NovelToon NovelToon
TYPO DI ANTARA KITA

TYPO DI ANTARA KITA

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Cintapertama / Nikah Kontrak
Popularitas:1.9k
Nilai: 5
Nama Author: Kaka's

Aruna dan Genta adalah definisi air dan minyak. Di kantor penerbitan tempat mereka bekerja, tidak ada hari tanpa adu mulut. Namun di balik layar ponsel, mereka adalah dua penulis anonim yang saling mengagumi karya satu sama lain melalui DM NovelToon.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kaka's, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 31: Kemeja Mahal dan Gayung Somplak

​Gue menarik napas panjang, mencoba mengisi paru-paru gue dengan udara yang nggak lagi berbau AC kantor, tapi bau knalpot dan gorengan dari gang sebelah. Di depan gue, sebuah pintu kayu yang catnya sudah mengelupas berdiri dengan pasrah.

​"Masuk, Pak, eh, Genta. Selamat datang di istana baru kita," ucap gue sambil nyengir lebar, meski sebenarnya hati gue mencelos melihat kontrakan petak ini.

​Genta berdiri mematung di belakang gue. Kemeja putih mahalnya yang harganya mungkin setara gaji gue tiga bulan itu sudah lecek dan terkena noda oli. Dia menatap ruangan berukuran 3x4 meter itu dengan ekspresi yang sulit dijelaskan. Antara mau pingsan atau mau nangis.

​"Aruna... secara logika, ruangan ini tidak mencukupi untuk dua orang dewasa dengan mobilitas tinggi," ucapnya dengan nada datar yang dipaksakan. Matanya menatap kasur lantai motif macan tutul yang ada di pojok ruangan.

​"Duh, lupakan soal mobilitas! Yang penting kita aman dari orang-orang jas hitam itu. Udah, buruan masuk!" Gue tarik lengannya paksa.

​Genta melangkah ragu. Dia meletakkan tas laptopnya di atas satu-satunya meja plastik yang ada di sana seolah itu adalah benda paling suci. "Dan di mana fasilitas pembersih tubuhnya?"

​Gue menunjuk ke arah pintu kecil di pojok yang bahkan nggak bisa tertutup rapat. "Kamar mandi ada di sana. Tapi jangan berharap ada jacuzzi ya."

​Genta menghilang ke balik pintu itu. Gue duduk di kasur macan tutul, mencoba menata detak jantung yang masih balapan gara-gara aksi kejar-kejaran tadi. Tiba-tiba...

​BRAKK!

​"ADUH!"

​Gue langsung loncat. "Genta?! Lo kenapa?!"

​Gue buru-buru lari ke depan pintu kamar mandi. Dari celah pintu, gue bisa melihat Genta lagi duduk di lantai semen yang licin. Wajahnya merah. Di sampingnya, sebuah ember plastik biru dan gayung warna pink yang pinggirannya sudah somplak meluncur jauh ke sudut.

​"Aruna... lantai ini punya koefisien gesek yang sangat rendah," gerutunya sambil memegang dahinya yang merah. "Dan gayung ini... kenapa bentuknya tidak simetris?"

​Gue nyaris meledak ketawa kalau nggak ingat situasi lagi gawat. Gue bantu dia berdiri dan menuntunnya keluar. Ternyata dahi pria kaku ini lecet karena terbentur pinggiran ember.

​Gue ambil kotak P3K kecil dari tas, lalu menyuruhnya duduk di pinggir kasur. Genta menurut, dia diam seribu bahasa, matanya menatap lantai dengan tatapan kosong. Mungkin dia lagi nyesel kenapa milih pelarian bareng cewek ceroboh kayak gue daripada pasrah ditangkap tadi.

​"Sini, gue obatin," kata gue pelan.

​Gue berlutut di depannya, mulai membersihkan luka di dahinya pakai kapas. Jarak kami dekat banget. Dekat sampai gue bisa mencium sisa parfumnya yang bercampur dengan bau keringatnya. Gue bisa ngerasain napas Genta yang pendek menyapu wajah gue.

​Mata Genta perlahan naik, menatap mata gue lurus. Tatapan dingin yang biasanya bikin gue keder, sekarang berubah jadi sesuatu yang lembut.

​"Sakit ya?" bisik gue tanpa sadar.

​Genta nggak menjawab. Tangannya yang besar tiba-tiba bergerak pelan, menyelipkan anak rambut gue ke belakang telinga. Jarinya yang dingin bikin gue merinding.

​"Aruna," suaranya rendah, serak, dan sangat dalam. "Ini adalah revisi hidup paling ekstrem yang pernah saya jalani. Nggak ada dalam draf, nggak ada dalam rencana."

..."Ini adalah revisi hidup paling ekstrem yang pernah saya jalani. Nggak ada dalam draf, nggak ada dalam rencana."...

​Gue tertegun. Gue mau membalas, tapi lidah gue mendadak kaku.

​"Tapi," lanjutnya sambil menatap luka di dahi gue sendiri yang kena debu, "kalau naskah pelarian ini harus ditulis sama kamu, saya rasa saya nggak butuh banyak revisi lagi. Saya... saya cuma butuh kamu tetap di sini."

​Jantung gue kayak mau copot. Di dalam kontrakan sempit yang pengap ini, di atas kasur macan tutul yang norak, gue sadar satu hal. Pak Genta yang biasanya robot itu, sekarang benar-benar sedang menunjukkan "kesalahan" paling indah dalam hidupnya, Dia jatuh cinta seberantakan itu sama gue.

​"Genta," gue berbisik pelan, "gayung pink itu boleh somplak, tapi hati lo nggak boleh ikut pecah ya?"

​Genta tersenyum tipis senyum nyata yang bikin dahi lecetnya nggak lagi kelihatan menyedihkan. "Selama penulisnya tetap kamu, saya rasa saya akan baik-baik saja."

1
-Thiea-
apa nih? cinta diam-diam kah.
Kaka's: 🤭🤭.. 🤭🤭🤭🤭
total 1 replies
-Thiea-
jangan-jangan mereka orang yg sama 🤔
🄱🅃🅃🄷_Wₐₙg Yᵤₓᵢᵤ
awal yang menarik 👍
Kaka's: mkasih kak
total 1 replies
Serena Khanza
wah genta udah tau senja ya 🤭
Hunk
hahah ternyata malah chatan sama orang yg di sebelah.🤣
Hunk
Berawal dari benci. Malah jadi suka🤣
Hunk
Jodoh nih🤣
Sean Sensei
cieee... saling lirik melirik nih 🤭
Hunk
Tsundere kah ni si genta?
Kaka's: yah sedikit kaku sih alias professional.. tapi bakal terjawab semua di salah satu bab nantinya🤭
total 1 replies
Serena Khanza
puitis banget tp keren kata katanya🤭
Sean Sensei
/Hey/ promosikan noveltoon /Ok/
Kaka's: 🤣🤣🤣🤣 pusing masa apk F🤭
total 1 replies
APRILAH
kehangatan di dalam kegelapan
Serena Khanza
yaah ketahuan deh gegara mati lampu 🤭 coba ada lagu nassar thor 🤣
genta sama aruna biar sambil joget 🤭
SarSari_
Kak, aku mau kasih sedikit masukan yaa 🙏 Karena ini pakai sudut pandang orang pertama (gue), mungkin bagian “ada rasa kagum yang selama ini dia tutup rapat-rapat” bisa dibuat lebih seperti dugaan si tokoh, bukan kepastian. Soalnya di POV orang pertama kan kita cuma tahu apa yang dia lihat dan rasakan.
Mungkin bisa ditambah kata-kata seperti “seolah-olah”, “kayaknya”, atau “gue merasa” biar tetap konsisten.

Overall adegannya sudah tegang banget kok, ini cuma detail kecil aja 🤍 Maaf ya kak🫣🙏🏻🙏🏻
Kaka's: menarik.. terima kasih masukannya kaks
total 1 replies
Sean Sensei
/Sweat/ : punya dendam kayaknya tuh
Hunk
Masih mening pak dari pada sianida.🤣
Hunk
kenapa ga biji kopi dari luwak nya langsung🤣
®Astam
Nah kan... betul🤭
®Astam: Okay bang😆
total 4 replies
®Astam
Bagus👍, kadang-kadang bikin penasaran dengan bab selanjutnya.
Kaka's: makasih kaks🤭
total 1 replies
®Astam
Kayaknya si genta, adakah kaka's deh🤔
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!