NovelToon NovelToon
Tunangan Selingkuh, Dekati Abangnya

Tunangan Selingkuh, Dekati Abangnya

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Diam-Diam Cinta / Mengubah Takdir
Popularitas:7.5k
Nilai: 5
Nama Author: Rinnaya

Selama ini Nana selalu mengalah pada tunangannya, dia bagaikan gadis bodoh yang tidak ingin kehilangan cinta Tris. Sampai Tris mempermalukan Nana di depan orang banyak, karena kejadian itu Nana dihujat di internet. Lalu Nana mulai berubah usai mendapatkan uluran tangan acuh tak acuh dari abangnya Tris, yaitu Aska.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rinnaya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

3. Sia-sia.

Dalam perjalanan, Nana hanya terdiam menatap ke luar jendela. Tangannya mendekap erat tas yang tadi diantar kurir. Meski hatinya perih karena Tris tidak datang menjemputnya sendiri, Nana masih mencoba mencari celah untuk memaafkan.

"Bang, antarkan aku ke rumah keluargamu saja," ujar Nana pelan. "Aku ingin memasak untuk Tris. Dia pasti lelah dan belum makan malam yang benar karena sibuk bekerja."

Aska melirik Nana dengan sudut mata, rahangnya mengeras sesaat. "Kau baru saja dibuang di pinggir jalan, Nana. Sekarang kau mau memasak untuknya? Kau ini calon istri atau pelayan tanpa gaji?"

"Aku tunangannya, Bang. Aku hanya ingin memperbaiki suasana," bela Nana dengan suara yang bergetar namun gigih.

Aska mendengus, memutar kemudi dengan kasar. "Terserah kau saja. Tapi jangan menangis kalau masakanmu berakhir di tempat sampah."

Rumah mewah itu berdiri megah di kawasan elit, hasil kerja keras Aska sebagai pengacara papan atas. Begitu masuk, Nana langsung disambut hangat oleh Ibu Tris, yang memang sangat menyukai Nana karena sifatnya yang penurut dan ceria

.

"Loh, Nana? Kok datang sama Aska?" tanya Ibu Tusi heran melihat putranya yang dingin itu berjalan di belakang Nana.

"Tadi tidak sengaja bertemu di jalan, Bu," jawab Nana berbohong, menutupi kelakuan buruk Tris agar citra tunangannya tetap baik di mata ibunya sendiri.

Nana segera menyibukkan diri di dapur. Ia membuat fettuccine carbonara kesukaan Tris. Ia memotong jamur dengan hati-hati, memarut keju, dan memastikan bumbunya sempurna. Aska tidak pulang ke apartemennya, ia justru duduk di meja makan sambil membuka laptop, bekerja sambil sesekali memperhatikan Nana yang tampak begitu tulus di dapur.

Gadis ini kebodohannya sudah tidak tertolong, batin Aska.

Tusi datang, ia membuka kulkas, cuman ingin meminum jus dalam kemasan. “Yah, masaklah sendiri, karena Ibu tidak masak malam ini.”

“Kenapa Ibu tidak memasak? Aku akan membantu.”

“Ayah tidak pulang malam ini, Ibu juga ingin makan salad saja untuk malam. Dah ya, Ibu mau melanjutkan menonton di kamar. Kalau Nana kesepian, bisa datang ke kamar Ibu.”

Nana cuman menganggukan kepala, setelah itu Ibu pergi dari dapur. Lagipula Nana cukup sering ke rumah ini, jadi dia tidak sungkan sehingga bisa ditinggalkan tuan rumah tidur atau apapun itu.

Pukul tujuh malam, suara mobil Tris terdengar di halaman. Wajah Nana langsung cerah. Ia segera menata piring di meja, memastikan lilin kecil sudah menyala.

"Tris sudah pulang!" seru Nana riang.

Pintu terbuka. Tris masuk, namun ia tidak sendiri. Di belakangnya, Elli melangkah dengan anggun, menenteng tas kerja yang serasi dengan pakaian kantornya yang modis.

"Bu, Elli mampir ya. Ada dokumen kantor yang harus kami selesaikan malam ini," kata Tris tanpa melihat ke arah meja makan di mana Nana berdiri mematung.

Langkah Tris terhenti saat melihat Aska duduk di sana, menatapnya dengan pandangan yang sanggup menguliti orang hidup-hidup.

"Bang... Abang di sini?" suara Tris mendadak mengecil.

"Ini rumahku, Tris. Aku bebas ada di sini kapan saja," sahut Aska dingin. Ia melirik meja makan. "Tunanganmu sudah memasak sejak dua jam yang lalu. Duduk dan makan."

Tris melirik piring-piring di meja dengan raut tidak nyaman. "Maaf, Na. Kami sudah makan di jalan tadi. Elli bilang dia ingin makan sushi sebelum ke sini."

Nana merasakan dadanya sesak. "Tapi ini carbonara kesukaanmu, Tris. Sedikit saja..."

"Aku kenyang, Nana! Jangan memaksa. Lagi pula kami harus segera bekerja di ruang kerja atas," potong Tris tidak sabaran. Ia menarik lengan Elli, mengajak wanita itu naik ke lantai dua tanpa memedulikan wajah Nana yang sudah memucat.

Tusi menepuk pundak Nana. “Elli teman Tris sejak kecil, dia sudah seperti anak Ibu sendiri. Dia gadis yang baik. Nana jangan khawatir, mereka hanya sedang mengerjakan kerjaan kantor.”

Tusi memang baik, tapi cukup menyebalkan karena dia tidak pernah menegur Tris atas kedekatannya dengan Elli. Yah, daripada Nana, Tusi jauh lebih dekat dengan Elli.

“Jam segini mata Ibu sudah berat saja.” Tusi menguap.

Hening menyelimuti ruang makan. Ibu Tris sudah masuk ke kamar lebih awal, meninggalkan Nana dan Aska dalam kesunyian yang mencekam.

Nana menatap piring yang masih mengepulkan uap itu. Setetes air mata jatuh ke atas saus putih yang ia buat dengan penuh cinta. Ia segera menghapusnya dengan punggung tangan, mencoba tetap terlihat tegar.

"Aku... aku yang salah. Harusnya aku tanya dulu dia sudah makan atau belum," bisik Nana pada dirinya sendiri.

Tiba-tiba, suara kursi digeser terdengar. Aska berdiri, berjalan mendekat, lalu duduk di kursi yang seharusnya ditempati Tris. Tanpa berkata apa-apa, Aska menarik piring carbonara milik Tris ke hadapannya.

Ia menyuapkan satu sendok besar ke mulutnya.

"Terlalu banyak garam," kritik Aska datar.

Nana menoleh, terkejut melihat Aska memakan masakannya. "Bang, kalau tidak enak jangan dimakan..."

"Tapi lebih baik daripada makanan mahal di restoran tadi," lanjut Aska, terus mengunyah tanpa ekspresi. "Duduk, Nana. Temani aku makan. Jangan biarkan makanan ini dingin sia-sia."

Nana duduk perlahan di depan Aska. Untuk pertama kalinya, ia merasa bahwa di rumah yang seharusnya menjadi miliknya bersama Tris kelak, justru kakak iparnya lah yang lebih menghargai keberadaannya.

Di lantai atas, suara tawa Elli dan Tris sesekali terdengar, namun di meja makan itu, Aska terus menghabiskan masakan Nana sampai suapan terakhir, seolah ingin membuktikan bahwa setidaknya ada satu orang di dunia ini yang menghargai usahanya, meskipun orang itu selalu menyebutnya bodoh.

"Habis ini aku antarkan kau pulang.”

Kalau dipikir, tadi siang Aska bilang ingin pulang istirahat, Nana baru menyadari bahwa ia telah membuat Aska bolak-balik menjadi sopirnya.

"Maaf, Bang."

"Hm? Maaf kenapa?"

"Karena aku mengganggu istirahatmu."

"Baguslah kalau kau sadar. Jika kali ini kau tidak ingin pulang, itu berarti kau ingin membunuhku."

Nana berdiri, sebelum pulang ia ingin berpamitan dengan Tris. Naik ke lantai dua, suara riang Tris dan Elli semakin jelas. Mereka tidak seperti orang yang tengah mengerjakan pekerjaan kantor, tapi sepasang kekasih yang bahagia.

"Tris." Nana membuka pintu, langsung saja ekspresi bahagia Tris luntur. "Aku mau pulang."

"Ya, pergi sana," jawabnya acuh tak acuh.

"Kau tidak ada inisiatif mengantarkan aku pulang?"

Tris berdecak kesal, dia berdiri cuman ingin menutup pintu, Nana terdorong seperti sampah yang diabaikan. Setelah itu ia turun ke bawah, terlihat Aska yang baru saja hendak membuka pintu depan. Nana mempercepat langkah, mengejar Aska yang kemudian berbalik mendengar suara langkah cepat Nana.

"Sudah selesai pamitannya?" ucap Aska dengan nada mengejek.

Nana mengembangkan pipi. "Em, sudah."

Bersambung....

1
jekey
lama" emosi sm aska 😡
Desi Santiani
lanjut thor seruu bgttt
jekey
akhirnyaa 😌😌
jekey
sinting tusi
jekey
thank you thor
Ayu
/Coffee/
Ayu
hahaa sukurin semoga kapok 🤭
Ayu
aku ga bisa kasih banyak ulasan tapi yang pasti bagus bangetttt
Ayu
kayak ginilah nyeseknya kalo baca novel yg baru up ,, mana bagus lagi ceritanya 😍
Ayu
/Coffee/ yuk
Ayu
kalo aku jadi kamu Na ... pasti aku bakalan cepet move on dari Tris🤭
Nilasartika Yusuf
😍
Ayu
hai Thor aku mampir ya
Rinnaya: Silahkan
total 1 replies
jekey
nunggu up thor
Rinnaya: Aman, up tiap hari.
total 1 replies
jekey
mampus eli
Nilasartika Yusuf
suka ceritanya😍
jekey
smngt update thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!