NovelToon NovelToon
Angkara Murka : Kebangkitan Putri Es

Angkara Murka : Kebangkitan Putri Es

Status: sedang berlangsung
Genre:Kutukan / Fantasi Wanita / Balas dendam pengganti
Popularitas:1.1k
Nilai: 5
Nama Author: MellaMar

Sebuah kisah tentang seorang putri es yang bernama Aira Skypia. Ia memiliki kekuatan es yang luar biasa, tetapi juga memiliki hati yang penuh dengan dendam dan murka. Setelah keluarganya dibunuh oleh musuh yang kejam, putri es ini berusaha membalas dendam dan menghancurkan musuhnya dengan kekuatan esnya.

Namun, kekuatan luar biasa yang ia miliki kini lenyap seketika setelah musuhnya mengutuk seluruh keturunan es agar tidak ada yang menjadi penerus kejayaan kerajaan es.

Dalam perjalanan kultivasinya, ia harus berhadapan dengan bangsa vampir. Aira terpaksa harus hidup dan berlatih di dalam istana kerajaan Vampir.


Bagaimana cara putri es hidup setelahnya?

Seperti apa perjuangan Aira di dalan kerajaan Vampir yang dipenuhi oleh energi kegelapan?

Bagaimana cara ia membalas dendam tanpa kekuatan yang dimilikinya?


Pantengin terus ceritanya sampai akhir🗣️🗣️


Jangan lupa like, vote, dan komen biar author makin semangat....🦋

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon MellaMar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Guru Zarith

Aira merasa kegelisahan dan ketakutan muncul dalam benaknya. Dia tidak siap untuk menghadapi konsekuensi dari memiliki energi Umbra.

"Tidak, aku tidak bisa melakukan ini,aku tidak ingin menjadi target roh dan iblis."

Zarith mendekati Aira dan meletakkan tangannya di pundaknya. "Aira, kamu tidak sendirian," katanya. "Aku akan membantu kamu dari kejauhan, dan temanmu juga akan melindungi kamu."

"Teman?". Gumam Aira. "Tapi aku tidak memiliki teman".

Zarith berdecak. "hmm...sepertinya kamu memang belum sepenuhnya memahaminya selama ini?".

"Memangnya pak tua tahu apa? Bukannya pak tua hanya tinggal di dalam lubang bawah tanah?"

"Aira,jangan meremehkanku. Aku tahu kamu telah memiliki koneksi dari berbagai bangsa". Ucap Zarith.

Aira mengerutkan keningnya. "Koneksi? Sejak kapan aku berbisnis pak tua? Aku tidak pernah melakukan apapun selain pergi kesana kemari hanya untuk membuka pintu energiku".

"Tentu saja, dengan kamu melakukannya, kamu berhasil membuka pintu energimu tanpa campur tangan oranglain". Jawab Zarith terkekeh. "Kini kamu memiliki koneksi dengan bangsa manusia, bangsa Vampir, bangsa penyihir, dan bahkan sebentar lagi kamu akan berteman dengan bangsa Roh dan Iblis".

"Tapa aku harus melakukan apa?" Aira bertanya kepada Zarith.

Zarith tersenyum. "Untuk saat ini, aku yang akan menahanmu di sini tanpa makan dan minum. Karena kamu harus belajar mengontrol energi Umbra dan belajar melawan para roh dan iblis"

Aira menghela nafasnya dengan kasar. "Baiklah, lagi pula tidak ada pilihan lain".

Zarith mengangguk dan mulai menjelaskan tentang cara mengontrol energi Umbra dan menyeimbangkannya. Aira mendengarkan dengan sangat saksama, sambil mencoba memahami konsep-konsep yang dijelaskan oleh Zarith.

"Energi Umbra adalah kekuatan yang sangat kuat, tapi juga sangat berbahaya jika tidak dikontrol dengan baik," Zarith menjelaskan. "Kamu harus belajar mengontrolnya dengan hati-hati, agar tidak membahayakan diri sendiri atau orang lain."

Aira mengangguk, sambil mencoba memvisualisasikan energi Umbra dalam pikirannya. Dia merasa ada sesuatu yang bergerak dalam dirinya, seperti arus listrik yang mengalir melalui tubuhnya.

"Baik, sekarang cobalah untuk mengontrol energi Umbra," Zarith berkata. "Tutup mata dan fokus pada kekuatan biru dalam dirimu."

Aira menutup mata dan mencoba fokus. Dia merasa energi Umbra mulai bergerak, tapi dia tidak tahu bagaimana cara mengontrolnya. Tiba-tiba, cahaya biru mulai muncul di sekitarnya, dan energi Umbra mulai stabil.

"Bagus, Aira!" Zarith berkata dengan senyum. "Kamu sudah mulai mengontrolnya."

Tiba-tiba, Aira berbicara. "Aira, aku merasakan ada sesuatu yang datang."

Aira membuka mata dan melihat ke arah ruangan gelap di sekitarnya. "Apa itu?" dia bertanya.

"Itulah para Roh dan Iblis ". Jawab Zarith yang membuat mata Aira membola sempurna.

"Sampai kapan mereka akan mengikutiku?". Lirih Aira .

"Sampai kristal Umbra mendapatkan wadah baru". Jawab Zarith. "Para Roh dan Iblis akan selalu datang bahkan saat kamu tidak menggunakan energi Umbra. Karena seperri yang aku katakan sebelumnya, kristal Umbra yang berenergi kuat, dapat menarik perhatian jiwa yang haus akan energi kegelapan"

"Seperti Magnitius dan Raja Ignis?".Tanya Aira.

"Benar. Tapi beda halnya dengan Roh dan Iblis, mereka tidak bisa menyentuhmu sama sekali. Karena level mereka jauh berada di bawahmu".

"Baiklah, aku mengerti sekarang". Jawab Aira

Aira mengambil napas dalam-dalam, mencoba menerima kenyataan bahwa dia harus hidup dengan para Roh dan Iblis yang selalu mengikutinya.

"Tapi aku harus melakukan apa untuk mengusir mereka?" Aira bertanya kepada Zarith.

Zarith tersenyum. "Kamu tidak perlu melakukan apa-apa, Aira. Mereka hanya akan mengikutimu, tapi tidak bisa menyakitimu. Kamu hanya perlu fokus pada latihanmu dan menjadi lebih kuat."

"Pak tua, bolehkah aku meminta waktu untuk beristirahat?". Tanya Aira ragu-ragu.

"Pergilah ke arah barat, aku telah menyiapkan ruangan untukmu". Jelas Zarith.

Aira terdiam sejenak. "Jadi datangnya aku ke sini sudah pak tua rencanakan? ". Decaknya kesal.

"Kalau saja aku tidak menarikmu ke bawah sini, kamu akan mati lebih cepat karena kamu terlalu menggebu saat menggunakan Umbra". Timpal Zarith menatap Aira tajam.

Kemudian Aira mengingat kejadian saat ia bertarung melawan Magnitius dan Raja Ignis. "Apakah mereka mengira aku telah mati?".

"Sepertinya mereka sedang melakukan pesta besar karena berhasil mengalahkanmu". Ucap Zarith berbalik meninggalkan Aira.

"Tunggu pak tua, bisakah kau memberiku cahaya di ruangan ini?". Tanya Aira menatap kepergian Zarith dengan rasa takut.

Tanpa menoleh dan terus berjalan, Zarith menjawab. "Jangan memintaku. Kau bisa melakukannya sendiri".

Mendengar ucapan Zarith, Aira kebingungan. Ia menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Kemudian, Aira mencoba mengangkat tangannya, menggulung energi Es dan membuatnya menjadi sebuah bola cahaya.

Tapi setelah selesai ia membuatnya, cahaya itu redup kembali. "Kenapa dia?". Gumam Aira.

Aira mencobanya kembali, tapi lagi dan lagi ia gagal. Aira menghentikan aktivitasnya saat ia teringat sesuatu. Kemudian Aira mengeluarkan pusakanya. "Kenapa baru terpikirkan sekarang, kalau aku punya ini?".

Lalu Aira memberi energi yang lebih kuat pada pusaka. Dan pada akhirnya pusaka itu mengeluarkan cahaya yang sangat terang, sehingga Aira bisa menggunakannya untuk melihat sekelilingnya dengan jelas.

Zarith terkejut melihat apa yang Aira pegang. Sebuah pusaka yang di jadikan obor, membuat siapapun akan kesal ketika mendengarnya. Zarith mendekati Aira. "Apa kau tidak memiliki benda lain selain pusaka? Itu benda berharga!"

Aira berfikir sejenak. "Ada juga Portego, pak tua". Jawab Aira polos.

Zarirh tercengang mendengarnya. "Bukan itu. Maksudku barang yang tidak kamu pakai!". Ucapnya kesal.

"Lalu untuk apa untungnya pusaka ini kalau tidak aku gunakan". Bantah Aira ngenyel.

"Baiklah, lakukan sesukamu!". Ucap Zarith kembali meninggalkannya.

Aira menghela nafas kasar. "Ku kura semuanya sudah selesai, tapi ternyata semakin panjang aku harus melakukan kultivasi yang membosankan ini". Monolog Aira.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!