seorang anak kecil yang baru berusia 5tahun, ia ingin melakukan dendam akibat tantenya meninggal karna menyelamat kan nya. setelah ia beranjak remaja ia memulai melakukan dendam tersebut, dan rencananya ia akan bikin anak dari sang pembunuh jatuh cinta padanya dan meninggalkan nya. tetapi ia malah jatuh cinta pada gadis itu, dan siapa sangka ia tidak bisa melanjutkan balas dendam tersebut. tetapi karna permintaan sang mamah dan tidak akan membuat mamahnya kecewa ia akan melakukan balas dendam itu, walaupun harus merelakan orang yang ia cintai. namun ia tidak bisa untuk menyakiti hati orang yang ia cintai tapi apalah dayanya mamahnya selalu memaksa ia untuk melakukan balas dendam. dan ia semakin di buat bingung oleh keadaan, ia harus memilih salah satu ANTARA CINTA ATAU BALAS DENDAM.
penasaran sama ceritanya? sini dibacaa
jangan lupa follow dan vote di setiap bab nya ya gayss
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aliya sofya Putri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 9 |kejadian beberapa tahun dahulu ?
happy reading
flashback on
di pagi hari itu tepat di mana afan dan tantenya lagi bermain di taman.
didalam mobil keluarga devia mereka baru saja pindah ke jakarta.oh ya disitu devia masih kecil
selama perjalanan ayah Fathir dan bunda Salma mengobrol, devia sudah tertidur pulas di pangkuan bundanya. saat mereka ngobrol ayah Fathir tak sengaja melihat ke depan ada anak kecil yang sedang mengambil bola di tengah jalan raya. ayah Fathir segera menginjak rem
tetapi rem nya tiba tiba blong
"yah awasss, ada anak kecil itu di depan" ucap bunda Salma khawatir
"rem nya blong Bun"
disisi lain rara yang melihat ada mobil melaju cepat ke arah afan. ia segera berlari dan mendorong afan ke pinggir jalan.
BRAKK
rara tertabrak mobil yang sudah di kendarai oleh Fathir. tadi Fathir sempat memutar stang mobil nya ke arah lain namun belum sempat ia putar mobilnya sudah menabrak rara.
bunda Salma dan devia ia pingsan akibat terbentur yang ada di depan mobil
eh ges mo nanya itu apasih namanya yg di depan mobil 💀 aelah gak penting lanjut ke ceritanya aja ye 💀
Fathir yang masih sadar, hanya saja kepalanya kebentur stang mobil di depan mengakibatkan berdarah. ayah Fathir yang masih sadar ia berusaha memesan taksi dan membawa anak dan istrinya ke rumah sakit terlebih dahulu.kini di
rumah sakit Fathir Salma dan devia lagi di obatin oleh dokter, untung saja luka mereka tidak terlalu parah.
"yah mau gimana pun juga kita harus bertanggung jawab, kita sudah menabrak seseorang" ucap bunda Salma
"iya, nanti ayah akan cari tau siapa orang tadi"
semenjak kejadian itu Fathir berusaha mencari tau siapa orang yang sudah ia tabrak waktu itu. Fathir berusaha mencari tau identitas orang itu semenjak devia kecil hingga devia remaja. dan Fathir berhasil menemukan identitas orang itu. Fathir datang kerumah kediaman keluarga baskara niatnya ia ingin meminta maaf atas kejadian beberapa tahun dahulu. namun Fathir mendengar ucapan voke dan Afan ingin melakukan balas dendam. Fathir yang awalnya berniat ingin meminta maaf niatnya ia urungkan. ketika mendengar putri semata wayangnya menjadi sasaran balas dendam. Fathir pulang kerumah dengan keadaan penuh amarah. perkara mendengar ucapan voke dan Afan tadi, Salma yang melihat suaminya di penuhi dengan amarah ia datang menghampiri suami nya.
"yah, kamu kenapa?"
"keluarga baskara punya niat buruk tentang keluarga kita"
"maksud, ayah?"
"keluarga baskara mau jadiin devia sasaran balas dendam"
"kenapa mereka mau melakukan balas dendam?"
"mereka salah paham tentang kejadian kecelakaan itu"
"tapi..bukankah perusahaan ayah bekerja sama dengan keluarga baskara"
"mereka tidak tau jika perusahaan mereka bekerja sama dengan perusahaan ayah"
Salma hanya mengangguk paham
flashback off
papah lian menghampiri kamar afan karna ia tau pasti fikiran Afan sedang kacau hari ini. bukan hanya hari ini melainkan setiap hari.
tok tok tok
"fan, papah boleh masuk?"
"boleh pah"
papah lian membuka pintu kamar afan, dan menutupnya kembali
"fan kamu masih mau melanjutkan balas dendam itu?"
"aku sebenernya gak mau pah..tapi mamah ngancem aku"
"perjuangin cinta kamu fan, jangan ikutin apa kata mamamu itu"
"tapi pah, nanti mamah bakal ngelakuin sesuatu kepada devi"
"lagian fan, Tante kamu meninggal karna udah takdir bukan dari kesalahan kamu pas kecil"
"ini semua terjadi salah Afan pah, Afan ceroboh waktu itu"
"fan kamu dulu masih kecil belom tau apa apa, jadi jangan salahkan dirimu sendiri fan"
"iya pah"
papah lian langsung memeluk afan dan
menenangkan nya. mau bagaimana pun juga ini semua bukan salah afan. ia harus meyakinkan Afan jika ini semua bukan salah dirinya tetapi ini sudah takdir. ia kasian kepada afan, Afan terus saja disuruh melakukan balas dendam kepada orang yang ia cintai.
di dalam kamar seorang gadis tengah membaca novel kesayangan nya. tapi ia tak fokus membaca novel tersebut. fikiran nya masih mencerna semua ucapan Alvaro tadi di sekolah.
"kalo Afan beneran punya niat balas dendam gimana?"tanya nya pada diri sendiri
"gak mungkin kan?, Afan itu baik"
"gue masih kepikiran maksud dari ucapan ayah tadi"
"gue semakin yakin kalo ayah sama bunda nyembunyiin sesuatu sama gue"
"gue harus cari tau sendiri, kalo gue tanya langsung ke ayah dan bunda pasti mereka gak akan menjawab yang sebenarnya"
tiba tiba ada panggilan masuk dari
handphone milik devi. ia melihat nama kontak yang sedang menelfon nya adalah Mala dan vio, devi segera mengangkat nya.
"haloo depiiii" teriak vio
"vio bisa gak si jangan teriak teriak" ujar Mala
"hehe" jawab vio cengengesan
"eh gays kalian itu berdua satu tempat sama kan? terus kenapa pada nelfon sendiri sendiri?" tanya devi
"tau nih si vio" jawab Mala
"apaan sih"
"dev ke taman yuk, kita udh di sini nih"ucap Mala
"boleh"
panggilan terputus dari devi
flashback on
"eh mal kita ngapain disuruh ke taman sama eby Rakha afan?" ucap vio
"gatau lah"
"nah itu mereka, akhirnya datang juga" ucap eby
"kalian mau apa? nyuruh kita berdua kesini?" tanya Mala
Rakha membisikkan sesuatu tepat di telinga mala. begitu pula dengan vio ia dibisikkan sesuatu oleh eby.
"hah serius by?" tanya vio antusias dan di balas anggukan oleh eby
Mala juga sama terkejutnya ketika mengetahuinya.
"terus terus kita bakal bantuin apa?"
"Lo ajak devi ketaman ini"ucap afan
"gampang itu mah" ucap Mala dan vio barengan
flashback off
sementara devi? ia sedang bingung sekali kenapa kedua sahabatnya tiba tiba mengajaknya ke taman. dan menyuruhnya buat dandan yang cantik, ada apa sebenarnya? fikirnya
daripada devi pusing sendiri memikirkan nya ia pun bersiap siap saja. dan sesuai
permintaan kedua sahabatnya itu ia akan dandan yang cantik.
(penampilan devi)
devi menuruni anak tangga dan sesampainya di bawah kedua orang tua devi menatapnya bingung.
"mau kemana dev?"tanya bunda Salma
"mau ke taman Bun"
"sendirian?"tanya ayah
"nggak kok, sama Mala vio tadi udah di
tungguin di taman"
"yaudah hati hati yah"ucap bunda Salma
"kalo bawa mobil jangan ngebut ngebut" sambung ayah Fathir
"siap ayahh"
"yaudah aku berangkat dulu ya Bun yah"pamit devi
"iya hati hati" ucap bunda Salma dan ayah Fathir bersamaan
devi hanya mengangguk dan berjalan keluar menuju garansi
"udah lama banget gue gak pernah make nih mobil"gumam devi
"mobil kesayangan gueee akhirnya gue bisa naikin Lo lagii" teriak devi kegirangan
devi pun langsung masuk kedalam mobil. dan langsung berangkat menuju ke taman.