NovelToon NovelToon
Menjadi Ibu Susu Setelah Dikhianati

Menjadi Ibu Susu Setelah Dikhianati

Status: tamat
Genre:Selingkuh / Ibu susu / Pengkhianatan / Tamat
Popularitas:68.3k
Nilai: 5
Nama Author: HaluBerkarya

Hidup Aulia Maheswari berubah dalam sekejap. Sebuah pengkhianatan merenggut kepercayaan, dan luka yang datang setelahnya memaksanya belajar bertahan.
Saat ia mengira hidupnya hanya akan diisi trauma dan penyesalan, takdir mempertemukannya dengan sebuah ikatan tak terduga. Sebuah kesepakatan, sebuah tanggung jawab, dan perasaan yang tumbuh di luar rencana.
Namun, bisakah hati yang pernah hancur berani percaya pada cinta lagi?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon HaluBerkarya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 24. Aku tidak harus terpuruk terus, kan?

Aulia, Daisy, dan Zara berkumpul di dalam kamar Aulia. Sejak tadi mereka saling bercerita, lebih tepatnya Daisy dan Zara yang jauh lebih bersemangat mengisahkan apa saja yang terjadi selama Aulia berada di Jakarta. Aulia sendiri lebih banyak mendengar, duduk bersandar dengan ekspresi tenang namun lelah.

"Eh… Lia, kamu harus tau ini," Zara membuka suara dengan nada antusias. Ia mengubah posisi duduknya agar lebih nyaman. "Aku beberapa hari lalu ketemu Damian, tau!"

"Hah? Serius? Di mana? Dia kembali?" bukan Aulia yang bereaksi, melainkan Daisy. Gadis itu langsung membulatkan mata, tubuhnya condong ke depan, jelas meminta cerita lebih banyak.

"Iya, dia sudah pulang. Makin tampan aja, gila!" sahut Zara cepat.

"Ya elah, ingat sudah punya suami!" decak Daisy malas, menatap sahabatnya yang mulai tampak menggatal. "Terus, kalian bicara nggak?" lanjutnya, tetap penasaran.

"Kagak. Cuma senyum doang. Gimana mau ngajak ngobrol, suamiku buru-buru ngajak pulang," jawab Zara sedikit mengecilkan suara.

"Yeah…" Daisy bergumam, pura-pura kecewa.

"Ish, Aulia… apa respon kamu dari cerita ini? Masa kagak berminat gitu dengarnya. Sia-sia dong aku semangat!" dengus Zara, kini menatap Aulia yang sejak tadi sama sekali tidak menunjukkan ketertarikan.

"Aku harus respon gimana? Berteriak ‘oh, Damian pulang’ gitu?" Aulia menoleh santai. "Kagak ada yang menarik untuk dibahas lagi soal dia."

"Dih… kayak nggak pernah ke—"

"Stop, Zara!" potong Aulia cepat. "Bukan waktunya bahas Damian, mengerti?"

Zara mendengus kecil, tapi akhirnya mengangguk. Daisy ikut menghela napas, suasana pun perlahan berubah lebih serius.

"Ya sudah, lupakan si tampan," ucap Zara kemudian. "Sekarang yang harus kita bahas adalah kamu, Adrian, dan Arumi." Tatapan Daisy dan Zara tertuju pada Aulia.

"Kamu sudah siap membahas mereka, kan?"

Aulia mengangguk perlahan. Bukan lagi waktunya bagi wanita itu untuk terus tenggelam dalam kehancurannya. Ia lelah terjebak di ruang yang dipenuhi rasa bersalah dan luka. Sudah saatnya ia melangkah keluar.

"Aku tidak harus terpuruk terus, kan?" tanyanya pelan, lebih seperti meyakinkan dirinya sendiri.

Zara dan Daisy mengangguk cepat. Senyum tipis terbit di sudut bibir mereka, lega melihat ada sedikit kekuatan yang kembali pada sahabatnya itu.

"Kamu tidak pantas diperlakukan seperti ini, Lia," ujar Zara tegas. "Sudah saatnya kamu bangkit. Mereka akan merasa menang kalau kamu terus terpuruk dalam rasa bersalah dan kehancuranmu. Dan jujur saja… aku tidak terima melihat Arumi sekarang bahagia di atas penderitaan kamu. Meski dia adik kamu, tetap saja tidak seharusnya begitu."

"Oh iya, Lia…" Daisy ikut menyahut, tubuhnya sedikit condong ke depan. "Apa kamu tidak mau menuntut Adrian? Waktu perceraian kalian, kamu tidak meminta apa-apa dari pria itu. Serius?"

.

.

Aulia mengembuskan napas pendek, lalu tersenyum tipis. Senyum yang lebih menyerupai ejekan. "Apa yang mau diminta dari orang seperti itu, Daisy?" katanya tenang. "Uang bulanan? Aku punya penghasilan sendiri. Rumah? Bahkan rumah yang mereka tempati sekarang itu rumahku. Atau harta?" Ia menggeleng kecil. "Apa yang dia punya selain rasa tidak tahu malu dan kebejatannya?"

Senyumnya masih bertahan, tapi matanya dingin.

Dulu pria itu datang tanpa membawa apa-apa selain pekerjaannya di perusahaan besar, wajah yang cukup tampan, dan sikap yang ia kira tulus. Saat itu Aulia percaya semuanya nyata.

Ternyata yang tersembunyi justru jauh lebih besar.

Manipulatif.

Dan ia baru menyadarinya ketika semuanya sudah terlambat.

"Ah, akhirnya Aulia kami kembali… aku benar-benar suka Aulia yang bermulut tajam seperti ini!" seru Zara sengit. "Huh, pria modal tampang yang tidak seberapa itu memang pantas dijauhkan. Sialan, pengorbanan apa yang dia lakukan pada Papa Abian dulu sampai pria tua itu menyerahkan permatanya pada sampah seperti dia?"

"Jangan salah," sahut Daisy, nada suaranya lebih dingin tapi tak kalah tajam. "Abdinya pada Papa Abian memang luar biasa. Dia dua kali menolong Papa Abian saat nyawanya hampir terenggut. Untuk itu, Adrian patut diacungi jempol. Dia selalu ada di saat genting, seperti jalangkung."

Zara mendengus kecil.

"Hanya saja," lanjut Daisy tanpa jeda, "dia pengecut yang serakah. Dia ingin menguasai dua wanita milik Papa Abian sekaligus. Itu yang membuatnya brengsek."

"Oke, stop," Aulia menengahi, suaranya tenang tapi tegas. "Aku tidak minta kalian membahas ini lebih jauh. Jujur saja, kepalaku mulai pusing dengar suara cempreng Zara."

"Hah! Cempreng?" Zara mendengus kesal, lalu menyeringai. "Baiklah, Ibu Aulia yang terhormat. Jadi apa rencanamu ke depan?"

Ia mencondongkan tubuhnya sedikit.

"Kamu tidak berencana memberi Arumi dan Adrian sianida, kan?"

"Aku tidak seberani itu ya, Zara! Gila, yang ada aku yang masuk penjara nanti!" ujar Aulia kesal, menatap tajam sahabatnya itu.

"Aku kan cuma nanya. Siapa tau butuh ide, aku siap bantu padahal…" Zara terkekeh ringan, jelas menikmati rencana-rencana konyol di luar nalar yang berputar di kepalanya.

"Ngide itu ngotak dikit!" sungut Daisy sambil menjitak kening Zara.

Zara meringis, mengusap dahinya.

...****************...

"Daisy, coba kamu posting status di media sosial. Tulis kalau ada rumah yang mau dijual."

"Hah?"

"HAH!!"

Daisy dan Zara menganga bersamaan. Beberapa detik mereka hanya menatap Aulia tanpa berkedip, seolah menunggu wanita itu tertawa dan mengatakan bahwa ini hanya lelucon.

"Iya, rumah itu mau kujual. Kenapa?" jawab Aulia tenang.

"Di… jual, Lia? Itu rumah hadiah dari Papa Abian loh. Masa dijual? Mending usir saja dua manusia itu dari sana, kamu tidak perlu jual rumahnya," ujar Daisy, suaranya naik tanpa bisa ia tahan.

Aulia tidak langsung menjawab. Tatapannya lurus ke depan, wajahnya datar, sulit ditebak. Tidak ada keraguan di sana, hanya keputusan yang tampak sudah dipikirkan matang-matang.

"Oke, biar aku yang posting, Lia. Kamu mau harga berapa?" Zara yang tampaknya memahami arah pikiran Aulia langsung bergerak. Ia meraih ponsel Daisy di atas nakas dan membuka media sosialnya.

Mengapa Daisy? Karena gadis itu punya lebih banyak pengikut, jangkauannya luas, dan peluang menemukan pembeli tentu lebih besar.

"Satu miliar, boleh."

Aulia menyebut nominal itu dengan enteng, seolah sedang membicarakan harga barang biasa. Padahal rumah itu adalah hadiah pernikahan dari ayahnya dulu—berdiri di lokasi strategis, berlantai satu, tapi sangat luas.

"Gila, Aulia!" Daisy langsung bereaksi. "Kamu mau sedekah atau gimana? Aku tidak setuju rumah itu dijual murah."

Nada suaranya meninggi. "Aku pasang lima miliar. Kalau ada yang nawar, mentok di tiga koma lima. Kalau nggak ada yang mau, ya biarin aja rumah itu kosong dulu."

Daisy menarik napas, menatap Aulia lekat. "Nanti kita akalin. Bisa buat usaha, atau kembangin kafe kamu. Jangan gegabah kasih harga murah, Lia."

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

1
♍≛⃝⃕|ℙ$Fahira𝓛𝓲𝓷𝓰𝓧𝓲☕︎⃝❥
bagus Mama Sofia, aku mendukungmu /Determined//Determined/ mau coba jelaskan apalagi Archio, bila Aulia telah melihat semuanya dengan mata kepalanya sendiri /Panic/
♍≛⃝⃕|ℙ$Fahira𝓛𝓲𝓷𝓰𝓧𝓲☕︎⃝❥
kok kesel ya sama Archio, dulu aja Aulia nanyain Adrian, Archio langsung cemburu, padahal Aulia berbicara langsung pada saat ada Archio.

sedangkan kini, Archio malah sembunyi-sembunyi untuk bertemu Gracia, bahkan sampai berbohong.

Kalau gak bisa nyelesaikan masa lalu, kenapa kamu mau nikah sama Aulia, kalau akhirnya Aulia mendapatkan traumanya kembali /Drowsy//Panic//Panic/
♍≛⃝⃕|ℙ$Fahira𝓛𝓲𝓷𝓰𝓧𝓲☕︎⃝❥: kenapa gak cocok??? /Hammer//Right Bah!//Right Bah!/
total 4 replies
♍≛⃝⃕|ℙ$Fahira𝓛𝓲𝓷𝓰𝓧𝓲☕︎⃝❥
haduhhh .. ketidak jujuranmu yang akan menjadi masalah bagi rumah tangga mu, Archio /Curse//Curse//Curse/
♍≛⃝⃕|ℙ$Fahira𝓛𝓲𝓷𝓰𝓧𝓲☕︎⃝❥
ngapain kamu mikirin si Gracia lagi /Panic/ biar aja dia merasakan akibatnya. kenapa dulu gak mau jujur, malah harus selingkuh dulu.

dahlah Archio lebih baik sekarang pikirkan perasaan keluargamu. masa lalu biarlah berlalu
♍≛⃝⃕|ℙ$Fahira𝓛𝓲𝓷𝓰𝓧𝓲☕︎⃝❥
Leonel kamu mendo'akan papi mu cepet mati ya🤣🤣
Anonymous
TERTAWA 🤣🤣👉👉
♍≛⃝⃕|ℙ$Fahira𝓛𝓲𝓷𝓰𝓧𝓲☕︎⃝❥
wah wah Bimo/Curse//Curse//Curse//Curse/
♍≛⃝⃕|ℙ$Fahira𝓛𝓲𝓷𝓰𝓧𝓲☕︎⃝❥: 🤣🤣 ngap ngapan dong🤣🤣
total 4 replies
♍≛⃝⃕|ℙ$Fahira𝓛𝓲𝓷𝓰𝓧𝓲☕︎⃝❥
woyyy Bimo, kamu mau cari mati kah?! Kok ngedo'ain bos mu cepet mati/Facepalm//Facepalm/
≛⃝⃕|ℙ$꙳Äññå🌻✨༅༄
🥰🌻
cinta semu
Ach ..benar2 bagus ceritanya ...Thor kasih cerita yg lebih bagus lagi ..pokok ny tema selingkuh & poligami q suka ... makasih Thor ... karya u menemani q dlm keseharian hidup q ..😍😍😍😍😍😍😍😍😍😍😍😍😍😍😍😍😍♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️
≛⃝⃕|ℙ$꙳Äññå🌻✨༅༄: Terima kasih banyak kak, sudah baca sampai di sini🥰🥰🌻
total 1 replies
cinta semu
akhir hidup Gracia sungguh pilu ...tapi mungkin sudah takdirnya .. selamat jalan Gracia ..
sunaryati jarum
Akhirnya happy ending, emak tunggu karya selanjutnya
≛⃝⃕|ℙ$꙳Äññå🌻✨༅༄: Makasih sudah baca sampai sini🙏
total 1 replies
sunaryati jarum
Masuk ruangan langsung lahir
sunaryati jarum
Yang satu menyesal dan menyadari dosanya yang satu kecewa karena sumber keuangan tidak ada.Emak itu heran masa Gracia yang dipresi kok bisa menjalani sebagai model dan aktris dengan baik.Apalagi dengan sadar masih menjalani hubungan asmara dengan Delon.
≛⃝⃕|ℙ$꙳Äññå🌻✨༅༄: Kehidupan Gracia di dalam rumah itu menekan mentalnya, dan satu-satunya kebebasan bagi dia adalah keluar dari rumah, yang kebetulan menekuni seni peran. Dia menjalankan seni peran itu sebagai obat sebenarnya, setidaknya untuk mengalihkan segala sakit dan tekanan. Jadi mental Gracia akan hancur jika lebih banyak sendirinya, gila kerja dan karir adalah satu-satunya alasan untuk dia bisa mewaraskan pikirannya agar tidak benar-benar jadi gila dan berakhir di rumah sakit jiwa...
Intinya begitulah pokoknya mak!!
total 1 replies
💜 ≛⃝⃕|ℙ$°INTAN@RM¥°HI@TUS🇮🇩
huhuhu... kok rasanya aku belum ingin cerita ini End.... tapi tak apa terima kasih Author Frozen udah membuat cerita yang bikin aku Ter Aulia Aulia loh
💜 ≛⃝⃕|ℙ$°INTAN@RM¥°HI@TUS🇮🇩: huahahaha apa kabar Retensi ku
total 2 replies
Ariany Sudjana
finally happy end, ceritanya bagus kak 😄
≛⃝⃕|ℙ$꙳Äññå🌻✨༅༄: Makasih kak🥰🥰
total 1 replies
sunaryati jarum
Pergilah dengan ringan Gracia setelah orang yang kau sakiti dan kecewakan memaafkan
sunaryati jarum
Semoga Gracia benar - benar taubat , setelah mendapatkan sakit.Emak kok tak iba sama sekali dengan apa yang diderita Gracia .Apa karena saking geramnya emak padanya dulu.Jika sembuh jadilah pribadi yang baik dan,jujur.Jika kau menghembuskan nafas terakhir kamu semoga dosa- dosamu diampuni.
Lanjut Thoor
sunaryati jarum
Memang kamu goblok bin tolol, untuk apa kamu datang? Kemanusiaan? Apakah Gracia dulu punya rasa kemanusiaan? Bahkan terang - terangan selingkuh. Apalagi dengan angkuhnya dia meninggalkan Leonel,emak saja geram kok kamu peduli, berarti kecurigaan Lia benar kamu masih ada rasa sama 🤣
cinta semu
biarkan Archio berlutut sampai bulan depan Aulia ...berikan hukuman yg setimpal buat lelaki pembohong ...😁😁
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!