mengisahkan perjalanan Liu Wei, seorang pemuda yang kehilangan desa dan keluarga karena serangan kelompok jahat Pasukan Bayangan Hitam. Setelah bertemu Chen Mei dari Sekte Bintang Penyusun, ia mengetahui bahwa dirinya adalah salah satu dari enam Pendekar Bintang terpilih yang bertugas menjaga keseimbangan alam semesta.
Dengan membawa Pedang Angin Biru pusaka keluarga dan Kalung Panduan Bintang, Liu Wei harus mencari Pendekar lainnya sebelum Pasukan Bayangan Hitam yang dipimpin oleh Zhang Feng menangkap mereka semua dan mendapatkan Lima Batu Kekuatan yang bisa menghancurkan dunia. Perjalanan penuh bahaya menantinya, di mana ia harus menguasai kekuatan batinnya dan menyatukan kekuatan rekan-rekannya untuk menghadapi ancaman kegelapan yang semakin besar.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Reijii, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Persiapan Dan Pembaharuan
Setelah kemenangan atas pasukan Zorak, para Pendekar menyadari bahwa ancaman dari luar angkasa mungkin akan kembali dengan kekuatan yang lebih besar. Liu Wei mengumpulkan semua anggota Bintang Penyusun—baik generasi tua, muda, maupun Wei Tian—untuk merencanakan langkah selanjutnya. Mereka berkumpul di ruang rapat utama Kuil Bintang, di mana peta besar dunia dan gambar kapal luar angkasa yang diambil oleh Su Yin dengan kekuatan Cahaya tersebar di atas meja.
“Zorak tidak akan berhenti dengan sekadar kekalahan ini,” ucap Liu Wei dengan suara serius. “Kita harus mempersiapkan diri dengan baik sebelum mereka kembali. Kita perlu memperkuat pertahanan dunia dan meningkatkan kemampuan kita untuk menghadapi ancaman dari luar angkasa.”
Wei Tian melangkah maju, membawa sebuah buku catatan kuno yang ditemukannya di ruang bawah tanah kuil. “Saya menemukan catatan ini saat membersihkan ruang penyimpanan pusaka,” katanya. “Catatan ini berisi tentang teknologi kuno Bintang Penyusun yang bisa digunakan untuk membuat perisai pelindung global dan alat komunikasi antar galaksi. Dengan ini, kita bisa tidak hanya melindungi diri, tetapi juga berkomunikasi dengan peradaban luar angkasa yang baik.”
Semua orang terkejut dan kagum. Su Yin mengambil buku itu dan membacanya dengan cermat. “Ini benar-benar pusaka berharga,” ucapnya dengan senyum. “Dengan pengetahuan ini, kita bisa membangun jembatan dengan dunia luar angkasa, bukan hanya menghadapi mereka sebagai musuh.”
Mereka segera membagi tugas untuk mengembangkan teknologi tersebut. Generasi tua fokus pada memahami prinsip dasar teknologi kuno—Huang Rong dan Wu Jing mengkaji bagaimana menggabungkan kekuatan Api dengan energi mekanis, Chen Long dan Zhou Yu mengembangkan sistem penyimpanan energi menggunakan kekuatan Air, Xie Lan merancang struktur dasar dari bahan tanah yang diperkuat, dan Yang Fei mengkaji cara menggunakan kekuatan Angin untuk transmisi energi.
Sementara itu, generasi muda dipimpin oleh Xiao Ming bertugas mengumpulkan bahan-bahan yang dibutuhkan dari seluruh dunia. Mereka melakukan perjalanan ke berbagai wilayah—dari Pegunungan Awan Tinggi untuk mengambil kristal khusus, ke Lautan Dalam untuk mengumpulkan mineral langka, ke Gurun Ruang untuk mendapatkan pasir ajaib, dan ke Hutan Gelap yang sudah pulih untuk mengambil kayu yang kuat. Di setiap perjalanan, mereka juga membantu penduduk lokal menyelesaikan masalah, memperkuat hubungan antara Bintang Penyusun dan masyarakat.
Wei Tian bekerja sama dengan Su Yin dan Chen Mei untuk mengembangkan sistem komunikasi antar galaksi. Dia menggunakan pengetahuan masa lalunya tentang energi gelap untuk menyeimbangkan frekuensi komunikasi, membuatnya bisa menjangkau luar angkasa tanpa membahayakan dunia. Selama proses ini, banyak orang yang awalnya masih meragukan dia mulai melihat perubahannya yang nyata.
Suatu hari, ketika mereka sedang menguji sistem komunikasi, sinyal dari peradaban luar angkasa lain diterima. Suara yang tenang dan ramah terdengar dari alat komunikasi. “Halo, penduduk Bumi. Kami adalah peradaban dari Galaksi Andromeda. Kami telah mendengar tentang perjuanganmu melawan pasukan Zorak. Kami ingin membantu kamu membangun perdamaian di alam semesta.”
Semua orang merasa senang mendengarnya. Liu Wei mengambil mikrofon dan menjawab dengan sopan. “Kami sangat menghargai bantuanmu. Kami berharap bisa membangun hubungan yang baik antara kedua peradaban dan bekerja sama untuk menjaga perdamaian alam semesta.”
Dalam beberapa minggu berikutnya, kerja sama dengan peradaban Andromeda mulai berjalan. Mereka mengirim ahli teknologi untuk membantu menyempurnakan sistem perisai pelindung dan komunikasi. Generasi muda Bintang Penyusun belajar dengan giat dari ahli tersebut, memperluas wawasan mereka tentang alam semesta dan teknologi baru. Xiao Ming bahkan mendapatkan kesempatan untuk belajar langsung di kapal luar angkasa mereka selama seminggu, mengembangkan kemampuannya dalam mengendalikan energi lintas dimensi.
Sementara itu, Wei Tian mendapatkan kesempatan untuk membuktikan diri di mata masyarakat. Saat dia sedang membantu membangun stasiun komunikasi di desa yang dulunya dia ancam, seorang nenek tua yang pernah terkena dampak kesalahannya mendekatinya. “Aku melihat bagaimana kamu bekerja keras untuk membantu kita sekarang,” ucap nenek tua dengan lembut. “Aku sudah memaafkanmu. Semoga kamu terus berbuat baik.”
Wei Tian merasa mataharinya menjadi hangat. Dia menunduk dengan hormat. “Terima kasih atas kebaikanmu,” ucapnya. “Aku akan terus berusaha untuk menjadi orang yang lebih baik dan melindungi orang-orang seperti kamu.”
Ketika sistem perisai pelindung global akhirnya selesai, seluruh dunia berkumpul untuk merayakannya. Cahaya keemasan menyala dari seluruh permukaan bumi, membentuk lapisan pelindung yang tidak terlihat tapi kuat. Para Pendekar berdiri di atas Kuil Bintang, melihat ke arah langit yang jelas. Mereka tahu bahwa ancaman mungkin akan datang kembali, tetapi sekarang mereka sudah siap—dengan persiapan yang matang, kerja sama dengan peradaban lain, dan semangat kebaikan yang terus berkobar.
Wei Tian berdiri di antara mereka, merasa bahwa dia akhirnya menemukan tempatnya kembali. “Kita telah melalui banyak hal bersama,” ucapnya dengan suara jelas. “Dari kesalahan dan penderitaan, kita bangkit menjadi lebih kuat. Ini adalah makna sebenarnya dari Bintang Penyusun—bersama-sama, kita bisa mencapai apa pun.”
Liu Wei mengangguk dengan bangga. “Kamu benar, Wei Tian. Warisan Bintang Penyusun bukan hanya tentang kekuatan, tetapi tentang kemampuan untuk berkembang, berubah, dan bekerja sama untuk kebaikan bersama. Dunia dan alam semesta adalah rumah kita semua, dan kita akan melindunginya dengan segenap hati.”