NovelToon NovelToon
Married With Duda

Married With Duda

Status: tamat
Genre:Duda / Cinta Terlarang
Popularitas:43M
Nilai: 4.9
Nama Author: Nidia

Sarah tidak menyangka jika ia akan di pertemukan dengan seorang duda yang memiliki 2 putra lucu, imut, dan tampan. Tentu saja ketampanan itu berasal dari ayahnya. Namun sayang Dia berjanji tidak ingin menjalin hubungan apalagi menikah setelah istrinya mengkhianatinya. Namun saat bertemu Sarah ia melanggar janjinya itu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nidia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 16: Sayang

"Tapi janji dulu sama mommy kalau kamu cuma beli satu mainan saja. Mainan di rumah masih banyak. Itu saja tidak kamu pakai, kan sayang kalau cuma di simpan aja nak" aku heran dengan anak yang satu ini, Dia hobi sekali mengoleksi mainan tapi jarang dipakai. Kemarin saja saat aku membawa mereka jalan-jalan Dami merengek karena aku hanya membeli satu mainan saja. Berbeda dengan Darren ia lebih suka mengoleksi buku-buku.

" Hehehe....Ia mom, Dami janji cuma beli satu mainan saja" ucapnya pada ku.

"Darren apa kamu juga mau membeli sesuatu?" tanya ku pada Darren.

"Nothing mom" jawab Darren.

*****************************************

Setelah anak-anak tidur aku mencium mereka lalu beranjak menuju dapur karena aku haus. Sekarang sudah pukul 10 malam. Para pelayan sudah tidur, rumah tampak sepi. Aku mengambil air dingin yang ada di dalam kulkas sambil bersenandung ria. Ku teguk minuman yang ada di tangan ku, saat aku berbalik aku terkejut. Hampir saja ku semburkan minuman yang ada di dalam mulut ku saat melihat Devano berdiri di depan ku.

"Astaga Bapak mengagetkan ku saja, huh... kalau aku jantungan bagaimana?" ucap ku sambil mengusap dada ku.

"Perasaan dari tadi aku memanggil mu, kamu saja yang tidak mendengarnya" ujar Devano.

"Ta..tapi kenapa bapak ada di sini, ".

"Ini rumah ku, terserah saya mau di sini atau tidak" ucapnya ketus.

"Maksud ku bukannya bapak di luar kota" ucap ku padanya.

"Pekerjaan ku sudah selesai, jadi aku pulang lebih cepat. Aku sudah bilang jangan panggil aku pak, aku tidak suka".

"Tapi kan itu.."

"Kalau begitu aku akan memanggil mu sayang" ucapnya pada ku spontan membuat ku kaget.

"APA?.., saya rasa Pak Devano sedang mabuk".

"Aku tidak mabuk sayang" ia semakin mendekat ke arah ku lalu mendekat kan wajahnya ke wajah ku. Aku bisa mencium aroma parfum mahalnya. Aroma yang begitu maskulin.

"Semakin kamu sering memanggil ku pak, itu artinya aku akan sering memanggil mu dengan sayang" ucapnya di depan wajah ku. Lalu berjalan menuju kulkas.

"Astaga, apa pria ini sudah gila? bisa-bisanya dia seperti ini" batin ku.

"Dasar sinting" ucap ku pelan.

"Aku mendengarnya sayang, jangan mengumpat".

Lihatlah bahkan pendengarannya bisa setajam itu. Perasaan aku mengucapkannya dengan pelan.

"Apa tidak ada makanan? aku lapar sekali. Dari tadi siang aku tidak makan" ucapnya pada ku.

"Ada pak, eh.. maksud ku Dev" jawab ku.

"Sekarang kamu memanggil ku Dev?, tapi sepertinya aku lebih suka dengan panggilan yang pertama. Yang pertama saja yah" ucap nya padaku dengan wajah polos anak-anak ketika meminta sesuatu. Wajahnya sekarang terlihat seperti Dami. Sepertinya ia sedang mengerjai ku. Sekarang ia bahkan memasang senyum smirk nya pada ku.

"Aku akan memanaskan makanannya dulu" ucap ku untuk mengakhiri percakapan. Sebenarnya aku sedang gugup saat ini. Apalagi karena panggilan Devano padanya.

Setelah aku memanaskan makanannya aku membawanya ke meja makan lalu memberikannya pada Devano. Kemudian aku pamit untuk tidur. Saat aku hendak pergi, ia menahan tangan ku.

"Temani aku makan, please" pintanya pada ku.

"Ada apa dengan pria ini, kenapa sekarang Dia seperti bukan dirinya. Jauh berbeda saat kami baru bertemu" ucapku dalam hati.

1
matchariee??
kurang asik
matchariee??
.
Anonymous
Plis lahh baru baca kurang srek aja gitu.. maaf nihh, author nya pernah belajar b.indo kan ya? Trus pasti ada yg namanya sudut pandang nahh kalau dlm penulisan haruanya dikasih keterangan. Ini gw baca cuma sampe chapter 2 aja udh ga nyaman seolah” ini pov outhornya berdasarkan real life karna ada kata “aku”. Kalau mungkin memang bgi sebagian org ga masalah tpi bagi yg udh bnyk baca karya/cerita org pasti ga nyaman. Mohon di koreksi ya thor.
Eka Sari Agustina
👍👍👍👍
Alaric Zikri
Luar biasa
oma lina katarina
seneng baca nya dari susah hingga senang nya , bagus ceritanya Thor
oma lina katarina
keluarga harmonis 👍👍
Aries suratman Suratman
Author emang suka bikin yang baca ceritanya jadi jengkel dan Emosi, dikasih tahu tapi...tak direspon 🤦💆
Aries suratman Suratman
Kalo sampai episode:10 Masih pakai bahasa Seolah cerita kehidupan pribadi author(Berarti Author ngga butuh kritik dan saran)👏👏👏🤷
Aries suratman Suratman
Intinya kalo ceritanya masih kaya cerita kehidupan pribadinya Author
yang baca ceritanya jadi kurang nyaman dan terasa kurang pas
Aries suratman Suratman
Baca ceritanya kurang nyaman, Seolah-olah Sedang Menceritakan kisah pribadi Author, Harusnya Author itu belajar dari pengalaman yang udah ada (Novel itu ceritanya dunia hallu imajinasi, bukan cerita kehidupan pribadi)🙆💆💆💆👍✌️
chtiana 75
Luar biasa
Nisa Sugiarti
Lumayan
Muji Erawati
Luar biasa
Muji Erawati
q sukak ceritanya
M Yustina
tanda kasih syg seorang lbu ..... D nanti Damian/Smile/
Ryan Jacob
semangat Thor nulisnya
Dini Dadi
Luar biasa
faraakila
tiba-tiba pov devano
faraakila
katanya orang kaya tapi gak ada kamar tamu 😏
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!