NovelToon NovelToon
Ambillah!

Ambillah!

Status: sedang berlangsung
Genre:Pelakor / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / CEO / Mafia
Popularitas:38.7k
Nilai: 5
Nama Author: IAS

"Ambil, ambillah dia! Aku ikhlaskan dia untukmu."

Suara seorang wanita terdengar begitu nyaring ketika berada di depan rumah wanita yang menjadi selingkuhan suaminya.

Didepan keluarga besar sang pelakor dia tak gentar meski pun sendirian.

Hancur hati Arundari saat mengetahui bahwa gadis yang sudah dia anggap sebagai adiknya sendiri itu tega menjadi duri dalam daging pada biduk rumahtangganya.

Tampilannya yang religius sungguh tidak berjalan lurus dengan perbuatannya.

Tak ingin sakit hati terlalu lama, Arundari memutuskan untuk mengakhiri pernikahannya dengan Heri.

Apakah Arundari bisa kembali merasakan cinta setelah dirinya disakiti?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon IAS, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tak Mau Berbagi Suami 02

"... Maka aku minta kamu nikahin aku."

Jegleeeer

Heriawan membulatkan matanya. Dia sangat terkejut. Pagi menuju siang yang cerah itu kini seolah dipenuhi dengan mendung. Ya mendung bagi dirinya sendiri tentunya.

"Gila kamu ya Jelita. Kenapa tiba-tiba minta nikah. Ini nggak ada ya dalam pembicaraan kita,"pekik Heri dengan mata yang menatap tajam ke arah wanita yang usianya baru 23 tahun.

Jelita Wardani, kalau bisa dibilang gadis ya usinya masih tepat untuk dipanggil begitu. Sesuai dengan namanya, Jelita adalah gadis yang cantik jelita. Wajahnya kecil, matanya bulat, kulitnya putih bersih dan halus.

Bukan hanya itu, gadis itu juga berhijab, tutur katanya lembut dan perangainya sopan juga cerita. Semua orang menyukainya. Bahkan dia menjadi ikon di perusahaan milik Heriawan.

Perusahaan Heriawan adalah perusahaan yang bergerak di bidang travel dan umrah. Selain itu juga mereka mengadakan kajian rutin yang diadakan setiap dua pekan sekali.

Jelita yang memiliki kemampuan berbicara yang mumpuni sering didapuk menjadi master of ceremony atau MC. Dan ternyata Jelita juga memiliki suara yang merdu. Hal itu diketahui ketika salah satu ustadz dalam kajian bersholawat, dan Jelita pun ikut melakukannya.

Semua terpana dan mengangumi suara Jelita. Sehingga pada akhirnya dia selalu diminta untuk menyanyikan sholawat sebelum kajian dimulai dan setelah kajian berakhir.

"Mas, kamu kok gitu sih ngomongnya. Semua ini nggak ada dalam pembicaraan kita kamu bilang? Terus kamu anggap aku ini apa, Mas? Apalagi kita udah, hmpp!"

Seketika Heri menutup mulut Jelita dengan tangannya. Dia melihat kesana kemari seolah memastikan bahwa apa yang mereka bicarakan tidak terdengar oleh orang lain. Heri juga menutup mulut Jelita agar wanita itu tak lebih banyak lagi bicara.

"Udah, kita omongin lagi nanti. Aku harus pulang buat ngejar Arundari. Kamu lanjutin aja dulu pekerjaan mu. Pekan depan kita akan ada kajian kan? Sudah dapet siapa yang bakalan ngisi? Nah konfirmasi lagi ke beliau. Ingat ya cari narasumber nya perempuan karena emang besok itu kajiannya khusus perempuan."

Heri pergi dengan terburu-buru untuk mengejar istrinya. Mau bagaimanapun, dia tak ingin berpisah dengan Arundari.

Namun jika demikian, mengapa Heri harus berhubungan dengan Jelita? Entah apa isi kepala pri tersebut.

"Please please, aku mohon kamu ada di rumah, sayang."

Heri terus bicara demikian sepanjang dirinya mengemudikan mobil. Dia merasa takut jika istrinya tidak pulang ke rumah dan malah memilih untuk pergi menghindar.

Banyak hal yang ingin disampaikannya, salah satunya adalah kata maaf. Ya dia ingin meminta maaf kepada wanita yang sudah menemaninya selama ini itu.

Fyuuuuh

Heri bernafas lega saat melihat mobil Arundari terparkir rapi di depan rumah. Itu berarti istrinya ada di dalam dan tidak pergi seperti yang dipikirkannya.

Pria itu kemudian memarkir mobilnya tepat di sisi mobil sang istri. Lalu dengan sedikit tergesa dia keluar dari mobil dan segera masuk ke rumah.

Langkahnya begitu lebar. Nafasnya juga sedikit tersengal. Bukan karena aktivitas fisik yang dilakukannya, akan tetapi karena pergolakan hati dan pikirannya dalam rangka menghadapi sang istri.

Degh!

Dada Heri naik turun, dia mengatur nafasnya lebih dulu ketika melihat Arundari ada di dapur tengah duduk sambil meminum air dingin yang baru saja diambilnya dari kulkas.

"Sayang," panggilnya lembut. Heri berjalan mendekat namun tak lantas berada di sisi Arundari. Pria itu memilih berdiri di seberang meja.

"Jangan memanggil ku begitu. Aku jijik mendengarnya tahu nggak? Mulut yang kamu pakai untuk memanggilku sayang, pasti sudah kamu gunakan untuk memanggil wanita itu begitu juga. Dan mungkin nggak hanya sekedar sayang. Entah sudah sampai mana mulutmu itu mendarat di tubuh wanita itu. Sampai kepala? Pipi? bibir? dada? atau bahan kemaluannya? menjijikkan!"

Heri sangat tercengang dengan ucapan istrinya tersebut. Mulutnya menganga lebar dan matanya membelalak.

"Nggak kayak gitu, Yank. Bayangan kamu udah terlalu jauh! Aku nggak ngelakuin sampai yang kamu katakan tadi,"jawab Heri dengan berapi-api. Dia nampak sedang mencoba meyakinkan istrinya bahwa dia sama sekali tidak melakukan apa yang Arundari katakan.

"Oh, terus sampai mana? Udahlah Mas, aku capek. Sekarang lebih baik jatuhkan talakmu itu, biar kamu lebih bebas buat main sama tuh pelacurr yang berkedok sholihah,"ucap Arundari acuh tak acuh. Dia tak memandang wajah Heri barang sedetik pun.

"Nggak sayang, enggak. Aku nggak akan menalak kamu. AKu nggak mau, aku nggak mau kita pisah. Please, aku nggak mau cerai sama kamu,"sahut Heri cepat. Wajahnya memang menunjukkan kesungguhan pun dengan suaranya.

Akan tetapi Arundari hanya bergeming. Wanita berusia 26 tahun itu diam seribu bahasa. Namun tidak dengan hati dan pikirannya. Saat ini Arundari tengah berpikir akan sesuatu.

Keheningan di rumah itu berlangsung cukup lama. Arundari yang duduk diam, Heri yang berdiri mematung dan bahkan seolah tak berani untuk bicara apapun.

Saking heningnya rumah itu, bahkan suara detik jam dinding menjadi terdengar sangat jelas.

Tiga puluh menit lamanya, mereka hanya ada dalam diam dan akhirnya Arundari pun membuka mulutnya.

"Baiklah kalau kamu nggak mau menjatuhkan talak ke aku. Hari ini juga aku mau pulang ke rumah orang tua ku. Dan kau, nggak usah nganterin aku,"ucap Arundari sambil beranjak dari tempat duduknya dan melenggang ke arah kamar.

"Tapi yank, nanti kalau~"

"Kenapa? Takut? kamu takut kalau bapak sama ibu aku tahu tentang kelakuanmu? Kamu takut kalau aku ngadu ke mereka? Cih pengecut? Pas kamu ngelakuin itu sama si jalangg itu, apa kamu nggak mikir sampai sini hah?" pekik Arundari. Meski ucapan Heri tak selesai, tapi dia sudah tahu apa yang ingin dikatakan oleh pria tersebut.

"Kamu ini beneran bikin aku ngerasa amezing lho, Mas. Kamu tahu betul apa yang kamu lakukan itu salah dan pastinya itu nyakitin hati aku, tapi kenapa kamu ngelakuin itu? Kamu berada di lingkungan orang-orang baik yang paham agama, tapi mengapa kamu nggak pernah ambil ilmu itu dan kamu terapin? Mas kalau kamu ingin poligami, seharusnya kamu bilang, karena aku akan langsung minta cerai. Maaf, aku bukan wanita yang bisa berbagi suami. Aku bukan wanita yang punya kelapangan hati untuk saling berbagi cinta dengan wanita lain. Dan kamu harusnya ingat, itu adalah syarat saat kamu melamar ku di depan kedua orang tuaku."

Jleb

Perkataan Arundari bak belati tajam yang menghunus jantung dan hati milik Heri. Pria itu sama sekali tidak bisa berkilah karena semuanya adalah fakta.

Lantas apa yang Heri lakukan sekarang ini? Jawabannya adalah diam, pria itu diam seribu bahasa dan hanya bisa menatap Arundari yang melenggang pergi meninggalkan rumah.

TBC

1
cinta semu
arundari terlalu lelet ... mereka udah nikah masih aja ,,mager ...
cinta semu
satu team kompak banget ...tapi nama ny dosa pasti ada cela itu terungkap
Esther
Anis yang nyebarin video dan sekarang malah didukung sama Adyaksa.
Ada maksud tersembunyi nih dari Adyaksa😄
Sri Supriatin
vuma up 1 bab yah thor🤭
Nie
Siapin fisik dan mental kalian ya,karna sebentar lg kalian akan semakin terkenal 🤭
Nanin Rahayu
good job Anis
Miss Typo
bagus Anis biar mereka berdua kapok menderita
dewi rofiqoh
Ternyata benar, anis yang udah nyebarin video itu. Tapi benar nis, heri dan jelita harus dapat sanksi sosial
Miss Typo
cie cieeee dikirim makanan sm Arun, jantung Adyaksa jedag jedug 😁
partini
Anis TK kira laki" ,
Isabela Devi
Anis yg upload semua itu
Mariee__shiitie___🍒🍒🍒🍒
kalo bisa jdiin Istri y Ben,hihihi
Mariee__shiitie___🍒🍒🍒🍒
tuhkan aku dah curiga m anis
Isabela Devi
semoga Arun jd pilihannya
Mariee__shiitie___🍒🍒🍒🍒
baru x ini bos disuruh nunggu
GiZaNyA
wahhh beneran Anis tooo.. kirain si Adyaksa.. 😁😁
Apakah Anis nanti nya akan berjodoh sama Beni yaa..? hhmmm... 🤣🤣
Sunaryati
Arundari banyak orang yang sayang, dan siap membantu serta melindungi kamu.
LIXX
nyuruhnya agak kurang ajar ya🤣🤣🤣
dewi rofiqoh
Berjuanglah untuk hatimu adyaksa! Setelah arun ketuk palu
Esther
Karena tuanmu lagi jatuh cinta pak Anton, makanya terlihat beda😄
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!