Jian Yi secara tak terduga memperoleh sebuah pedang aneh yang mampu berbicara. Dari pedang itulah ia mempelajari teknik pedang kuno dan jalan kultivasi yang tak pernah ia bayangkan sebelumnya.
Saat kekuatannya dianggap cukup, pedang tersebut memerintahkannya untuk mengembara—mencari cara agar sang roh pedang dapat memperoleh wujud fisik.
Maka dimulailah perjalanan Jian Yi sebagai seorang pengembara, melangkah di antara bahaya, rahasia, dan takdir yang perlahan terungkap.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Agen one, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 33: Tinju Api Samudra
Di kedalaman Palung Naga Merintih, pertempuran melawan Mo Kun yang terinfeksi dimulai.
Tekanan air yang mengerikan, kegelapan yang pekat, dan aura Qi busuk Mo Kun menciptakan medan perang yang sangat menantang.
Jian Yi, terpaksa bertarung dengan satu tangan, sementara tangan kirinya memeluk Ling'er erat-erat agar Perisai Roh Shui-Jin mereka tetap utuh.
Mo Kun, yang tubuhnya telah bermutasi menjadi mengerikan, bergerak dengan kecepatan kilat di dalam air.
Cakar hitamnya yang tajam menebas ke arah mereka, menciptakan gelombang tekanan air yang bisa merobek baja.
"Jian Yi! Tenaga dalamku hanya bisa menahan tekanan ini sebentar!" teriak Ling'er. Wajahnya pucat pasi karena harus terus memfokuskan energinya untuk menjaga perisai.
Namun, ia tidak berhenti menyalurkan energi Kristal Api ke tubuh Jian Yi. "Gunakan energi apiku! Gabungkan dengan teknik tinjumu!"
Mendengar saran Ling'er, Jian Yi memejamkan mata sejenak. Ia merasakan api Kristal Api yang mengalir hangat di nadinya.
Otaknya yang jenius sebagai Grand Master langsung mengolah informasi itu. Jika ia tidak bisa menggunakan pedangnya, maka tinjunya harus menjadi pedang!
"Mo Kun! Kau telah mencemari lautan ini terlalu lama!" teriak Jian Yi.
Dengan satu hentakan kaki, Jian Yi memutar tubuhnya.
Tangan kanannya yang diselimuti api biru yang menyala di bawah air kini terkumpul energi yang sangat besar. Ling'er di pelukannya merasakan Qi Jian Yi melonjak.
Teknik Grand Master: Tinju Api Samudra – Jurus Pembelah Gelombang!
Jian Yi meninju ke depan. Bukan tinju biasa, melainkan pusaran api biru yang melesat menembus air, menciptakan gelombang kejut yang merobek air laut.
Tinju itu menghantam cakar Mo Kun, menyebabkan ledakan yang membuat seluruh palung bergetar.
BOOM!
Mo Kun terlempar mundur, sisiknya yang menghitam retak di beberapa bagian. Namun, monster itu belum menyerah.
Matanya yang merah menyala tiba-tiba memancarkan cahaya ungu gelap. Sebuah kekuatan spiritual yang kuat mencoba menembus pertahanan batin Jian Yi.
"Mati kau, pendekar pedang! Rasakan penderitaan para korbanmu!" erang Mo Kun.
Tiba-tiba, di hadapan Jian Yi, sebuah ilusi mengerikan muncul. Ia melihat sosok Ling'er, namun kali ini tubuhnya hancur, terkoyak, dan terbakar habis oleh api. Wajah imutnya berteriak kesakitan, memanggil namanya.
"LING'ER!" Jian Yi berteriak, konsentrasinya buyar. Gelembung perisai mereka mulai bergetar, hampir pecah. Ia nyaris melepaskan pelukannya pada Ling'er yang asli.
"Jian Yi! SADARLAH!" teriak Ling'er yang asli di pelukannya. Ia mencubit pipi Jian Yi dengan seluruh kekuatannya. "Itu ilusi! Aku ada di sini! AKU TIDAK APA-APA!"
Rasa sakit dari cubitan Ling'er dan teriakan nyaringnya berhasil menarik Jian Yi kembali ke kenyataan.
Ilusi mengerikan itu lenyap, digantikan oleh wajah cemas Ling'er yang asli di depannya.
"Sial! Itu adalah ilusi spiritual yang memanfaatkan ketakutan terbesarmu!" gumam Jian Yi, napasnya memburu. Ia mengeratkan pelukannya pada Ling'er. "Terima kasih, Bakpao... kau menyelamatkanku lagi."
"Sudah kubilang jangan panggil aku Bakpao!" balas Ling'er, meskipun ia membenamkan wajahnya di dada Jian Yi, jantungnya masih berdebar kencang karena ketakutan.
Mo Kun, yang melihat serangannya gagal, kembali menyerbu. Kali ini, tubuhnya memancarkan energi hitam pekat yang korosif, mampu melarutkan karang dalam sekejap.
"Jian Yi! Dia akan menggunakan inti Qi busuknya untuk serangan terakhir!" seru Lan Cang dari jauh, yang sedang bertarung melawan para pengikut Mo Kun bersama Lu Feng.
"Aku tahu!" Jian Yi menatap Mo Kun dengan tatapan dingin. Ia tidak bisa membiarkan ilusi itu memengaruhinya lagi.
Kali ini, Jian Yi tidak hanya menyerap energi api Ling'er, tetapi juga menyalurkan Qi Grand Master-nya sendiri, mencampurnya dengan energi Kristal Api.
Di telapak tangannya, pusaran api biru keemasan mulai terbentuk, jauh lebih kuat dari sebelumnya.
Teknik Grand Master: Tinju Api Samudra – Jurus Pemurni Jiwa!
Jian Yi melepaskan tinjunya. Api biru keemasan itu melesat seperti tombak, bukan hanya menghancurkan fisik, tetapi juga membakar Qi busuk di dalam tubuh Mo Kun.
Tinju itu menembus pertahanan monster itu, membakar seluruh energi gelap yang menginfeksinya.
Mo Kun meraung kesakitan. Tubuhnya yang besar mulai menyusut, sisik-sisiknya yang busuk mengelupas, dan matanya yang merah perlahan kembali normal.
Monster itu jatuh berlutut, berubah kembali menjadi duyung tua yang kurus kering, namun dengan tatapan yang sudah jernih.
"A-aku... aku bebas..." bisik Mo Kun sebelum akhirnya jatuh pingsan.
Perisai Roh Shui-Jin milik Ling'er mulai berkedip, kehabisan energi. Mereka terlempar ke samping. Jian Yi menahan Ling'er dalam pelukannya, napasnya terengah-engah.
Lan Cang dan Lu Feng segera berenang mendekat. Lan Cang menatap Mo Kun yang pingsan dengan takjub. "Dia... dia berhasil memurnikannya! Mo Kun kembali!"
"Sekarang, mana Mutiara Laut Abadi itu?" tanya Jian Yi, napasnya masih terputus-putus.
Lan Cang menunjuk ke arah celah di dasar palung, tempat Mo Kun sebelumnya berada.
Di sana, di tengah keremangan, sebuah cahaya putih berkilauan samar-samar. Sebuah mutiara raksasa seukuran kepala manusia, memancarkan aura kehidupan yang sangat murni.
"Jian Yi! Itu dia! Aku bisa merasakannya! Itu adalah esensi kehidupan yang sempurna!" suara Ling'er di batin Jian Yi kini terdengar sangat bersemangat, mengalahkan rasa lelahnya.
Jian Yi menatap Mutiara Laut Abadi. Misi mereka sebentar lagi akan selesai.