Indira, gadis muda keturunan Tionghoa dan Indonesia. dia sudah dari kecil ikut dengan sang ibu, karena ayahnya sudah meninggal
Indira, melanjutkan perusahaan otomotif milik sang Ayah, tapi saat dia akan kembali ke Indonesia. dia mengalami kecelakaan pesawat...
Penasaran dengan cerita nya Yuk ikuti terus Cerita ini. akan banyak menguras tenaga dan emosi, siapkan kata-kata yang indah saat Indira Gandhi masuk ketubuh perempuan muda yang ditinggal oleh orang tua nya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Intanpsarmy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Fifteen
Adik dan kakak itu berebut makanan yang mereka beli, bahkan para orang tua pun tak mau kalah dengan makanan yang di beli mereka
"Hei... suami itu punya ku, punya mu sudah habis" ucap kesal seorang istri yang marah karena Cemilan nya di makan langsung oleh suaminya itu
"Kita ini suami istri... Jangan pelit pada ku" jawab sang suami
Para penjual saling tatap. melihat mereka ribut karena makan mereka, tapi mereka tak ingin ikut campur dengan urusan keluarga itu
"Yuhuuuuu... paman Bibi, talian itu menganggu yang lain" ucap anak kecil yang menatap kedua pasangan yang sedang ribut
"Siapa kamu?" tanya lelaki yang tadi ribut dengan istrinya
"Atu? hmm... tunggu cebental ya" ucap anak kecil itu dan berbalik ke arah pedagang
"Talian tenal atu ngga?" tanya nya pada para pedagang
"Tentu kami mengenal Tuan Putri bungsu" jawab para pedagang dan para pelayan
"Oce... jadi talian tenal Atu kan? paman. bibi tata pala penjual juga tenal atu tot... jadi jangan libut lagi yaaa" ucap Xiao Xie sambil menatap garang. bagi semua orang itu bukan garang tapi menggemaskan, setelah selesai Xiao Xie pun berbalik meninggalkan mereka yang sedang bengong
"Yang Mulia tunggu hamba" ucap pelayan pribadi Xiao Xie yang segera menyusul majikan nya
Sedangkan pasangan suami istri saling tatap dan dia beralih pada para penjual "Apa dia putri dari kaisar kalian?" tanya lelaki itu
"Ya... itu Yang mulia putri bungsu Xiao Xie, beliau adik bungsu putri mahkota kami" jawab salah satu penjual makanan
"Haa... sudah begitu saja? dia tidak memarahi pasangan itu? dengan gaya lucunya dia berbalik dan bertanya pada para penjual? hahahaha... Dewa itu sangat menggemaskan, bahkan tadi aku ingin mencubitnya" ucap seorang lelaki tua. dia tidak menyangka gadis muda yang mungil dan lucu itu bisa membuat pasangan suami istri berhenti karena berdebat
Sedangkan Xiao Xie berjalan di temani Pelayan pribadi dan pengawal pribadi nya, walau dia sudah memiliki Kultivasi tapi tetap saja Xiao Lin takut adik bungsu nya itu membuat masalah dengan orang lain
Bukan karena tidak percaya adiknya bisa membalas. bila dia di sakiti, tapi Xiao Lin takut adiknya berbuat iseng dengan para prajurit di istana, sudah banyak para prajurit yang terkena kejahilan sang adik contoh saat dua hari yang lalu
FLASHBACK ON Xiao Xie
Saat itu ada para prajurit yang sedang berlatih. Mereka tidak sadar bila sudah di intai oleh mata kecil bulat dan indah itu, siapa lagi bila bukan Xiao Xie. dia dengan jahil mengeluarkan Ular hijau teman main di kediaman nya itu, dia menaruh ular hijau itu di bahu salah satu prajurit yang sedang duduk. saat prajurit itu sadar ada desisan di bahu nya pun melirik saat melirik ular hijau itu menjulurkan lidah panjangnya, walau ular hijau itu baik tapi tetap saja Prajurit itu tidak tahu bila ular hijau yang melingkar di bahunya itu milik sang tuan putri bungsu
"ARRRGGG.... tolong..... tolong hiks... ibu ayah aku akan segera mati, maaf kan aku ayah ibu" teriak prajurit itu sambil berlari kesana-kemari. para teman-teman nya pun terkejut melihat ular sebesar tangan Xiao Xie itu duduk manis di bahu teman nya
Sampai prajurit itu mengompol di celananya, dan demam saat malam hari, Xiao Nam yang mendengar suara itu melihat sang adik sedang duduk manis dan kaki imut nya itu bergoyang kedepan dan belakang. mata Xiao Nam melebar saat melihat satu prajurit ketakutan berlari kearah nya
Xiao Nam melihat ular hijau milik adiknya duduk santai juga di bahu prajurit itu
"XIE'ER" teriak Xiao Nam. dan mengambil ular hijau itu dari bahu prajurit yang sudah linglung karena ketakutan
"Ge Gege itu Atu hanya beljanda" ucap gugup Xiao Xie dan berlari dari tempat latihan itu
FLASHBACK OFF
...----------------...
Dari situ lah Xiao Lin tidak membiarkan sang adik bungsu pergi sendirian, walau Xiao Xie sering mengeluh karena bibi pelayan nya sering melarang dia main dengan ular hijau kesayangan nya itu. tapi Xiao Lin tetap tak mengizinkan sang adik membawa si Hijau keluar dari kediaman milik Xiao Xie
Saat ini Xiao Xie menggoyangkan kepalanya saat tiba di depan konter es krim, dia sengaja datang kekonternya langsung
"Gege Ci.... Xie'el minta es tlim totat" ucap Xiao Xie. penjaga konter yang bernama Si pun melihat kekanan dan kekiri, dia mencari orang yang di ajak ngomong oleh tuan putri bungsu kekaisaran Xianxia ini
"Gege Ci ngapain lihat tanan dan tili? Xie ajat omong loh" ucap Xiao Xie. Yang melihat penjaga konter es krim milik jie jie nya itu
"Tuan putri bicara dengan siapa? disini tidak ada yang nama nya Ci" ucap Penjaga konter es krim
"Eh... tentu caja Xie, Ajat bicala gege Ci... hacihhh bukan Ci tapi Ci" ucap kesal Xiao Xie. penjaga konter es krim itu menggaruk kepala yang tidak gatal
Sedangkan Bibi pelayan yang melihat itu tersenyum, dia tahu tuan putri nya itu kesal pada Si. karena lelaki muda itu berpikir bila Ci itu nama orang lain
"Hiks... bibi Juli lihat Gege Ci, dia malah tidat mendengal ucapan Xie" ucap nya dengan nada frustasi
"Si, tuan putri menyebut nama mu... dia kan tak bisa mengucapkan Huruf S jadi bisanya Ci" ucap Bibi Juli
"Eh... jadi Tuan putri panggil nama hamba? hehehe.. maaf yang mulia tuan putri bungsu, hamba tak mengerti dengan ucapan anda tadi" ucap Si sambil meringis melihat tatapan kesal Xiao Xie
"Ya dewa... apa calah Xie, padahal Xie anat bait loh ini" ucap frustasi Xiao Xie. semua orang yang melihat kelucuan Xiao Xie pun ikut tersenyum
"Hehehe... maaf Yang Mulia" jawab Si dengan meringis
"Cudahlah... Xie tat Atan malah, tapi belitan catu cup becar ec tlim buat Xie" ucap Xiao Xie
"Tuan putri hanya boleh makan satu cup sedang" ucap Bibi Juli
"Tenapa? bibi Juli jangan cuta begitu loh sama anat yatim" ucap Xiao Xie
"Eh... bawa-bawa anak yatim, tuan putri juga ngga lupa kan bila bibi juga tak punya ayah dan ibu" jawab Bi Juli
Wajah Xiao Xie cemberut mendengar jawaban sang pengasuh, dia menatap dengan mata yang berkaca-kaca agar di berikan satu cup besar
"Pokonya hanya satu cup sedang tidak ada yang namanya cup besar" ucap Bibi Juli. Xiao Xie yang merasa Akting nya gagal pun langsung mendengus
"Cia-cia ail mata atu talau begitu... ya cudah catu cup pun tat apa" ucap Xiao Xie
"Eh... kok gitu?
TBC