NovelToon NovelToon
Zandra New Seasons (S8)

Zandra New Seasons (S8)

Status: sedang berlangsung
Genre:Horor / Pembaca Pikiran / Cintapertama
Popularitas:1.4M
Nilai: 4.9
Nama Author: Nike Julianti

Perjalanan mendaki gunung sebuah rombongan, mengantarkan mereka untuk mengalami hal mistis. Niat ingin bersenang-senang, harus merasakan perasaan mencekam sepanjang perjalanan.

Namun, di akhir kisah mendaki. Salah satu dari rombongan, ternyata merupakan takdirnya salah satu anggota Zandra.

Penasaran?? yuk kita simak ceritanya...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nike Julianti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Perpisahan

Semua sudah berkumpul di kediaman Anggun, Anggun masih tertidur. Nampaknya ia lelah, karena seharian ini sudah terlalu banyak menguras energi.

"Bagaimana dengan pelakunya bang?" tanya Bara

"Anggun udah kasih mereka pelajaran, gue ga nyangka kalo dia bisa segarang itu." jawab Kenan

"MEREKA?" tanya Bara dan Doni, Kenan mengangguk

"Pelakunya dua orang, iparku mendapatkan pegawai yang tidak jujur. Yang satu karena cemburu, melihat kehidupan iparku. Sedangkan yang satu, ingin mendapatkan pekerjaan. Mereka bekerja sama menghabisi Haris, bertujuan ingin menghancurkan usaha ipar gue." Bara dan Doni mengepalkan kedua tangannya, hanya demi materi??

"Sebenarnya yang pengen ngancurin ipar gue, cuma satu orang. Yang satunya, cuma dia jadiin pion. Dengan dalih mengambil pekerjaan Haris, agar dia yang bisa mendapatkan pekerjaan yang bukan miliknya." Kenan menceritakan kejadian di kafe

"BRENGSEK, BAJINGAN" ucap Doni marah, Bara masih bisa menahan amarahnya. Meski sakit hatinya, benar-benar begitu nyata terasa.

"Apa orang itu sudah di serahkan pada pihak berwajib, bang?" Kenan menggelengkan kepalanya

"Anggun ga kasih ijin, dia mau buat pelaku merasakan hidup susah. Bahkan untuk menjalankan hidup saja, mereka pasti enggan." Bara mengangguk

Itu adalah keputusan yang sangat benar, di penjara atau kematian. Kedua hukuman itu, terlalu ringan untuk keduanya. Apalagi jenazah Haris, mereka mutilasi jadi beberapa bagian.

Anggun keluar kamar, dengan memapah Ambar. Beruntung Regina sudah terlelap, karena lelah menangis.

"Kebetulan kalian sudah berkumpul semua di sini" ucap Kenan, membuat bingung keempat orang yang ada di sana.

"Ada apa bang?" tanya Anggun lemas, bahkan ia menyandarkan tubuhnya di tembok. Begitu juga dengan Ambar, bahkan ia merebahkan tubuhnya. Dengan kepala, di atas kaki Anggun.

"Haris ingin bertemu dengan kalian, sebelum ia benar-benar pergi." jawab Kenan, masih membuat keempatnya bingung

"Maksud abang gimana? Haris bangun lagi gitu dari kuburannya?"

PLAK

Bara memukul punggung Doni, membuat pria itu meringis kesakitan.

"Jangan sembarangan kalo ngomong Don, pamali." Doni mengangguk, tetapi tangannya sibuk mengusap yang sakit meski sulit.

"Sejak awal, arwah Haris ada bersama kita. Ia menyaksikan semuanya, ia ingin bertemu dengan kalian sebelum dia benar-benar pergi." ucap Kenan, mengejutkan keempat orang itu.

Ambar langsung duduk, Anggun menegakkan tubuhnya.

"BENARKAH?" tanya keempatnya serempak, Kenan mengangguk

"Pertemukan aku dengannya, hiks. Aku ingin bertemu dengannya, bahkan untuk terakhir kalinya. Aku tak bisa menatap wajahnya, karena sudah di masukkan ke dalam peti." pinta Ambar, ia kembali menangis

"Kita duduk melingkar dan saling berpegangan, lalu pejamkan kedua mata kalian." titah Kenan, yang langsung di turuti tanpa di perintah dua kali.

"Bukalah mata kalian" perlahan mereka, membuka mata mereka

DEG

"ABANG"

"HARIS"

Tangisan Anggun dan Ambar pun pecah, saat melihat Haris duduk di antara mereka. Doni dan Bara menengadahkan kepala, agar tangisannya tak ikut pecah.

'Sayang, maafkan aku.' ucap Haris, seraya menatap sang istri

Ambar mendekati Haris, dengan kedua tangan yang bergetar. Ia memegang kedua pipi Haris...

Nyesss

Hikssss.... Benar-benar terasa dingin, suaminya sudah tiada.

"Kamu pergi, aku dan Regi gimana bang? Kami masih membutuhkanmu, Regi butuh sosok seorang ayah. Kepergianmu sungguh menggoreskan luka, yang teramat dalam. Hiks... Apa aku bisa tanpamu?" tatapan Haris begitu terluka

'Bisa... Kamu adalah wanita terhebat, yang aku kenal. Kamu pasti bisa membesarkan putri kita dengan baik, masa depan masih panjang. Kalau pun ada pria yang menginginkanmu, aku restui. Asalkan dia bisa menerima putri kita, mencintaimu lebih dari aku.' Ambar menggelengkan kepalanya, tak terpikirkan olehnya untuk mencari pria lain.

"Kamu tau, bila aku sangat sulit untuk mencintai seseorang. Aku berharap, kamu tak pernah tergantikan. Dan aku harap, kamu bisa ada di sini bersamaku. Tapi itu tak mungkin, kamu... Pergi meninggalkan kami, untuk selamanya. Hiks... " Haris memeluk erat Ambar

'Maaf sayang, maafkan aku. Aku akan selalu melihatmu dari jauh, melihat kamu dan putri kita. Abang titip putri kita, aku percaya kamu akan mendidiknya dengan sangat baik. Aku mencintaimu Ambar, sangat.' Ambar kembali menangis, hanya bisa membalasnya di dalam hati.

'Aku mohon, ikhlaskan aku sayang. Ini sudah jalan takdirku, semua sudah atas kehendakNya. Hmm?' Ambar melerai pelukannya

"Aku tidak tau, sulit rasanya. Semua terasa mendadak, semua terjadi begitu tiba-tiba." jawab Ambar

'Aku yakin kamu bisa, dengan seiringnya waktu. Kamu bisa menceritakan tentang aku, dengan senyuman.' Ambar hanya mengangguk, Haris mencium lama kening sang istri. Air mata keduanya, terus mengalir di kedua pipi.

Haris menoleh ke arah ketiga sahabatnya, ketiga sahabat yang kini tengah menundukkan kepalanya.

'Bar, Don, Nggun' panggil Haris, ia mendekati ketiga sahabat rasa saudara itu.

'Maafin gue, gue titip bini ma anak gue ya. Sorry, selama idup gue sering nyusahin ma repotin lu pada. Sekarang gue pergi, gue harus repotin kalian lagi. Sorry... Tapi gue beneran butuh bantuan kalian, buat jaga anak ma bini gue.' pinta Haris, dengan suara bergetar.

"Ngapa sih lu, nyusahin kita mulu Ris. Hiks..." ucap Doni, ia tak mau menatap wajah sahabatnya itu

"Harusnya lu yang jagain anak ma bini lu, kenapa lu mesti pergi sih Ris?" sambung Bara, seraya menekan kedua matanya. Berharap air mata, bisa berhenti mengalir

"Lu tau bang, gue nabung buat sewa ruko ini. Dengan ikut berbagai pertarungan, supaya lu bisa hidup lebih baik ma anak ma bini lu. Rukonya udah ada, usaha udah jalan. Tapi lu nya malah pergi, lu tega bang ma gue. Huhu ." Haris terus menangis

'Maafin gue, ini juga bukan mau gue. Maunya gue ada terus ma kalian, hidup ma anak bini gue. Tapi emang si sialan itu, yang udah bikin gue ga ada. Tapi... yang paling penting, ini semua udah kehendak Allah. Masa iya gue mesti nawar, pejabat aja yang banyak duitnya. Ga bisa nyogok, apalagi gue yang cuma punya recehan.' Bara, Doni dan Anggun tertawa

"Gue janji jagain kak Ambar ma Regi, lu pergi dengan tenang. Kalau pun gue ntar nikah, gue bakal sering-sering tengokin kak Ambar ma Regi." ucap Anggun

"Gue juga lagi minta mutasi kerja ke sini, lagi proses. Ntar gue sering tengokin bini ma anak lu, lu yang tenang di akhirat. Jangan nyusahin malaikat lu, yang soleh lu di sana." ucap Bara, membuat mereka tertawa

"Gue juga, gue bakal pindah lagi kesini. Pokonya lu tenang aja Ris, percaya ma kita. Ntar gue cariin suami ma bapak yang baik buat orang-orang tercinta lu. Jadi dua, suami buat Ambar ma bapak buat Regina." kembali tawa pecah di antara mereka

'Thanks ya, cuma kalian keluarga gue. Lu pada pan tau, orang tua gue ga kepengen gue. Makanya gue idup luntang lantung kek gini, bisa kuliah ampe lulus aja udah syukur...

"Sssttt.... Ga usah bahas yang lalu, biarin aja orang tua lu bahagia ma anak kesayangan mereka. Ntar juga kena tulahnya, udah sia-sia in lu." potong Bara

'Sekali lagi makasih ya, Ken... Makasih udah kasih kesempatan buat gue bisa ketemu dan berpisah dengan senyuman. Dan... Gue restuin lu ma ade gue, titip ade gue.' Kenan mengangguk dan tersenyum

"Gue bakal jaga ade lo Ris, percaya ma gue " jawab Kenan

Perpisahan yang di iringi tangis juga tawa, Ambar tersenyum melihatnya. Ia tak sendiri, ada Anggun dan yang lainnya. Ia pasti bisa, membesarkan putrinya dengan baik.

...****************...

Jangan lupakan like, komen, gift sama vote nyaaa🥰

1
Sani Srimulyani
Mak lanjut Mak.......
Zahbid Inonk
aduh ni kasus bikin aku mewek sesegukan 😭
≛⃝⃕|ℙ$Ŋบ𝑟ļịãŊãᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🏡⃟ªʸ
Kenapa si pemerkaos ga balik lgi, klo emang mau tanggung jawab 🤔 hhmmm
Lilis mulyati
kok devaju kya ada cerita kya gtu tpi lupa dibgian anak2 zandra yg mna trus devaju juga kaya pernah dech yg dialami ifa sma yg dialami sma kluarga zandra yg lain cuman aq lupa namanya
Nurlaila Hidayah
ya Allah thor ga tega bget dger'a, ayo Thor temuin org yg udh perkosa ema'a Rara syukur2 org baek jdi mau ngrus anak sama rara'a
RiriChiew🌺
selain suami dan selingkuhan nya dahulu, carii juga orang yg sudah menodai ibunya Rara inii , dia bertanggung jawab apa ngga sbnernya 🙈
Ambu Rinddiany Thea
ya Allah ikut 😭😭😭
Ayuk Witanto
nyesek😭😭😭😭
Ayuk Witanto
😂😂😂😂kayak tetanggaku...berangkat gak bawa sendal pulangnya bawa sendal orang 😂😂
Ayuk Witanto
kenapa yang merkosa gak mencari nya
Aghitsna Agis
ya alkah mirus banget hidupmu leni dan hebat leni lebih baik hidup susah daripada pakai tuh uang ayo terusuri irang yg dudah mempetkosa keni mdh3an ketemu dan mau bertanggung jawab setidaknya anaknya tidak tetlantar dan ambil.kembali rumah hak rara terus bikin mantan suami dan selingkuhannnya srngsara langsung up lagi thor ditunggu mks
neni nuraeni
ya Alloh mewek aku😭😭😭😭😭
Eliermswati
sedih banget thor😭😭ayo keluarga zandra bantu dan tuntas hbs hama yh dah berbuat keji sm ibunya rara😭smngt thor up nya
yumna
😭😭😭😭😭😭😭😭😭......
Ela Jutek
wanita hebat
Nurlaila Hidayah
ayo Thor cepetan basmi itu bapa'a c Rara, bila perlu blas'a yg sadis ya Thor jgan yg biasa2 aja, blas smua kluarga bsar'a jga Thor biar tau rasa
nisa
ternyt ada kisah sedih ibu nya rara😌
lanjuttt mak
Ayuk Witanto
dasar laki2 mokondo....awas aja bentar lagi bakalan hancur kau di buat sama keluarga zandra
Ayuk Witanto
si ghava 😅😅
sasa adzka
wah jangan bilang itu rara cucu konglomelarat ya mak... ayoo kakek nenek cari cucu mu..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!