NovelToon NovelToon
Cariad

Cariad

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Dikelilingi wanita cantik
Popularitas:11.9k
Nilai: 5
Nama Author: Daeena

Zion Mateo Lopez adalah definisi dari kesombongan masa muda, tampan, kaya, dan tak terkalahkan. Baginya, Cassie Vorcan hanyalah sebuah target dalam taruhan mahal bersama teman-teman elitnya di SMA Chicago. Namun, apa yang dimulai sebagai permainan kotor berubah menjadi jeratan perasaan yang nyata. Selama dua tahun, Zion jatuh hati sedalam-dalamnya, mencintai Cassie lewat tindakan protektif dan rencana masa depan yang matang di California.
Di sisi lain, Cassie gadis panti asuhan yang pintar dan dingin akhirnya meruntuhkan seluruh benteng pertahanannya demi Zion. Dia percaya telah menemukan rumah, hingga sebuah rahasia di ponsel Zion menghancurkan dunianya: bukti bahwa dia hanyalah "barang taruhan" yang sukses ditaklukkan.
Beberapa Tahun kemudian, takdir mempertemukan mereka kembali di Chicago dalam sebuah proyek besar. Zion kini adalah pria dewasa yang dihantui penyesalan, sementara Cassie telah menjelma menjadi arsitek sukses yang lebih angkuh dan tak tersentuh.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Daeena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

#17

Lantai 42 gedung Lopez Group biasanya menjadi saksi bisu kesepakatan bisnis bernilai jutaan dollar, namun siang ini, ruangan itu menjadi saksi bisu sebuah penebusan dosa yang paling sunyi.

Zion duduk di sofa besar kantornya, tidak melepaskan genggamannya pada tangan kecil Logan. Di hadapannya, Cris, asisten pribadinya yang biasanya cekatan, berdiri mematung dengan map di tangan. Wajah Cris tampak bingung, ia menatap bergantian antara bosnya yang terlihat sangat emosional dan anak laki-laki yang sangat mirip dengan bosnya itu.

"Tuan Lopez... jadwal makan siang Anda dengan Nona Vorcan sepuluh menit lagi di restoran bawah. Apakah saya perlu menjadwal ulang karena... anak ini?" tanya Cris ragu.

Zion tidak menoleh. Matanya hanya terpaku pada Logan. "Biarkan saja, Cris. Siapkan meja untuk tiga orang. Dan jangan biarkan siapa pun masuk ke ruangan ini sampai Nona Vorcan datang."

"Tiga orang? Tapi..."

"Keluar, Cris," perintah Zion tenang, namun tidak bisa dibantah.

Begitu pintu tertutup, Zion kembali menatap Logan. Ia tidak ingin bertanya mengapa Cassie menyembunyikan Logan selama sembilan tahun. Ia sudah tahu jawabannya. Ia tidak butuh penjelasan untuk memahami bahwa seorang gadis panti asuhan yang hatinya dihancurkan lewat taruhan murahan, tidak mungkin datang bersimpuh pada pria yang menyakitinya hanya untuk mengaku hamil. Cassie punya harga diri setinggi langit, dan Zion-lah yang dulu menginjak-injak harga diri itu.

Zion merasa dadanya sesak, air mata kembali menggenang. Ia membayangkan Cassie di London, seorang diri, tanpa keluarga, berjuang menyelesaikan kuliah arsitekturnya yang berat sambil menahan mual karena hamil, lalu mengurus bayi yang menangis di tengah malam tanpa ada pria yang memijat bahunya.

"Bagaimana Mommy merawat mu selama ini, Logan?" suara Zion serak, penuh dengan penyesalan yang mendalam.

Logan menatap ayahnya dengan mata yang begitu dewasa. "Mommy sangat hebat, Dad. Saat di London, Mommy sering bekerja sampai malam. Kadang Mommy tertidur di atas meja gambar sambil memegang botol susuku. Tapi Mommy tidak pernah marah. Mommy selalu bilang aku adalah hadiah paling indah yang pernah diberikan Chicago untuknya."

Zion memalingkan wajah, menyembunyikan isakannya. Hadiah dari Chicago. Padahal Chicago adalah tempat di mana Cassie mendapatkan luka paling dalam.

"Apa kau sering menanyakan tentang Daddy?"

"Dulu, saat aku masih kecil," jawab Logan jujur. "Tapi aku berhenti bertanya karena setiap aku bertanya, mata Mommy terlihat sangat sedih. Jadi aku memutuskan untuk menunggu saja. Mommy bilang Daddy sedang fokus pada perusahaan agar bisa menjemput kami. Ternyata Mommy tidak bohong, gedung ini sangat besar."

Zion tertawa getir di sela tangisnya. Ia membelai kepala Logan, merasakan rambut yang teksturnya persis miliknya. "Daddy yang bodoh, Logan. Daddy sangat bodoh karena membiarkan pahlawanmu berjuang sendirian."

Pukul 12:30, pintu restoran privat di lantai bawah terbuka. Cassie melangkah masuk dengan wajah yang tampak lelah namun tetap tegar. Ia mengira ini hanya makan siang bisnis biasa untuk membahas kelanjutan proyek. Namun, langkahnya terhenti saat melihat siapa yang duduk di samping Zion.

Deg.

Wajah Cassie seketika pucat pasi. Tas tangannya nyaris jatuh ke lantai. Di sana, Logan sedang asyik memakan pasta, sementara Zion menatapnya dengan tatapan yang belum pernah Cassie lihat sebelumnya, tatapan yang penuh dengan kehancuran sekaligus pemujaan.

"Logan?! Kenapa kau ada di sini?!" suara Cassie bergetar karena panik.

Logan berdiri. "Mommy... maafkan aku. Aku hanya ingin bertemu Daddy. Aku ingin tahu apakah Daddy benar-benar sehebat yang Mommy ceritakan di foto."

Cassie menoleh ke arah Zion, matanya berkilat penuh kemarahan yang bercampur dengan rasa takut rahasianya terbongkar. "Zion, aku bisa jelaskan..."

"Duduklah, Cassie," potong Zion lembut. Ia berdiri dan menarikkan kursi untuk Cassie. "Makanlah dulu. Kau pasti lelah membesarkan anak sehebat ini sendirian selama sembilan tahun."

Cassie mematung. Ia menyadari bahwa sandiwara "bayi satu tahun" itu sudah berakhir. Zion sudah tahu segalanya.

"Kau tidak marah?" bisik Cassie saat ia akhirnya duduk.

Zion menggeleng. Ia meraih tangan Cassie di atas meja, tidak peduli jika Cassie akan menepisnya. "Bagaimana mungkin aku marah pada wanita yang telah melakukan pekerjaan luar biasa tanpa diriku? Aku baru saja mendengar dari Logan bagaimana kau kuliah sambil merawatnya di London. Aku merasa sangat... kerdil, Cassie. Aku sibuk balapan mobil sementara kau berjuang hidup untuk darah dagingku."

Cassie menarik tangannya, air mata mulai jatuh di pipinya. "Aku melakukannya karena aku tidak punya pilihan, Zion. Aku tidak ingin Logan tahu bahwa ayahnya adalah pria yang menjadikanku bahan taruhan."

"Aku tahu," jawab Zion lirih. "Dan aku akan menghabiskan sisa hidupku untuk membuat Logan tahu bahwa ayahnya bukan lagi pria itu."

Logan menatap kedua orang tuanya bergantian. "Jadi... Mommy tidak akan marah kalau Daddy ikut makan malam di rumah kita nanti?"

Zion menatap Cassie, penuh harap. Cassie terdiam lama, menatap wajah anaknya yang tampak sangat bahagia hari ini—kebahagiaan yang tidak pernah Logan tunjukkan sebelumnya.

"Hanya makan malam," ucap Cassie akhirnya, mencoba tetap bersikap tegas meski hatinya mulai luluh.

Zion tersenyum, senyuman tulus pertama yang ia rasakan dalam sepuluh tahun. Ia tidak banyak bertanya lagi. Ia hanya ingin menikmati setiap detik menatap Logan dan Cassie—dua orang yang kini menjadi satu-satunya tujuannya di dunia ini.

Cris, yang memantau dari kejauhan, akhirnya mengerti. Ia segera mengambil ponselnya dan mengirim pesan singkat kepada Lionel dan Laxia.

Cris: Kalian harus segera ke kantor. Ada duplikat Tuan Zion di sini. Dan sepertinya... Chicago akan punya tuan muda baru.

🌷🌷🌷🌷

Happy reading dear 🥰

1
Era Simatupang
aduh GK bisa nebak endingnya gmna, makin seru thor
ros 🍂: coba di tebak dulu kak 🤣🙏
total 1 replies
awesome moment
wkwkkwkwkwk...benang yg mbulet
awesome moment
logan n tll sombong dan...ogah blajar dri pengalaman jd...kalah pintar sm keledai
ros 🍂: mari kita kasih paham si logan Kak🤭🤣
total 1 replies
Manis
good issa👍👍👍
Fadhliyah
part paling menyedihkan. aku sampai jeda membaca Krn ikut nangis. malu ketahuan orang😭😭
ros 🍂: Terharu 😭😭😭🥰
total 1 replies
awesome moment
mmg terbuka soal hati tu g gampang
awesome moment
logan sdh dpt rumah
awesome moment
tu lah knp. menangislah saat berdo'a. krn smua akan mengabur
awesome moment
wkkwkwkwk...mo semarah p pun. sebenci p pun. kn d anak.
awesome moment
biar mrk 😭😭😭darah dlu. biar mrk menghargai org
awesome moment
baiknya mmg bgitu. biar zion...bisa menghargai
awesome moment
bagoosh. biar nyesel bin nyesek dlu
awesome moment
twins tu CCTV yg sgt kompeten
awesome moment
laxia n cerdas jg plus sarkastik
awesome moment
CCTV yg sgt detail. bahkan baca gerak bibir😄😄😄
ros 🍂: haha🤣
total 1 replies
awesome moment
hebat
awesome moment
nikmati penyesalanmu, Zion. hati manusia tu yg jd taruhan
awesome moment
logan sdg membohongi diirnya sndiri
awesome moment
bnr2 absurd
Rahayu Ayu
Baik banget dih keluarga Lopez,
mau menerima Cassie dan Logan dengan tangan terbuka,
tanpa memandang status.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!