Kelahirannya menciptakan badai dahsyat. Di saat yang sama, klan Erlang kalah telak. Kekalahan itu membuatnya dicap sebagai anak pembawa sial. Bukan hanya hampir menghilang dari alam langit, klan Erlang juga harus membayar pajak ke klan Liu setiap. tahunnya.
*******
Erlang Xuan, nama yang sama dengan Leluhur klan, tapi nasib mereka berbeda. Jika Leluhur terlahir dengan kekuatan tak terbatas, maka dia terlahir dengan tubuh cacat. Selama belasan tahun, ia disiksa dan direndahkan. Bahkan, karena masalah sepele, ayahnya menghukumnya.
Karena tak punya dantian dan meridian, Erlang Xuan tak bisa berkultivasi. Sampah pembawa sial, itulah julukannya. Tak ada yang tahu bahwa dibalik tubuh cacat itu tersembunyi sesuatu yang akan mengguncang alam semesta.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Pena_Novel, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 16 Kain Penutup Mata
Erlang Xuan melepas liontinnya dan memasangkannya di leher Zhang Xue. Liontin itu berbeda dengan yang pernah dibuatnya. Bahkan, dia sendiri tidak tahu kalung itu terbuat dari giok jenis apa.
"Eh, mengapa liontin ini diberikan padaku?" tanyanya.
"Satu-satunya barang berharga yang kupunya adalah liontin. Kuharap kau tidak melepasnya apa pun yang terjadi," jelas Erlang Xuan.
Di kejauhan, gadis yang memakai topeng setengah wajah menyunggingkan senyum tipis. Ia menyeka air matanya lalu melesat meninggalkan tempat itu. Lagi dan lagi, perjanjian yang mengikatnya mengharuskan dirinya tidak bertemu dengan orang yang disayanginya.
Ia berhenti dan melayang di udara. Di depannya, seorang pemuda menghadangnya dengan pedang terhunus. Pemuda itu tersenyum tipis, dan matanya menatap gadis itu dengan tatapan penuh nafsu.
"Jianxue, apakah di matamu, aku semenjijikkan itu?" tanyanya.
"Kalau ya, kenapa? Keberatan?" Jianxue menatap tajam Long Jiang, pemuda yang menghadangnya.
"Hari ini, akan kubuat bersujud di depanku!"
Long Jiang mengeluarkan botol kristal kecil dari cincin ruangnya. Di dalam botol itu, ada cairan ungu yang sangat aneh. Cairan tersebut mengeluarkan asap ungu saat penutupan botol kecil itu dibuka.
"Aku ingin tahu berapa menit kamu bisa bertahan!" Long Jiang menyeringai. Cairan dilemparkan ke Jianxue. Cairan tersebut berubah menjadi butiran-butiran kristal yang menyatu dengan udara.
"Dasar baj*ngan!" umpatnya. Bintik ungu muncul di tangannya. Di saat yang sama, kekuatan misterius menyelimutinya.
"Cairan penyatu jiwa! Pilihanmu hanya satu, mati atau tidur denganku!" Long Jiang mengulurkan tangannya. Di detik berikutnya, tangannya dipotong oleh Jianxue.
"Lebih baik aku mati dari pada tidur dengan ba*ngan sepertimu!" katanya dengan tegas.
"Jianxue, kalau bukan denganku, lantas dengan siapa? orang yang tidak jelas asal-usulnya?" Meski tangannya terpotong, kesombongannya tidak berkurang sama sekali.
"Jika kamu tidur denganku, posisi putri suci bisa kau dapatkan dengan mudah!" lanjutnya.
"Pilihanku tetap sama, tidak akan berubah sama sekali!" Pedang Jianxue menghilang. Tanpa membuang-buang waktu lagi, gadis itu melesat dengan sangat cepat. Long Jiang sempat mengejarnya, tapi pada akhirnya pemuda itu menyerah.
Di atas hamparan salju, Jianxue berhenti. Ia memuntahkan seteguk darah, dan cairan itu bereaksi. Cairan tersebut membuatnya kepanasan dan kesadarannya mulai menghilang.
"Tidak bisa!" Gadis itu mengeluarkan pedangnya dan menancapkan pedang tersebut di hadapannya. Setelah itu, ia mulai membekukan dirinya sendiri.
"Kamu sangat cerdik gadis kecil!" ucap seorang pria paruh baya.
"Lebih baik tersiksa daripada menyerah pada racun. Kamu mirip dengan seseorang yang pernah kutemui di klan Erlang!" katanya.
Pria itu membuat pelindung berlapis. Selain pelindung, ia juga membuat ilusi tersembunyi. Siapapun yang mendekati Jianxue akan ditarik ke dunia ilusi saat itu juga.
"Aku tidak salah pilih! Kamu murid terbaikku!" Pria itu mengibaskan tangannya, lalu menghilang saat itu juga.
Waktu berlalu dengan cepat. Hari ini, arena turnamen dipenuhi oleh orang-orang yang datang dari berbagai tempat. Hari ini, turnamen Kekaisaran akan dimulai.
"Wilayah musim dingin!" ucap seseorang yang baru datang. Dia berasal dari Kekaisaran Ling, penguasa wilayah utara benua kristal.
"Wilayah Xuanwu, tentu saja musim dinginnya sangat ekstrim. Wanita berpakaian merah dengan hiasan emas berkomentar. Wanita itu Ratu Kekaisaran Zhu, pewaris jiwa api sang burung api.
"Biasa saja!" Pria berwajah berbicara. Dia mewakili wilayah barat, tempat yang dijaga oleh Qinlong, sang naga azure.
"Kaisar Zhang, apakah kamu sudah siap turun tahta?" Kaisar Ling berteriak.
"Turun tahta, heh, jangan bercanda!" Kaisar Zhang berdiri dan menatap tajam ketiga sahabatnya. Ia dan ketiganya murid rahasia sekte langit suci. Kultivasi mereka sama-sama di ranah leluhur tahap 9.
Di sisi lain, Erlang Xuan berdiri di belakang tribun. Hari ini, dia memakai topeng, melainkan kain penutup mata. Kain itu sudah digunakan selama setengah bulan. Tujuannya agar matanya tidak terkena angin dan juga tidak kemasukan debu.
"Sudah waktunya!" Ia mengeluarkan kain putih dan mengganti kain penutup matanya yang lama. Aura membunuh menyapu tribun. Apalagi saat seorang pangeran menggoda istrinya, Zhang Xue.
"Aura yang sangat kuat!" Para penonton dan peserta berkomentar. Di saat yang sama, aura itu menghilang, dan suasana kembali normal.
"Sebentar lagi, darah kalian akan membasahi arena!" katanya dalam hati.
Ia menuruni anak tangga yang ada di tengah-tengah penonton. Mata semua orang tertuju padanya. Aura yang kuat dan mendominasi, serta kain putih yang menutup matanya.
"Si buta dari mana ini?" Erlang Ming bertanya dengan nada meledek.
"Pedang tidak punya mata, Erlang Ming! Sebelum terlambat, sebaiknya minta maaf sekarang!"
"Minta maaf kepada sampah sepertimu? Meski dunia hancur sekalipun, itu tidak akan terjadi!" balasnya dengan angkuh.
"Hari ini, aku tidak akan menyiksamu dengan panas atau dingin ekstrem, tapi langsung mencabut nyawamu!"
Erlang Ming terdiam, dan menelan ludahnya dengan kasar. Ia teringat dengan dingin dan panas ekstrim yang menyiksanya selama berhari-hari. Siksaan itu hampir membunuhnya. Meski masih hidup, kultivasinya turun 3 tahap.
"Kamu yang pertama, adikku tersayang!" ucapnya dengan dingin.
"Selamat datang di turnamen Kekaisaran!" Pria bertopeng berdiri di tengah arena. Sosok misterius itu adalah pemandu turnamen Kekaisaran. Dia orang kepercayaan Kaisar, sekaligus orang terkuat kedua di Kekaisaran Zhang.
"Siapapun yang menjadi juara turnamen dipersilahkan memilih Tuan Putri Zhang sebagai calon istri!" lanjutnya.
Pemuda dari Kekaisaran lain tersenyum. Putri Zhang, semua orang tahu secantik apa mereka. Meski ada yang tidak bisa berkultivasi, tetap saja garis keturunannya sangat istimewa.
"Diantara keempat putri Zhang, dia yang paling cantik!" Pangeran Ling menunjuk Zhang Xue yang berdiri di sebelah kanan. Putri yang terabaikan itu justru lebih cantik daripada adik-adiknya yang sangat disayangi oleh Kaisar.
"Memang benar! Dia memang cantik!" Pangeran Han menimpali.
"Dia akan menjadi istriku!" ucap Pangeran Zhu. Nyali para pangeran dan peserta turnamen langsung ciut. Selama 500 tahun, Pangeran Zhu adalah satu-satunya pangeran yang dilahirkan oleh Ratu Zhu.
"Sudahlah, terserah kamu saja!" Pangeran Ling terlihat kecewa.
"Siapapun pemenangnya, dialah yang akan memilih lebih dulu!" Pangeran Han menimpali, seseorang dengan kain penutup mata mengerutkan keningnya. Dalam hitungan detik, ketiga pangeran itu berkeringat dingin.
"Kekuatan yang terkumpul di matamu terlalu menakutkan. Jadi, gunakan kain ini untuk menyegel kekuatannya! Jika kamu melepas kainnya dan membuka matamu, maka kekuatan jiwa akan meledak saat itu juga!"
Suara seseorang menggema di telinganya. Setengah bulan yang lalu, ibunya datang di mimpinya. Wanita itu memperingatkan dan memberinya kain yang akan menyegel kekuatan jiwa yang terkumpul di matanya.
"Kekuatan jiwa itu terlalu kuat. Bahkan, ibu pun tidak akan bisa mengendalikannya!"
Erlang Xuan menengok ke langit. Matanya memang tertutup, tapi penglihatannya tak bisa ditutupi. Ia lalu mengalihkan pandangannya ke Zhang Xue, perempuan dinikahinya sebelum lalu tanpa sepengatahuan keluarga kekaisaran.