***++++++++
" Brengsek, benar benar Bajingan kalian ." teriak seorang gadis cantik saat memergoki suaminya sedang bergulat panas dengan pelayan di rumah nya.
Mari nantikan kelanjutannya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Queenvyy27, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Jule si pengganggu
Dean duduk di tepi ranjang, menunggu Rea yang sedang mandi, sebenarnya dia sempat berfikir untuk keluar kamar terlebih dahulu, tapi keinginan itu dia urungkan, dia enggan untuk berpapasan dengan Jule, apa lagi kalau wanita itu kembali berbuat hal aneh pada nya, maka dari itu dia lebih baik menunggu dan keluar bareng sang istri nanti.
Sementara itu, Rea di dalam kamar mandi, Rea baru saja selesai membersihkan diri, dia menarik nafas dalam dalam sambil menatap dirinya melalui pantulan cermin, tatapan nya jatuh pada dress sederhana yang telah dia siap kan di atas meja kecil, hatinya gelisah membayangkan Dean akan menuntut hak nya malam ini, malam pertama mereka sebagai suami istri.
Namun, Rea mencoba menenangkan diri, dia sudah mengambil keputusan untuk menikah dengan Dean, dan apa pun yang terjadi nanti harus dia hadapi dengan percaya diri.
" Aku gak bisa membayangkan bagaimana nasib hidupku setelah ini ." gumam nya lirih. " apa aku harus diam di rumah, jadi istri yang baik atau tetap melanjutkan impianku dan menjalani aktivitas seperti biasa." ucap Rea sambil memakai dress sederhana nya.
Pintu kamar mandi terbuka, Dean menoleh dan mendapati sang istri telah tampil rapi, pria tampan itu segera bangkit dari duduk nya, memperhatikan Rea yang sedang menyisir rambut di depan meja rias.
" Aku pikir kamu sudah turun duluan mas." ucap Rea pelan sambil menyapukan bedak tipis ke wajah nya, lalu mengoleskan lipstik berwarna nude di bibir nya.
" Aku mau nunggu kamu dulu dek." jawab Dean sambil mendekat, suaranya dalam dan hangat. " Aku sudah GK sabar nunggu malam nanti." bisik nya sebelum ke dua lengannya melingkari pinggang Rea dari belakang.
Rea terdiam, dia bisa merasakan dada Dean yang hangat di punggung nya, juga desiran nafas suami nya yang menyapu lembut kulit istri nya, Dean menunduk, mencium punggung Rea, lalu menelusuri leher jenjang itu dengan bibir nya, aroma sabun dari tubuh istrinya membuat nya semakin tenggelam dalam rasa yang selama ini dia tahan.
Namun saat Dean hendak membalik tubuh Rea agar berhadapan dengannya, suara ketukan di pintu membuat keduanya terkejut, Dean sontak melepas kan pelukannya.
" Tuan, Nyonya makan malamnya sudah siap." terdengar suara dari luar, Dean mengenali suara itu ~ Jule.
Rahang nya mengeras, tangan nya mengepal dia tau Jule pasti sengaja mengganggu momen mereka.
" Ya sudah, mas." ucap Rea sambil tersenyum lembut, berusaha mencairkan suasana . " ayok kita makan malam dulu, kasian mbak citra dan Jule, sudah capek capek masak kalau sampai masakan nya dingin."
Dean hanya mendengus dingin sambil melihat punggung istrinya yang sudah melangkah menuju pintu, padahal dia masih ingin menikmati kebersamaan mereka berdua malam ini.
Sesampainya di lantai satu, Dean dan Rea langsung duduk di meja makan, di sana mbak citra dan Jule sedang menyusun piring piring dan menyajikan hidangan, Dean duduk dengan wajah masam, mata nya sesekali menatap Jule, Rea memperhatikan gerak gerik pelayan itu ada sesuatu yang membuatnya merasa ganjil, tapi dia memilih tak memusingkan hal kecil, suasana makan berlangsung hening, percakapan Dean dan Rea tidak mengalir seperti biasa.
Setelah makan Rea kembali ke kamar untuk istirahat, Dean malah tetap di ruang kerjanya, membuka beberapa berkas yang harus di persiapkan untuk lusa, sejak rencana pernikahannya, Dean memang berencana mengajukan mutasi ke kantor pusat, pikiran nya di penuhi jadwal dan dokumen yang harus di atur.
Tiba tiba seseorang memeluk dari belakang, aroma parfum yang familiar langsung membuat darah nya mendidih, dengan sigap Dean menepis pelukan itu dan menoleh ,menatap tajam wanita yang selama ini membuatnya resah.
" Ngapain kamu ke sini Jule ??? Jangan cari masalah." ucap Dean dengan dingin, suara nya menahan amarah, dia cepat cepat menarik tangannya agar pelukan itu terlepas sepenuh nya, khawatir kalau Rea tiba tiba muncul.
Jule duduk di tepi meja kerja, menatap dengan penuh tipu daya . " kenapa, takut mas ?? Lagian Yang pelakor itu dia dari dulu kamu tau sendiri mas ." sahut Jule dengan nada menantang. " sekarang tiba tiba jadi istri kamu, ingat janji kamu, kamu harus adil."
" Tutup mulutmu Jule ." ucap Dean menahan geram. " Aku sudah berusaha adil, sekarang aku harus kembali ke kamar, aku tidak mau Rea curiga, jangan pernah mendekati aku di rumah ini lagi, aku tidak mau kita semua menanggung nya."
Jule hanya tertawa kecil tak bergeming. " kalau kamu tidak mau pergi, biar aku yang pergi." kata Dean dengan tegas sambil melangkah ke arah pintu, menahan diri nya agar tidak meledak, Namun sebelum dia sempat pergi, Amel menggemukan tinjunya dengan nada mengancam." ingat mas aku tidak akan tinggal diam, aku akan menggagalkan malam pertama kalian."
Kata kata itu menggantung di udara
, Dean menahan nafas, wajah nya mengeras ." kalau begitu, dengarkan baik baik." ucap Dean pelan namun penuh ancaman yang tersimpan. " kalau kau mengganggu Rea atau membuat masalah di sini aku pastikan konsekuensi nya gak hanya kata kata."
Jule menatap panjang, kemudian berdiri, wajah nya masih penuh kebencian, melangkah menuju pintu penuh amarah.
Tanpa sepatah kata lagi, Jule keluar meninggalkan jejak ketegangan yang masih terasa di dinding ruang kerja.
Dean menutup pintu pelan, lalu berdiri terpaku beberapa saat, lalu menenangkan diri sebelum kembali ke kamar sang istri.
Setelah Dean pamit ke ruang kerjanya, Rea memilih untuk tidak langsung beristirahat, dia membuka laptop dan duduk bersila di atas ranjang,
Menatap layar di depannya dengan penuh fokus jari jarinya mulai menari diatas keyboard, melanjutkan naskah novel online yang selama ini menjadi bagian penting dalam hidupnya.
Menulis adalah pekerjaan yang dia geluti di tengah tengah kesibukannya berkuliah dulu, sebuah hobi yang siapa sangka jadi sumber penghasilan tetap, cerita cerita nya yang ringan namun menyentuh membuatnya memiliki banyak cukup penggemar, Rea tersenyum kecil saat melihat deretan komentar pembaca yang menantikan kelanjutan cerita nya, dunia tulis menulis memberikan ketenangan baginya , membuatnya merasa bebas dari segala beban.
Namun ketenangan itu terhenti ketika suara pintu kamar terbuka pelan , Dean muncul di ambang pintu dengan senyum hangat, membuat dada Rea berdebar tanpa alasan.
Melihat sosok suami nya yang berdiri di sana,
Rea segera menutup laptop nya, " kamu sudah selsai mas." tanya nya lembut sambil menaruh laptop di samping ranjang.
" Iya dek, aku sudah selesai ." ucap Dean lembut sambil melangkah mendekat dan duduk di atas ranjang . " Maaf ya, kalau kamu menunggu aku agak lama."
" Nggk apa apa mas." Rea tersenyum kecil.
Dean memiringkan kepala, memperhatikan layar laptop yang baru saja di tutup . " memang kamu lagi ngapain ??? Bukannya kamu masih cuti kuliah ???." tanya nya penasaran.
" Biasa mas aku menyalurkan hobi ku sebagai penulis ." jawab Rea sambil tersenyum ringan . " biasa iseng iseng nulis novel online."
Dean mengangkat alis, matanya tampak tertarik. " novel online ?? Memangnya ada bayaran dari situ."
" Ada dong mas ?? ." sahut Rea dengan nada riang. " lumayan buat kebutuhan sehari hari buat jajan juga." lanjutnya di sertai tawa kecil.
Dean ikut tersenyum, merasa bangga sekaligus kagum pada istrinya yang mandiri, sementara itu Rea turun dari tempat tidur, menyimpan laptop nya dengan hati hati dan memastikan semua pekerjaannya tersimpan dengan baik, saat dia berdiri di meja rias dann menyisir rambutnya, Dean menatapnya lama dari belakang.
Perlahan pria itu bangkit dan mendekati Rea,lalu kedua lengannya melingkar di pinggang Rea, Rea terkejut sejenak, tapi tak beranjak, nafas hangat Dean terasa di dekat telinga.
" Dek ." bisik Dean pelan ." kamu sudah siap kan, mas pengen malam ini jadi milik kita sepenuh nya."