NovelToon NovelToon
GANTI MEMPELAI : MAHKOTA PELINDUNG TUAN ARDIANSYAH

GANTI MEMPELAI : MAHKOTA PELINDUNG TUAN ARDIANSYAH

Status: tamat
Genre:Lari Saat Hamil / Pengantin Pengganti Konglomerat / Cintamanis / Tamat
Popularitas:812.6k
Nilai: 5
Nama Author: santi.santi

Dipaksa menikah dengan pria yang terkenal dingin dan kejam untuk menggantikan Kakak tirinya yang pergi melarikan diri menjelang pernikahan, Gia tak bisa menolak.

Gia berdiri di samping Tuan Ardiansyah yang berkuasa, dengan seluruh tubuh gemetar dan air mata yang menggenang di pelupuk mata.

Dia takut kalau Tuan Ardiansyah tau yang ada di balik kain veil itu adalah dirinya, bukan Siska Kakaknya.

Tapi tangan hangat dengan jari yang besar justru menggenggam tangannya.

"Bernapaslah, ikuti kataku. Semua akan baik-baik saja!"

Bagaimana jadinya jika Tuan Ardiansyah yang terkenal kejam itu justru tak seperti yang orang katakan. Dia justru begitu hangat dan perhatian, apa Siska akan menyesal telah meninggalkan pernikahan waktu itu?
Apa Siska akan kembali dan merusak kebahagiaan yang baru saja Gia dapatkan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon santi.santi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Rahasia di balik meja makan

​Sinar matahari pagi menembus celah gorden kamar utama, membawa kehangatan yang kontras dengan dinginnya sisa hujan semalam. Gia terbangun lebih awal dengan perasaan yang masih melayang. Setiap kali ia memejamkan mata, ia masih bisa merasakan kehangatan pelukan Ares di balkon dan aroma maskulin yang tertinggal di indra penciumannya. Ia melirik ke sisi tempat tidur, namun Ares sudah tidak ada. Suara gemericik air dari kamar mandi menandakan suaminya tengah bersiap.

​Gia segera beranjak, merapikan diri dengan gaun rumah yang sederhana namun elegan. Ia mencoba menenangkan detak jantungnya yang mendadak menggila saat pintu kamar mandi terbuka dan Ares keluar dengan handuk yang masih tersampir di bahunya.

​"Pagi,l" Sapa Ares singkat. Suaranya masih berat khas bangun tidur, namun matanya langsung tertuju pada Gia.

​"Pa-pagi, Mas" Jawab Gia gugup. Ia pura-pura sibuk merapikan meja riasnya.

​Ada keheningan yang berbeda pagi ini. Jika biasanya mereka bicara soal jadwal, kini ada kecanggungan manis yang menyelimuti. Ares berjalan mendekat, hendak mengambil jam tangannya di dekat Gia. Saat tangan mereka tidak sengaja bersentuhan, Gia berjengit kecil, dan Ares sempat tertegun sejenak. Mata mereka bertemu di cermin sebuah tatapan dalam yang seolah mengulang kembali momen di balkon semalam, sebelum Ares berdeham dan mengalihkan pandangan.

​"Ayo turun. Mama tidak suka menunggu!" Ucap Ares, kembali ke nada suaranya yang formal, meski tangannya sempat mengusap kepala Gia sekilas sebelum melangkah keluar.

​Di ruang makan, Nyonya Besar sudah duduk dengan anggun, memegang koran bisnis pagi. Suasana terasa sunyi seperti biasanya, namun bagi Gia dan Ares, udara di ruangan itu terasa jauh lebih padat.

​"Kalian tampak sedikit kurang tidur" Komentar Nyonya Besar tanpa mengalihkan pandangan dari korannya saat mereka duduk.

"Apa persiapan kuliahmu membuatmu begadang, Gia?"

​Gia tersedak air putih yang baru saja ia minum karena pertanyaan tiba-tiba itu.

"E-enggak, Ma. Gia hanya... sedikit gugup memikirkan hari pertama"

​Ares, yang sedang memotong omeletnya, melirik Gia dari sudut matanya. Ia melihat rona merah di pipi istrinya dan bibirnya menyunggingkan senyum yang sangat tipis, hampir tidak terlihat.

"Gia hanya butuh penyesuaian, Ma. Semalam kami hanya mendiskusikan beberapa hal soal administrasi kampus"

​Nyonya Besar menurunkan korannya, menatap putra dan menantunya bergantian dengan tatapan menyelidiki. Sebagai wanita yang tajam, ia merasakan ada perubahan aura di antara mereka. Tidak ada lagi jarak kaku yang biasanya menyelimuti.

​"Begitu ya," ucap Nyonya Besar pendek. "Ares, ingat jadwal rapat umum pemegang saham siang ini. Jangan sampai pikiranmu terdistraksi oleh hal lain."

​"Tentu, Ma" jawab Ares tenang.

​Namun, di balik percakapan formal itu, sebuah perang dingin yang manis sedang terjadi. Saat Nyonya Besar kembali fokus pada korannya, Ares sengaja menjatuhkan serbetnya. Saat ia merunduk untuk mengambilnya, tangannya dengan sengaja menyentuh lutut Gia di bawah meja, meremasnya lembut selama beberapa detik sebelum kembali duduk tegak seolah tidak terjadi apa-apa.

​Gia hampir saja menjatuhkan garpunya. Ia menoleh ke arah Ares dengan mata terbelalak, namun suaminya itu justru sedang asyik menyesap kopi hitamnya sambil menatap lurus ke depan dengan wajah sedingin es.

​Gia mencoba membalas. Saat ia diminta mengoper wadah selai kepada Ares, jemarinya sengaja berlama-lama menyentuh tangan Ares. Ia bisa merasakan otot tangan Ares mengeras, dan kali ini giliran Ares yang hampir tersedak kopinya. Ares menoleh, mendapati Gia sedang tersenyum kecil yang tampak sangat polos, namun matanya memancarkan kilat jahil yang jarang terlihat.

​Nyonya Besar berdeham keras, membuat keduanya langsung kembali pada posisi sempurna.

"Ares, fokus pada sarapanmu. Dan Gia, setelah ini kamu ada janji dengan penjahit untuk mengukur seragam atau pakaian tambahan, bukan?"

​"Iya, Ma" Jawab Gia cepat, kembali ke mode menantu teladan.

​Sepanjang sisa sarapan, mereka tidak lagi bicara banyak, namun tatapan mereka saling mengunci setiap kali ada kesempatan. Saat Nyonya Besar menoleh ke pelayan, Ares akan memberikan kedipan rahasia pada Gia. Dan saat Ares sedang mendengarkan instruksi ibunya, Gia akan memperhatikan garis rahang suaminya dengan tatapan penuh pemujaan yang tertangkap oleh Ares lewat pantulan di teko perak di meja.

​Keintiman yang dirahasiakan ini justru terasa jauh lebih mendebarkan daripada pengakuan terang-terangan. Ada rasa memiliki yang tumbuh di antara denting sendok dan piring porselen. Bagi Gia, sarapan pagi ini adalah yang paling manis yang pernah ia rasakan, meski menu yang disajikan tetap sama.

​Begitu sarapan selesai dan Ares bersiap berangkat ke kantor, ia berhenti sejenak di depan pintu utama tempat Gia mengantarnya. Nyonya Besar sudah masuk ke ruang kerjanya.

​Ares mendekatkan wajahnya ke telinga Gia, membisikkan sesuatu yang membuat lutut Gia lemas.

"Lain kali, jangan coba-coba membalas Mas di depan Mama kalau kamu tidak siap dengan konsekuensinya nanti malam, Nyonya Ardiansyah"

​Sebelum Gia sempat menjawab, Ares sudah mengecup pipinya dengan cepat dan masuk ke dalam mobil, meninggalkan Gia yang berdiri mematung di teras dengan jantung yang berdegup kencang dan senyum yang tak bisa hilang dari wajahnya.

1
Visencia Alingga
👍👍👍💪💪💪
Mamah Dini11
ahhhh tamat di kira blm,, makasih author ceritanya keren dn menghibur 🙏🙏🙏🙏👍👍👍👍👍💪💪
⋆.˚mytha🦋
selalu baguuussss ceritanya ❤️
Mamah Dini11
tuh kan gi ketakutanmu berbuah maniskan ,
Liana Simon
Ceritanya ringan Dan menarik
Mamah Dini11
akhir nya hati gia udh mencair alhdulilah ,ayo res jemput istrimu
Mamah Dini11
iya gia jgn lama2 marahnya nanti habis ke sabaran ares diakan orang sibuk ,pulanglah bersama suamimu , perusahaan membutuhkan ares kalau di tinggal lama gimana ayo mikir gi pulang ya pulang ke mansion
Mamah Dini11
marah boleh gia kecewa udh pasti sm suasmimu itu wajar. tpiii kmu juga sekarang lgi berbadan dua gi dn butuh sosok sares di dekatmu. ya mungkin untuk saat ini kmu blm bisa maafin ares gk apa2 , tpiii jgn lama ya gi ares kan sibuk orang nya , dn dia menyesali semua kesalahannya ,,percayakan gi
Mamah Dini11
alhmdulilah akhirnya mereka udh di pertemukan lgi , justru aku suka karya author ini gk bertele2 cerita nya, lasnjut semangat💪💪💪💪💪👍👍👍
Mamah Dini11
naashhh baru nyesel kan , cemburu di piara ,cepet cari bkn nangis aspal gk salah jgn di pukul , kepalamu tuh getok mh
Mamah Dini11
mengalah dulu gi jgn di paksakan , diam itu lbh baik , nanti dia sendiri yg akan menemuimu , sabarrr ya gi
Mamah Dini11
bagus giiii itu ke putusan yg trbaik 👍👍👍💪💪 jgn beri celah orang lain masuk
Mamah Dini11
siska juga blm ketemu udh muncul lgi si satria yg mulai menggangu ketenangan rumah tangga gia dn aris , ayo res gimana udh blm mencari informasi tentang si satria lama banget orang2mu kan banyak , jgn lelet dn lemot ares gercep doong jgn kalah dgn orang2 yg mau menggangumu .
Mamah Dini11
aduh si satria cari penyakit , hati2 gia ,hati2 ares ayo cepat cari tau. tentang si satria,,apa maksud di blk semua itu
Mamah Dini11
kalau yg jahat slalu lolos , aduhhh butuh ke adilan niii
Mamah Dini11
dasar laki2 gk punya pendirian mana janji2mu ares ,baru segitu aja udh percaya dasar laki2 pinplan ,kecewa sekali aku sm si ares dn mama nya gampang sekali terhasutnya 😙😙😙😙😙
Mamah Dini11
kasian gia sekali serangan sisksa lgsung jatuh ,padahal udh banyak penderitaan hidupnya,,jgn kasih kesempatan untuk menang perempuan ular model si siska thor 🙏🙏
Mamah Dini11
tolong thor slamatkan gia jgn ada luka. sdikitpun ,, enak bener si licik siska sekali muncul lgsung berhasil apa2an coba. ,gia lgsung di serang dgn lancar ,beri kekuasaan buat aris untuk membuktikan kalau gia gk bersalah. pliiiiisssss thor 🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏
Mamah Dini11
akhirnya yg di tunggu2 tiba juga belah duren nya , slamat menikmati ares semoga malpernya gk terganggu ,💪💪💪🤣🤣🤣🤣🤣
Mamah Dini11
banyak adegan romantisnya , cmburunya tpii untuk apa romantis dan cemburu kalau gk ada adegan penyatuan , itukan tanda nya ke pemilikan,, itu mh kayak TTM
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!