Mengisahkan seorang Perwira Angkatan Darat bernama Lucas Abner yang sangat mencintai pekerjaannya. Pengabdiannya sebagai seorang tentara tidak bisa di ragukan. Dia bisa berada di korps pasukan khusus karena kelincahannya. Jatuh cinta kepada seorang perempuan yang dia temui dirumah sakit waktu menjengguk sahabatnya. Apakah Lucas bisa memikat hati perempuan itu ???
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wisye Titiheru, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bali
Hari ini Joy, ikut berlibur bersama keluarga Lucas. Bali menjadi destinasi kunjungannya. Setelah empat tahun lebih dia kembali ke kota ini. Dulu, dia bersama maminya sering berlibur ke Bali berdua. Semenjak Joy Debora mendapat beasiswa belajar ke Korea untuk mengambil spesialis, dia dan Maminya sudah Jarang kesana.
Di sebuah vila dipinggir pantai Lucas bersama keluarga dan kekasihnya menginap. Vila yang hanya di huni oleh mereka , berasa seperti ada di rumah sendiri. Malam hari akan ada acara kejutan buat mama mereka. Rahel Mony. Papa dan mama sedang berjalan di pinggir pantai. Kesempatan buat Lucas dibantu Joy menyiapkan acara ulang ulang tahun ini. Saudara kandung dari mamanya Lucas sudah ada. Bahkan dokter Beca Mony juga ada. Terlihat opa dan omanya Lucas, orang tua dari mama Rahel dan dokter Beca. Ternyata mamanya Lucas besar di pulau Bali.
Sedari malam mereka tiba sampai pagi ini, mereka sengaja tidak memberikan ucapan kepada mama mereka, seolah - olah tidak ada sesuatu yang penting.
Ketika jam makan siang, Lucas menelepon papanya untuk pulang karena semua sudah siap. Bahkan keluarga mamanya juga sudah ada. Diantara semua basudara yang berkumpul ada satu orang perempuan yang gerakkannya sedikit berlebihan. Dia berusaha mencari perhatian dari Papa, mama bahkan Lucas juga.
Acara ulang tahun sudah selesai, tentu mama Rahel sangat bahagia dia usianya yang lima puluh tahun ini bisa berkumpul bersama keluarga. Dan tentu saja ada hadiah yang disiapkan oleh suami, dan anak, bahkan Joy juga menyiapkan.
"Lucas ini tante kenalkan, keponakan tante Patricia, dia model dan juga punya usaha restoran di ubud." Istri dari Kakak laki - laki mama Rahel dan antie Beca memperkenalkan keponakannya. Dan dengan ramah Lucas mengulurkan tangannya. Dan disambut dengan manja oleh Patricia.
"Usaha restoran jual makanan apa, Cia. Eh nama panggilannya Cia kan?"
"Iya manggil Cia aja bung. Jual makanan khas maluku."
"Orang batak kan?? Kok jual makanan maluku."
"Join usaha dengan teman."
"Sukses ya, nanti kalau ada waktu saya bersama tunangan saya kesana."
"Loh ada tunangannya Lucas??"
"Sayang, sini.(Lucas memanggil Joy untuk mendekat). Kenalkan ini dokter Joy Debora." Iparnya mama dan antie langsung mukanya merah, sedangkan unclenya Lucas sudah marah istrinya. Karena sedari awal rencananya mau menjodohkan Lucas sudah dia tentang. Karena Rahel adiknya, mamanya Lucas tidak perna setuju dengan perjodohan.
"Hallo semua." Joy menyapa saudara - saudara mamanya Lucas dengan senyuman. Sudah pasti Joy sangat cantik. Kalah jauh lah Patricia.
"Dokter spesialis bedah lulusan korea." Terdengar suara takjub dari semua orang. Otomatis Patricia bersama istri omnya Lucas sangat tidak suka. Dia mulai menyalakan omnya yang mengatakan Lucas masih belum punya pacar.
"Tante kira nyong Lucas belum punya pacar, makanya tante ajak Patricia keponakan tante. Siapa tahu berjodoh. Kan jodoh tidak ada yang tahu ya??" Semua tersenyum.
"Dikira ini acara ajang mencari jodoh. Ada - ada aja." Pukul empat sore selesai minum teh sore, keluarga sudah mulai bubar. Catering yang di pesan Lucas dan antie Beca sudah datang membereskan barang - barang mereka. Begitu juga dengan EO yang dekor. Villa kembali bersih, setelahnya Joy membersihkan ruangan dengan vakum cleaner. Dibantu oleh Lucas.
"Ada - ada aja iparmu kak???"
"Ipar kamu juga Beca."
"Ipar kalian berdua." papa Cornelius menuding kedua adik kakak itu.
"Tetapi aku, takut bung Robert akan marah usi Della istrinya."
"Biarin aja, agar kurang - kurang sifat ikut campur urusan orang."
"Ngak berubah tante Della kok om Robert betah ya sama kelakuannya?? Untung Joy anaknya santai. Mana berani juga tuh Patricia." Lucas menuangkan emosinya pada saat dia tahu Joy sudah tertidur karena kelelahan.
"Nyong ingat, jam tujuh bangunkan Joy biar bisa makan malam."
Lucas sudah merental mobil, dia rencana mau membawa keluarganya makan diluar. Mobil dibawa sendiri oleh Lucas. Karena cuaca panas, Joy menggunakan celana pendek dan kaos besar. Gayanya memang anak pantai sekali.
Mereka mencari, restoran keponakan tante Della di ubud. Makanan khas maluku. Joy sangat suka.
"Sayang, aku mau makan nasi kuning nanti."
"Oke."
"Mama kalau buat nasi kuning enak loh."
"Iya sudah lama sekali mama ngak buat??
"Nanti kalau sudah di Jakarta mama akan buat."
"Kamu harus rasa sayang, nasi kuning buatan mama pasti enak."
"Pasti dong, mama buatkan spesial untuk calon anak mantu." Mendengar apa yang di katakan oleh mamanya Lucas, seketika muka Joy berubah menjadi merah karena malu.
Restoran yang dicari sudah ditemukan. Dan benar ada menu nasi kuning. Waktu mereka melihat pergaulan Patricia, mamanya Lucas merasa heran.
"Betulkan apa kataku, masa cewek yang pergaulannya bebas mau jadi istri seorang perwira."
"Dasar Della !!! Dia tahu ngak kehidupan keponakannya." Dokter Beca sangat marah.
Patricia sedang dipeluk oleh seorang cowok dan dia sedang mencium lehernya. Begitu melihat keluarga tantenya langsung dilepas pelukan itu.
"Kamu suka sayang??" Joy hanya mengangkat alisnya. Dia sedang menikmati nasi kuning dengan lauk yang enak juga. Tidak langsung pulang mereka ke sebuah cafe yang full musik, disitu dia baru lihat kebolehan seorang dokter cantik yang mempunyai suara yang bagus. Aldy begitu takjub.
"My girl, my girl." Total di cafe ini, Joy menyanyi tiga lagu, itu pun Dia batasi karena dia kesini untuk memiliki waktu bersama Lucas. Waktu Joy menyanyi banyak mata laki - laki yang melihat kearahnya. Namun dengan cepat. Lucas memeluk Joy.
Pukul sepuluh malam mereka tiba di Villa. Lucas meminta ijin untuk tidur bersama Joy. Dia sudah berjanji tidak menyentuh kekasihnya itu secara paksa. Malam itu Joy tidur dalam pelukan Lucas.
Pagi hari kita melakukan olah raga menyelam bersama. Ini pertama kalinya buatku. Namun berbeda dengan mama, papa dan Lucas bahkan Dokter Beca juga. Menyelam bukan hal baru bagi mereka. Lucas selalu menemaniku pada saat belajar, ternyata mama Rahel juga punya sertifikat sebagai pelatih adalah pelatih menyelam juga, jadi bagi Joy ini kesempatan baginya bisa belajar gratis. Sampai jam dua belas siang, Joy sudah sedikit bisa.
Lucas mendapat informasi dari kesatuan, sekarang tim khususnya sudah berada di Surabaya bersama pasukan khusus angkatan darat. Ada tugas memberantasan teroris. Joy sudah bisa menebak begitu juga dengan keluarganya, bahwa ini tugas berat lagi baginya.
"Adek titip Hanna mama, papa dan antie"
"Hati - hati sayang. Ingat jaga dirinya baik - baik. Jangan kuatir mama dan papa akan menjaga Joy sayang."
"Terima kasih mama." Dia langsung memeluk mama, papa dan antienya. Dari jauh heli cepat sudah datang menjemput Aldy. Dia melihat kearah pacarnya, dipeluk dan dicium.
"Aku pergi dulu ya. Sementara jika balik Jakarta tinggal sama papa dan mama ya sayang."
"Iya. Kamu hati - hati ya. Ingat jaga kesehatan. Pergi sehat pulang juga harus sehat, jangan seperti waktu itu ya sayang." Lucas tahu maksud dari kekasihnya dia mencium Joy sekali lagi dan berlari ke arah heli yang sudah menurunkan tangga gantungnya.Lucas menaiki tangga itu sambil heli itu terbang. Joy, mama, papa dan antienya dokter Beca hanya bisa melihat. Orang- orang yang berada di pantai juga melihat keahlian Lucas.
Hanya sepuluh menit, Lucas sudah berada di lokasi atau kampung dimana markas teroris itu di ada. Lucas menyempatkan dirinya mandi dan makan. Strategi sedang diatur sambil terus memantau aktivitas teroris itu dari rumah dan mata - mata yang mereka punya.