah kehilangan kewarasannya demi satu wanita. Tuan Besar menatap putra bungsunya dengan tatapan yang sulit diartikan—antara murka yang meledak dan kekaguman atas keberanian Jerome yang melampaui logika.

​"Kau benar-benar sudah gila karena dia, Jerome. Kau rela menjadi pengkhianat keluarga demi wanita yang mungkin saja dikirim ayahnya untuk membalas dendam padamu?" tanya Tuan Besar dengan suara lirih namun tajam.

​"Aku lebih suka menjadi pengkhianat di mata dunia daripada kehilangan dia lagi," jawab Jerome. Kata 'lagi' itu hanya dimengerti olehnya dan Valerie—sebuah referensi pada kehidupan lalu yang mengerikan.

​Tuan Besar terdiam lama, ia menatap Valerie yang kini menatapnya balik dengan sorot mata yang tak lagi ketakutan, melainkan penuh keyakinan. Jerome tidak melepaskan pelukannya, justru mempereratnya, seolah menegaskan bahwa dialah pemilik tunggal hidup Valerie.

​"Keluar dari sini sekarang," ucap Tuan Besar akhirnya, suaranya terdengar lelah. "Tapi ingat, Jerome... perang ini belum berakhir. Aiden belum sepenuhnya lumpuh di penjara, dan aku tidak akan tinggal diam melihat namaku diinjak-injak."

​"Aku menantikannya, Ayah," sahut Jerome tanpa gentar.

​Ia membimbing Valerie keluar dari mansion pusat dengan langkah angkuh. Begitu sampai di mobil, Jerome langsung merengkuh Valerie, menciumi keningnya berulang kali.

​"Maafkan aku... maaf kau harus mendengar kata-kata kasarnya," bisik Jerome, suaranya kembali lembut hanya untuknya.

​"Jerome, kau benar-benar akan menghancurkan perusahaanmu jika dia menyerangku?" tanya Valerie pelan.

​Jerome menatap matanya dengan intensitas yang sanggup meluluhkan jiwa. "Perusahaan itu hanyalah tumpukan kertas dan beton, Val. Kau adalah satu-satunya hartaku yang nyata. Aku tidak butuh dunia jika kau tidak ada di dalamnya."

​Di kegelapan malam, mobil mereka melaju kembali menuju kediaman pribadi mereka, meninggalkan pusat badai yang baru saja dimulai. Tanpa mereka sadari, di bayang-bayang mansion pusat, seorang pria tua misterius dengan jas hitam sedang mengamati kepergian mereka dengan senyuman yang penuh arti.

...****************...

1
Ridwani
👍👍👍👍👍
Ariska Kamisa: Terimakasih kak 🙏
total 1 replies
Aidil Kenzie Zie
jadi bingung ayah Jerome siapa kakeknya Aiden atau Silas yang kemaren mau membawa Valerie ketika salah paham di Kuil Jerome
Ariska Kamisa: maaf kakak itu aku revisi karna rancu kakak POV nya. 🤭
total 1 replies
Mifta Nurjanah
3 kli aj
Mifta Nurjanah
cie main lgi
Mifta Nurjanah
cie diunboxing
Aidil Kenzie Zie
berarti semua orang punya mata-mata
aditya rian
Jerome tidak tahu kah dia juga terlahir kembali ?
aditya rian
ini mah mistis jatuhnya
aditya rian
tuh kan jatuhnya dark romance ini sih
aditya rian
obsesinya serem sih
aditya rian
dark banget sih ini
aditya rian
ceritanya kompleks bukan hanya kelahiran kembali atau reinkarnasi tapi ditambahkan aroma aroma dark romance nya juga ini, karena obsesi Jerome itu menurut ku dark banget sampe dia mempersembahkan dirinya untuk merasakan hal yang sama dengan wanita yang di cintai nya.
aditya rian
mampir ahh
Aidil Kenzie Zie
nggak ada sapaan ayah mertua kah
Ariska Kamisa: menantu durhaka🤭🤣
total 1 replies
Aku Agni
Sukaaa
Aku Agni
lanjuutttttt
Aku Agni
fix ini mah bapak Blackwood
Aku Agni
obsesinya tu yg kecintaan banget ya
gaby
Tp kesannya malah jadi seolah2 Jerome melindungi Valeri bukan karena cinta, tp lebih karena ingin melindungi dirinya sendiri. Karena bila Valery luka, maka Jerome ikut merasakan sakitnya. Bisa2 Valeri salah paham, dkira Jeromi cuma berusaha melindungi dirinya sendiri
Ariska Kamisa: "Wah, jeli banget bacanya! Memang sisi 'egois' Jerome ini yang bikin hubungan mereka makin pelik. Tapi apakah Jerome benar-benar hanya takut sakit, atau justru dia rela menahan sakit itu supaya Valeri nggak ngerasain sendirian? Terus pantengin bab selanjutnya ya, karena Valeri bakal mulai ngerasain dilema yang sama!"🙏
total 1 replies
gaby
Ini namanya cinta sejati yg sehidup semati. Bila wanitanya terluka, sang pria ikut merqsakan sakitnya. Bukan kaya laki2 di luaran sana yg mengaku cinta mati ke istrinya, tp di belakang istri dia kawin lagi
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!