NovelToon NovelToon
Reinkarnasi Ke Tubuh Permaisuri Terbuang

Reinkarnasi Ke Tubuh Permaisuri Terbuang

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas dendam dan Kelahiran Kembali / Penyeberangan Dunia Lain
Popularitas:13.3k
Nilai: 5
Nama Author: shafrilla

Winny adalah seorang gadis preman yang pekerjaannya selalu berhubungan dengan nyawa. Malam itu dia berada di sirkuit balap mobil, ketika dia hendak sampai di garis finis tiba-tiba mobilnya mengeluarkan api di bagian mesin. suara ledakan terdengar begitu keras, cahaya putih tiba-tiba muncul dan membawa Winny pergi ke suatu tempat.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon shafrilla, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Lidahmu tajam juga

"Dasar pria brengsek!!!" teriak Ling Xu-mei dengan suara yang begitu keras.

"Tenang nyonya..," Yura berusaha menenangkan junjungannya.

"Lihat saja, aku pasti akan membuat pria itu bertekuk lutut, aku pasti akan membuat pria itu mengejarku sampai tidak punya harga diri.'" ujar Ling Xu-mei.

"Iya nyonya, dia pantas di beri pelajaran. Nyonya harus merebut kembali yang mulia kaisar." Yura memberi semangat.

Seperti biasanya Ling Xu-mei pergi ke tempat Ibu suri, ketika dia dan Yura sampai di tempat Ibu suri Ling Xu-mei dibuat semakin kesal ketika dia melihat Kaisar Han juga berada di tempat itu bersama dua selirnya. selir Jia dan selir Me-ang.

"A-Ling, kamu sudah datang." Ibu suri yang kemudian menyuruh Ling Xu-mei duduk di sampingnya. Dia sedikit menggerakkan alisnya seolah itu adalah sebuah kode untuk ibu suri.

"Ternyata nona Ling Xu-mei ada di sini juga ya?" kata selir Jia.

Ling Xu-mei tidak menghiraukan perkataan selir Jia, Dia kemudian duduk.

"Bukankah kamu sudah diasingkan di paviliun kosong? lalu, kenapa kamu masih bisa jalan-jalan ke tempat Ibu suri?" tanya selir Jia dengan nada mencemooh.

Kaisar Han hanya diam tanpa mengucapkan sepatah kata pun, dia terlihat tidak menghiraukan akan kedatangan Ling Xu-mei.

"Mau datang mau pergi atau mau menghilang itu urusanku, kalian ini para wanita kenapa mulutnya suka sekali bergosip. Jika kalian tidak ada pekerjaan, Apa kalian mau membantuku membersihkan kebun belakang paviliun kebahagiaan. Oh bukan... namanya dulu paviliun kosong tempat aku diasingkan di sana." jawab Ling Xu-mei.

"Iya, kamu itu sudah diasingkan kenapa kamu masih berani ke tempat Ibu suri?" tanya selir Me-ang yang terus berusaha untuk memojokkan Ling Xu-mei.

Brakkk!!

seketika Ibu suri menggebrak mejanya, dia menatap 2 selir putranya. "Aku membiarkan kalian masuk itu karena kalian datang bersama putraku, di sini.. kalian benar-benar membuatku muak!" seru Ibu suri dengan suara yang keras.

"Apa yang dikatakan para selirku itu benar ibunda, dia sudah diasingkan. lalu kenapa dia masih bebas masuk ke tempat Ibunda?" Kaisar Han ikut menyudutkan Ling Xu-mei.

"Dengarkan aku yang mulia kaisar yang terhormat, aku diberi kebebasan oleh ibu suri untuk keluar masuk ke tempat ini, jika kamu tidak suka ya tidak usah melihatku. Anggap saja ketika kamu melihatku itu seperti melihat setan yang tidak nampak, jadi daripada kamu repot-repot berdebat denganku lebih baik kamu urus para gundikmu itu, dua wanita yang sama-sama licik sama-sama berhati busuk dan sama-sama wanita yang statusnya rendah." kata Ling Xu-mei yang berbalik menyudutkan selir Jia dan selir Me-ang.

"Tutup mulutmu itu, beraninya kamu menghina istri-istriku!" seru Kaisar Han dengan suara yang menggelegar. hal itu membuat Ibu suri tersulut emosinya.

Ling Xu-mei menghentikan Ibu suri yang hendak marah, dia nampak bersikap begitu tenang. "Maka dari itu yang mulia kaisar yang terhormat, kamu harus memberi pelajaran disiplin kepada kedua istrimu itu. Jika tidak ingin dihina maka jangan pernah menghina orang lain, jika tidak ingin disudutkan maka jangan menyudutkan orang lain." balas Ling Xu-mei yang kemudian menuangkan teh ke cangkir Ibu suri.

"Wanita ini kenapa dia benar-benar begitu berbeda, ketika berbicara denganku pun tidak nampak rasa takut sama sekali bahkan Dia seolah menantang ku." gumam Kaisar Han yang melihat Ling Xu-mei tersenyum begitu cantik kepada ibu suri.

Tak lama kemudian, seorang pria dengan pakaian serba putih memasuki paviliun Ibu Suri. Ia membungkuk hormat sambil memberi salam, "Hormat hamba yang mulia, Ibu Suri."

Ibu Suri tersenyum hangat saat melihatnya. "Gu Yanzel, kamu datang tepat waktu," katanya lembut.

Gu Yanzel membalas senyum itu. "Hormat hamba, Ibu Suri." Ia lalu menatap Ling Xu-mei di sudut ruangan.

"Penasehat, kemarilah," pinta Ibu Suri sambil memanggil pelayannya, "Siapkan mangkuk untuk Gu Yanzel."

Ling Xu-mei menoleh, matanya seakan mengukur pria yang juga pernah ditemuinya di restoran. Namun, ia memilih tetap diam. Gu Yanzel menghela napas, lalu berkata sambil menatap Ling yang asyik makan tanpa memedulikan sekeliling, "Lihat siapa yang sudah datang ke sini." Ada nada tantangan dalam suaranya.

Ling Xu-mei mengangkat alis, menahan senyum kecil, tanpa berkata sepatah kata pun.

“Apa penasehat tidak kenal nona Ling?” sela selir Jia sinis. “Iya, dia itu wanita yang selalu menaruh harap cinta dari Yang Mulia Kaisar. Wanita yang selalu berdiri di luar paviliun, diabaikan seperti sampah,” sahut selir Me-ang dengan nada mengejek.

Ling Xu-mei menatap tajam, lalu dengan suara dingin berkata, “Maaf, Tuan. Kalau Anda ingin bicara denganku, aku tak sedia melayani. Aku tidak mengenalmu, jadi jangan coba-coba sok kenal.” Sambil terus makan, dia mengirimkan tatapan menusuk kepada semua yang ada di ruangan itu.

Gu Yanzel yang berdiri dia tampak tersenyum tipis. “Lihatlah, betapa permaisuri yang dulu terlupakan oleh Kaisar kini berubah menjadi wanita yang tak lagi bisa dipandang sebelah mata,” gumamnya pelan, seolah menikmati perubahan dalam diri Ling Xu-mei.

"Kalau tidak salah, kemarin aku sempat bertemu dengan Permaisuri di sebuah rumah makan, kan?" Gu Yanzel menyengaja melontarkan kalimat itu untuk melihat reaksi Ling Xu-mei.

Ling Xu-mei menatap pria di sampingnya, lalu mendongak dan menggaruk kepala sejenak. "Benarkah? Tapi memangnya, kenapa aku harus berada di rumah makan itu?" jawabnya tegas. "Lagipula, aku ke sana untuk makan, bukan untuk mencuri. Kalau pun kamu melihatku, apa salahnya?"

Gu Yanzel agak terkejut. Ia mengira Ling akan berbohong atau mengelak, tapi ternyata Ling malah jujur dan langsung membalas serangannya. "Lagi pula, apa yang kamu lakukan di sana? Sedang memata-matai seseorang, atau cuma sekadar bersantai?" tanya Ling Xu-mei santai, lalu mengakhiri makanannya dan berdiri. Ia meninggalkan tempat itu dengan langkah tenang, sementara Kaisar yang selama ini mendengarkan interaksi mereka hanya mengangguk pelan, tanpa berkata apa-apa.

"Hahaha, ternyata setelah bangkit dari kematian lidahmu sangat tajam, Permaisuri," ejek Gu Yanzel dengan senyum sinis, matanya menyipit menatap Ling Xu-mei yang berdiri tegap di hadapannya.

Suasana di ruangan itu seketika menjadi tegang. Ling Xu-mei hanya diam sejenak, lalu menoleh dengan tatapan penuh api, menantang. "Ya, tentu saja aku harus mempertajam lidahku. Orang-orang di istana ini itu semuanya jahat," suaranya dingin tapi penuh kepahitan. "Kalau aku tidak mempertajam lidahku, aku tak punya senjata." Dia mengangkat dagu dengan bangga, suara semakin tegas, "Dan lagi pula, aku ini bukan permaisuri. Jangan panggil aku permaisuri. Aku ini wanita yang sudah ditinggalkan, alias mantan istri Kaisar." Dengan kalimat itu, tubuhnya berbalik, langkahnya ringan namun penuh kemarahan yang tersembunyi, meninggalkan Gu Yanzel yang masih terpaku dengan wajah terkejut dan sedikit terkikis oleh kata-kata tajam itu.

Ling Xu-mei berjalan meninggalkan tempat ibu Suri, tatapannya membara, seolah menantang seluruh istana untuk melawannya, bukan sebagai istri yang dulu dimuliakan, tapi sebagai wanita yang kini hanya mengandalkan lidahnya sebagai senjata terakhir.

"Lihatlah kata-katanya itu tidak punya tata krama sama sekali." ucap selir cia yang semakin membuat suasana yang ada di ruangan itu memanas.

Brakk!!

"Jaga bicaramu itu selir!" seru Ibu suri. tangannya menggebrak meja karena dia tak tahan dengan semua penghinaan yang diberikan oleh gundik putranya itu.

*bersambung*

1
Nurmalasari
Luar biasa
Suzana Diro
ibunda bar²
Yuliana Tunru
mantap ling basmi.orang2 yg sok dan menindas ank2 mu bisa1 mrķ di tindas padahal ank kaisar ..apa kaisar selama ini tak.oersuli pd ank2 x kaisar bodoh
Yulya Muzwar
keren ceritanya thor ⭐5 untukmu
semangat berkaryaa
Yuliana Tunru
bagus hajqr guru tua tqk tau adab putra kqisar di olok2 tunggu kau akan di gantikan dgn guru laiin silqhkan ajari ank2 pejabat.lain yg bermukq dua
Ma Em
Biarkan permaisuri Ling dgn kaisar Qin saja daripada tinggal di istana Han cuma dihina dan di rendahkan dan juga permaisuri Ling sdh dibuang sama kaisar Han .
Rizky Fathur
Thor itu kaisar seperti orang yang tidak mengenal cinta Thor
Yuliana Tunru
ayo permaisuri hajqr kaisar sok.itu aplg sidampingi selir jalqbg apa hebat x cm di ranjang dan dibibir beracun penuh dusta tak usah oersuli kan cari bahagia mu.klo oerlu hajqr kqisar seperti dia dulu menyiksamu biar kapok
Rizky Fathur
cepat buat cerai dari kaisar itu Thor
kaylla salsabella
aku mampir thor semangat berkarya😍😍
shafrilla
terima kasih kak
Wahyuningsih
q mampir thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!