Vania Adinata, tanpa sengaja melewatkan malam panasnya dengan seorang CEO terkenal. Putus cinta membuatnya frustasi hingga dia mabuk dan melakukan one night stand tanpa sengaja.
Dikucilkan karena hamil, hingga dijodohkan dengan pria tua. Namun, nasib baik masih berpihak padanya, dia kabur dan tanpa di duga bisa bertemu dengan Ayah biologis bayi yang ada dalam kandungannya.
Bagaimana kisah selanjutnya? Siapa kira kira CEO terkenal dan nomor satu itu?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mom AL, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab. 21 Manipulasi
Gio tidak tidur satu malaman, dia terus saja menjaga Vania. Namun, sayangnya wanita itu belum juga sadar. Gio turun ke lantai bawah, memanggil bodyguardnya.
Marco, bodyguard yang mengatur segalanya. Dia menunduk di hadapan Gio saat ini.
"Kenapa semua ini bisa terjadi? Aku sudah membayar kalian mahal tapi kerja kalian tidak becus! Bagaimana bisa ada penyusup masuk ke dalam rumah?" bentak Gio menatap tajam bodyguard itu.
"M—maaf, Bos. Tadi ada kurir pizza, dia bilang Nyonya Vania yang memintanya untuk mengantarkan pizza pada kami. Setelah itu, saya tidak ingat apa pun lagi."
"Kenapa kalian tidak bertanya dulu sebelum menerimanya?"
"Saya sudah menelpon bos, tapi tidak bisa tersambung. Saya ingin langsung masuk, hanya saja takut menganggu istirahat Bos dan Nyonya. Saya curiga ada sesuatu yang dicampurkan ke pizza itu sampai membuat kami tidak sadarkan diri." Bodyguard itu menunduk.
Gio menyugar rambutnya. "Ambilkan sample pizza itu dan bawa ke hadapanku. Pergi! Jangan sampai kejadian ini terjadi lagi." sang bodyguard pun pergi dari sana.
Terlihat Gio mengambil telepon rumah, karena ponselnya entah kemana. Dia mengetik nomor Julham, orang kepercayaannya.
"Selidiki kasus penyusupan di Villaku. Kau harus bisa menemukan pelakunya! Bawa dia padaku hidup hidup." perintah Gio kemudian langsung memutuskan sambungan telepon.
Pintu ruang kerja di ketuk dari luar.
"Masuk!" teriak pria itu.
"Tuan, Nyonya sudah sadar." ucap asisten rumah tangga yang sudah lama bekerja disana.
Gio berjalan cepat ke kamarnya. Dia membuka pintu dan melihat Vania yang memang sudah membuka sadar dari pingsannya.
"Sayang," panggil pria itu dengan penuh kekhawatiran.
Pria itu memeluk Vania dengan sangat erat, matanya tertuju pada luka di dahi sang istri. Dia mengelus perban yang membalut luka itu.
"Apa ini sakit?" tanyanya menatap wajah Vania yang pucat. Wanita itu menjawabnya dengan anggukan.
"Apa yang terjadi, Vania?"
Vania pun mulai menceritakan semuanya pada Gio. Dia merasa takut dan trauma. "Lakukan sesuatu, Gio. Aku takut dia datang lagi. Bukankah kau sudah menyuruh bodyguard untuk berjaga? Kenapa orang itu bisa masuk?" tanyanya menggoyangkan lengan Gio.
Pria itu memeluk Vania, menyalurkan kekuatan hatinya. "Sst. Ini salahku, maaf. Aku janji hal seperti ini tidak akan terulang."
'Siapa pun orang itu, aku tidak akan pernah memaafkannya.' batin Gio merasa marah.
* * * *
Di sudut lain, dua orang wanita yang sangat cantik dan modis sedang bersulang untuk kemenangan mereka malam ini. Bahkan mereka berdua sudah menghabiskan dua botol minuman beralkohol.
Terdengar suara tawa menggema di seluruh gedung mewah itu.
"Aku yakin dia pasti sangat ketakutan,"
"Tentu saja, aku sudah memberinya satu pukulan. Bom!"
Keduanya pun kembali tertawa.
"Kita harus atur rencana kedua, Ratu. Aku pastikan wanita itu tidak akan hidup dengan tenang. Dia sudah berani merebut segalanya dariku, dan aku tidak bisa diam begitu saja!" ucap Jenny, wanita yang cintanya bertepuk sebelah tangan. Dia mencintai Gio, sementara Gio mencintai Vania.
"Santai saja, Kak. Aku juga ingin balas dendam pada wanita j*ala*ng itu. Dia sudah merebut kasih sayang orangtuaku, dan gara-gara dia aku tidak lagi dipedulikan dalam keluarga itu. Aku pastikan dia akan menderita.'' ucap Ratu, tersirat dendam yang mendalam untuk Vania.
Mereka berdua kembali cis, berpikir bisa kembali menang melawan Vania.
'Gadis ini sangat b*odo*h. Dia hanya ku jadikan alat untuk balas dendam. Setelah semuanya berjalan sesuai alur, aku pasti akan meng*habisinya. Tertawa lah Ratu, karena sebentar lagi kau akan berhenti tertawa.' batin Jenny licik. Dua hanya menjadikan Ratu tameng untuk memberikan pelajaran pada Vania. Dirinya sudah menyusun rencana lain setelah dendamnya terbalaskan, yaitu membuat Vania depresi.
.......
BERSAMBUNG
Mohon maaf apabila ada kesalahan dalam bahasa dan tata letak 😊🙏