NovelToon NovelToon
Perjalanan Menjadi Dewa Terkuat

Perjalanan Menjadi Dewa Terkuat

Status: tamat
Genre:Fantasi Timur / Misteri / Romansa / Tamat
Popularitas:3.2M
Nilai: 4.9
Nama Author: Sang_Imajinasi

JUARA 3 YOU ARE A WRITER 2025 (KATEGORI IV)

Terlahir kembali sebagai Tian Feng di Desa Batu Angin yang terpencil, ia merasakan keputusasaan total.

Mantan Dewa Langit, kini terperangkap dalam tubuh lemah tanpa Dou Qi, menjadi sasaran cemoohan.

Titik baliknya adalah penemuan batu hitam misterius yang ternyata menjadi wadah bagi Yao Ling, seorang ahli Dou Zun yang disegel.

Di bawah bimbingannya, Tian Feng tidak hanya melatih Dou Qi dari nol, tetapi juga melatih kembali jiwanya untuk menerima kondisi fananya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sang_Imajinasi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

CHAPTER 2

Lima tahun berlalu dalam sekejap mata bagi jiwa yang terbiasa menghitung zaman. Bagi tubuh fana Tian Feng, lima tahun adalah sebuah perjuangan tanpa akhir.

Ia tumbuh menjadi seorang anak laki-laki berusia enam tahun yang kurus dan pendiam. Wajahnya pucat, tetapi matanya menyimpan kedalaman yang membuat orang dewasa sekalipun merasa tidak nyaman. Ia bisa berbicara, tetapi ia memilih untuk lebih banyak diam. Keheningan adalah satu-satunya jubah keagungan yang tersisa dari kehidupan masa lalunya.

Di mata penduduk Desa Batu Angin, Tian Feng adalah sebuah keanehan. Anak yang dikutuk. Seorang "fana total" yang menjadi aib bagi orang tuanya yang pekerja keras. Anak-anak lain akan melemparkan kerikil ke arahnya sambil berteriak, "Sampah! Sampah!"

Tian Feng tidak pernah membalas. Ia tidak pernah menangis. Ia hanya akan menatap mereka dengan mata dinginnya, seolah sedang mengamati serangga yang bodoh. Dalam hatinya, ia mencatat setiap wajah, setiap penghinaan. Kesabarannya ditempa dalam api keabadian; ia bisa menunggu.

Konflik pertama yang berarti datang pada suatu sore yang terik. Di lapangan desa, Li Shen, putra kepala desa yang kini berusia delapan tahun, sedang pamer. Tubuhnya yang lebih besar dari anak-anak sebayanya dibalut pakaian sutra yang kontras dengan kain kasar anak-anak lain.

"Haaa!" Li Shen berteriak, meninju udara. Gumpalan Dou Qi kuning pucat yang nyaris tak terlihat keluar dari tinjunya, menciptakan pusaran debu kecil di tanah.

Anak-anak lain bersorak kagum.

"Wow, Li Shen-ge! Itu Dou Zhi Qi tingkat tiga!"

"Kamu jenius nomor satu di desa kita!"

Li Shen menyeringai bangga, dadanya membusung. Matanya kemudian menyapu kerumunan dan berhenti pada sosok kurus Tian Feng yang berdiri diam di dekat pohon tua.

"Hei, sampah!" panggil Li Shen, senyumnya berubah menjadi ejekan. "Kemari kau."

Tian Feng tidak bergerak. Mengabaikannya adalah cara terbaik untuk menghindari masalah.

Melihat dirinya diabaikan, Li Shen merasa terhina. Ia berjalan menghampiri Tian Feng, diikuti oleh para pengikut kecilnya. "Apa kau tuli? Aku memanggilmu, dasar fana tidak berguna!"

Ia mendorong bahu Tian Feng. Dorongan itu tidak kuat, tetapi tubuh Tian Feng yang lemah langsung kehilangan keseimbangan dan jatuh terduduk di tanah yang keras.

Debu menempel di pakaiannya yang sudah usang.

Analisis Tian Feng berjalan secepat kilat di dalam benaknya. 'Postur kuda-kuda yang buruk. Aliran Dou Qi terbuang percuma hanya untuk pertunjukan. Dorongan tadi menggunakan kekuatan fisik murni. Lemah.'

"Lihat!" Li Shen tertawa terbahak-bahak. "Dia bahkan tidak bisa berdiri dengan benar! Bagaimana bisa Paman Jian dan Bibi Mei melahirkan sesuatu yang begitu rapuh?"

Tian Feng perlahan bangkit, menepuk-nepuk debu dari celananya. Matanya yang tenang menatap lurus ke arah Li Shen. Tidak ada rasa takut. Tidak ada amarah. Hanya kekosongan yang dingin.

Di kehidupan lampau, tatapan seperti ini bisa membuat dewa-dewa lain gemetar. Bagi Li Shen, itu hanya membuatnya semakin marah. Merasa ditantang, ia mengumpulkan Dou Qi lagi di tangannya dan hendak mendorong Tian Feng sekali lagi.

"Cukup, Li Shen!"

Suara ayahnya, Jian, terdengar dalam dan tegas. Ia baru saja kembali dari perbatasan hutan, membawa seekor landak berbisa di punggungnya. Tatapannya tajam, membuat Li Shen dan anak-anak lain mundur ketakutan.

"Hmph! Aku hanya bermain-main dengan si sampah!" gerutu Li Shen sebelum berlari pergi.

Jian tidak mengatakan apa-apa. Ia hanya berjongkok, membersihkan sisa debu dari pipi putranya. "Kau baik-baik saja?"

Tian Feng mengangguk.

Malam itu, setelah makan malam yang hening, Jian mengajak Tian Feng ke halaman belakang gubuk mereka. Bulan sabit menggantung di langit yang kelam.

"Ayah tidak bisa mengajarimu cara mengolah Dou Qi," kata Jian pelan, suaranya berat oleh rasa bersalah. "Tubuh Ayah sendiri hanya mencapai Dou Zhe Bintang 2 seumur hidup. Tapi Ayah bisa mengajarimu cara bertahan hidup."

Ia menunjuk ke hutan di kejauhan. "Dunia ini kejam, Feng'er. Kekuatan bukan hanya tentang Dou Qi. Kekuatan adalah kemauan untuk tidak menyerah. Kekuatan ada di sini," katanya sambil menunjuk kepalanya, "dan di sini," ia menunjuk ke dadanya. "Otak untuk berpikir, dan hati untuk menanggung beban."

Selama beberapa jam berikutnya, Jian mengajari Tian Feng cara membaca jejak binatang, cara membedakan arah angin, dan cara mengidentifikasi titik lemah pada monster tingkat rendah. Pengetahuan fana, tetapi praktis.

Tian Feng, dengan kesadaran dewa nya, menyerap semuanya seperti air deras. Ia menyadari sebuah kebenaran. Selama ini, ia hanya pasrah menunggu keajaiban terjadi, mengandalkan sisa-sisa kebanggaan dewanya. Ayahnya benar. Jika takdir tidak memberinya kekuatan, ia harus menemukannya sendiri.

Hari-hari berikutnya, penduduk desa melihat perubahan pada Tian Feng. Ia tidak lagi hanya diam di sudut. Ia mulai menjelajahi setiap jengkal wilayah Desa Batu Angin. Ia berjalan menyusuri sungai yang kering, memanjat bebatuan di kaki gunung, dan menyelinap ke dalam hutan terlarang tempat monster paling sering muncul.

Ia tidak mencari masalah. Ia mencari sesuatu.

Jiwanya yang agung, meskipun terkurung, masih memiliki kepekaan yang tak tertandingi. Ia menggunakan kepekaan ini bukan untuk merasakan Dou Qi di udara—yang mana terasa sangat tipis di wilayah miskin ini tetapi untuk merasakan Sesuatu. Sesuatu yang tidak pada tempatnya. Sesuatu yang energinya berbeda dari yang lain.

Ia mengamati aliran air, pola bebatuan, dan cara lumut tumbuh. Ia menggunakan pengetahuan dewa nya untuk menganalisis dunia di sekitarnya. Ia memperlakukan Desa Batu Angin seperti sebuah formasi alam raksasa yang harus ia pecahkan.

Anak-anak lain menertawakannya, menyebutnya "Si Bodoh yang suka bicara dengan batu."

Mereka tidak tahu, salah satu dari batu-batu itu, suatu hari nanti, akan benar-benar menjawabnya.

Sore itu, saat sedang mengikuti aliran sungai kecil hingga ke hulu, matanya menangkap sesuatu. Di antara ribuan kerikil abu-abu biasa yang terhampar di dasar sungai, ada satu batu seukuran kepalan tangan.

Batu itu berwarna hitam pekat. Hitam yang seolah menelan cahaya. Tidak ada yang istimewa dari bentuknya, tetapi jiwa Tian Feng merasakan getaran yang sangat samar darinya. Getaran yang begitu kuno, begitu tersembunyi, seolah sedang tertidur lelap.

Dengan jantung yang untuk pertama kalinya berdebar karena antisipasi, bukan karena penghinaan, Tian Feng melangkah masuk ke dalam air yang dingin dan memungut batu hitam itu.

Langit tidak akan memberinya jalan.

Maka, ia akan menggalinya sendiri dari perut bumi ini.

1
Pendekar Kesepian
kl didunia nyata murid2 dr akademi mestinya lari menyelamatkan diri mumpung ada kesempatan lha ini malah ikut nonton
Yeye Te
tp mo Chen saat Tian Feng pergi,,dia masih dikota alkemis yg sangat jauh
Yeye Te
GUI Yan, Xue Jian,mo Chen,,mrk hanya tingkat daoling,, sementara Tian Feng itu tingkat Dao Zong,,, jarak mrk ibarat bumi dan langit,,, seharusnya dgn kentut Tian Feng mrk bisa mati 🤣🤣🤣🤣tapi entahlah,, namanya cerita suka suka author 🙏🙏
Yeye Te
untuk tingkat sekarang,, GUI Yan bukan lagi lawan si bocah,, sekali sentak,, GUI Yan bisa mati,,tp ntah lah,, mungkin nanti author punya bnyak typo lg 🤭🤣🤣🤣
Yeye Te
🤣🤣🤣🤣 author dah tua,,, katanya tingkat si bocil saat keluar dari alam roh udah tingkat Dao Zong,tapi skrg jauh turun di Dao Ling tingkat 4,, makanya sblm update, coba di baca lg,sblm diterbitkan, ini jd bingung pembaca, tingkat si bocah dan nama sektenya ber ubah ubah 🤣🤣🤣🤣
Yeye Te
tapi tetua pertama' tingkat Dao wang,,kok bisa turun ke Dao Ling,,, sedangkan Tian Feng jauh diatas kekuatan tetua Wei,, Krn Tian Feng saat keluar dari alam roh udah tingkat Dao Zong,jadi Dao wang bukan apa2,,knp author sering lupa,bnyak typo
Yeye Te
buat apa takut tingkat daowang,,kan si bocah udah tingkat Dao Zong,,, diatas Dao wang
Yeye Te
ganti lah sesukamu Thor,,mau langit senja,mau langit baru, mau langit lama, langit purba,, terserah,,yg penting saya baca aja 🤣🤣🤣
Yeye Te
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Yeye Te
sekarang jadi lagi langit senja,,, bentar bentar ganti nama sektenya,, nanti langit baru 🤭
Yeye Te
knp bisa hmpir hancur sekte nya,, apa para tetua yg hebat dan master sekte hnya melihat saja saat sektenya dihancurkan,dan hnya menyuruh murid-muridnya utk pertahankan 🤣🤣🤣
Yeye Te
langit senja dalam 2 tahun jadi langit baru 🤣
Yeye Te
rapat yg diikuti anak SD yg tingginya kurang lebih satu meter, bayangkan 😄🤣🤭
Yeye Te
dari sekian ribu murid,, hanya beberapa orang yg tingkat daozhe dan daoling,jd kmn yg murid utama tetua,murid inti dan murid dalam lainnya 🤣🤣
Yeye Te
tingkat empat saat dao zhe,, sekarang tingkat 3 daoling,,, artinya sdh naik tingkat lg,dan ini skrg udah bisa kalahkan tetua sekte,,
Yeye Te
namanya juga cerita fantasi,,,jd silahkan berfantasi ria😄🤭🤭🤭🤭🤭
Yeye Te
yg ber usia 8 tahun,,,
Yeye Te
tp yg didapat ujung tombak,knp BS jadi pedang langit,,,???
Yeye Te
bila dia bisa mengalah kan tetua,,, takkan Feng Kuan yg seorang murid inti BS lbh jago dari tetua,dan ngga mungkin nanti Tian Feng BS ngalahkan,, walaupun dia jenius,
Yeye Te
dia udah dapat tempat tinggal dgn gurunya tetua Huo,,, bayangkan anak umur 8 THN punya rumah besar dan apa2 sendiri 🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!