NovelToon NovelToon
Mas Kapten, Ayo Bercerai!

Mas Kapten, Ayo Bercerai!

Status: tamat
Genre:Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Dijodohkan Orang Tua / Penyesalan Suami / Menyembunyikan Identitas / Tamat
Popularitas:2.4M
Nilai: 4.9
Nama Author: Aisyah Alfatih

Lima tahun lalu, malam hujan hampir merenggut nyawa Kapten Shaka Wirantara.
Seorang wanita misterius berhelm hitam menyelamatkannya, lalu menghilang tanpa jejak. Sejak malam itu, Shaka tak pernah berhenti mencari sosok tanpa nama yang ia sebut penjaga takdirnya.

Sebulan kemudian, Shaka dijodohkan dengan Amara, wanita yang ternyata adalah penyelamatnya malam itu. Namun Amara menyembunyikan identitasnya, tak ingin Shaka menikah karena rasa balas budi.
Lima tahun pernikahan mereka berjalan dingin dan penuh jarak.

Ketika cinta mulai tumbuh perlahan, kehadiran Karina, gadis adopsi keluarga wirantara, yang mirip dengan sosok penyelamat di masa lalu, kembali mengguncang perasaan Shaka.
Dan Amara pun sadar, cinta yang dipertahankannya mungkin tak pernah benar-benar ada.

“Mas Kapten,” ucap Amara pelan.
“Ayo kita bercerai.”

Akankah, Shaka dan Amara bercerai? atau Shaka memilih Amara untuk mempertahankan pernikahannya, di mana cinta mungkin mulai tumbuh.

Yuk, simak kisah ini di sini!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aisyah Alfatih, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

12. Sampai bertemu di pengadilan, Mas Shaka.

Langkah kaki Amara bergema cepat di lantai marmer lobi Wirantara Air, seirama dengan napasnya yang memburu. Sorotan mata karyawan yang berpapasan dengannya hanya sekilas, tak ada yang berani menatap lama, karena wajah wanita itu menyimpan badai.

Begitu pintu kaca otomatis terbuka, angin luar langsung menyambut. Sebuah mobil hitam berhenti tepat di depan pintu. Zico turun cepat, menyingkirkan jasnya agar Amara bisa masuk dengan leluasa. Namun sebelum Amara sempat melangkah, suara langkah berat terdengar di belakang.

“Amara!”

Nada itu dalam, berat, dan menahan emosi. Shaka berdiri beberapa meter darinya napasnya juga berat, mata tajamnya penuh campuran marah dan bingung. Dalam dua langkah lebar, ia sudah di depan Amara dan langsung menarik pergelangan tangannya.

“Ke mana kamu mau pergi?” suaranya nyaris bergetar.

Amara menatap dingin, berusaha menarik tangannya, tapi genggaman Shaka terlalu kuat.

“Ke mana pun aku pergi bukan urusanmu lagi,” katanya tajam.

Shaka mencengkeram lebih erat, matanya menatap dalam, penuh amarah dan kelelahan.

“Selama kita belum bercerai, itu masih urusanku!” bentaknya.

“Apalagi kamu sedang mengandung, Amara. Aku punya hak tahu ke mana istri dan bayiku pergi.”

Amara menatapnya dengan tatapan penuh luka. “Bayi kita?” ia mengulang sinis. “Kau bahkan meragukan anak ini di depan adikmu sendiri!”

Shaka terdiam sesaat, kalimat itu menampar nuraninya lebih keras daripada yang ia kira. Tapi sesuatu di dalam dirinya, mungkin ego, membuatnya justru berkata hal yang lebih menyakitkan.

“Kalau begitu jawab aku…” Shaka menatap Zico yang berdiri di sisi mobil. “Apa karena dia?”

Amara menatap ke arah yang sama, menatap Zico lalu kembali menatap Shaka dengan sorot tajam. Shaka melangkah satu langkah mendekat, nadanya semakin dingin.

“Atau jangan-jangan...” suaranya menurun, tapi tajam seperti belati,

“pria itu ayah biologis dari anak yang kau kandung?”

Plak!

Tamparan itu menggema keras di udara. Beberapa orang yang berdiri di dekat lobi spontan menoleh, tapi tak ada yang berani bicara. Shaka hanya mematung, pipinya memerah bekas tamparan. Tatapan Amara bergetar di antara marah dan sakit hati.

“Kalau aku masih punya hati untukmu, Mas Shaka,” katanya pelan namun jelas, “aku tidak akan di dekati oleh orang lain.”

Sebelum Shaka sempat menjawab, Zico melangkah maju dengan mata penuh amarah. Dalam gerakan cepat, ia mencengkeram kerah kemeja Shaka dengan kuat hingga suara kain terdengar tegang.

“Kau terlalu sampah untuk dicintai oleh Nona Amara,” desisnya dingin.

“Kau tidak layak menerima cintanya. Pantas dia ingin meninggalkanmu. Dasar pria brengsek!”

Bugh!

Satu pukulan keras mendarat di rahang Shaka, membuatnya tersentak mundur.

“Zico! Hentikan!” Amara berteriak, menarik lengan Zico sekuat tenaga.

“Cukup!”

Zico masih menatap tajam Shaka, napasnya memburu, namun perlahan menurunkan tangannya setelah melihat tatapan Amara yang memohon.

Amara lalu berbalik menatap Shaka yang berdiri dengan pipi berdarah sedikit. Tatapan mereka bertemu dingin, tapi di balik dingin itu masih ada sisa rasa yang belum mati sepenuhnya.

“Aku tidak akan lari, Mas Shaka,” ujar Amara pelan. “Tapi mulai sekarang, berhentilah memperlakukan aku seolah aku tidak punya harga diri.”

Setelah itu, ia melangkah ke mobil, masuk, dan menutup pintu dengan tenang. Zico masuk ke sisi pengemudi tanpa bicara sepatah kata pun.

Shaka masih berdiri di tempat, rahangnya mengeras, napasnya berat menahan amarah dan luka yang bercampur jadi satu. Amara menatapnya dari balik kaca, matanya tenang tapi dingin, seperti laut sebelum badai. Bibirnya melengkung samar, bukan senyum, tapi sebuah peringatan halus.

“Sampai bertemu di pengadilan, Kapten Shaka,” ucapnya datar, namun tajam menembus dada Shaka seperti peluru yang tak terlihat.

“Aku sudah mengirim surat cerai baru ke keluarga Wirantara.”

Kata-kata itu membuat udara di sekitar mereka seolah berhenti. Shaka menatapnya, tidak percaya. Bibirnya terkatup kaku, tangan terkepal begitu kuat hingga buku jarinya memutih. Tapi sebelum ia sempat menjawab, kaca mobil itu kembali naik perlahan, menutup pandangan Amara. Mobil pun melaju, meninggalkan jejak roda dan kepulan debu kecil di jalanan depan gedung Wirantara Air.

Shaka terpaku, dadanya naik turun keras. Lalu dengan tiba-tiba, ia menghentakkan kakinya ke tanah,

“Amara!” teriaknya keras, suara serak dan bergemuruh, menggetarkan hati siapa pun yang mendengar.

“Aku tidak akan menceraikanmu! Dengar itu! Kau dengar aku?! Aku tidak akan pernah menceraikanmu, Amara!”

Suaranya menggema, tapi mobil itu sudah jauh. Hanya bayangan hitam yang tersisa di ujung jalan, bersama sisa amarah yang menggantung di udara.

1
Ning Suswati
jgn sampai karinanya dibunuh, biar tau rasanya disiksa lahir dan bathin, dan biarkan dia memohon untuk dibunuh,
Ning Suswati
siapa lagi dirga,
Ning Suswati
ada2 saja kaya gk ada laki2 lagi di dunia ini, dasar kunti laknat, semoga amara selalu didepan🤭
Ning Suswati
emangnya saka bisa apa, waktu ada gangguan di perusahaan wirantara aja amara yg segera bertindak, laupun dia sdh memutuskan untuk bercerai, tapi tetap peduli dg shaka, dan shaka tetap tdk mengakui, boro percaya apa yg sdh dilakukan amara pada perusahaannya, yg dufikirannya cuma nek kunti
Ning Suswati
ya begitulah sakitnya perempuan, bibir bisa memafkan tapi sulit untuk bisa melupakan, bayangkan karena hasutan nek kunti, sampai tdk mengakui anak yg dikandung amara dan banyak lagi, kata2, prilaku yg menyakitkan, lebih percaya orang lain daripada menggunakan otaknya sendiri, aq jadi curhat nih, karena itu aq merasakan
Ning Suswati
ya terserah amara lah, dia yg merasakan, orang lain hanya bisa menasehati dan memberi masukan, tapi gk pernah merasakan pada posisi amara selama 5 thn di sia2kan suami dan berjuang sendiri.
Ning Suswati
ya tuhan semoga amara segera selamat, amara hukan orang biasa kan, paati ada cara untuk bertindak dan menyelamatkan diri
Ning Suswati
semua nya yergantung taqdir, kalau memang bukan jodoh ya paling tidak jgn masuk ke lobang yg sama
Bulan Hampa
sengaja langsung lihat bab ahir kirain benar cerai, gajadi deh.
Ning Suswati
aq suka keputusan amara, laki2 tdk akan pernah berubah total, kalau ada maunya, ber baik2, tapi akan mengulanginya lagi
Ning Suswati
semua kehancuran keluarga saka, ortunya sendiri yg membuat nasib rumah tangga anaknya se hancur2nya, sdh tau ada kunti di dln rumah tapi diam selama ber thn2,
Ning Suswati
sama dong kayanya plan plin plen, sdh basi, emang masih ingin disakiti kembali, laki2 gk akan berubah, kecuali apa y🤔
Ning Suswati
kok zico yg jadi pelampiasan, emangnya ciuaman belum tuntas, sok2an merasa gagah, tapi dikadali laki2 dodol masih aja nyosor.
Ning Suswati
woooiiiii sdh pisah masih aja bikin masalah, selama ini kemana aja gk pernah membela dan percaya sama isteri sendiri, sekarang didekati laki2 lain sewot aja lho, sinting gila miring🤭
Fitri Guntoro
lanjut thor gantung banget deh
Ning Suswati
keegoisan ortu selalu dg nafsu tanpa perasaan, apa imbas dari keegoisan mereka
Ning Suswati
gk malu apa keluarga wirantara masih menyebut cucuku, selama ini kemana aja, membiarkan ular menyebarkan racun dlm rumah tapi tetap diam, pengausaha apa, pengusaha kotoran kali y🤔, biasanya pengusaha itu selalu berfikir dan bertindak, bukan diam seribu kata
Ning Suswati
seringkali kejadian ceritanya seperti ini, terus katanya tdk ingin lagi ketemu, masih ada rasa peduli, tapi apa lukanya amara sdh sembuh, terlalu baik juga jgn
Ning Suswati
terus siapa perempuan dan suaminya yg membela anak dan isterinya, tanpa tau masalah
Ning Suswati
yah kalamaan sampe 5 thn lagi2 5 thn, gk ada kata lain apa y, dan td siapa wanita yg ingin memukul azril, apakah nek kunti
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!