Desa ujung pandang kembali di hebohkan dengan mayat yang hilang dari dalam kuburan, namun sebagian orang menyangkal bahwa itu karena sudah lama di kuburkan sehingga jasad mereka sudah habis di makan tanah.
Namun sebagian lagi mengatakan bahwa itu memang di curi orang, semua ini berawal karena secara tidak sengaja seekor anjing menggali kuburan dan mereka melihat bahwa di dalam itu sudah tidak ada lagi mayat nya.
Kemana kah mayat itu pergi?
mungkin kah mayat itu memang di curi?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon novita jungkook, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 4. Duka Yose
Kabar duka langsung di terima oleh seluruh warga ketika Yose pulang sambil membawa ambulans karena itu berisi tubuh sang istri yang telah terbujur kaku, orang tua Sintia pingsan berulang kali karena mereka tidak sanggup melihat sang anak meninggal dalam keadaan hamil besar seperti itu akibat pendarahan dan juga tekanan tensi yang terlalu tinggi.
Banyak yang merasa kasihan atas nasib Sintia kali ini karena mereka semua tahu bagaimana perjuangan wanita itu saat sedang berusaha untuk mendapatkan buah hati, namun sekarang malah meninggal seperti ini saat belum sempat melahirkan sang anak ke dunia karena memang keadaannya begitu parah sehingga dokter juga tidak bisa untuk menyelamatkan.
Tadi masih ada kesempatan antara Ibu dan juga anak tapi ternyata setelah ditindak lanjut malah tidak ada yang bisa di selamatkan sama sekali, bayi yang ada di dalam perut Sintia juga sudah meninggal dunia dan Yose memilih untuk tidak mengeluarkan bayi itu karena dia tidak mau bila tubuh sang istri mendapat cacat ketika sudah meninggal dunia.
Sekuat tenaga dia menahan rasa duka di dalam hati karena ini adalah pukulan yang begitu berat dan semua orang pasti merasa sangat sedih ketika di tinggal oleh sang istri tercinta seperti ini, tapi yang nama nya nasib memang tidak ada yang tahu karena kita hidup di dunia hanya sementara saja.
Suka dan luka datang silih berganti sehingga kita hanya bisa pas rasa saat nasib buruk datang menghampiri kita, mau mengelak juga sudah tidak mungkin karena ini semua takdir dari yang maha kuasa dan kita hanya perlu berlapang dada untuk menerima ini.
Sakit sudah pasti terasa sangat sakit karena perjuangan mereka tidak di ragukan lagi dan sudah ke sana kemari untuk mendapatkan buah hati itu, Yose juga sama sekali tidak menyangka bahwa sang istri akan meninggal dengan cara seperti ini akibat kejadian tragis yang tidak mereka ketahui bagaimana bisa datang karena selama ini tekanan darah Sintia tetap terlihat biasa saja.
"Ibuuuuu... kenapa istriku harus meninggal dengan cara seperti?!" ya saya langsung menangis di dalam pelukan Bu Zainab.
"Ya allah Nak, seng kuat ya." Bu Zainab juga menangis ketika melihat Yose terpuruk seperti ini.
"Aku tidak bisa di tinggal seperti ini oleh Sintia, tolong bangunkan dia sekarang untuk aku Bu." Yose terus semakin histeris karena dia sangat tidak terima.
"Kasihan sekali dia, Ya Allah." para warga yang melihat juga ikut menangis melihat penderitaan yang sedang di alami oleh Yose.
"Mereka berjuang dari awal dan sekarang justru seperti ini sehingga sudah pasti dia sangat begitu menderita." timpal Samsul yang sudah datang untuk melayat.
"Ini nanti malam kita harus menjaga kuburan karena Sintia meninggal dalam keadaan mengandung." Pak RT sudah memberi pesan kepada para warga.
"Benar, kita memang harus menjaga kuburan wanita yang meninggal karena mau melahirkan." Pak Lurah juga setuju dengan ucapan RT tadi.
Memang sudah sejak dahulu bila ada wanita yang mati melahirkan maka mereka pasti akan segera menjaga kuburan selama tujuh hari tujuh malam, tujuannya adalah agar mayat itu jangan sampai dicuri oleh orang lain karena tradisi menculik mayat wanita hamil itu sudah ada sejak dahulu saat ada orang yang ingin menuntut ilmu hitam atau untuk pesugihan.
"Mari kita angkat mayat Sintia sekarang." Davin mengajak para warga.
"Ya Allah kasihan sekali nasib mu, Mbak Sintia." Salsa juga menangis karena ikut sedih.
"Dulu Dia sangat ingin punya anak dan sekarang sudah mau punya anak tapi malah di beri cobaan seperti ini lagi oleh Allah." istri Andi yang bernama Ria juga datang melayat.
"Iya, ini pasti menjadi pukulan berat untuk Bang Yose." Salsa mengusap air mata yang terus meluncur karena dia memang sangat merasa sedih.
"Ayo kita masuk ke dalam juga untuk membaca Yasin, Sa." Ria mengajak Salsa masuk ke dalam agar mereka juga bisa membaca doa.
Salsa dan Ria masuk ke dalam rumah karena bagian dalam sana sudah di siapkan oleh para keluarga tadi sebelum mayat datang ke rumah, jadi ketika para pelayat sudah datang maka mereka tinggal duduk dan membaca doa bila memang ada yang ingin membaca doa agar arwah Sintia merasa tenang.
"Sudah jangan jangan menangis terus seperti itu." Ria mengusap pundak wanita cantik ini.
"Masih ingat ketika dia mengatakan bahwa sangat ingin punya anak." Salsa memang bisa di bilang dekat dengan Sintia.
"Dia juga sempat bilang begitu kepada ku kemarin, bahkan dia bilang kalau nanti anak nya sudah lahir maka dia ingin mengajak keliling desa setiap hari." Ria juga memiliki kenangan bersama dengan Sintia.
"Ya Allah kenapa harus dia yang kau ambil dengan cara seperti ini?" isak Salsa semakin perih saja.
"Istrikuuuuu....aku tidak mau di tinggal!" jeritan melengking kembali terdengar karena Yose melihat jasad istri sedang di angkat.
"Bang, tolong tenang lah ya." Andi berusaha untuk memeluk.
"Aku tidak mau di tinggal, aku mau sama Sintia saja." Yose gelap mata dan memeluk erat jenazah berperut buncit itu.
Semua warga yang ada di sana hanya bisa terdiam tanpa ada yang mengeluarkan kata karena mereka tahu ini pasti duka yang begitu besar untuk Yose, bahkan mereka tidak ada yang bergunjing walau tangisan pria ini begitu kencang akibat kehilangan sang istri tercinta.
"Tolong bangun lah, Sayang! tidak apa apa kita tidak punya anak, tapi tolong bangun lah untuk ku." Yose membuka kain putih itu.
"Nak, Sintia sudah tidak bisa bangun lagi." bujuk Bu Zainab.
"BISA! IBU SAJA YANG TIDAK MAU BERUSAHA, SINTIA PASTI AKAN BANGUN NANTI." Yose malah membentak keras karena tidak terima.
"Yos, jangan begitu ya." Pak Mail juga berusaha untuk menenangkan.
"Kalian semua tidak tau rasa nya menjadi aku, pikirkan perasaan ku yang di tinggal dia!" bentak Yose sangat marah.
"Bang Yose." Zayn datang karena dia memang ustad di sini.
"Pak Ustad, tolong tanyakan pada Tuhan kenapa dia sangat tidak adil kepada kami?" Yose memohon di kaki Zayn.
"Bang, istighfar sekarang!" Zayn mengelus punggung pria ini agar dia bisa sedikit tenang terlebih dahulu.
"Minum dulu ya, ini air putih nya di minum." Zayn memberikan air putih dari botol.
Yose menerima air putih pemberian dari Ustad tampan ini sehingga dia langsung meminum dan merasakan sedikit ketenangan di dalam hati, bersamaan dengan air putih itu mengalir ke dalam kerongkongan maka hati dia yang panas membara juga ikut terasa dingin sehingga bisa sedikit tenang untuk menerima kenyataan.
Selamat siang besti, jangan lupa like dan komen nya ya.
musuh licik tp purnama bisa lebih licik👻
takut bgt aku klo musuhnya adalah orang yg di kenal ky Nino dulu🙁
semoga aja Bara bisa melumpuhkan semua harimau2 itu