Hidup ku hancur setelah di jual oleh ayahku pada seorang pria tua yang tidak aku kenal. Nama ku Alexsa Camellia usia ku masih cukup belia, 18 tahun. Di mana harusnya aku masih menginjak bangku sekolah dan bermain dengan teman teman sebaya ku. Namun mimpi buruk itu datang saat ibu ku meninggal dan aku harus bertemu dengan orang yang sudah menelantarkan ku sejak kecil, kedatangan nya bukan untuk menolong ku tapi mengingat kan pertukaran diriku dengan sejumlah uang.
Malam itu aku bertemu dengan seorang pria yang menolong ku saat aku berusaha kabur dari kejaran nya, pria itu memukul habis pria tua tidak tahu diri itu dan membawa ku pergi dari sana. Aku merasa aman tapi perasaan ku tetap waspada karena aku tidak mengenal pria itu, bisa saja dia lebih jahat dari ayah ku sendiri.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ajani Wuhhgy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Pria Penyelamat
Hidup ku hancur setelah di jual oleh ayahku pada seorang pria tua yang tidak aku kenal. Nama ku Alexsa Camellia usia ku masih cukup belia, 18 tahun. Di mana harusnya aku masih menginjak bangku sekolah dan bermain dengan teman teman sebaya ku. Namun mimpi buruk itu datang saat ibu ku meninggal dan aku harus bertemu dengan orang yang sudah menelantarkan ku sejak kecil, kedatangan nya bukan untuk menolong ku tapi mengingat kan pertukaran diriku dengan sejumlah uang.
Malam itu aku bertemu dengan seorang pria yang menolong ku saat aku berusaha kabur dari kejaran nya, pria itu memukul habis pria tua tidak tahu diri itu dan membawa ku pergi dari sana. Aku merasa aman tapi perasaan ku tetap waspada karena aku tidak mengenal pria itu, bisa saja dia lebih jahat dari ayah ku sendiri
Pria itu menatap ku cemas. " Apa kamu terluka?. "
Aku hanya menggeleng pelan, tubuh ku bergetar hebat lengan ku terasa nyeri dan sakit akibat dari cengkraman yang terlalu kuat. Tiba-tiba kepala ku terasa berat mata mulai menghitam mengabur begitu saja. Sayup-sayup aku hanya mendengar pria itu memanggil ku beberapa kali tapi mata ku perlahan tertutup begitu saja.
***
Sinar mata hari bersinar begitu terang dari balik gorden besar yang masih tertutup rapat. Mata hitam gadis itu mulai terbuka perlahan menyesuaikan dengan keadaan sekitar. Mata membelak saat merasakan tempat yang tidak dia kenali itu, lebih terkejut nya lagi saat dia melihat pakaiannya berganti begitu saja.
" A.. a. paaa.. apa dia yang menganti pakaian ku, lantas aku di mana?. Apakah dia juga akan menjual ku?. " Pikiran buruk Alexsa membuat kepala nya kembali berdenyut membuat nya langsung mencengkram rambut nya dengan keras.
" Akh... "
Tuk Tuk Tuk
Derap langsung bunyi sepatu terdengar nyaring di indra pendengaran nya.
Alexsa beringsut takut saat seorang dokter masuk kedalam kamarnya bersama dengan pria yang semalam menolong nya, pria itu nampak sedikit panik melihat gadis itu ketakutan.
" Kamu tidak perlu takut, saya hanya ingin menolong kamu dan ini dokter keluarga saya. Dia yang akan memeriksa keadaan mu. " Jelas nya membuat Alexsa jauh lebih tenang dan dokter wanita itu langsung mendekati nya.
Dokter itu memeriksa keadaan Alexsa.
" Keadaannya jauh lebih baik dari semalam, tapi rasa takut karena trauma itu membuat nya memilih rasa cemas yang berlebihan. Tapi tidak perlu khawatir dengan berjalan nya waktu semua akan kembali seperti sedia. " Jelas dokter itu langsung berdiri menghampiri pria itu.
" Terima kasih dokter Sesha, nanti saya akan minta supir untuk membeli obat nya. " Mereka saling bersalaman kemudian dokter itu pergi meninggalkan mereka berdua.
" Nama saya Samudra Alatas Wijaya, kamu bisa panggil saya Sam. Nama kamu siapa dan jangan takut saya tidak akan melakukan apapun padamu. " Ucap pria itu yang bernama Samudra. Alexsa menatap mata coklat pria yang mungkin umur nya terpaut jauh dengan dirinya.
" Nama saya Alexsa Camellia om, emz tuan maaf.. " Ucap nya gugup kemudian mendapatkan kekehan lembut dari Samudra.
" Dengar, kamu bisa memanggil saya apa saja terserah kamu saja. Jadi di mana alamat rumah mu tau keluarga yang bisa saya hubungi untuk menjemput mu?. "
Alexsa terdiam mengingat siapa keluarga nya. Namun gadis itu hanya bisa menggeleng pelan mengingat jika keluarga satu satunya hanya lah ayahnya, jika dia kembali pada pria tua itu entah apa yang akan dia lakukan pada nya.
" Kamu tidak memiliki keluarga? " Ucap Sam memastikan ucapannya itu.
" Ibu ku baru saja meninggalkan om dan semalam adalah ayah kandung ku yang hendak membawa ku pergi dan menjual ku pada seorang pria tua yang bahkan jauh lebih tua dari dirinya. Aku tidak memiliki seseorang lagi dalam hidup ku dan aku sendiri bingung harus pulang kemana. " Ucap nya bergetar.
" Ya sudah, bagaimana jika kamu tinggal disini dan kamu bisa bantu bantu di rumah ini. Sebagai gantinya kamu bisa tinggal dan makan secara gratis dan kamu juga pasti mendapatkan gaji. " Alexsa menatap Sam berbinar tak percaya. bagaimana bisa orang yang baru saja dia kenal bisa berbicara seperti itu tapi dia juga bersyukur akhirnya dia punya jalan kehidupan baru.
" Om Sam serius?. Saya boleh tinggal dan bekerja di sini dan saya akan mendapatkan gaji?. " Sam tersenyum sembari mengangguk pelan. Melihat gadis itu membuat nya merasa iba, bagaimana ada seorang ayah yang tegah menjual anaknya demi uang dan kepuasan hidup.
" Terima kasih banyak om Sam, saya janji akan bekerja dengan giat dan tidak akan membuat masalah di sini. "
" Baiklah, apa keadaan mu jauh lebih baik sekarang?. Jika iya saya akan antar kamu bertemu dengan bik Dariyem, dia pembantu lama di rumah saya nanti kamu bisa bantu bik Dariyem mengurus rumah. " Sam mengajak Alexsa untuk bertemu dengan pelayan di rumah nya sekaligus menunjukkan rumah dan paviliun khusus pekerjaan di rumah itu.
Samudra berjalan lebih dulu sedang kan Alexsa berada di belakang nya mengekor sembari menatap sekeliling rumah itu, Alexsa begitu takjub dengan kemegahan dan keindahan dekorasi rumah bernuansa putih bersih itu.
Nampak di ruang tengah rumah itu terpampang besar sebuah poto pernikahan di mana pembelai pria nya adalah Samudra, pria yang menyelamatkan nya itu ternyata sudah memiliki keluarga yang utuh.
Bug
Tubuh mungil Alexsa menabrak punggung lebar Samudra membuat nya hampir terjungkal kebelakang.
" Hei, perhatikan jalan mu. " Ucap Sam melihat tingkah Alexsa.
" Maaf om, aku hanya takjub melihat rumah sebesar ini dan melihat foto pernikahan anda dan istri anda. "
Sam menatap lurus foto pernikahan nya yang terpajang dengan indah di ruang tengah rumah besar nya, foto itu terlihat begitu serasi namun juga menunjukkan kekosongan dalam setiap tatapan nya.
" Tuan, anda memanggil bibik.. " Seorang wanita paru baya datang dengan berjalan pelan menghampiri Sam yang langsung menatapnya.
" Bik, perkenalkan dia Alexsa Camellia dan dia juga yang akan bantu bibik di rumah mulai sekarang. Tolong bibik ajarkan dan tujukan semua hal yang ada di rumah ini dari yang di perbolehkan dan tidak di perbolehkan. " Wanita 55 tahun yang nampak masih berdiri kokoh dan sehat itu tersenyum kembali mendengar kan dan sesekali melihat kearah Alexsa yang diam.
" Baik tuan nanti bibik akan ajarkan semua hal nya pada Alexsa, tuan Sam tidak perlu khawatir. "
" Baik bik, saya harus ke kantor tolong bibik bawa Alexsa ke Paviliun agar dia istirahat terlebih dahulu untuk memulihkan kondisi nya. "
" Baik tuan. " Sam meninggalkan bik Dariyem dan Alexsa berdua. Wanita itu menatap Alexsa dengan lembut menarik tangannya agar mengikuti langkah kakinya menuju ke Paviliun di belakang rumah utaman keluarga Wijaya.
" Salam kenal ya bik, semoga aku bisa bantu bantu bibik di sini. " Ucap Alexsa di sela perjalanan mereka.
" Iya nak, bibik seneng sekali akhirnya bibik ada temen ngobrol di sini. Selamat ini bibik hanya sendiri yah paling sama pak satpam sama Andre tukang kebun di rumah ini, beberapa kali tuan memecat pelayan wanita karena tidak suka dengan sikap dan hasil kerja mereka yang tidak bagus. " Ucapan bik Dariyem membuat Alexsa bingung, lantas bagaimana bisa Sam menerima nya begitu saja bahwa mereka tidak saling kenal.
" Mungkin dia iba padaku, karena jalan hidup ku yang benar-benar buruk dan berliku. Aku janji aku akan bekerja dengan benar dan mengumpulkan uang untuk masa depan ku sendiri dan aku akan memulai hidup baru ku di sini. Di rumah keluarga Wijaya yang nanti nya akan mengubah nasib ku.. " Batin Alexsa.