NovelToon NovelToon
Di Balik Kontrak Ibu Susu

Di Balik Kontrak Ibu Susu

Status: tamat
Genre:Anak Kembar / Pernikahan Kilat / Ibu Pengganti / Cinta setelah menikah / Ibu susu / Pengasuh / Tamat
Popularitas:1.6M
Nilai: 5
Nama Author: Santi Suki

🏆JUARA YAAW PERIODE 3 2025 TEMA KREATIF "IBU SUSU"🏆

Dituduh pembunuh suaminya. Diusir dari rumah dalam keadaan hamil besar. Mengalami ketuban pecah di tengah jalan saat hujan deras. Seakan nasib buruk tidak ingin lepas dari kehidupan Shanum. Bayi yang di nanti selama ini meninggal dan mayatnya harus ditebus dari rumah sakit.

Sementara itu, Sagara kelimpungan karena kedua anak kembarnya alergi susu formula. Dia bertemu dengan Shanum yang memiliki limpahan ASI.

Terjadi kontrak kerja sama antara Shanum dan Sagara dengan tebusan biaya rumah sakit dan gaji bulanan sebesar 20 juta.

Namun, suatu malam terjadi sesuatu yang tidak mereka harapkan. Sagara mengira Shanum adalah Sonia, istrinya yang kabur setelah melahirkan. Sagara melampiaskan hasratnya yang ditahan selama setelah tahun.

"Aku akan menikahi mu walau secara siri," ucap Sagara.

Akankah Shanum bertahan dalam pernikahan yang disembunyikan itu? Apa yang akan terjadi ketika Sonia datang kembali dan membawa rahasia besar?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Santi Suki, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 29

Pagi itu, udara terasa hangat dan bersih. Embun di ujung daun masih berkilau seperti serpihan kaca kecil yang tertinggal dari malam. Seperti biasa, Shanum menuntun langkah kecil si kembar keluar dari rumah. Abyasa menenteng bola biru, sedangkan Arsyla membawa piano mainan kecil yang sudah sedikit tergores, tapi tetap jadi kesayangannya.

Setiap kali matahari bersinar cerah, halaman rumah itu seolah menjadi taman kehidupan bagi Shanum. Di sinilah ia bisa melupakan sejenak luka yang disembunyikan di balik senyumnya.

“Aby, larinya di sekitar sini saja, ya, Sayang!” seru Shanum lembut.

Abyasa menoleh, tertawa riang sambil melambaikan tangan, lalu berlari kecil kembali ke arah Shanum. Rambutnya berantakan diterpa angin pagi, pipinya memerah.

Sementara Arsyla duduk di atas karpet rumput sintetis, menekan tuts piano mainannya satu per satu. Suara nyaring yang keluar terdengar sumbang, tapi justru menambah kehangatan suasana. Arsyla bernyanyi dengan bahasa bayi yang hanya dimengerti oleh dirinya sendiri.

Shanum terkekeh pelan, lalu duduk bersila di hadapan mereka. Ia menekan tuts-tuts kecil itu, menciptakan lagu sederhana.

“Do … re … mi … fa … so ... la.” Suara Shanum mengalun lembut, diiringi dua tawa mungil yang menjadi harmoni paling indah di dunia baginya.

Di balik kaca jendela lantai dua, Sonia berdiri diam. Tangannya menggenggam kusen jendela dengan kuat. Matanya menatap ketiganya—Shanum, Abyasa, dan Arsyla—yang tertawa seolah tak ada duka. Dari wajah Shanum terpancar kasih yang tulus, seperti seorang ibu sejati.

Sonia menelan ludah, dadanya terasa sesak.

“Jika melihat kalian seperti ini, rasanya seperti ibu dan anak kandung beneran. Dan aku seperti orang asing,” gumamnya dengan suara nyaris tak terdengar.

Pandangan matanya mulai kabur, bukan karena silau matahari, tetapi karena air mata yang menumpuk di sudutnya.

Sejak kecelakaan itu membuatnya belum bisa berjalan normal. Sonia lebih sering duduk di kursi roda. Kini menatap dunia dari balik jendela. Ia merasa semua perlahan menjauh darinya. Mau itu tawa anak-anak, sentuhan suaminya, bahkan kebahagiaan yang dulu sederhana. Kini semuanya terasa seperti milik orang lain.

Pintu kamar terbuka pelan. Sagara masuk, menatap istrinya dengan sorot mata lembut, namun lelah.

“Sayang, cuaca di luar sedang cerah. Kita keluar, ya, sambil menikmati sinar matahari pagi dan udara segar,” ajak Sagara

Sonia mengangguk tanpa kata. Dia terlalu lelah untuk berpura-pura bahagia, tetapi juga terlalu cinta untuk menolak.

Saat kursi rodanya melintasi teras, Sonia langsung melihat Shanum yang sedang tertawa bersama anak-anak. Suara tawa itu berhenti ketika Sagara muncul.

Shanum tersenyum, berusaha menutupi kegugupan yang mendadak datang. “Selamat pagi, Pak.”

Sagara membalas senyum itu tipis, lalu membuka kedua tangannya lebar.

“Siapa yang mau ikut papa berlari?” seru Sagara dengan nada riang yang dibuat-buat.

Abyasa dan Arsyla langsung bersorak, berlari kecil menuju pelukan ayah mereka. Sagara tertawa, mengangkat keduanya.

“Aku keliling halaman dulu, bawa anak-anak, ya!” kata Sagara menatap Shanum.

“Iya, Pak,” jawab Shanum sopan sambil menunduk sedikit.

Momen kecil itu tampak wajar bagi siapa pun yang melihatnya. Tetapi bagi Sonia, setiap kata, setiap tatapan, dan setiap senyum terasa seperti sayatan halus di hatinya.

Sagara dan Shanum memang berusaha menjaga jarak. Namun, bagi Sonia, cara keduanya saling menatap tak pernah bisa dibohongi. Ada sesuatu di sana, rasa yang terlalu dalam untuk sekadar disebut ‘kebaikan’.

Sonia menatap lama ke arah mereka bertiga—Sagara dan kedua anaknya yang berlarian di bawah sinar matahari, sementara Shanum berdiri di bawah pohon, tersenyum.

Sonia menggigit bibir bawahnya kuat-kuat. “Aneh,” katanya dalam hati. “Aku istri pertama, tapi aku yang merasa seperti tamu di rumah sendiri.”

“Bu Sonia, apa ingin berjemur di sini?” tanya Shanum memecah lamunannya.

Sonia menoleh, bibirnya bergerak lambat. “Ada yang ingin aku bicarakan denganmu, Mbak. Sebaiknya kita bicara di tempat yang teduh.”

Nada suaranya lembut, tapi matanya tajam, menyimpan sesuatu yang sulit diterka.

Shanum sempat menelan ludah. Ia tahu arah pembicaraan itu mungkin tidak akan mudah. Namun, ia juga sadar, inilah saatnya menghadapi kenyataan yang selama ini mereka hindari.

“Baik, Bu. Mari ke sana,” balas Shanum pelan, berusaha menjaga sopan santun.

Shanum lalu mendorong kursi roda Sonia menuju kursi kayu di bawah pohon mangga yang rindang. Daunnya bergoyang perlahan tertiup angin, menjatuhkan bayangan lembut di wajah mereka berdua. Aroma bunga melati dari taman kecil di belakang rumah menambah suasana yang tenang. Ironisnya, ketenangan itu justru terasa menyesakkan.

Shanum duduk di samping Sonia. Keduanya terdiam lama. Hanya suara burung pagi yang mengisi jeda.

Sonia menatap lurus ke depan, sementara tangan Shanum bermain-main dengan ujung selendangnya.

“Aku sudah tahu semuanya. Semalam Mas Gara sudah jujur akan hubungan kalian,” ucap Sonia dan itu membuat Shanum terkejut sampai wajahnya mendadak kaku.

1
Daisyridone
Ceritanya bagus euy..
recommended..
Daisyridone
Orang tua aneh.. mana ada wanita baik baik mau ninggalin suami dan anaknya gitu aja, apalagi menghilang tanpa kabar sampai 10 bulan gituu..
haddeeuuh
Daisyridone
sIni emang keluarga yg aneh menurutku ..
segitu si Sonia itu menghilang tanpa kabar ninggalin suami dan juga anak anaknya sampai udah 10 bulan, eh malah masih ngarep aja tuh si Sonia nya balik..
dan aneh banget juga kenapa adik si Sonia itu juga kayak celamitan gitu sama Sagara yg notabene adalah kakak iparnya .
syska
ᴋᴇʀᴇɴ ᴄᴇʀɪᴛᴀɴʏᴀ...
sᴀᴛᴜ sᴀᴍᴀ ʟᴀɪɴ sᴀʟɪɴɢ ᴛᴇʀʜᴜʙᴜɴɢ...
Mumuy07
justru kalian yg hrs memberikan warisan Alvin utk Aby wahai virus² covid...
Bunda Idza
hmm ... ternyata hal kecil begitu mampu meyakinkan hati seorang lelaki "pengalaman pribadi juga"🥰
Arda Aldi
maaf kak bukannya di awal bab anaknya Sagara laki2 dan perempuan ya tp di bab ini kenapa jadi laki2 semua
lili Permatasari
/Rose//Rose//Rose//Rose//Rose//Rose/
Rusma Yulida
sagara plin plan bego menurutku
Rusma Yulida
aneb mertuqnya anknyabfi tinglin ko dukung
Yuningsih Nining
😲😮Ha?! masukin RSJ sm anaknya
tapi emang sih ada ngrasahin Alana, dilema jg buat Alana klu di rmh saat lana kerja kabur² an gitu masukin rsj bkn tega ke ibu sendiri, mngkin ini jln terbaik dgn sgla alasan😲😲
reti
sandrina sm revan aja
Yuningsih Nining
Gara gercep status aby harus sah anak kamu sm shanum, biar kuat biar gak diusik se lama2 nya sm bu elia sm alana
Yuningsih Nining
woaaah nindi elia alana bikin esmosi bin emosi ini
di otak nya Mau perralat keberadaan Abyasa demi ambisi harta, berfoya foya
Yuningsih Nining
Otak sulit rumit bu elia sm alana yang di buat sesulit serumit nya sendiri ini, obsesi tinggi miliki yang bkn Hasil mandiri alias pengen enak serakah
Mama Gezkara
jodohnya Alana ya kak othor
Debbie Teguh
sandrina knp gak sama revan aj sih
Mama Gezkara
Masyaa Allaah kak Othooorr... Bagus banget nama baby nyaaa....
Debbie Teguh
gila sih plot twist nya👍😍
Yuningsih Nining
feeling sonia utk soraya mungkin ada Gak Salah, Soraya kayak dalang Utama di balik semua kejadian sekitaran keluarga nya?
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!