kisah seorang anak laki laki yang memiliki keistimewaan dari lahir yaitu mata batin. bukan hanya bisa melihat mahkluk gaib namun bisa menyembuhkan dan mengatasi permasalahan yang berhubungan dengan hal gaib. perjalanannya bahkan sampai ke alam gaib untuk membantu jin yang sedang kesulitan. bukan hanya manusia saja yang bisa di obati bahkan mahkluk tak kasat mata juga di obati. ikuti terus kisahnya dan petualangannya, semoga kalian terhibur dengan karya kami ini.
terima kasih
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Alfrelen, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 15
Juber dan Tandil melanjutkan misinya untuk mencari tempat keluarga azam. mereka sudah masuk melewati gapura yang sebagai tanda masuk ke wilayah kampung Salur.
" ndil, ini udah bener kan jalannya, jngan sampe salah kita masuk " ucap Juber
" udah Ber, sesuai petunjuk yang di sebut penjual kemarin, udah pas ini " kata Tandil
" terus gimana kita cari rumahnya, kan kita gak tau yang mana rumahnya " ucap Juber
" alahh,, tinggal kita cari aja mobil yang terparkir pasti itu rumahnya,," kata Tandil
" ya elah ndil, masa iya kita keliling lagi, mending tanya orang kampung aja biar cepet ketemunya " ucap Juber sambil menggaruk kepalanya
mereka sampai di kampung Salur, juber dan tandil mereka mengendarai sepeda motor dengan pelan sambil melihat lihat rumah yang ada mobilnya.
" ndil, kek nya gak bener ini, bakalan lama kita ketemunya, salah salah kita di hajar warga kampung, dengan cara begini liatin rumah rumah di sini " ucap Juber
" udah tenang aja, gak usah panik gitu ahh,," kata Tandil santai
kebetulan ada warga yang memperhatikan tindakan kedua orang itu yang celingukan memandangi tiap tiap rumah.
" dua orang itu siapa ya "
" sepertinya bukan warga kampung sini "
" liat tuh tampang dan pakaiannya aneh banget "
para warga membicarakan juber dan tandil yang merasa curiga dengan gelagatnya.
" mending kita cegat aj mereka, saya curiga tuh orang ada niat gak baik di kampung kita " saran warga kepada yang lainnya. para warga pun bersiap untuk mencegat juber dan tandil.
pada saat akan masuk ke jalan kecil berikutnya mereka kaget ternyata banyak bapak bapak warga kampung sudah menghadang mereka.
" berhenti !!! " teriak salah satu bapak bapak,
juber dan tandil pun berhenti, mereka kaget tiba tiba sudah di tunggu di jalan.
" nahhh kan, ku bilang apa ndil, udah gak beres ini cara kita, malah bikin curiga warga " ucap Juber panik
" santai Ber santai,,,jangan panik " kata Tandil
juber udah kelihatan panik sedangkan tandil mencoba untuk tenang.
" kalian berdua ini siapa, kalian bukan warga sini, apa tujuan kalian " ucap salah satu warga
" maaf bapak bapak, benar kami bukan warga sini, kami kesini cari alamat rumah seseorang pak " ucap Tandil
" cari alamat kenapa kalian seperti maling gitu, mencurigakan sekali kalian ini " ucap warga lainnya
" sepertinya mereka maling, masa cari alamat kek gitu " ucap salah satu warga lagi
" udah sikat aja, sikat terus, udah pasti maling ini " ucap warga lainnya
mendengar ucapan warga juber dan tandil langsung panik. " kan bener apa kataku ndil, cara kita gak bener tadi, mampus lah jadi peyek kita ndil, jadi peyek kita " ucap juber udah ketakutan
" waduhhh kok bisa para warga mikir kita maling ber " kata Tandil
" gimana gak mikir maling, kita aja nyari rumahnya kayak tadi, mana teriak sikat lagi, kek gigi aja main sikat " ucap Juber
untuk mencegah amukan para warga, tandil turun dari sepeda motornya menghampiri para warga untuk menjelaskan.
" tenang bapak bapak, saya akan jelaskan maksud kami datang kemari, dan kami juga bukan maling " ucap Tandil
" jangan di dengerin, alasan dia aja itu karena udah kepergok sama kita " ucap warga
" santai pak santai, pissss damai kita damai, dengerin dulu ya bapak bapak, kami jelaskan biar gak ada dusta di antara kita " jawab juber sambil nyengir untuk mereda kan para warga.
" gini pak, ini saya ada foto mobil saya dapat info yang punya, tinggal di kampung ini, makanya kami tadi liat rumah satu satu, saya mau mengembalikan barang yang punya mobil ini pak " jelas Tandil sambil memberikan foto mobil ke warga kampung.
para warga melihat foto mobil tersebut. setelah melihat foto tersebut para warga akhirnya tidak jadi menuduh juber dan tandil.
" kami tahu mobil ini,,ini mobil milik pak Fathir rumahnya ada di jalan dan tinggal lurus aja nanti ada satu rumah di sebelah kanan yang pagar rumahnya warna hitam " ucap warga sambil menjelaskan
" lain kali kalian itu bertanya daripada seperti tadi, jadi kita disini gak mikir kalau kalian itu maling " ucap warga lainnya
" maaf bapak bapak semuanya, kami gak terpikir untuk bertanya karna kami buru buru tadi pak " kata Tandil
" iya bapak bapak,,,maaf ya,,sekali lagi kami minta maaf " timpal Juber
para warga akhirnya bubar dan meninggal kan juber dan tandil setelah mendengar penjelasan mereka berdua.
" huuhh,,,selamet,,selamet, kalau gak jadi peyek kita ndil " sambil mengelus dada
" untung aja cepat jelasin, kalau gak punah kita ber " kata Tandil
" makanya kalo aku bilang itu dengerin, jangan ambil resiko kek tadi, sama orang hidup aja gak percaya " keluh juber ke tandil
mereka melanjutkan tujuannya ke rumah pak Fathir yang sudah di kasih tau warga. di sisi lain azam yang mulanya sedih dengan teman temannya kini sudah melupakan kesedihannya, karna kanendra menjelaskan smuanya agar azam tidak sedih lagi.
" om sebenarnya tinggal dimana ? " tanya Azam
" om tinggalnya jauh azam " kata Kanendra
" jauhnya semana om " tanya Azam lagi
" pokoknya jauh zam, om gak bisa ukur semana jauhnya " Jawab Kanendra
" owh gitu om,, terus om kesini ngapain " ucap Azam
kanendra yang di tanyakan azam terus menerus malah menggarukkan kepalanya, namanya juga anak anak kalau tanya itu gak tanggung tanggung alias borongan.
" aduhh zam, jangan banyak banyak tanyanya ya, susah om buat jelasinnya " keluh Kanendra
" masa tanya aja gak boleh om " heran Azam
" tanya boleh,,tapi nanti di jawabnya ya " kata Kanendra
" hmmm, oke lah om,," ucap Azam
kanendra menghela napas, untung gak di perpanjang lagi kalau gak mumet kepala kanendra. hari sudah menjelang sore hari, sang ibu menghampiri azam di kamarnya. dan menyuruh azam untuk mandi. azam melaksanakan perintah ibunya untuk mandi. dan kanendra menghilang lagi.
di suatu tempat ada sebuah rumah yang tidak terlalu besar dan tidak juga terlalu kecil. di rumah itu adalah tempat tinggal mbah Pono. mbah Pono tengah duduk sambil memikirkan anggotanya yang tak kunjung memberi kabar tentang tugas yang di berikan.
" udah satu hari mereka belum kasih kabar, h hufftt,,,mending ku telpon aja mereka menanyakan hasilnya gimana " gumam mbah Pono.
mbah Pono pun mengambil handphone dan menghubungi anggotanya.
tring,,tring,,tring,,,
juber merasakan ada getaran di saku celananya. juber mengambil handphonenya dan melihat ada panggilan dari mbah.
Juber menekan tombol jawab panggilan. " iya halo mbah "
" gimana apa sudah ketemu ? " tanya Mbah Pono
" ya elah mbah,,tanya kabar dulu kek,,ini langsung tanya itu " ucap Juber
" kamu itu di tanya lain di jawab lain,,,jngan bikin aku kesel ber " geram Mbah Pono
" iya mbah,,iiyaaa,,,minimal basa basi dulu mbah biar enak ngobrolnya " ucap Juber
" udah cepet kasih tau,,, udah ketemu apa belum tempatnya " desak Mbah Pono
" iya udah ketemu mbah,,,ini kami menuju kerumahnya mbah " ucap Juber
" bagusss,,,kabari mbah secepatnya kalau sudah dapat barangnya " kata Mbah Pono senang
belum sempat juber balas pembicaraan ,,telepon sudah di matikan mbah, juber seperti biasa langsung menggerutu.