NovelToon NovelToon
Surga Yang Tak Diinginkan

Surga Yang Tak Diinginkan

Status: sedang berlangsung
Genre:Angst / Perjodohan / Poligami / Selingkuh / Dijodohkan Orang Tua / Romansa
Popularitas:11.9k
Nilai: 5
Nama Author: Romansa Love

"Fania, kamu tahu pernikahan ini hanya sebuah formalitas saja. Aku harap kamu merelakan aku untuk menikah dengan Zelina." __ Raditya Mahardika.

"Mas, beri aku 30 hari saja untuk mengabdi sebagai istri yang Solehah untukmu. Aku hanya ingin mewujudkan wasiat Ayah. Setelah itu, kamu berhak menceraikan aku, dan kamu bisa menikah dengan wanita itu."

Hidup Raditya Mahardika kacau sejak dijodohkan dengan Fania Azalea. Semua terjadi karena Raditya mempunyai wanita idaman lainnya.

Fania Azalea meminta waktu agar dirinya bisa mewujudkan wasiat mendiang Ayahnya. Dia ingin menjadi seorang istri yang baik untuk suaminya. Namun, takdir berkata lain. Raditya justru ingin menikah lagi dengan wanita pujaan hatinya. Dia ingin berpoligami dan meminta Fania untuk menyetujui niatnya.

Baca selengkapnya di sini!
Follow IG : romansa_love94

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Romansa Love, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab. 16 (Nafkah Batin)

Selesai mandi, Fania keluar dengan mengenakan piyama yang dipilihkan oleh suaminya. Dia berjalan ragu dan duduk di pinggiran ranjang. Kemudian, Raditya bergegas ke toilet. Dia juga ingin membersihkan tubuhnya yang lengket karena keringat. Terjebak dalam situasi yang sulit membuat Fania salah tingkah. Dia bingung harus berbuat apa untuk menghindari suaminya.

Fania mengambil handbody untuk melembabkan kulitnya yang kering. Dia melakukannya di atas ranjang. Tidak membutuhkan waktu yang lama, Raditya keluar dari kamar mandi. Saking terkejutnya membuat handbody itu terjatuh di lantai. "Apa yang kamu kagetkan? Sekarang bantu aku pakai handbody ini di bagian punggung," kata Raditya sambil memungut body lotion yang ada din lantai.

Fania menerima lagi boddy lotion itu. Raditya pun naik ke ranjang dan duduk membelakangi istrinya. Meski dalam keadaan gugup, Fania harus melakukan itu. Dia mengelus punggung suaminya itu dengan sentuhan lembut. Raditya merasakan belaian itu dengan sangat tenang. Bahkan dia sangat menikmatinya.

Pikiran Raditya sudah tidak bisa dikondisikan lagi. Dia berbalik dan memegang pergelangan tangan istrinya. "Sudah cukup, sentuhanmu itu ... Apa kamu sengaja memancingku, Fania?"

"M-maksud Mas apa? Aku hanya melakukan apa yang Mas minta tadi," jawab Fania dengan nada gugup.

Raditya semakin mendekat hingga posisi istrinya setengah rebahan. Jantung Fania tidak bisa dikendalikan lagi, dia tahu arti tatapan suaminya yang penuh napsu. "Mas, bisa tolong lepaskan aku. Posisi ini salah."

"Apanya yang salah? Aku melakukannya dalam kondisi sadar. Bagaimana jika aku meminta itu darimu? Apa kamu sudah siap?" Raditya bertanya sekaligus meminta izin. Dia sudah dalam fase menginginkan istrinya.

"Mas, dalam perjanjian itu sudah tertulis jika Mas tidak akan menyentuhku dan tidak akkan meminta hal itu. Lalu, kenapa Mas mengubahnya? Mas tidak boleh melanggar perjanjian yang sudah di ...."

"Diam!" seru Raditya dengan tatapan tajam. Dia mencengkeram kedua tangan istrinya dengan sangat kuat. "Aku yang membuat perjanjian itu, jadi aku juga berhak mengubahnya tanpa persetujuanmu. Fania aku sangat menginginkanmu, jadi layani aku dengan baik karena aku adalah suamimu."

Tubuh Fania gemetar saat berada dalam kondisinya saat ini. Dia masih mengulur waktu agar bisa terlepas dari permintaan suaminya. "Mas, maaf. Untuk satu itu aku belum siap melakukannya. Aku takut sama kamu, karena dari awal Mas tidak pernah bersikap baik sama aku. Jadi, aku belum siap melakukannya. Maaf, Mas."

Raditya merasa terhina saat ditolak oleh istrinya. Dia semakin mendekatkan tubuhnya dan menindih Fania yang semakin ketakutan. "Apa kamu tidak tahu jika menolak keinginan suami adalah perbuatan dosa? Apa kamu mau menjadi istri yang durhaka? Fania, jangan pernah berpikir bisa lari dariku. Karena sampai kapanpun aku tidak akan melepaskanmu."

"Oh iya, kamu tidak tahu kan jika aku sudah pernah mencium bibirmu ini. Ternyata rasanya manis sekali, apalagi aroma tubuhmu ... Sungguh memabukkan." Raditya terus menunjukkan sikap agresifnya, dia sudah tidak bisa menahan diri.

Fania menelan ludahnya saat terus didekati oleh suaminya. Dia berusaha untuk mengelak agar selamat dari hasrat suaminya. "Mas, bisakah kamu lepaskan aku. Aku takut jika Mbak Zelin tau Mas ada di siini. Nanti dia bisa ...."

Raditya langsung menyergap bibir istrinya dengan lembut. Kedua mata Fania membulat saat bibir suaminya melakukkan pergerakan. "Mas stop! Aku ...."

Raditya tidak menghiraukannya, dia terus melanjutkan ciumannya lebih dalam. Fania berusaha mendorong suaminya, tetapi tidak bisa karena kedua tangannya dikunci dengan erat. Satu menit berlalu, Raditya mengakhiri aksinya. Dia ingin melepas piyama yang dikenakan istrinya, tapi langsung ditolak dengan suara tegas.

"Mas, aku mohon jangan! Aku belum siap, jangan dulu. Aku mohon!" pinta Fania dengan suara yang memelas dan air mata yang mengalir.

Raditya menghentikan aksinya, dia melepaskan cengkeraman tangannya dan beranjak ke samping. Dia duduk sambil menggeram kesal. "Kapan kamu siap? Aku sudah tidak bisa menahannya lagi. Bukankah, aku sudah melakukan kewajibanku sebagai suami. Aku akan memberikanmu banyak uang. Jadi, kamu tidak perlu takut untuk hidup serba kekurangan. Aku akan menjamin semuanya yang kamu butuhkan. Lalu, yang kubutuhkan hanyalah timbal balik saja."

Raditya benar-benar lupa yang telah dilakukannya pada Fania tempo hari. Hal itulah yang membuat Fania sedih dan merasa tidak berarti. "Mas, aku bukan barang yaang bisa kamu permainkan sesuka hati. Aku mempunyai perasaan yang tidak bisa melupakan apa yang baru saja terjadi.Kamu menuntut hal itu padaku, tapi secara sengaja kamu sudah menyakiti aku, Mas. Lalu, dengan rasa percaya diri yang tinggi, kamu meminta nafkah batin padaku. Padahal sebelumnya kamu menolak bahkan mencemoohku seperti barang yang tidak berguna."

"Aku tidak bisa melakukan pada pria yang tidak kucintai, Mas. Di antara kita tidak ada perasaan apapun, jadi itulah alasanku menolak permintaanmu, Mas," jelas Fania dengan keberanian yang tinggi.

Raditya diam saat mendengar pernyataan itu, dia sadar dengan sikapnya yang keterlaluan. Pria itu mengatur pernapasannya yang tidak teratur. Dia mengusap kasar wajahnya dan turun dari ranjang. "Oke, aku mengalah untuk saat ini. Namun, tetap saja aku tetap menuntut hal itu padamu. Aku menginginkannya, jadi kamu tidak punya hak untuk menolak. Aku memberimu waktu sampai nanti malam. Saat itu tiba aku akan datang dan memulai semuanya. Mau tidak mau, suka tidak suka, kamu harus bersiap-siap untuk melayaniku."

Fania duduk sambil memeluk kedua kakinya. Dia hanya melihat suaminya yangg keluar dengan perasaan emosi. "Bagaimana ini? Aku belum siap, aku juga tidak mau berbagi karena dia sudah menjadi miliknya.Astagfirullah, berikan hamba petunjuk dan jalan keluar untuk masalah ini."

Di luar pintu, Raditya menggeram penuh kekesalan. Dia benar-benar marah dengan penolakan itu. "Sial, mengapa dia sangat sulit digapai? Apa aku paksa saja? Sikap jual mahalnya itu membuatku muak. Sangat berbeda sekali dengan Zelin yang sangat mudah ditaklukkan. Awas saja, nanti malam aku akann mendapatkanmu. Fania, kamu harus mmenjadi milikku."

Raditya sudah terobsesi dengan istrinya sendiri. Bahkan dia lupa dengan ucapannya waktu itu. Saat ini, dalam hati Fania sudah tidak membutuhkan apapun. Dalam hatinya terus mencari jalan keluar untuk lepas dari suaminya. Awalnya, Raditya tidak membutuhkan Fania sebagai surga dalam hidupnya. Lalu sekarang, giliran Fania yang tidak menginginkan surga dari suaminya.

Keributan itu didengar oleh Devan dari balik pintu. Sepertinya dia tidak bisa lepas dari bayang-bayang rumah tangga Fania yang penuh dengan derita. "Jika tebakanku benar, sampai sekarang Fania belum tersentuh oleh suaminya. Apa jangan-jangan pria itu menolak untuk berhubungan? Dan setelah dia melihat pesona istrinya, barulah dia sadar jika Fania begitu sempurna. Aku harus menyelamatkan Fania dari pria itu, tidak peduli dengan status hubungan mereka seperti apa?"

1
Sanda Rindani
ya ,apa salahnya ibunya lapor polisi
nunik rahyuni
bagus jgn mau lkian.model kya itu .biar mmnya baik tp kmu hidup sama anaknya.lagian dia sdh tidur sm.wewe jd jgn mau dipake ma dia
nunik rahyuni
bangke kalian be2 ni.....pasangan yg cocok..kedua duanya g ada otak
nunik rahyuni
hadaw kok lemes to yuu yuuu ...biar dikata wanita itu lemah tp ya jgn lemah2 bgt gitu lho
.ambil sapu ato apa kh gitu hantamkan ke kepalanya biar kapok...jd laki kok g jelas siram pake karbol sj..lagian mau mau nya nunggu smpe 30 hr..bisa mati kamu mun lemah kya itu😡😡
nunik rahyuni
knp mau maunya disuruh2 baik minggat j
nunik rahyuni
knp klo bikin kisah pasti seorg istri yg lemah...bru mulai baca sdh mo kluar golok aq
Romansa Love: Kak😭 Goloknya simpan dulu buat motong ayam nanti dibuat opor 😭🤭 Terima kasih sudah mampir di karyaku Kak😍
total 1 replies
Sasikarin Sasikarin
skip dulu terlalu gedek untuk d baca. dan untuk kesehatan mental d bln puasa 🙏
Romansa Love: Bacanya pas buka puasa Kak😭😅
total 1 replies
partini
ga mempan hemm kamu salah doa paling mustajab itu doa seorang ibu untuk anaknya
partini
fania agak bandel, mencintai lebih baik di cintai
partini
sedih sekali ini cerita nya,i hope happy dengan lelaki lain biar beda sama novel yg lain
Romansa Love: Halo, Kak Terima kasih sudah membaca ceritaku😍
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!