NovelToon NovelToon
Kembali Ke Umur 19 Tahun

Kembali Ke Umur 19 Tahun

Status: sedang berlangsung
Genre:Bullying dan Balas Dendam / Mengubah Takdir
Popularitas:8.9k
Nilai: 5
Nama Author: To Raja

Jessica yang mati penuh penyesalan tiba-tiba kembali ke umur 19 tahun dengan membawa semua ingatannya di kehidupan yang telah ia lalui.

Kali ini, dia tidak akan ditindas lagi, dia akan bersinar dan mendapatkan kebahagiaannya sendiri.

"Bagaimana bisa Jessica tahu ada racun di minuman itu?"

"Jessica mendapat nilai sempurna? Bukankah dia selalu peringkat akhir?"

"Aku tidak akan membiarkan Jessica mengambil posisiku, lihat saja, aku akan memberinya pelajaran!"

"Heh! Mau menindasku? Tidak! Jessica kali ini bukan lawan yang sepadan untukmu! Jangan macam-macam kalau tidak mau menyesal!"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon To Raja, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

16. Jessica Hamil

"Sialan! Apa sekarang kau menuduh Michelle lah yang berbohong?! Panggil bosmu kemari! Aku mau lihat orang seperti apa yang sudah mempekerjakan orang busuk sepertimu!" Bentak Barto.

"Ada apa ini?" Pemilik Cafe akhirnya keluar.

"Apa kau pemilik tempat ini?" Tanya Barto.

"Ya, aku pemiliknya. Ada apa kalian datang membuat keributan di sini?" Tanya sang pemilik Cafe.

"Aku Barto Wijaya, kemari bersama adikku untuk meminta pertanggungjawaban pada karyawanmu ini!" Barto menunjuk Jessica, "dia sudah memprovokasi orang untuk melukai adikku hingga wajahnya bengkak seperti ini!" Tegas Barto.

"Apa?" Sang pemilik Cafe terkejut, ia menatap Jessica, "benar itu Jessica?" Tanya pemilik Cafe.

Michelle menahan senyumnya, 'Kali ini aku akan membuatmu di pecat dari pekerjaanmu dan nanti menyebarkan informasi ini pada semua orang supaya reputasimu di kampus bisa hancur, kalau perlu sampai di DO! Kalau sudah putus kuliah, memangnya Nolan masih mau denganmu?' pikir Michelle dalam hati.

Jessica menggeleng, "tidak, tentu saja tidak. Mereka sendiri tidak punya bukti, hanya datang kemari berdasarkan cerita sepihak yang konyol," kata Jessica.

"Kurang ajar!" Barto membentak Jessica, mengangkat tangannya untuk menampar Jessica ketika beberapa perempuan memasuki Cafe.

"Ho,,,, kau di sini?" Perempuan menarik bahu Michelle dengan kasar membuat Michelle mundur beberapa langkah.

Barto yang hendak menampar Jessica pun menarik tangannya, langsung berbalik memegangi adiknya, membawa Michelle ke rangkulannya.

"Siapa kalian?!" Bentak Barto pada Marcella dan teman-temannya.

"Siapa kita? Michelle tahu siapa kita, ya 'kan Michelle, wajahmu yang merona dan sedikit tembem sangat cantik" kata Marcella mengedipkan sebelah matanya pada Michelle. Maha karyanya sungguh luar biasa!

Michelle menggerakkan giginya, dia tidak tahu para perempuan sialan ini akan datang kemari.

Bahkan Marcella berani membulinya di depan Barto, padahal karena ulah siapa wajahnya bengkak begini, itu karena di pukuli Marcella dan teman-temannya!

"Kau kenal mereka?" Barto bertanya pada sang adik.

Michelle menggeleng, "tidak," jawab Michelle,

'Jangan sampai Marcella ini memberi tahu kakak kalau merekalah yang telah memukulku gara-gara aku yang memprovokasi mereka untuk memberi pelajaran pada Jessica,' pikir Michelle dalam hati, kini merasa gugup menghadapi Marcella dan teman-temannya.

"Ya,,, mau bagaimana lagi kalau kau tidak mengenal kita," Michelle mengangkat kedua bahunya lalu mengalihkan tatapannya menatap Jessica, "kami pesan menu terbaik di cafe ini, lalu bisakah kau menemani kami sebentar? Pembicaraan kita terakhir kali belum selesai lho," kata Marcella.

Jessica langsung menatap bos yang ada di tokonya, ia pikir dia akan dipecat gara-gara kelakuan Barto yang datang membuat keributan.

"Cepat buatkan untuk mereka, jangan biarkan pelanggan menunggu. Kau juga boleh bicara dengan teman-temanmu setelah menyelesaikan pesanan mereka," kata pemilik Cafe.

"Baik," jawab Jessica kemudian bergerak untuk membuatkan pesanan Marcella dan teman-temannya.

Barto yang melihat itupun mengulurkan tangannya untuk menahan lengan Jessica, tetapi ini Michelle menghentikan tangan kakaknya sambil berkata, "kita pulang saja kak, aku tidak enak membuat keributan di tempat ini. Lagipula semuanya juga salahku, akulah yang sudah berbuat salah pada kak Jessica hingga dia membuatku seperti ini. Tapi aku akan semakin sedih kalau kakak menghancurkan pekerjaan kak Jessica," kata Michelle yang tidak ingin menambah masalah, apalagi Marcella tampaknya menyukai Jessica, jangan sampai Marcella malah membocorkan yang sebenarnya jika mereka terus bersikeras merundung Jessica di depan Marcella dan teman-temannya.

"Adikku terlalu baik, padahal aku hanya ingin menegakkan keadilan untukmu," Kata Barto dengan sedih menatap adiknya yang terlalu polos, tapi dendamnya tidak bisa hilang begitu saja, dia berencana untuk membuat perhitungan secara diam-diam pada Jessica, dan tidak memberitahu Michelle.

"Aku hanya tidak ingin Kak Jessica menderita," ucap Michelle memgukir senyuman di wajahnya meski dalam hati dia sangat kesal.

Michelle pun dengan cepat menarik tangan kakaknya untuk meninggalkan cafe ketika tiba-tiba saja Jessica yang sedang sibuk bekerja menarik perhatian Michelle.

Huek.... Huek... Huek....

Jessica yang bekerja langsung menghentikan pekerjaannya dan berlari ke arah toilet memuntahkan isi perutnya.

Michelle yang merasa aneh pun dengan cepat berpamit pada katanya, "aku ke toilet sebentar," kata Michele lalu pergi meninggalkan Barto.

Marcella yang melihat Barto terdiam memandangi kepergian Michelle, ia pun berdiri menghampiri pria itu sambil berkata, "Kau siapanya Si Michelle itu?"

Barto mengeryit, perempuan ini tampak liar.

"Tidak ada hubungannya dengan mu," kata Barto.

"Heh," Marcella tersenyum, sedikit ejekan muncul di matanya, "asal kau tahu saja, Michelle itu bukan gadis baik-baik. Wajahnya disana itu aku yang melakukannya sebagai pelajaran karena dia sudah menghasutku untuk mencelakai teman baikku."

Barto terkejut, "Apa?! Jadi kau yang--"

"Ssstt.... Aku tidak akan melakukannya jika dia tidak mencari masalah lebih dulu. Lihat buktinya," ucap Marcella menyerahkan ponselnya di mana video pengakuan Jessica ada pada ponsel itu.

Barto sangat terkejut melihat isinya, dia sampai terdiam tak mampu berbicara sepata kata pun.

Marcella merasa puas melihat ekspresi Barto, dia dengan cepat merebut ponsel dari tangan Barto, "sebaiknya kau hati-hati padanya, dia itu bermuka dua!" Kata Marcella lalu berjalan kembali ke tempat duduknya.

Sementara di toilet, Michelle kini berdiri di depan bilik toilet tempat Jessica muntah, ia memegang ponselnya yang sedang merekam kejadian tersebut.

Huek.... Huek.... Huek....

Suara muntahan membuat Michelle jijik, tapi dia tetap bertahan sampai suara penyiraman kloset terdengar.

Jessica berdiri dengan wajah pucat nya, "apa jangan-jangan aku hamil?" Jessica panik, dia berusaha untuk mengingat kehidupan sebelumnya.

'Benar... Di kehidupan sebelumnya aku sudah hamil dua bulan, tapi baru mengetahuinya bulan depan setelah tidak sengaja akan mendonorkan darah,' pikir Jessica dalam hati menyentuh perut datarnya, sosok kecil sedang ada di sana.

1
partini
aku mumet ini 🤭
kata balik keduli ini ga di prediksi sama Jessica
Miaaaoowww😸
eaaa....eaaa.....
maling teriak maling😎
Dew666
🪸🪸🪸🪸🪸
Dew666
🍦🍦🍦🍦🍦
Dew666
💥💥💥💥💥
Dew666
👄👄👄👄👄
partini
apa Nolan juga kembali seperti Jessica ko kaya antisipasi sekali
Miaaaoowww😸
semakin dihindari malah makin deket gak tuh jess😎😎😎
Nung_che
Thor,, baru bab 2,,tp udah ada typo ☹️ dr pemeran Nolan jd Alvin 😁
Dew666
🍎🍎🍎🍎🍎
Latifa Nuryn Andini Yunnitta
ayo jesika, beraksilah....
Latifa Nuryn Andini Yunnitta
hm.... ayok kita lanjutkan...
MataPanda?_
bagus kak semoga cwe y jdi badas pertahankan 😀
Kayla Callista
awal yang menarik😍
semangat thor 💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!