NovelToon NovelToon
When Gods Grow Bored

When Gods Grow Bored

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Timur / Action / Epik Petualangan / Fantasi
Popularitas:1.3k
Nilai: 5
Nama Author: jhoven

When Gods Grow Bored berlatar di sebuah benua kuno "Nirenva" yang dilanda perang tanpa akhir, tempat kerajaan-kerajaan saling membantai atas nama para dewa yang pernah turun dan meminjamkan kekuatan mereka kepada umat manusia. Di dunia di mana nilai hidup diukur dari restu ilahi, Kai Jhoven: seorang anak tanpa berkah dan tanpa asal-usul tumbuh sebagai sosok terbuang, dipaksa bertahan di tengah kekacauan yang tidak pernah ia pilih. Ketika sebuah kekuatan asing akhirnya menjamah dirinya, Kai Jhoven terseret ke dalam pusaran konflik yang jauh lebih besar dari perang antar manusia: intrik ilahi, kekuasaan yang dipinjam, dan kebenaran kelam di balik mukjizat yang disembah dunia. Dalam perjalanan dari medan perang hingga jantung kekuasaan, takdir, kepercayaan, dan kemanusiaan diuji; sementara langit yang selama ini dipuja perlahan mulai retak.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon jhoven, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Persiapan

Kantor pribadi Giovanni Alexis. Dibelakang kursi dan mejanya terpampang dengan jelas peta Benua Nirenva.

Kai duduk menghadap sang pemilik serikat hunter itu. Keraguan dan khawatir sedikit banyak terlihat diwajahnya.

"Baiklah bocah.. Yang pertama, tolong perkenalkan dirimu, siapa namamu, darimana asalmu, kami butuh latar belakang yang jelas untuk memastikan dirimu bukanlah mata-mata Vladmir."

Kai mengerutkan dahinya begitu mendengar kata Vladmir. Ia mulai mengepalkan tangan, dan Given menyadarinya namun tetap diam.

"Vladmir bajingan.. Aku tidak akan pernah memaafkan mereka." Ucap Kai dengan tatapan tajamnya.

Jujur saja, Bahkan Giovanni sendiri melihat keseriusan dimata anak muda itu.

"Kenapa? Kenapa kau begitu membenci Vladmir?" Tanyanya.

"Bajingan itu.. Vitalii Aizen dan antek-anteknya.. Mereka semua membantai desaku beserta seluruh penduduk didalamnya!"

Seketika ketiga orang itu terkejut.

Giovanni berkeringat, dan ia pun menanyakan asal desa Kai.

"Aku berasal dari Desa Mooire. Kurasa 3 hari yang lalu mereka membantai semuanya dan aku melarikan diri masuk ke hutan Yoru."

Sekali lagi mereka bertiga (Giovanni, Given, Cassandra) dibuat tercengang oleh pengakuan Kai.

"Hei bocah.. Jika ini bercanda maka aku akan sangat murka.. Kami semua sedang terpukul dengan berita kekalahan Khanox dan pembantaian Desa Mooire itu.. "

Mata Kai tidak bergeming. Ia menatap dengan keseriusan jelas tanpa keraguan.

"Buat apa aku bercanda soal ini Pak Tua !"

Giovanni menghela nafas sejenak.

"Begitu ya.. Jadi kau berhasil selamat dari insiden itu.. Bagaimana saat-saat terakhir Tuan Garo ? Aku yakin dia akan terus melawan bukan?"

Kali ini giliran Kai yang dibuat tercengang dengan perkataan Gio tentang Garo.

"HUH? Bagaimana Bapak Gio bisa tau soal pak tua Garo!?" Tanya Kai penasaran.

"HAHA! Pak Tua ya.. Ya dia memang sudah tua sih. Dahulu sekali.. Ayahku adalah wakil komandan beliau saat peristiwa perang Dolorossa. Ayahku meninggal dalam perang itu, namun setelah perang, beliau.. Tuan Garo yang merawatku dan membesarkanku.. Dia sudah seperti ayah kedua bagiku. Aku tidak bisa sampai sini jika bukan karenanya." Balas Giovanni.

Kai termenung menahan tangisannya.

"Keren.."

"Pak tua Garo itu.. Sampai saat terakhirnya.. Ia terlihat sangat keren pak!" Ucap Kai.

"Begitu ya. Dia sudah hidup terlalu lama.. aku harap dia tidak menyisakan penyesalan diakhir hidupnya."

"Tidak pak. Di akhir hidupnya.. Pak tua Garo itu.. Tersenyum padaku." Balas Kai.

"Baiklah sepertinya cukup untuk sesi pertanyaan latar belakangnya.. Aku tidak merasakan kebohongan darimu. Bocah.. Siapa namamu?" Tanya Gio.

"Kai pak! Kai Jhoven."

Giovanni tersenyum sembari mengusap air matanya.

"Given, Cassandra. Mulai hari ini, Kai Jhoven resmi menjadi bagian dari Serikat Hunter Rusville. Tolong urus berkasnya dan ajarkan bagaimana kehidupan Hunter ya."

"Baik pak!"

Dengan begitu, Kai Jhoven kini resmi menjadi Hunter Kota Rusville dengan peringkat E. Meskipun ia harus memulai dari peringkat terendah, Kai tidak mempermasalahkannya. Ia justru senang karena bisa mendapat uang dari pekerjaan ini.

Hari demi hari berlalu dengan begitu cepatnya. Kai masih belum menggunakan kekuatan dewanya sama sekali. Sejak ia datang ke Kota Rusville, sang dewa sudah tidak pernah berbicara lagi. Hal itu membuat Kai heran. Karena ia belum bisa menggunakan kekuatan dewanya secara maksimal, ia memutuskan untuk mengerjakan misi perburuan monster tingkat rendah hingga menengah menggunakan senjata magis berupa pedang.

Dengan pedang magisnya itu, dia terus mengerjakan banyak misi tanpa henti, terutama misi-misi rendahan hingga menengah. Dari situ ia mulai mengumpulkan banyak uang, namun masih belum cukup untuk melakukan perjalanan jauh ke Ibu Kota.

Ia terus bekerja tanpa henti, membuat namanya dikenal luas oleh masyarakat Rusville. Kai tidak ragu untuk menerima misi rendahan, bahkan jika itu hanya mencari kucing hilang atau membersihkan selokan. Hal ini membuatnya semakin dicintai oleh masyarakat Rusville.

Hanya dalam 1 Bulan, ia naik peringkat dari E –> C. Naik 2 peringkat hanya dalam waktu sebulan merupakan hal luarbiasa yang mampu dicapai oleh Hunter, terutama jika hunter itu adalah seorang bocah 12 tahun dan masih pemula.

Disisi lain, Given sedang hendak membentuk regu untuk menyelesaikan salah satu misi tingkat S sebagai misi terakhir, untuk mendapatkan surat izin mengikuti ujian kenaikan peringkat.

"Kai. Aku sedang membentuk regu untuk menjalani misi Tingkat S. Kamu mau gabung?" Given mengajak Kai yang sedang makan di kantin Serikat.

"HAHH, Serius?? Seorang pemburu peringkat A mengajakku yang hanya peringkat C?? Mau banget! Ayo kapan kita lakukan?" Balas Kai bersemangat.

"Haha! Kau selalu saja bersemangat ya, bagus! Kita akan mengerjakannya 3 hari lagi Kai, persiapkan dirimu. Aku mengandalkanmu Kai." Lanjut Given dengan tatapan penuh kepercayaan.

"Serahkan padaku, Given."

Tanpa henti, Kai berlatih sebelum hari itu tiba. Ia melatih fisiknya, kemampuan berpedangnya dan juga meditasi untuk meningkatkan kapasitas Energi Spiritualnya. Setiap malam ia juga selalu mencoba menggunakan kekuatan dewanya , terutama teknik Zero Distance yang sebelumnya pernah ia pakai.

Dalam 3 hari, Kai akan menunjukkan hasil kerja kerasnya.

1
ùrizen
/Smile/
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!