NovelToon NovelToon
Duda Menyebalkan Itu Jodohku

Duda Menyebalkan Itu Jodohku

Status: sedang berlangsung
Genre:Menikah Karena Anak / Ibu Pengganti / Cinta setelah menikah
Popularitas:2.2k
Nilai: 5
Nama Author: Jaena19

Vania selebgram terkenal dengan cantik yang berasal dari keluarga kaya. Hidupnya bergelimang harta sedari dia kecil, meski begitu ia tidak pernah kekurangan kasih sayang dari kedua orang tuanya. Ketika usianya sudah cukup untuk menikah, dia bertemu dengan laki-laki idamannya. Dia baik dan penyayang, semua kehidupannya nyaris sempurna. Tapi kayaknya pepatah manusia tidak ada yang sempurna. Kehidupan sempurnanya berubah seratus delapan puluh derajat begitu kedua orang tuanya meninggal karena kecelakaan. Ia hidup sendirian, di saat dia berkabung sanak keluarganya malah sibuk mengurus harta benda dan menelantarkan dirinya. Kekasihnya yang menjadi harapan satu-satunya pergi meninggalkannya dan memilih bersama wanita lain. Hidupnya berada di ujung tanduk, ketika hidupnya berada di titik terendah. Takdir mempertemukannya dengan duda menyebalkan beranak satu. Demi kelangsungan hidupnya ia terpaksa menerima pinangan duda beranak satu itu. Lalu bagaimana kehidupan Vania selanjutnya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Jaena19, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

15

Seketika mata Farel melotot, Dia menepuk jidatnya dan menggeram begitu mengingat wajah jutek dan menyebalkan Vania. Bagaimana mungkin Cila mengingatkan Vania sebagai ibu sambungnya.

"Tuh kan, papah pasti marah sama Cila." Gadis kecil itu melipat kedua tangannya di depan dada dengan wajah yang memberengut.

" Ya ampun nak, papah gak marah sama Cila. Cuma, kenapa harus Tante Vania? Kan masih banyak tante-tante yang lain?"

"Karena Tante Vania itu cantik, terus keliatan galak dan berani."

Farel mengerutkan alisnya, tidak mengerti dengan alasan kenapa putrinya memilih Vania sebagai calon ibu sambungnya. " Galak? Kenapa Cila mau sama tante yang galak?"

" Cila mau mamah yang galak supaya bisa jagain Cila, buktinya karena Tante Vania yang galak dan berani bisa usir om yang mau culik Cila."

Farel tidak bisa berkata-kata lagi dan bingung mengenai putrinya yang ingin menjadikan Vania sebagai ibu sambungnya. Percakapan ayah dan anak itu, tanpa disadari di saksikan oleh para asisten rumah tangga. Farel menoleh ke arah mereka sembari meringis seolah keberatan dengan permintaan Cila. Farel kembali menoleh ke arah Cila sambil memasang wajah senyum yang sangat dipaksakan.

'Tuhan, anakku kenapa si? Biasanya anak-anak lain mau punya ibu sambung yang kalem, lembut dan keibuan. Tapi kenapa anakku malah memilih ibu sambung yang galak? Apa Cila gak membayangkan betapa seramnya punya ibu sambung yang galak?'

""Pak, maaf saya berbicara, namun izinkan saya memberikan saran. Sebaiknya turuti saja keinginan Non Cila. Anak sekecil itu biasanya memiliki insting yang tajam tentang hati orang lain. Jika Mbak Vania memang bukan orang yang baik, mustahil Non Cila akan menerima wanita tersebut sebagai ibu sambungnya. Percayalah, Pak, firasat anak kecil seringkali membawa kebenaran."

" Tapi Cila baru sekali ketemu sama Tante Vania loh. Kita kan gak tau sebenarnya Tante Vania seperti apa, nak." Ucap Farel berusaha meyakinkan Cila agar tidak tergesa-gesa meminta Vania sebagai ibu sambungnya apalagi mereka baru saja kenal.

"Cila udah ketemu Tante Vania dua kali kok. waktu di mini market sama di kedai kemarin. Tante Vania juga kan tinggal satu kota sama kita. Cila bisa kan sering-sering main ke rumah Tante Vania," ujar Cila.

"Aduh, jangan buru-buru gitu ya, nak. Main ke rumah Vania nya nanti aja ya, tunggu papah selesai kerja."

"Iya, tapi papah janji ya nanti kita main ke rumah Tante Vania."

Farel mengangguk dan menyetujui keinginan putrinya agar bisa tenang. ' Cila belum mengerti masalah orang dewasa. Belum lagi saat ini Vania tengah ada masalah dengan mantan tunangannya. Waktunya belum tepat dan pasti Vania masih butuh waktu memulihkan diri. Aku gak mungkin secepat itu hadir di hidup Vania. Aku juga heran, kenapa Cila bisa mau punya ibu sambung yang galak?'

____

Vania memasuki supermarket, matahari sore menyorot melalui jendela besar yang membingkai pintu masuk. Ia menarik troli dan mulai mengelilingi lorong demi lorong, rak demi rak yang berisi berbagai macam produk. Wajahnya tampak serius, sesekali tersenyum kecil saat menemukan barang yang dicarinya.

Dari lorong produk kecantikan, Vania mengambil beberapa botol lotion dan shampo. Kemudian, ia meluncur ke bagian makanan dan memilah beberapa bungkus pasta, saus, dan rempah-rempah. Setiap gerakan Vania terukur, mengambil barang dengan hati-hati dan meletakkannya di troli dengan rapi.

Saat tiba di bagian cemilan, matanya berbinar. Vania mengambil beberapa bungkus keripik, kacang, dan biskuit. Sesekali ia membaca label nutrisi, memastikan bahwa apa yang akan dibelinya tidak melebihi kebutuhan kalorinya.

Vania lalu beralih ke arah deretan rak berbagai minuman, ia lalu membuka kulkas dan mengambil salah satu merk susu, namun saat akan mengambilnya tiba-tiba susu itu diambil oleh sebuah tangan kekar. Tatapan sinis langsung Vania layangkan pria itu. Meski stok susu sapi itu masih banyak, justru Vania tidak jadi mengambil susu itu karena moodnya tiba-tiba menjadi buruk. Ekspresi gadis itu semakin sinis begitu melewati pria itu.

Setelah puas dengan pilihan cemilannya, ia mendorong troli menuju kasir. Di kasir, Vania mengeluarkan satu persatu barang belanjaannya. Pria bermasker hitam itu tiba-tiba manaruh dua kotak susu sapi di meja kasir. Namun Vania tidak menggubris, justru dia sengaja menghalangi pria itu agar tau budaya antri. Seorang kasir mendahulukan barang belanjaan yang dibeli oleh Vania dan memasukannya kedalam kantong belanja.

"Totalnya jadi tiga ratus enam puluh ribu rupiah, kak. Kami ada promo untuk pembelian cokelat ukuran besar, setiap pembelian mendapatkan cokelat gratis berukuran kecil."

" Itu saja mba, ini uangnya."ujar Vania sembari mengeluarkan empat lembar uang pecahan seratus ribu dari dompetnya, kemudian dia memberikannya pada kasir tersebut.

"Baik kak, kembalikan empat puluh ribu. Terima kasih."

Vania mengangguk, ia mengambil kembalian dari kasir itu serta barang belanjaannya. Gadis itu kemudian melangkah pergi ke luar, ia bergegas menuju ke mobilnya.

Belum sempat membuka pintu mobil, tiba-tiba ia di hadang oleh pria bermasker yang ia tadi. Vania jelas terkejut, ia sampai memegang erat kantong belanjanya yang hampir terjatuh.

Vania mendengus sembari menghardik pria itu." Mau apa anda? Tadi udah nyerobot minuman yang mau saya ambil. Sekarang anda juga ngikutin saya? Anda mau rampok saya ya? Yaudah rampok aja kalau berani," ujar Vania sambil ngangkat tas selempang miliknya, bersiap memukul pria itu dengan tasnya.

"Kamu mau ini kan?" Pria bermasker itu menyodorkan satu kotak besar susu sapi yang Vania inginkan tadi.

Vania menatap pria itu dari bawah hingga atas." Maaf saya gak butuh itu. Saya gak suka kalau ada orang yang gak sabaran dan asal serobot tanpa antri, makanya saya gak jadi beli. Susunya untuk anda saja." Vania bergegas memasukkan barang belanjaannya ke dalam mobil, namun begitu dirinya akan masuk pris itu tetap menahannya.

"Hei, tunggu dulu," uajr pria itu saat Vania hendak masuk ke dalam mobil.

"Ada apa lagi si? Saya gak ada urusan apapun sama anda." Ujar Vania geram.

Pria itu menoleh ke sekelilingnya, seolah memastikan situasi.  "Saya,,,cuma mau berterima kasih karena kamu sudah menolong putri saya."

Vania langsung mengubah ekspresinya menjadi sinis." Oh anda ayahnya Cila. Ya, ya sama-sama. Sudah kan?" Ujar Vania hendak masuk ke dalam mobil, namun untuk kesekian kalinya Farel menahan tangannya.

"Maaf sekali lagi, saya benar-benar tidak bermaksud menyerobot untuk kedua kalinya. Tapi, sejujurnya tadi saya tidak menyadari itu adalah kamu," kata seorang pria dengan nada penyesalan mendalam. Dia tampak gelisah, cemas mencerminkan rasa bersalah yang menggantung di dadanya.

"Ya, ya, saya harus segera pulang," jawabnya singkat, mencoba menghindari percakapan lebih lanjut. Namun, pria tersebut tak menyerah, "Tunggu, saya dengar kabar tentangmu. Jika situasinya susah mereda, saya ingin berbicara denganmu."

"Maaf pak, saya benar-benar tidak bisa. Waktu saya sangat terbatas, saya permisi," ucapnya dengan nada tinggi, hampir terdengar putus asa, lalu bergegas pergi meninggalkan pria itu yang masih terpaku di tempatnya, kecewa dan frustasi karena percakapan yang terputus.

Vania masuk ke dalam mobil kemudian memberikan uang kepada penjaga parkir di sana. Ia mengemudikan mobilnya keluar dari area supermarket. Di balik masker itu, Farel mematung DNA tercengang karena sebegitu lancang ucapan Vania.

Dilihatnya susu sapi yang di tolak oleh Vania, ke udian di masukkan kedalam paper bag kecil. Farel berbalik arah menghampiri mobil. Tubuh atletis itu lantas masuk ke dalam mobil dan menutup pintu. Paper bag kecil itu ditaruh di kursi sebelah kemudi. Ia masih terkejut karena untuk pertama kalinya dia bertemu dengan wanita galak seperti Vania.

Farel duduk termenung di dalam mobil." Vania sepertinya sangat terluka atas pengkhianatan tunangannya. Di lihat dari matanya dia tak bisa berbohong, dia pasti beli cemilan sebanyak itu untuk menghilangkan stres." Farel kemudian menoleh ke arah dua kotak susu yang ia beli tadi." Huh, padahal aku gak sengaja ambil susu itu, aku juga gak tau kalau yang tadi itu Vania, terlihat berbeda kalau dia pakai masker. Tapi bisa-bisanya aku ketemu dia lagi? Sudahlah, yang penting aku sudah berterima kasih dan minta maaf. Tapi jika di perhatikan, sepertinya wajah Vania itu gak asing."

1
Anto D Cotto
menarik
Anto D Cotto
lanjut crazy up Thor
falea sezi
bodoh kn ada tuh fto dio. up aja lah bego
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!