NovelToon NovelToon
Gugatan Dari Suami Yang Tertindas

Gugatan Dari Suami Yang Tertindas

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Duda / Romansa Fantasi
Popularitas:6.3k
Nilai: 5
Nama Author: Ra H Fadillah

Selama tiga tahun pernikahan, Dimas Alvaro rela menjadi "bayangan" di rumahnya sendiri. Sebagai suami dari Reina Darmawanti, seorang pemilik cafe yang sukses namun angkuh, Dimas setiap hari menelan hinaan. Ia dianggap pria tak berguna, pengangguran yang hanya bisa memasak, dan menumpang hidup pada harta istri. Demi menjaga perasaan orang tua mereka dan sebuah rahasia masa lalu, Dimas memilih diam, meski Reina bahkan tak sudi disentuh olehnya.
​Namun, di luar pagar rumah itu, Dimas adalah sosok yang berbeda. Ia adalah pemilik jaringan Rumah Sakit Medika Utama, seorang dokter jenius yang memegang kendali atas ribuan nyawa.
​Kehidupan ganda Dimas mulai goyah saat takdir mempertemukannya dengan Kathryn Danola. Gadis mahasiswa yang ceria, sopan, dan tulus itu memberikan apresiasi yang tidak pernah Dimas dapatkan dari istrinya sendiri. Pertemuan tak sengaja di koridor rumah sakit saat Kathryn menyelamatkan keponakannya, Sean, membuka babak baru dalam hidup Dimas.
​Ketika Reina akhirnya mengu

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ra H Fadillah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 15 Benalu Masa Lalu dan Pelukan Pelindung

Pagi itu, udara di Dharmawangsa terasa sedikit lebih sejuk, namun atmosfer di dalam kediaman Danola mendadak tegang. Dimas datang dengan kemeja sederhana yang lengannya digulung, membawa sebuah map biru di tangannya. Ia baru saja melepaskan statusnya sebagai suami Reina, dan orang pertama yang ingin ia temui adalah Kathryn.

​Kathryn berdiri di teras, menatap map yang disodorkan Dimas dengan tatapan yang sulit diartikan. Di dalamnya terdapat surat perceraian yang sudah ditandatangani. Sebuah bukti kebebasan Dimas. Namun, Kathryn hanya diam. Meski hatinya bergetar melihat pengorbanan pria itu, dinding prinsip di dalam dirinya belum sepenuhnya runtuh. Ia menghargai kejujuran Dimas, tapi ia masih butuh waktu untuk meyakinkan dirinya bahwa ia bukan sekadar pelarian.

​"Aku sudah menyelesaikannya, Kathryn. Secara hukum, aku bukan lagi milik siapa pun," ujar Dimas dengan suara rendah yang tulus.

​Kathryn menarik napas panjang. "Terima kasih sudah jujur, Dokter Dimas. Tapi, seperti yang saya katakan... saya butuh waktu. Saya tidak ingin kita memulai sesuatu di atas puing-puing yang masih berasap."

​Tepat saat itu, sebuah mobil mewah masuk ke halaman. Paul turun dengan tergesa-gesa. Wajahnya tampak sedikit terkejut melihat Dimas sepagi ini.

​"Dokter Dimas? Anda di sini lagi?" tanya Paul sembari merogoh saku jasnya. "Maaf, berkas kantorku tertinggal, jadi aku harus putar balik."

​Paul melirik map biru di tangan Kathryn, lalu beralih ke wajah Dimas yang tampak tenang. Tanpa perlu penjelasan panjang, Paul mengangguk paham. Sebagai pria, ia mengerti perjuangan Dimas.

​"Sudah selesai?" tanya Paul singkat, merujuk pada urusan Reina.

​"Sudah," jawab Dimas mantap.

​Paul menepuk bahu Dimas. "Aku tidak akan ikut campur urusan kalian berdua. Jika Kathryn merasa ini belum waktunya, itu pilihannya. Tapi sebagai teman, aku menghargai langkahmu." Paul baru saja hendak melangkah masuk ke rumah ketika sebuah taksi berhenti tepat di depan pagar.

​Seorang wanita turun dari taksi dengan penampilan yang sangat mencolok namun tampak berantakan. Riasan wajahnya luntur oleh air mata, dan ia mengenakan gaun yang tampak terlalu berlebihan untuk waktu sepuluh pagi.

​"Paul! Paul, tolong dengarkan aku!" teriak wanita itu.

​Wajah Paul seketika berubah menjadi sangat dingin, seolah membeku menjadi es. "Becca?" desisnya.

​Itu adalah Becca, mantan istri Paul yang meninggalkan luka paling dalam di keluarga Danola. Wanita yang dulu berselingkuh dan meninggalkan Paul serta Sean yang masih bayi demi pria kaya lainnya. Kini, ia datang sambil menangis tersedu-sedu, berlari menghampiri Paul tanpa tahu malu.

​"Paul, aku menyesal! Pria itu... dia mengkhianatiku, dia mengambil semua uangku! Tolong maafkan aku, aku ingin kembali padamu dan Sean!" Becca mencoba meraih tangan Paul, namun Paul menyentaknya dengan kasar hingga Becca hampir terjatuh.

​"Berani sekali kau menginjakkan kaki di sini setelah apa yang kau lakukan?" suara Paul menggelegar penuh amarah yang tertahan. Jika saja Becca adalah seorang laki-laki, Paul mungkin sudah melayangkan pukulan ke wajahnya. "Kau pergi saat Sean masih butuh ASI, kau pergi saat perusahaan ini hampir bangkrut. Sekarang kau kembali karena kau melarat?"

​Becca semakin histeris. Ia melihat Kathryn yang berdiri tidak jauh dari sana. "Kathryn! Tolong aku! Kau kan wanita, kau pasti tahu perasaanku. Bujuk kakakmu, Kathryn!"

​Kathryn menatap Becca dengan pandangan yang dingin sekaligus iba. Ia ingat betul bagaimana perjuangan Paul membesarkan Sean sendirian di tengah keterpurukan. "Maaf, Mbak Becca. Mbak tidak punya hak bicara soal perasaan setelah meninggalkan anak darah dagingmu sendiri."

​Paul yang sudah tidak tahan melihat wajah Becca segera menoleh ke arah Dimas. "Dimas! Tolong bawa Kathryn pergi dari sini dulu. Bawa dia ke mana pun, aku tidak ingin dia dan Sean melihat drama sampah ini!"

​Dimas mengangguk sigap. Ia memegang pundak Kathryn, membimbingnya menuju mobil. Namun, sebelum mereka sempat masuk, sebuah suara kecil terdengar dari arah pintu depan.

​"Papa? Itu siapa?"

​Sean berdiri di sana, memegang sebuah robot mainan. Ia menatap Becca dengan tatapan asing. Baginya, Becca hanyalah orang asing yang sedang menangis. Ia tidak mengenali wajah ibunya sendiri karena sejak ia bisa mengingat, hanya wajah Onty Kath yang selalu ada di sampingnya.

​Becca yang melihat Sean langsung berteriak, "Sean! Ini Mama, Sayang! Sini sama Mama!"

​Becca berlari mendekati Sean dengan gerakan agresif, seolah ingin menarik paksa anak itu. Sean yang ketakutan langsung menangis dan mundur ke arah dalam rumah. Namun dengan sigap, Kathryn yang sudah berada di samping pintu mobil Dimas langsung berlari kembali.

​Plak!

​Kathryn menepis tangan Becca yang hendak menyentuh Sean. Ia menarik Sean ke dalam pelukannya, mendekap kepala anak itu di dadanya agar Sean tidak perlu melihat wajah wanita yang sudah membuangnya.

​"Jangan sentuh dia!" bentak Kathryn. Suaranya yang biasanya lembut kini berubah menjadi tajam dan mengancam. "Mbak tidak berhak memanggil diri Mbak sebagai ibunya! Di mana Mbak saat dia demam tinggi? Di mana Mbak saat dia belajar berjalan? Saya yang ada di sini, Mbak! Bukan Kamu!"

​Becca ternganga melihat keberanian Kathryn. "Kau hanya bibinya! Aku ibunya secara biologis! Aku punya hak!"

​"Hak biologis yang sudah Mbak buang ke tempat sampah!" sahut Kathryn berapi-api. Ia tidak jadi masuk ke mobil Dimas. Ia berdiri sebagai benteng bagi Sean.

​Paul mendekat, ia berdiri di samping Kathryn, memberikan perlindungan bagi adik dan anaknya. "Keluar dari sini, Becca. Sebelum aku memanggil polisi untuk menyeretmu sebagai pengganggu."

​Dimas yang melihat kejadian itu tidak tinggal diam. Ia melangkah maju, berdiri di samping Paul. Aura "penguasa" Dimas yang biasanya ia sembunyikan kini keluar. Ia menatap Becca dengan tatapan yang sangat mengintimidasi.

​"Nona, jika Anda tidak pergi dalam hitungan tiga, saya secara pribadi akan memastikan tidak ada satu pun firma hukum di kota ini yang mau membantu Anda jika Anda mencoba menggugat hak asuh," ujar Dimas dingin. "Dan percayalah, saya punya kuasa untuk melakukan itu."

​Becca gemetar. Ia bisa merasakan bahwa pria di samping Paul bukan orang sembarangan. Dengan wajah penuh amarah dan sisa tangis yang memuakkan, ia akhirnya mundur. "Kalian jahat! Kalian akan menyesal!" teriaknya sebelum berlari keluar gerbang.

​Setelah Becca pergi, keheningan menyelimuti halaman rumah. Kathryn masih memeluk Sean yang terisak pelan. Paul menunduk, wajahnya tampak sangat lelah.

​"Maaf, Kathryn. Maaf, Dimas... kalian harus melihat ini," gumam Paul seraya mengusap wajahnya.

​Dimas mendekati Kathryn, ia mengusap punggung Sean dengan lembut untuk menenangkannya. Ia menatap Kathryn dengan rasa kagum yang semakin dalam. Ia melihat bagaimana gadis yang biasanya lembut itu bisa berubah menjadi singa betina demi melindungi keponakannya.

​"Kamu hebat, Kathryn," bisik Dimas.

​Kathryn mendongak, matanya masih berkaca-kaca karena amarah dan rasa sayang pada Sean. Ia menatap Dimas, lalu ke arah Paul. "Dia tidak akan pernah membawa Sean, Kak. Selama aku masih hidup, dia tidak akan berani menyentuh Sean."

​Paul tersenyum pahit, lalu menepuk pundak adiknya. "Terima kasih, Kath. Kamu memang ibu yang sesungguhnya bagi Sean."

​Paul memeluk adiknya dengan kasih sayang kemudian beralih ke Dimas. "Dimas, sepertinya rencana jalan-jalan kalian gagal hari ini. Tapi... terima kasih sudah ada di sini. Melihatmu berdiri di samping kami tadi, aku merasa ada kekuatan tambahan."

​Dimas mengangguk. "Aku tidak akan membiarkan siapa pun menyakiti keluarga ini lagi."

​Meskipun Kathryn belum sepenuhnya memberikan jawaban atas perasaan Dimas, kejadian barusan membuat ikatan di antara mereka semakin kuat. Kathryn menyadari bahwa dalam badai yang datang tiba-tiba, Dimas adalah sosok yang tidak ragu untuk berdiri tegak di sampingnya. Sambil menggendong Sean yang mulai tenang, Kathryn menatap Dimas dengan tatapan yang sedikit lebih hangat. Dinding itu belum runtuh, tapi pintunya mulai terbuka sedikit demi sedikit.

1
Anonymous
ayo up terus thor makin seru niii
Yensi Juniarti
lama2 saya GK suka sifat ketryin ini ...
terlalu berlebihan
Yensi Juniarti
maaf ya tor.. itu terlalu childrens..
terlalu berlebihan kalau kata aku...
seolah2 dia paling korban disini padahal sama2 sakit juga
Dwi Winarni Wina
kayaknya dokter dimas sangat cocok sama khatrin, daripada istrinya itu selalu menghina dan rendahkan...
Dwi Winarni Wina
istri durhaka berani melawan suami, dosanya besar Sekali itu...
Anto D Cotto
menarik
Anto D Cotto
lanjut crazy up Thor
Ira Janah Zaenal
ayo Dimas tinggalkan berkasmu segera ke rumah kediaman Dharmawangsa ... kath sedang membutuhkanmu😍😍
Sri Khayatun
ceritanya bagus ..suami yg sabar dan istrinya durhaka..saya suka
Ra H Fadillah: Terima kasih, senang sekali melihat komentarmu yang sangat positif 🙏🏻
total 1 replies
Sri Khayatun
semoga dia jadikan kahtrin sebagai istrinya kelak...
Sri Khayatun
aku mampir thorr
Ira Janah Zaenal
up up up💪💪💪
Zanahhan226
‎Halo, Kak..

‎Datang dan dukung karyaku yang berjudul "TRUST ME", yuk!

‎Kritik dan saran dari kakak akan memberi dukungan tersendiri untukku..
‎Bikin aku jadi semangat terus untuk berkarya..

‎Ditunggu ya, kak..
‎Terima kasih..
‎🥰🥰🥰
Ira Janah Zaenal
semangat dokter Dimas meraih hati ount kathryn😍😍💪💪
jajangmyeon
up
brawijaya Viloid
😎😎
brawijaya Viloid
keren nihh ceritanya
Anonymous
mulai tumbuh ni benih" cinta 🤭
Anonymous
krg ajar bgt, lgian dimas terlalu sabar
Anonymous
waw keren ada gambarnyaa
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!