Desa ujung pandang kembali di hebohkan dengan mayat yang hilang dari dalam kuburan, namun sebagian orang menyangkal bahwa itu karena sudah lama di kuburkan sehingga jasad mereka sudah habis di makan tanah.
Namun sebagian lagi mengatakan bahwa itu memang di curi orang, semua ini berawal karena secara tidak sengaja seekor anjing menggali kuburan dan mereka melihat bahwa di dalam itu sudah tidak ada lagi mayat nya.
Kemana kah mayat itu pergi?
mungkin kah mayat itu memang di curi?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon novita jungkook, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 33. Salah orang
"Kemari kau!" Purnama dengan sangat kasar menarik sosok yang ada di balik semak belukar itu.
"Lah tadi dia bilang tidak mau mendatangi tapi malah sekarang langsung main tarik seperti itu." Arini hanya bisa membatin di dalam hati.
"Ampun, aku hanya orang biasa yang kebetulan lewat sini dan melihat kalian seperti sedang melihat area kuburan." orang itu begitu ketakutan ketika melihat Purnama.
"Kok sudah ganti jadi manusia biasa?!" hari ini juga kaget karena sosok itu ternyata hanyalah manusia biasa.
"Sialan, dia sengaja melarikan diri dan memberikan orang ini agar aku terkecoh." geram Purnama karena dia sudah di permainkan oleh pelaku utama.
"Hahhh dasar makhluk sialan yang hanya bisa bermain petak umpet seperti ini." Arini juga terlihat begitu kesal.
"Dia pasti sengaja melakukan ini semua karena ingin membuat manusia ini yang aku curigai." Purnama melirik Alvin yang ketakutan karena dia tadi memang sedang mencari rumput.
"Demi Allah aku juga tidak tahu kenapa mendadak saja ada di sekitar sini, tolong jangan sakiti aku." Alvin memohon dengan sangat ketakutan.
"Memang nya kau melihat aku ini seperti apa sehingga langsung ketakutan seperti itu?" Purnama melirik sinis.
"Ah anu, aduh bagaimana aku akan mengatakan kepada dia kalau wajah dia itu sangat galak sehingga membuat aku sangat takut." Alvin membatin di dalam hati.
Purnama sebenarnya juga tahu kenapa pemuda ini begitu ketakutan sekali saat melihat wajah dia dan tadi juga langsung main sambar begitu saja ketika dia sedang bersembunyi di balik ilalang, tentu itu semua karena wajah Purnama yang begitu sadis serta sinis luar biasa sehingga siapa saja yang melihat pasti akan ketakutan.
Mana Alvin tadi sedang bingung karena mendadak saja ada di area kuburan dan ternyata malah mendadak oleh Purnama langsung di tarik seperti itu sehingga wajar saja bila dia ketakutan, sekarang malah berhadapan secara langsung dan sorot mata Purnama membuat siapa saja yang melihat akan merasa gentar.
Jangan kan Alvin yang hanya manusia biasa, para iblis yang berkekuatan ada di bawah Purnama saja tidak akan pernah sanggup menghadapi sorot mata ratu ular ini karena itu seperti sebuah hisapan yang sangat kencang sehingga orang yang melihat mata ratu ular akan merasa gemetar dan kemudian tidak sanggup untuk menatap sorot mata itu lagi.
Padahal Purnama kadang hanya menatap biasa Karena namanya juga memiliki mata sehingga tidak mungkin dia hanya menatap yang perlu, kadang dia juga kepo dengan urusan orang lain sehingga ikut melihat dan ternyata itu justru membuat orang tersebut merasa takut karena tahu yang melihat ini adalah sosok ratu ular.
Ini Alvin tadi malah langsung main di seret begitu saja sehingga sudah pasti dia gemetar dan saat ini tidak sanggup lagi untuk berdiri karena sangking takut dan juga merasa ngeri, masih bingung dengan keadaan yang baru dia alami malah mendadak saja kena seret sehingga dapat di bayangkan bagaimana perasaan Alvin saat ini.
Arini yang melihat hal itu hanya bisa tertawa di dalam hati karena dia tahu apa yang sedang di rasakan oleh Alvin, melihat Alvin yang sangat ketakutan dan terlihat dia sampai kencing di celana seperti itu maka Purnama memutuskan untuk menjauh saja agar rasa takut di dalam hati pemuda ini sedikit pudar.
"Kau pergilah dari sini sekarang juga." suruh Purnama karena dia sedang menahan tawa.
"Ak.. terima kasih." Alvin segera mengambil celurit serta karung.
"Satu pesan dariku, saat kau mendengar suara angin yang berasal dari utara maka segera tengkurap di atas tanah dan tidak perlu mengeluarkan suara." Purnama masih sempat memberikan pesan.
"Eh Kenapa begitu?" Alvin penasaran dan justru bertanya balik.
"Agar kau tidak tersesat seperti ini, masih mending kau tersesat di kuburan lalu bagaimana bila kau tersesat di tempat lain yang memiliki banyak setan!" celetuk Purnama sehingga membuat Alvin langsung bertambah pucat kembali.
"Iya, terima kasih." Alvin sampai membungkuk dan dia berlari kencang meninggalkan area kuburan.
"Dasar bocah pengecut seperti itu." Arini menatap Alvin yang masuk ke dalam ilalang lagi karena dari sana jalan memang menuju desa.
"Ini para pelaku memang begitu licik karena dia ingin aku fokus kepada Alvin." keluh Purnama sambil menatap sekitar.
Arini setuju dengan ucapan Purnama karena tadi mereka memang agak kurang fokus dan justru tertarik kepada Alvin yang ada di balik semak, maka dengan tekad yang begitu kuat mereka akan terus berjaga di area kuburan ini walau nanti Purnama tidak full namun masih ada Arini dan juga para member lain agar tetap berjaga dan jangan sampai mayat yang ada tetap hilang lagi.
...****************...
"Vin, kau Kenapa kok seperti ketakutan begitu?" Toro menegur Alvin yang baru pulang mencari rumput karena mereka adalah tetangga sebelah rumah.
"Hahhhhh aku baru saja hampir mati." Alvin menarik nafas panjang dan dia terduduk di sebelah rumah.
"Ada apa? Kau memang terlihat sangat pucat seperti itu!" Toro juga ikut cemas.
Alvin masih mengatur nafas untuk bercerita karena dia berlari kencang tanpa berhenti sehingga sudah pasti untuk bernafas saja dada ini terasa begitu sesak, Toro ikut duduk di sebelah pemuda ini dan dia baru menyadari bahwa Alvin mengeluarkan aroma pesing.
"Kau mengompol atau bagaimana sih?" Toro reflek menjauh.
"Bahkan bila kau yang di perlakukan seperti itu maka sudah pasti bukan hanya mengompol saja!" Alvin menjawab cepat karena dia juga agak malu.
"Memang nya apa yang sudah kau temui ini barusan?" Toro masih penasaran bukan main.
"Aku tidak tahu kenapa mendadak saja bisa di area kuburan dan aku bersembunyi karena melihat ada satu sosok wanita di sana, eh malah baru saja bersembunyi malah aku di seret." cerita Alvin dengan nafas memburu.
"Loh yang ada di kuburan itu kalau tidak salah Mbak Purnama." ujar Toro karena tadi dia juga dari sana.
Alvin mengangguk cepat karena dia juga mengetahui siapa wanita itu namun dia selama ini hanya mengetahui sekali lewat saja dan tidak pernah berbicara secara langsung, jadi tentang kabar Purnama yang sangat galak dan tidak pernah memberi ampun tentu saja sudah Alvin dengar dan dia sangat takut dengan wanita tersebut.
"Aku di seret karena mungkin saja Dia mengira aku sengaja mengintip." jelas Alvin kembali.
"Lah lagian juga kenapa kau mencari rumput sampai di area kuburan sana, atau kau memang sengaja ingin mencari masalah!" Toro malah menuduh Alvin seperti itu.
"Jangan sampai nanti mulut mu itu aku celurit pakai ini ya!" ancam Alvin karena dia tidak terima.
Toro menggaruk kepala yang tidak gatal dan dia sedikit menyadari bahwa Alvin memang terlihat begitu ketakutan dan tidak mungkin juga pemuda ini mencari masalah dengan Purnama, Karena memang tadi Alvin tidak sengaja datang ke tempat itu setelah dia terkecoh oleh sesuatu dan malah bertemu secara langsung oleh Purnama.
Selamat pagi menjelang siang besti, jangan lupa like dan komen nya.