Kehilangan anak saat melahirkan adalah penderitaan terbesar bagi Azelva Raquel Shawn. Bak jatuh tertimpa tangga, Azelva diceraikan, diusir dari rumahnya, dan semua hartanya dicuri oleh suami dan selingkuhannya.
Namun di tengah-tengah penderitanya, Kellano Gavintara, hadir menawarkan pekerjaan untuk wanita malang itu.
"Jadilah Ibu susu putraku. Sebagai imbalannya, aku akan membantumu mengambil kembali semua milikmu." Kellano Gavintara.
Tekadnya untuk balas dendam semakin kuat, tapi di sisi lain, Azelva tidak ingin berhubungan lagi dengan Kellano, yang tak lain adalah mantan kekasihnya. Apalagi jika Kellano tahu rahasia yang Azelva sembunyikan selama ini.
Namun setelah menatap baby Arlend, perasaan Azelva mulai goyah.
"𝘒𝘦𝘯𝘢𝘱𝘢 𝘢𝘬𝘶 𝘮𝘦𝘳𝘢𝘴𝘢 𝘴𝘢𝘯𝘨𝘢𝘵 𝘥𝘦𝘬𝘢𝘵 𝘥𝘦𝘯𝘨𝘢𝘯 𝘈𝘳𝘭𝘦𝘯𝘥?"
Seiring berjalannya waktu, tabir rahasia mulai terkuak. Identitas Arlend mulai dipertanyakan.
Apa yang akan Kellano lakukan saat mengetahui fakta mengejutkan tentang putranya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kikan dwi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 11
"Azel, kumohon! Kali ini saja," ucap Kellano penuh permohonan. "Sebagai gantinya, aku akan melakukan apa pun yang Kamu minta."
Kellano berharap kali ini Azelva mau mengabulkan permohonannya. Sebagai imbalannya, Kellano akan memberikan apa pun yang Azel inginkan.
"Sudah terlambat," gumam Azelva. Tiba-tiba saja wanita cantik itu menatap Kellano penuh kebencian.
"𝘈𝘯𝘥𝘢𝘪 𝘸𝘢𝘬𝘵𝘶 𝘪𝘵𝘶 𝘒𝘢𝘮𝘶 𝘮𝘦𝘯𝘦𝘱𝘢𝘵𝘪 𝘫𝘢𝘯𝘫𝘪𝘮𝘶, 𝘢𝘬𝘶 𝘵𝘪𝘥𝘢𝘬 𝘢𝘬𝘢𝘯 𝘱𝘦𝘳𝘯𝘢𝘩 𝘮𝘦𝘯𝘨𝘢𝘭𝘢𝘮𝘪 𝘱𝘦𝘯𝘥𝘦𝘳𝘪𝘵𝘢𝘢𝘯 𝘴𝘦𝘱𝘦𝘳𝘵𝘪 𝘪𝘯𝘪. 𝘈𝘬𝘶 𝘵𝘪𝘥𝘢𝘬 𝘢𝘬𝘢𝘯 𝘬𝘦𝘩𝘪𝘭𝘢𝘯𝘨𝘢𝘯 𝘗𝘢𝘱𝘢, 𝘥𝘢𝘯 𝘱𝘶𝘵𝘳𝘢𝘬𝘶 𝘫𝘶𝘨𝘢 𝘵𝘪𝘥𝘢𝘬 𝘢𝘬𝘢𝘯 𝘮𝘦𝘯𝘪𝘯𝘨𝘨𝘢𝘭."
Azelva mengepalkan erat tangannya. Ia hanya mampu mengutarakan kemarahannya dalam hati. Sampai kapanpun ia tidak akan membiarkan Kellano mengetahui semuanya. Azelva akan menyembunyikan rahasianya itu sampai mati.
"Maksud Kamu apa?"
Rupanya Kellano mendengar gumaman Azelva. Namun lihatlah, pria itu berlagak polos, membuat Azelva semakin muak.
Kellano bertingkah biasa saja seperti tidak pernah terjadi apa pun diantara mereka sebelumnya. Bahkan, tanpa tahu malu sedikitpun pria itu meminta bantuan padanya. Apa Kellano pura-pura lupa? Atau memang sejak awal pria itu tidak pernah berniat menepati janjinya?
Azelva tidak menjawab pertanyaan Kellano, wanita cantik itu beranjak dari tempat tidurnya. Azelva benar-benar tidak sanggup berada satu ruangan dengan pria itu.
"Kamu mau ke mana?"
Kellano tidak membiarkan Azelva pergi, ia mencekal tangan Azelva dan membuat wanita cantik itu kembali duduk di atas ranjang.
"Aku mau pulang," ucap Azelva tanpa menatap Kellano sedikitpun.
Azelva benar-benar tidak sanggup berhadapan dengan Kellano. Setiap menatap pria itu, hatinya kembali sakit. Namun yang paling sakit adalah, Azelva tidak bisa membenci pria itu.
"Kamu mau pulang ke mana? Apa Kamu mau kembali pada suami kurang ajar mu itu?" Tanya Kellano. Pria itu menutup mulutnya saat menyadari sudah mengatakan sesuatu yang tak seharusnya di ucapkan. "𝘈𝘴𝘵𝘢𝘨𝘢, 𝘢𝘬𝘶 𝘬𝘦𝘤𝘦𝘱𝘭𝘰𝘴𝘢𝘯."
"Kamu---"
Ceklek
Belum sempat Azelva menyelesaikan ucapannya, seseorang tiba-tiba masuk ke dalam ruang rawat Azelva.
Ooeeekkk... ooeekkk...
"Kellan, Arlend gak berhenti nangis. Mommy gak tahu lagi harus gimana? Kata dokter, kalau begini terus Arlend bisa sakit," ucap Mommy Yumna. Wanita paruh baya itu terlihat begitu panik.
Mommy Yumna datang bersama Arlend yang menangis dalam gendongannya. Di belakangnya ada Daddy Arjuna yang juga ikut ke ruangan Azel. Kedua paruh baya itu terpaksa membawa Arlend ke ruangan Azelva, setelah hampir setengah jam menunggu Kellano tanpa kabar.
Kellano mengambil alih Arlend dari gendongan Mommy Yumna, pria itu berusaha menenangkan putranya. Namun tangisan Arlend justru semakin kencang.
"Apa aku boleh menggendongnya?" Tanya Azelva.
Mendengar tangisan Arlend membuat hati Azelva terenyuh. Nalurinya sebagai seorang ibu sangat sedih dan terluka. Kenapa ada seorang ibu yang tega meninggalkan bayinya yang baru lahir? Sementara Azelva yang sangat mengharapkan bayinya, justru harus kehilangannya.
Kellano mengangguk sambil menyerahkan bayinya.
Ajaibnya tangisan Arlend langsung berhenti. Bayi tampan itu seolah menemukan tempat ternyamannya.
Azelva tersenyum sambil mengusap pipi Arlend. Wanita cantik itu benar-benar terpesona dengan ketampanan Arlend. Bahkan tanpa sadar Azelva mencium bayi tampan itu dengan gemas.
"𝘈𝘯𝘥𝘢𝘪 𝘴𝘢𝘫𝘢 𝘸𝘢𝘯𝘪𝘵𝘢 𝘤𝘢𝘯𝘵𝘪𝘬 𝘪𝘯𝘪 𝘮𝘦𝘯𝘢𝘯𝘵𝘶𝘬𝘶," 𝘣𝘢𝘵𝘪𝘯 𝘔𝘰𝘮𝘮𝘺 𝘠𝘶𝘮𝘯𝘢.
Wanita paruh baya itu sangat tersentuh melihat ketulusan Azelva. Sejak awal, Mommy Yumna memang sangat menyukai Azelva. Wajah cantiknya mengingatkan nya pada seseorang.
Begitu juga Kellano, pria itu diam-diam menitikkan air matanya. Ia sangat terharu melihat Azelva yang terlihat begitu menyayangi putranya.
"𝘈𝘯𝘥𝘢𝘪 𝘬𝘢𝘮𝘶 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘫𝘢𝘥𝘪 𝘪𝘴𝘵𝘳𝘪𝘬𝘶, 𝘢𝘬𝘶 𝘴𝘢𝘯𝘨𝘢𝘵 𝘣𝘢𝘩𝘢𝘨𝘪𝘢."
Berbeda dengan Daddy Arjuna, pria paruh baya itu menatap pemandangan di depannya penuh selidik.
"𝘒𝘦𝘯𝘢𝘱𝘢 𝘢𝘬𝘶 𝘮𝘦𝘳𝘢𝘴𝘢 𝘈𝘳𝘭𝘦𝘯𝘥 𝘮𝘪𝘳𝘪𝘱 𝘥𝘦𝘯𝘨𝘢𝘯 𝘈𝘻𝘦𝘭𝘷𝘢? 𝘈𝘱𝘢 𝘱𝘦𝘳𝘢𝘴𝘢𝘢𝘯 𝘬𝘶 𝘴𝘢𝘫𝘢?"
...----------------...
Di sudut kota lainnya, seorang wanita baru saja sampai di sebuah rumah yang akan menjadi tempat tinggalnya. Wajahnya masih terlihat pucat setelah beberapa hari yang lalu melakukan persalinan.
Wanita itu menghembuskan napasnya berat, sambil sesekali mengusap air mata yang menggenang di sudut matanya.
"Maafkan Mama, Nak." Wanita itu terisak sambil mengusap perutnya. Berpisah dengan putranya benar-benar membuat hatinya terluka.
"Kenapa Kamu harus pergi, Re? Pasti Kellano sangat marah sama Kamu."
Aida tidak habis pikir dengan jalan pikiran Regita. Bukankah sahabatnya itu sangat mencintai Kellano? Wanita itu bahkan menghalalkan segala cara demi mendapatkan Kellano.
Namun, setelah berhasil menjadi istri pengusaha muda itu, Regita justru pergi begitu saja. Bahkan, wanita itu tidak mempedulikan bayi yang baru saja ia lahirkan.
"Kellano mungkin marah, tapi Kamu tenang saja, dia pasti memaafkan ku," ucap wanita bernama Regita itu penuh keyakinan.
Untuk sesaat, Kellano mungkin marah. Namun, seiring berjalannya waktu, Regita yakin suaminya itu pasti akan memaafkannya. Ia hanya perlu menjual kesedihan di depan Kellano.
Walaupun selama ini Kellano tidak pernah mencintainya, tapi Kellano tidak pernah kasar padanya. Itu membuktikan jika Kellano pria yang baik, dan perlahan pria itu pasti mau menerimanya.
Regita hanya perlu waktu sebentar saja untuk memenangkan dirinya, sebelum ia kembali pada Kellano.
Regita terpaksa harus meninggalkan Kellano untuk sementara, demi menjaga kewarasannya. Persalinannya kemarin membuat Regita sangat trauma. Apalagi saat melihat keadaan bayinya saat itu. Mengingatnya saja membuat Regita sangat sesak.
Untung saja Dewi Fortuna masih berpihak padanya. Entah itu takdir atau kebetulan, namun Regita bersyukur bisa melahirkan di tempat yang sama dengan seseorang di masa lalunya.
"𝘑𝘢𝘥𝘪, 𝘥𝘪𝘢 𝘩𝘢𝘮𝘪𝘭? 𝘛𝘢𝘱𝘪, 𝘬𝘦𝘯𝘢𝘱𝘢 𝘥𝘪𝘢 𝘣𝘪𝘴𝘢 𝘣𝘦𝘳𝘢𝘥𝘢 𝘥𝘪 𝘳𝘶𝘮𝘢𝘩 𝘴𝘢𝘬𝘪𝘵 𝘪𝘵𝘶?"
Pertanyaan yang selama beberapa hari ini terus berputar di kepalanya. Semakin Regita memikirkannya, semakin sakit kepalanya.
"𝘚𝘶𝘥𝘢𝘩𝘭𝘢𝘩, 𝘮𝘶𝘯𝘨𝘬𝘪𝘯 𝘵𝘢𝘬𝘥𝘪𝘳 𝘣𝘦𝘳𝘱𝘪𝘩𝘢𝘬 𝘱𝘢𝘥𝘢𝘬𝘶. 𝘠𝘢𝘯𝘨 𝘱𝘦𝘯𝘵𝘪𝘯𝘨 𝘒𝘦𝘭𝘭𝘢𝘯𝘰 𝘱𝘦𝘳𝘤𝘢𝘺𝘢 𝘢𝘬𝘶 𝘩𝘢𝘮𝘪𝘭 𝘢𝘯𝘢𝘬𝘯𝘺𝘢."
"Tapi Re, bagaimana kalau Kellano---"
"Tutup mulutmu, jangan pernah membahas masalah ini lagi!"
𝘛𝘰 𝘣𝘦 𝘤𝘰𝘯𝘵𝘪𝘯𝘶𝘦𝘥
bagus pak arjuna gercepdibandingin anaknya
ayo segera kita sambut si regina 👏
ayo Zola cepet cerita jgn byk mikir 🤣