NovelToon NovelToon
GAURI, PENGANTIN PILIHAN DEVAN

GAURI, PENGANTIN PILIHAN DEVAN

Status: tamat
Genre:Dokter / Anak Yatim Piatu / Teen School/College / Romantis / Cintamanis / Idola sekolah / Tamat
Popularitas:885.9k
Nilai: 5
Nama Author: Mae_jer

Devan kaget saat tiba-tiba seseorang masuk seenaknya ke dalam mobilnya, bahkan dengan berani duduk di pangkuannya. Ia bertekad untuk mengusir gadis itu, tapi... gadis itu tampak tidak normal. Lebih parah lagi, ciuman pertamanya malah di ambil oleh gadis aneh itu.

"Aku akan menikahi Gauri."

~ Devan Valtor

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mae_jer, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Diana murka

Pandangan Devan tak beralih dari Gauri sedikit pun saat mereka keluar dari ruangan kepala sekolah. Koridor sepi. Sudah bel masuk sekitar lima menit yang lalu. Biasanya Devan tidak suka terlambat, tapi hari ini ia bahkan tidak sadar kalau dirinya akan mengajar mata pelajaran pertama.

Fakta tentang Gauri anak dari seorang wanita yang dia hormati, begitu membuatnya terkejut sekaligus senang. Devan sesekali tertawa kecil melihat Gauri yang terus memeluk kotak cokelatnya dengan wajah berseri-seri. Saat ia mengambil sebuah cokelat dari dalam cokelat, ia berbalik, menatapi Devan dengan mata bulatnya yang bersinar cerah.

"Kakak mau?" gadis itu menawarkan.

Devan tidak suka cokelat karena terlalu manis. Tapi karena Gauri yang menawarkan, dia mengangguk tanpa paksaan. Ia melihat Gauri membuka bungkus cokelat itu dan maju untuk menyuapi Devan.

Devan segera menunduk dan membuka mulutnya dan menerima cokelat dari tangan Gauri.

"Enak?" tanya Gauri, wajahnya penuh harap.

Devan mengangguk, tersenyum.

"Enak sekali. Terima kasih." Padahal lidahnya terasa aneh karena rasa manis yang berlebihan.

Gauri tertawa senang. Dari kejauhan, Diana melihat mereka dengan raut wajah tidak suka. Sikap Devan begitu lembut pada gadis gila itu, jelaslah dia cemburu. Karena tidak tahan, Diana mendekat.

"Pak Devan,"

Suaranya dan suara langkah kakinya membuat Gauri segera menutup kembali kotak cokelat pemberian tante Victoria dan menempel pada Devan. Wajah Devan berubah dengan cepat datar kembali. Ia hanya menatap Diana, menunggu wanita itu bicara.

"Bukannya sekarang pak Devan ada kelas ya? Bapak lupa?" ia sengaja mengingatkan.

"Aku tahu, kau tidak perlu mengingatkanku." balas Devan datar.

"Kakak ganteng, itu bu guru yang selalu marahin Ares ..." lapor Gauri. Ketika Diana menatapnya, dengan cepat ia bersembunyi di belakang tubuh Devan.

Diana menahan amarahnya dalam hati. Perempuan gila.

"Pak Devan tidak usah hiraukan kata-katanya. Ares memang sering membantah saya di kelas, jadi saya sering menegurnya." ia berusaha menjelaskan karena tidak ingin Devan salah paham. Padahal Devan tahu sekali Ares anaknya seperti apa. Laki-laki itu tidak akan melawan guru kalau di tegur. Kecuali teguran dari guru di rasa tidak masuk akal sama dia.

"Devan!" Kali ini yang memanggilnya adalah Agam. Pria itu datang lengkap dengan pakaian dokternya.

Diana juga kenal pria itu. Sepertinya halnya Devan, Agam juga adalah teman sekelasnya di SMA dulu. Salah satu cowok yang populer di masa itu bareng Devan. Ada Gino juga. Diana sudah tahu Agam kerja di rumah sakit sebelah, tapi ia jarang sekali melihat pria itu.

"Kak Agaam!" Gauri berseru senang memanggil Agam yang tengah berjalan ke arah mereka, tapi tidak berlari ke pria itu. Ia terus melekat pada Devan.

Agam berhenti tepat di sisi Gauri dan Devan lalu menghela nafas panjang. Ia mencubit gemas pipi Gauri.

"Kamu itu, kakak udah bilang kan jangan keluar sendiri. Mulai nakal ya kamu sekarang." Agam menegur tapi suaranya tetap lembut. Gauri malah tertawa sambil terus memeluk Devan dari belakang.

Melihat kedua laki-laki itu begitu dekat dengan si perempuan gila, Diana makin meradang. Setelah beberapa menit barulah Agam menyadari keberadaannya. Dahi Agam mengernyit seolah merasa wajah Diana terlihat familiar.

"Kamu ..?"

"Aku Diana, teman sekelas kalian dulu waktu SMA!" balas Diana langsung. Berharap Agam akan antusias begitu mengingatnya, sayang sekali tidak. Sama saja dengan Devan. Meski sedikit lebih baik reaksinya dari Devan, tetap saja pria itu hanya mengangguk singkat dan tersenyum tipis lalu pandangannya fokus kembali ke Gauri lagi. Benar-benar menyebalkan.

"Gauri, ayo balik sama kakak ke rumah sakit." ucap Agam lembut sambil mengusap kepala Gauri tapi gadis itu menggeleng.

"Masih mau sama kak Devan." katanya.

Agam dan Devan saling menatap.

"Tapi kak Devannya mau ngajar sayang, nanti aja ya?" kata Agam lagi. Wajah Gauri berubah. Pelukannya di lengan Devan semakin erat.

"Gak mau, mau sama kak Devan!"

Diana yang melihat kelakuan gadis itu tersenyum sinis. Tapi cepat-cepat merubah ekspresinya takut keliatan oleh dua laki-laki tampan itu.

Agam menatap Devan, seolah menyuruh lelaki itu saja yang membujuk Gauri. Devan pun melakukannya. Ia berbalik dan bicara dengan lembut sekali pada gadis itu.

"Gauri, Kakak harus mengajar. Nanti kalau kakak udah selesai ngajar, kakak menemuimu lagi. Bagaimana?" bujuk Devan.

Gauri menggeleng keras.

"Nggak mau! Gauri mau ikut kakak mengajar!"

"Nggak bisa, Gauri. Di kelas nanti ramai, Gauri nggak akan nyaman," balas Devan lembut. Ia berusaha melepaskan pelukan Gauri, tetapi gadis itu semakin erat memeluknya.

Agam menghela napas. Ia tahu betul betapa keras kepalanya Gauri jika sudah menginginkan sesuatu. Diana hanya bisa menyaksikan drama itu dengan tatapan jengkel.

"Gauri, jangan gitu. Nanti kakak nggak bisa kerja. Kalo gak bisa kerja, gak bisa beliin Gauri boneka."

Perkataan Devan membuat Gauri melonggarkan pelukannya.

"Boneka?"

Devan mengangguk. Sementara Agam tertawa kecil. Bisa saja si Devan cari idenya.

"Boneka beruang besar?!"

Devan mengangguk lagi.

"Kalo gitu kak Devan kerja aja, biar nanti bisa beliin Gauri boneka!"

Devan tersenyum lega.

"Nah, gitu dong. Anak pintar. Kakak janji, nanti setelah selesai mengajar, kakak akan langsung belikan Gauri boneka beruang besar."

Gauri tersenyum lebar.

"Janji?"

"Janji," jawab Devan sambil mengacungkan jari kelingkingnya. Gauri menyambut jari kelingking Devan dengan jari kelingkingnya sendiri kemudian berpindah ke dekat Agam.

Agam menggandeng tangan Gauri.

"Ayo balik," ucapnya.

Gauri melambaikan tangannya pada Devan.

Devan membalas lambaian tangan Gauri dengan senyuman. Ia merasa lega karena akhirnya bisa membujuk Gauri. Ia kemudian berbalik dan berjalan menuju kelasnya seolah tak ada lagi orang lain yang berdiri di belakangnya.

Diana masih berdiri di tempat yang sama, menatap kepergian Devan dengan tatapan kecewa dan jengkel. Ia tidak habis pikir bagaimana bisa Devan begitu perhatian pada Gauri. Ia merasa semakin cemburu dan sakit hati.

"Gadis gila itu, apa hebatnya?"

Ia lalu berbalik menuju kelasnya mengajar hari ini. Masih kesal karena sikap cuek Devan dan Agam, Diana di buat makin kesal lagi pada saat tiba di kelas XII⁴, dan melihat kelas tersebut kacau sekali. Murid-muridnya malah main lempar bola basket padahal sudah jam pelajaran. Diana langsung murka dan berteriak kasar.

"DIAM SEMUA!!"

Sontak, kelas menjadi hening. Semua mata tertuju pada Diana yang berdiri di ambang pintu dengan wajah merah padam.

"Kalian ini sudah kelas XII! Sebentar lagi ujian! Kenapa kelakuannya seperti anak kecil?!" bentak Diana dengan suara lantang.

Ares menyeringai sinis.

"Santai saja, bu. Kami hanya menghilangkan penat," jawabnya dengan nada mengejek.

Diana semakin geram mendengar jawaban Ares.

"ARES, KELUAR KAMU! KAMU TERLALU BANYAK BERTINGKAH, KAMU TIDAK PERLU LAGI MASUK KELAS SAYA!"

Hening. Senyuman di wajah Ares ikut hilang. Ia menatap Diana tajam, lalu keluar. Teman-temannya langsung berbisik-bisik, merasa bu Diana terlalu berlebihan.

1
Linda Othman
😭
Neng Tuti
aah jd pengeen🤭
Neng Tuti
iih gauri mah kaya aku suka mainin burung🤭🤭
Neng Tuti
naha ari si diana bet panas da lain kabogoh mas devan manehna teh sok aneh aneh wae
Ayiek Sundoro
Setiap cerita yang bagus selalu ga rela ketika udah tamat
Semangat berkarya Mae, semoga makin banyak lagi kisah² bagus & seru yang diciptakan.
🥰🥰🥰💕💕💕
Siti Nurjanah
Luar biasa
Ayiek Sundoro
Devan pernah memberikan parfum pada wanita yang menolongnya dan wanita itu adlh mama Gauri 🤔🤔
Anonim
Gauri senang melihat Agam mulai bisa tersenyum lagi. Menurut Gauri, Agam cocok dengan Sari yang bisa bikin suasana hidup.

Gauri mau kasih kejutan romatis untuk Devan - sambil memberitahu kalau dirinya hamil.

Tak tahunya Devan menemukan test hasil tes kehamilan Gauri.

Agam, Gino, dan Sari mendekati mereka berdua. Ikut senang dan bahagia.

Gino kapan melepas masa jomblonya, kalau sebentar lagi giliran Agam dan Sari.

Kebahagiaan untuk Devan dan Gauri bertambah dengan kedatangan Papa Devan dan mama tirinya. Keluarga besar Agam datang bersama Ares.

Gino selalu paling heboh berseru Gauri hamil ketika ada yang bertanya ada apa.

Semua bahagia.

Terima kasih Author ceritanya bagus. Sehat selalu dan Berkat melimpah dariNya.
Anonim
Gauri mau jagung yang agak hangus, tidak boleh sama Devan.

Sari yang sejak tadi menunduk terkejut sampai tersedak ludah sendiri ketika Agam bertanya - kamu suka yang hangus juga.

Gino yang menjawab seperti menggoda Sari. Sari malu dan kesal dengan Gino.

Agam sepertinya juga ikut menggoda Sari.

Jagung sudah mateng, Devan memberikan jangung untuk istri tercinta.

Sari yang baru melihat keromantisan Devan untuk istrinya, kaget ketika Agam menyodorkan jagung bakar yang sudah matang.
Anonim
Sampai di rumah Devan dan Gauri, Gino menarik tangan Sari untuk di bawa ke taman belakang. Disambut teriakan Gauri menyebut nama Sari.

Ternyata Agam ada, sedang duduk di dekat bakaran jagung. Bersama Devan membakar jagung.

Gauri menarik Sari duduk di dekat bakaran. Menunggu suaminya dan Agam selesai membakar jagung.

Gino menikmati kekesalan Sari yang merasa dibohongi. Sambil merekam diam-diam.
Anonim
Gino ke rumah Sari mau di ajak ke rumah Gauri dan Devan yang akan BBQ an.

Gino punya rencana untuk mendekatkan Sari dan Agam. Sari selalu curhat sama Gino kalau suka Agam.

Gauri pasti senang Sari datang.

Sari menolak diajak Gino - malu kalau ada Agam. Padahal Sari ingin sekali bertemu Gauri.

Gino heran Sari malu sama Agam.

Sari menceritakan kejadian yang memalukan semalam.

Gino tertawa keras sampai Sari kesal. Sudah pernah dibilangin Gino, kalau mabuk jangan sampai mabuk di depan laki-laki yang kau sukai.

Sari akhirnya mau dipaksa ikut Gino yang mengatakan Agam gak ada, lagi sibuk operasi.
Gheya Giyani
babang Agam gmn ini Mae,,,
Anonim
Jadi Sari minum sama teman kantornya sehabis mendengar cerita dari Nino.

Jadi berakhir mabuk, ngoceh fakta dirinya yang menyukai Agam. Lalu konser di depan Agam - menyanyi, lalu ngoceh yang bikin Agam tertawa lebih keras.

Sari benar-benar tak sadar sampai tidur di atas batu.

Cinta Sari terhadap Agam - cinta terpendam.
Sari senang ketika melihat Agam bahagia. Ikut sedih ketika melihat Agam sedih.

Sari diantar Agam pulang ke rumahnya.

Agam merasa terhibur - oleh ulah Sari yang mabuk.
Anonim
Agam dalam perjalanan usai mengunjungi makam Irina - ketemu seorang perempuan yang sedang ngomel sambil menunjuk-nunjuk kucing yang duduk santai.

Agam ketawa melihat adegan itu walau tak tahu perempuan itu bicara apa pada kucing.

Agam menepikan mobil - pintu di buka, suara perempuan itu makin jelas. Baru tahu perempuan itu Sari.

Sari berteriak melengking suaranya sebut nama Agam. Sampai kucing kabur.

Melihat Sari berjalan sempoyongan ke arahnya, Agam tahu Sari mabuk.

Dalam kondisi mabuk, Sari jujur bicaranya di depan Agam. Ada kata-kata yang bikin Agam tertawa kecil.

Sari mendengar dari Nino tentang penyebab kecelakaan keluarga Gauri, Sari jadi sedih. Sari merasa malu dan merasa bersalah.
Anonim
Gauri dalam pelukan Devan mengungkapan perasaannya - senang karena bisa sembuh dan ungkapin semuanya

Gauri resmi ambil alih perusahaan. Gauri merasa masih muda, menyerahkan pada Devan untuk ambil alih.

Rena tak mau jatuh miskin, dia kini berada di ruangan Gauri dan Devan. Memohon untuk dikasihani.

Enak saja - Rena minta Ibnu tidak di penjara, jangan ambil sahamnya. Widiiiih nglunjak ini Rena, maunya saham diberikan dirinya dan mamanya.

Rena diingatkan Devan - masih punya hutang maaf pada istrinya.

Bagi Gauri maafnya Rena terlambat.

Saham itu milik ayah Gauri, jadi sekarang milik Gauri.

Rena di tarik keluar dua bodyguard keluar ruangan.
Anonim
Ibnu Pratama saudara tiri papanya Gauri mengaku pemilik perusahaan orangtua Gauri.

Bukti-bukti kejahatan Ibnu sudah berada di tangan kuasa hukum Gauri - Andra Pradipta. Andra sudah membuat laporan resmi.

Ibnu masih saja menyalahkan Gauri. Menghina Gauri pula.

Setelah semua keluar ruangan, kini tinggal Gauri dan Devan.

Gauri tak kuasa membendung air matanya - menangis.

Betapa sedihnya Gauri ketika melihat video - Ibnu sengaja memotong rem mobil yang akan di kendarai papa, mama, kakak, juga dirinya. Kecelakaan terjadi, Gauri sendiri yang masih hidup.
astr.id_est 🌻
akhirnya selesai juga kisah gauri dan devan 😍😍😍
Vie
ih aku baru baca lagi karena banyak hal... eh kaget pas baca the end.... gak berasa banget udahan aja kak....
RiriChiew🌺
eh udh tamat aja inii , pdahal Agam dan sari belum tuntass kak maeee
Delfi Antonius Gulo
lanjut tor suru dan lucu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!