NovelToon NovelToon
Reinkarnasi Pendekar Dewa

Reinkarnasi Pendekar Dewa

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / Fantasi Timur / Fantasi
Popularitas:7M
Nilai: 4.8
Nama Author: Boqin Changing

Boqin Changing, Pendekar No 1 yang berhasil kembali ke masa lalunya dengan bantuan sebuah bola ajaib.

Ada banyak peristiwa buruk masa lalunya yang ingin dia ubah. Apakah Boqin Changing berhasil menjalankan misinya? Ataukah suratan takdir adalah sesuatu yang tidak bisa dia ubah sampai kapanpun?

Simak petualangan Sang Pendekar Dewa saat kembali ke masa lalunya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Boqin Changing, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kota Shui

Boqin Changing masih mengingat dengan jelas. Di masa depan, Huo Bayou akan berhasil menggulingkan Kekaisaran Qin dengan dukungan banyak sekte aliran hitam. Setelah merebut tahta, ia mengubah nama Kekaisaran Qin menjadi Kekaisaran Huo, dan menyandang gelar Kaisar Huo I.

Namun, sifatnya yang sewenang-wenang membuat pemerintahannya hanya bertahan singkat. Gabungan kekuatan para bangsawan, sekte aliran putih, dan sekte netral bersatu untuk menyerbu istana. Pertempuran besar-besaran pun pecah, memakan korban tak terhitung jumlahnya. Pada akhirnya, bukan hanya Huo Bayou yang tewas, tetapi juga banyak pendekar tingkat tinggi dari semua aliran baik putih, netral, maupun hitam.

Ironisnya, kematian Huo Bayou tidak membawa kedamaian. Para bangsawan dan sekte yang ikut menggulingkan kekuasaan menolak mengembalikan tahta kepada Keluarga Qin. Keserakahan meracuni mereka, dan perebutan klaim atas kursi kaisar berubah menjadi konflik yang tiada ujung. Perang saudara pun meluas, membakar negeri selama bertahun-tahun.

Melihat kekacauan itu, Kekaisaran Ming yang menjadi tetangga Qin mengambil kesempatan. Mereka melancarkan invasi, dan dalam waktu singkat, bekas Kekaisaran Qin jatuh sepenuhnya ke bawah kendali mereka. Kekaisaran Qin akhirnya hanya menjadi salah satu provinsi di wilayah Kekaisaran Ming.

Boqin Changing terdiam memikirkan masa depan kelam kekaisarannya. Memang, pada masa keemasannya kelak, ia akan menjadi penguasa yang menyatukan seluruh negeri di alam ini. Namun sebelum kedamaian itu tercapai, begitu banyak darah yang akan tertumpah.

...****...

Perjalanan menuju Kota Shui sebenarnya tidak jauh dari lokasi pertempuran sebelumnya. Hanya butuh satu hari perjalanan. Para pedagang yang selamat memohon Wang Tian untuk ikut mengawal, trauma mereka masih segar setelah diserang perampok.

Akhirnya, gerbang megah Kota Shui tampak di depan mata. Setelah membayar biaya masuk, rombongan pun melanjutkan perjalanan ke tujuan akhir mereka. Tak lama, mereka berhenti di depan sebuah bangunan besar dengan ukiran naga emas di atas pintu gerbangnya. Wang Tian langsung mengenali tempat itu.

Paviliun Teratai Naga, kamar dagang terbesar di kekaisaran ini,  dan berpusat di Kekaisaran Ming. Mereka menjual berbagai macam barang, namun mayoritas adalah kebutuhan para pendekar yaitu senjata, pil, sumber daya langka, hingga informasi berharga.

Boqin Changing, yang sempat tertidur di kereta, terbangun ketika merasakan laju kuda terhenti. Ia menoleh keluar, melihat para pedagang menurunkan barang dagangan di depan gedung berukiran naga itu. Sekilas, senyum tipis menghiasi wajahnya. Tempat ini terasa begitu familiar.

Pada kehidupan pertamanya, setelah beberapa tahun merantau pasca keluar dari sekte, ia pernah bergabung dengan Paviliun Teratai Naga. Awalnya hanya demi mencari penghidupan, sambil berharap memperoleh sumber daya yang sulit didapat di luar. Ia memulai dari posisi terendah seperti penjaga gerbang, pengawal perjalanan hingga akhirnya, setelah mencapai tingkat pendekar raja, ia dipercaya menjadi kepala pengawal dalam misi-misi penting.

Ketika kekuatannya semakin berkembang dan tak tertandingi, Paviliun Teratai Naga memintanya menjadi pelindung utama kelompok itu. Sebagai imbalan, ia diberikan kepemilikan saham. Bagi Boqin Changing kala itu, ini bukan hanya soal keuntungan, tetapi juga sebuah dedikasi.

Lamunannya terputus ketika Wang Tian memanggil. Ternyata para pedagang telah menyerahkan imbalan kepada gurunya, seratus koin emas.

Wang Tian awalnya menolak, menganggap pembayaran itu terlalu besar untuk sekadar mengawal perjalanan sehari. Namun para pedagang bersikeras, bagi mereka, jasa guru dan murid ini begitu besar karena telah menyelamatkan nyawa seluruh rombongan. Akhirnya, Wang Tian menerima pemberian itu. Mereka  berdua lalu ijin pamit.

“Guru, kita mau kemana sekarang?” tanya Boqin Changing.

“Hari sudah malam, Chang’er. Kita cari penginapan dulu,” jawab Wang Tian. “Tapi sebelum itu… kamu belum pernah ke kota, kan? Bagaimana kalau kita jalan-jalan dulu? Nanti kalau sudah puas baru kita kembali ke sekte.” Ia tersenyum menggoda.

Boqin Changing terdiam sejenak. Ia tahu gurunya sedang mempermainkannya. Di kehidupan keduanya ini, memang benar ia belum pernah menginjakkan kaki di kota. Hidupnya benar-benar hanya berkutat di desa dan hutan. Namun di kehidupan pertamanya, ia telah mengunjungi ratusan kota, bahkan lebih banyak dari yang pernah gurunya datangi.

Saat mereka melangkah mencari penginapan, pandangan Boqin Changing tertuju pada sebuah rumah makan di seberang jalan. Wajahnya langsung menunjukkan ketertarikan.

“Guru, rumah makan itu sepertinya enak. Bagaimana kalau kita makan di sana dulu?” ucapnya sambil menunjuk sebuah kedai makanan.

1
Fian Tefbana
Batu Pelangi. Batu yang akan membawanya menjadi pendekar langit nanti.
Fian Tefbana
CLBK nih ceritanya!
Edi Sopian
Karena kurang gopay nya hahhaa
Fian Tefbana
Dewa Kematian Boqin Changing.
Fian Tefbana
Pedang pusaka yg pertama utk Bang Boqin!
Fian Tefbana
Zhi Zen..... akhirnya akan menitis d Gao Rui.
Agus Wahyudi
seharusnya, Ibu Boqin dibawa saja ke Sekte, kemudian tinggal diwilayah sekte demi keamanannya!!!
Edi Sopian
Uraaa.. Datanglah pendekar putin
Edi Sopian
Ipar adalah maut... Selingkuh donh
Edi Sopian
Awal cerita terlalu membosankan tapi setelah seratus episode baru agak enak.. Tetap semangat ya thor
Edi Sopian
Mateekk wkwkkw
Edi Sopian
Batosai
Amir Hamzah
misinya ingin kuat sendiri
Amir Hamzah
merasa pendekar terkuat jadi egoisnya tinggi😄 tidak mau membantu meningkatkan kekuatan guru dan orang yg katanya keluarganys
Mad Saleh
🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Demen novel
seru & lucu.. semangat thorrr 👍
brajamusti
mo bunuh aja lama. banyak ngobrol dulu. kayak drakor aja
Soto
AQ TDK tau
Soto
wuiiihhh
Soto
ok kasi la
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!