NovelToon NovelToon
Pergi Dengan 1 Milyar

Pergi Dengan 1 Milyar

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Single Mom / Lari Saat Hamil
Popularitas:51.8k
Nilai: 5
Nama Author: Yutantia 10

Kanaka kecewa berat mengetahuinya jika kekasih sekaligus suster pribadinya, meninggalkannya demi uang 1 milyar tawaran dari Ayahnya. Sejak dia buta karena kecelakaan 2 tahun yang lalu, Zea begitu tulus menjaganya hingga ia jatuh cinta. Namun cinta tulusnya, kalah dengan uang 1 milyar.

8 tahun berlalu, saat Naka sudah bisa melihat setelah menjalani operasi kornea mata, ia bertemu dengan seorang wanita bernama Zara. Janda dengan satu anak laki-laki itu, memiliki suara yang mirip sekali dengan Zea. Fakta akhirnya terkuak, ia tahu jika Zara ternyata adalah Zea. Kebencian pada wanita itu, membuat Naka membalas dendam dengan cara memisahkan Zea dengan putranya. Ia ingin Zea merasakan kehilangan seperti apa yang ia rasakan dulu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yutantia 10, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 8

Zara merutuki diri sendiri, bisa-bisanya mulutnya reflek menyahut saat dipanggil Ze. Apa ini artinya, jati dirinya telah terbongkar? Enggak, gak boleh. Naka tak boleh tahu tentangnya, apalagi tentang Arka. Dia tak mau lagi punya urusan dengan keluarga mereka. Di saat terdesak seperti ini, otaknya dipaksa berfikir keras mencari jalan keluar. Mana tatapan Naka begitu banget, ia sampai salah tingkah. "Ada apa, Pak? Apa mau pesan lainnya lagi?" ia berusaha bersikap biasa meski jantungnya jedag jedug kayak diskotik.

"Ze," ulang Naka sekali lagi.

"Ze?" Zara pura-pura bingung.

"Kamu sedang pura-pura tidak mengenaliku kan, Zea," tekannya di akhir kalimat.

"Zea, siapa Zea?"

"Gak usah pura-pura lagi. Kamu tadi menyahut saat aku memanggilmu Ze."

"Bukannya tadi anda panggil Za ya? Tadi saya dengernya Za, ya saya nyahut," Zara tertawa kecil untuk menyembunyikan kebohongannya.

Naka berdecih, "Gak usah pura-pura."

"Pura-pura, maksudnya?" dahi Zara mengkerut. "Maaf, apa kita pernah ada masalah? Apa maksud anda menuduh saya pura-pura. Kita tidak saling kenal, bertemu juga baru kemarin. Saya gak ngerti maksud anda, saya gak tau siapa itu Zea. Tadi yang saya denger Bapak manggil Za, ya saya nyahut. Mungkin saya salah denger, maklum banyak kendaraan, bising, mengganggu pendengaran," menutup es tehnya menggunakan mesin cup sealer, lalu menyodorkan ke arah Naka. "Sudah selesai. Urusan pesanan juga sudah selesai. Terimakasih sudah mempercayakan pesanan sebanyak itu pada saya," menunduk sopan, berharap Naka segera pergi.

Mau mengelak seperti apapun, mau bicara sepanjang lebar apapun, feeling Naka tetap kuat, jika Zara adalah Zea. Pertanyaannya, kenapa wanita itu pura-pura tak mengenalinya? Apa dia malu, karena dulu telah meninggalkannya demi uang 1 milyar, sedangkan sekarang malah ketahuan hidup susah.

"Za, lemon tea jumbo dua," ujar pembeli yang baru datang, laki-laki muda yang tampaknya sudah kenal dengan Zara, buktinya tahu namanya. Berdiri di samping Naka, melirik dengan tatapan tidak suka.

"Tunggu bentar ya Sat, aku buatin dulu," Zara tersenyum ramah.

"Lama juga gak papa kok," laki-laki bernama Satya itu terkekeh pelan. "Hai Arka," melambaikan tangan pada Arka yang duduk di kursi plastik depan stad, mengobrol dengan Rizal.

"Hai Om," Arka mendekati Satya, lalu tos dengannya.

"Om ada coklat nih buat kamu," Satya merogoh saku celana, mengambil sebatang coklat ukuran kecil, memberikan pada Arka.

"Makasih Om," Arka terlihat senang.

Naka berdecak pelan, langsung faham jika beli es teh hanya modus saja, aslinya datang untuk pdkt pada penjualnya. Mana sambil nyogok anaknya pula.

"Makasih ya, Sat," ujar Zara disela-sela membuat es teh. Satya adalah karyawan bank yang kantornya tak jauh dari stan es tehnya. Hampir setiap siang selalu datang beli es teh.

"Cuma coklat doang," kembali melirik Naka yang masih diam di tempat padahal terlihat sudah memegang es teh. "Masih ada pesenan lain ya, Mas?"

"Udah," sahut Naka malas.

"Kok masih disini?"

Naka melongo ditanya seperti itu, lalu tersenyum tipis. "Memang kenapa, yang punya stan aja gak keberatan saya disini."

"Kata siapa saya gak keberatan," Zara menyahut cepat. "Dengan adanya anda berdiri disitu, pembeli saya jadi tak ada tempat. Jam makan siang seperti ini biasanya rame, jadi mending kalau sudah selesai, segera pergi." Seumur hidup, baru sekali ini dia ngusir pembeli.

Naka mendengus kesal, tak terima.

"Bos, udah selesai kan, ayo pergi," ajak Rizal yang sebenarnya dari tadi udah pengen pergi.

Naka mengambil dompet disaku celana, mengambil 5 lembar uang 100 ribu lalu menyodorkan pada Arka. "Buat jajan. Bisa dapat coklat banyak ini," melirik Satya, tersenyum sinis.

Diam-diam, Rizal yang memperhatikan garuk-garuk kepala, kenapa vibesnya kayak ada dua orang pria yang sedang memperebutkan janda.

Anak seumuran Arka, yang tidak pernah pegang uang banyak, auto syok diberi uang sebanyak itu. Mulutnya sampai menganga lebar, matanya membulat sempurna.

"Ambil!" pinta Naka.

Arka menoleh pada ibunya, tak berani langsung mengambil. Ia sering dinasehati untuk tidak sembarangan menerima pemberian orang, apalagi yang tidak dikenal. "Maaf Om, gak usah, terimakasih," tolaknya setelah melihat ibunya menggeleng.

"Gak papa, ambil aja," Naka menarik tangan Arka, meletakkan uang tersebut di atas telapak tangannya.

"Enggak Om, gak usah," Arka menyodorkan kembali uang tersebut, melirik ibunya, takut.

"Gak usah Pak, saya bisa kasih uang jajan sama anak saya sendiri," Zara angkat bicara.

Tapi bukan Naka namanya jika nyerah begitu saja.

"Arka," Naka membungkuk, mengusap bahu Arka. "Kamu tahukan, Om ini bos. Duit Om banyak, uang segini gak artinya."

"Sombong banget," celetuk Satya, menatap Naka sengit.

Mendengar itu, Naka malah semakin semangat nyombong agar Satya kebakaran. "Om emang sering bagi-bagi uang kok, terutama sama anak yatim kayak kamu. Terima ya," bujuknya pada Arka. "Om gak akan miskin hanya karena ngasih uang 500 ribu. Jangankan 500 ribu, ngasih orang uang 1 milyar pun, Om masih tetep kaya," menoleh pada Zara sambil tersenyum miring.

Cepat-cepat, Zara membuang pandangan ke arah lain, taknl nyaman dengan tatapan Naka.

Rizal sampai speechless mendengar ucapan bosnya. Sejak kapan bosnya itu suka bagi-bagi uang ke anak yatim? Yang ada di otaknya cuma kerja, kerja, dan kerja, mana pernah mikirin anak yatim.

Arka kembali menoleh pada ibunya, masih ragu untuk menerima.

"Gak usah takut, gak bakal dimarahin sama ibu kamu," Naka faham apa yang ada di kepala Arka.

"Makasih Om bos."

"Sama-sama," sambil tersenyum, Naka mengacak pelan puncak kepala Arka.

Sejujurnya, Zara dibuat baper setiap melihat interaksi antara Naka dan Arka.

Sebelum pergi, Naka menoleh pada Zara sekilas, lalu berjalan menuju mobilnya yang diparkir di tepi jalan dekat booth es teh milik Zara.

"Dada Om Bos, makasih uangnya," teriak Arka pada Naka yang melambaikan tangan dari dalam mobil.

"Dia itu siapa sih, Za?" Satya menatap mobil Naka yang baru jalan.

"Gak tahu," Zara mengedikkan bahu. Ia yang sudah selesai membuat es teh, menyerahkan pada Satya. Ia lega Naka sudah pergi. Urusan pesanan sudah selesai, semoga saja laki-laki itu tak lagi datang kesini. Semoga.

"Gak tahu kok ngasih uang sebanyak itu pada Arka? Jangan-jangan, dia ada maksud tertentu. Gak mungkin ada orang ngasih sesuatu cuma-cuma, pasti ada tujuan lain."

"Apa artinya, tadi kamu ngasih Arka coklat, karena ada tujuan lain," sindir Zara sambil tersenyum tipis.

"Ka, kalau aku sih, tulus ngasihnya. Ikhlas."

"Alhamdulillah kalau gitu."

1
Humaira
sakkarepmu lah naka, kamu sama aja sama bapakmu, menyebalkan 😤😤
Septi
ya ampun sampai kepikiran keramas 🤣🤣
Septi
wkwkwkwkwk ngomongin orang depan orang nya🤣
Septi
wkwkwkwkwk korban salah sasaran kah🤣🤣
Septi
siap-siap aja bayar hutang yang menumpuk🤣
Valen Angelina
papamu yg jahat naka..jgn nyesal ya nanti klo Uda terbongkar
NUR..8537
makasih unt up..nya🙏smg Kaka sehat slalu 💪🙏😘
NUR..8537
naka" km akan menyesal stlh tau semua..nya🥹 good job kaka👍🙏😘
L i l y ⁿʲᵘˢ⋆⃝🌈💦
Naka mmg ngeselin, pak Very mmg pemain pembohong
jumirah slavina
buahahahahahahahahahaaaaa 🤣🤣

o...o'o... kycduk kalian....

🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
jumirah slavina
astaga s' dodol🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
jumirah slavina
kita gak usah membela diri sm orang yang menganggap kita buruk krn gak ngaruh yang ada bikin emosi., jelaskan cukup 1x sisa 'y biar Tuhan yang urus.,

itu sih Aku ya Ze😄🤣
Bunda Idza
kamu cerdas banget si nak....☺️
Bunda Idza
sepertinya udah tau banget kamu Naka ☺️
Sugiharti Rusli
semoga saja dia bisa berpikir lebih dalam tentang kondisi si Zea dulu yang pasti sangat memprihatinkan dalam kondisi hamil,,,
Sugiharti Rusli
kalo dulu saat si Zea pergi dalam keadaan hamil Arka, seharusnya dia berpikir apa uang yang si Zea ambil bisa mencukupi mereka b-2 selama 8 tahun ini
Sugiharti Rusli
dia hanya mau melihat kesalahan dan keburukan si Zea saja yang dia bilang cewe matre,,,
Sugiharti Rusli
apalagi kan setelah dia operasi dan bisa melihat lagi orang" yang dulu tahu keberadaan si Zea tiba" dipecat/dipaksa resign pasti sama Verdy
Sugiharti Rusli
lagi yah si Naka kalo sudah mendapati dulu si Zea dibohongi oleh ayahnya, harusnya dia berpikir ada rahasia yang coba ditutupi oleh bapaknya itu sih,,,
Sugiharti Rusli
hadeh uda ketemu yang adalah malah berantem wae yah mereka,,,
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!