Duo kembar mengajak bermain ke mall di kota agak jauh dari tempat tingal kami dan tidak segaja malah bertemu papanya padahal aku menyembunyikan keberadaan mereka dari papanya
kami di jodohkan orang tua dia tidak pernah menerima perjodohan ini kerena dia punya kekasih bahkan aku sempat di madu
Saat dia menceraikan aku dia tidak tahu kalau aku hamil dan aku sembunyikan kehamilanku dengan bersembunyi di tempat lain memang tak mudah perjuanganku hamil anak kembar tetapi semua aku jalani dengan dukungan adek almarhum ibu yang selalu mendukung ku
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mama ende, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab 4 Sidang dua keluarga
Ku starter sepeda motor ku aku pulang dan sampai di rumah mereka juga sampai Barra gendong belakang dan Bianca di depan sambil ketawa ketawa
" Enak punya ayah ada yang belain" kata Bianca
" Tapi bunda juga ahli berkelahi pasti bapaknya Surya kalah kan ibunya Surya saja tangan nya di pelintir" kata Barra
" Anak anak mandi sholat magrib kemudian baru makan ibu masak dulu" kata ku
" Jangan" kata mereka berbarengan
" Kenapa masakan ibu nggak enak " tanya ku
" Enak kok tapi ayah bawa Banyak makanan buat kita ada di mobil" kata Bianca
" Mulai kapan kalian pangil om Adit ayah" tanya ku
" Mulai tadi waktu ibu bertarung om Adit bilang kita bukan anak haram aku ayah nya mereka" kata Barra membela adeknya
" Yo wes mandi dulu sholat kita makan bersama" kata ku biar mereka tidak protes
Mereka mandi dengan semangat dan Barra ikut bapak nya jamaah di masjid kalau Bianca sholat di rumah aku buatkan kopi buat mas Adit
" Bi bentar lagi banyak tamu mau sidang karena tadi aku berkelahi di lapangan sama istrinya bang Mamad" jelasku
" Tadi den Adit datang ke sini katanya mau menemui anak anak jadi bibi bilang kalian di lapangan dia kemudian menyusul terus kenapa ada sidang" tanya bi endang
" Surya ngejek Barra dia bilang Barra anak haram Barra nggak terima dia tonjok Surya, Surya ngadu ke ibunya, ibunya nggak terima dia mau balas nonjok Barra lah bundanya Barra membela anaknya di pelintir tangan ibunya Surya. Bapak nya Surya datang dia membela istrinya karena bundanya Barra bisa karate di tonjok tuh perut bapak nya Surya eh bapaknya Barra datang di tendang tuh bapaknya Surya jadi KO dia pak RT datang jadi kita di sidang kerena magrib jadi kita undur sidang nya di sini nanti setelah sholat isya"!jelasku panjang lebar
Selesai sholat magrib kami makan ku buka apa yang di bawa mas Adit ada pizza, ayam goreng juga es krim kentang goreng dan beberapa camilan kesukaan anak anak
" Bun aku mau kentang goreng sama ayam dan pizza" kata Barra
" kalian makan junk food harus olah raga dan nggak boleh sering sering" jelasku
" kan mumpung ada tadi siang kan sudah makan sayur buatan ibu yang tidak enak itu ups" kata Bianca sambil menutup mulutnya
" kalian makan, Mbah nggak di kasih apa" kata bi endang
" Di kasih nasinya saja kan Mbah suka nya pecel" kata Barra meledek mbak nya
" Bilang bapak mu kalau ke sini bawa juga makanan kesukaan Mbah jangan makanan kesukaan kalian saja" kata bi endang nyindir mas Adit
" Iya besok khusus Mbah aku bawakan nasi Padang kalau bunda mu pesen apa" kata mas Adit
" Bunda sukanya sama duwit dia bisa makan apa saja asal punya duwit banyak" jawab Barra
" Ok ayah akan ngasih duwit yang banyak sama bundamu" kata mas Adit
" Memang ayah punya duwit banyak kan ayah kerjanya cuma di kapal mencari ikan ya". Tanya Bianca dengan polosnya
" Ayo cepetan makan bentar lagi banyak tamu mau melanjutkan yang tadi kalau mereka minta gimana" kataku menyakiti mereka
" Iya dek kita kan jarang makan enak ayo kita makan takut di minta Surya" kata Barra
Mereka makan dengan lahap. Aku memang nggak membiasakan mereka makan junk food jadi makan mereka harus ada sayur protein dan karbohidrat jadi empat sehat lima sempurna gitu juga ada susunya. Walaupun mereka bilang masakan ku nggak enak aku suapi mereka akhirnya juga mau
" Mbah nanti mereka bikinkan kopi dan belikan gorengan di mbak Munah saja biar buat camilan yang mau mie juga di kasih saja nanti aku yang bayar" jelas ku
" Biar aku yang bayar Mbah yang bikin ulah anak ku dan aku juga ikut menendang dan bundanya ikut menonjok" jawab mas Adit
Orang orang pada datang mereka duduk lesehan di teras depan Mbah Endang membuat kopi, teh atau mie instan sesuai pesanan mereka pak RT datang meraka kenalan sama mas Adit sambil nunggu pak Mamad dan istrinya tanpa aku bercerita pak RT sudah tahu cerita nya
" Neng Tiara memang datang ke sini dan melahirkan di sini dia lapor ke kami bahwa dia sudah cerai dalam keadaan hamil dan aku juga dapat FC surat cerai beliau dan dia cerai suami nya nggak tahu kalau dia mengandung ya pasti tersinggung lah di katakan anak haram" kata pak RT
" Emang siapa yang menyebar kalau si kembar itu anak haram" tanya seorang warga
" Kita nggak tahu ya mungkin kerena ayahnya si kembar nggak pernah datang mengunjungi anak nya karena kerja di kapal pesiar nggak pernah pulang" kata orang tua temannya Barra
Sidang pun di mulai dari keterangan semua saksi di ketahui yang salah adalah Surya dan ibunya. aku hanya melindungi anaknya begitu juga mas Adit menendang pak Mamad karena melindungi ibu dari anak anaknya tetapi putusan kami harus membayar biaya pijat pak Mamad dan istrinya yang cedera
" Kan aku keluar uang lagi pak RT aku nggak terima aku di hilang jalang sama istrinya bang Mamad dan tadi bang Mamad bilang apa ngajak fight di atas ranjang emang aku wanita apaan" kata ku nggak terima
" Abang tahu neng bukan wanita murahan tadi Abang bercanda saja bagaimanapun kita kan rekan kerja dan istri saja saja yang cemburuan Abang sadar kok kalau Abang bukan seleranya neng Ara" kata bang Mamad menjelaskan
" Kalau mau fight di ranjang aku yakin pasti Abang bisa masuk UGD atau mungkin hilang tuh nyawa dia kan pendekar" kata mas Adit
" Tapi kalian bisa punya kembar gimana mas Adit menghadapinya" tanya pak RT
" Kan saya tahu kelemahan dia pak" kata mas Adit
" Satu kali lagi ngomong ngelantur ku kirim mas ke UGD mau" kata ku sambil cemberut
" Nggak neng Ara maaf mas Adit keceplosan" kata mas Adit
" Biar semua kerugian saya yang bayar pak berapa tadi ongkos pijat nya dan semua yang di makan disini saya yang bayar kan saya baru pulang berlayar jadi uang saya banyak" kata mas Adit melawak
" Tapi ada sarat nya siapa pun yang menghina anak ku haram atau bilang aku jalang akan aku kirim ke UGD " kata ku dengan ketus
Semua makan di traktir mas Adit aku pun masuk ke rumah kerena duo kembar waktunya tidur aku bersihkan semua sisa makanan dan es krim aku simpan di kulkas biar ku hangatin besok dan tulang ayam juga tempat makanan aku buang ke tempat sampah mereka aku suruh sikat gigi dan sholat isya sebelum tidur kemudian aku keluar lagi melihat mereka yang masih berbincang santai
" Jam sembilan waktu nya pulang ya warung tutup kamu juga mas rumah nya jauh jangan pulang malam malam di cari papa dan mamamu juga istrimu tapi jangan lupa bayar semua biaya di bi endang" kata ku dengan sarkas
Selesai makan meraka pulang ada mie yang di bawa pulang juga membungkus gorengan dan mas Adit membayar semua habis tujuh ratus ribu rupiah ke bi endang
" Ini bi aku kasih satu juta buat DP kalau duo kembar jajan di sini" kata mas Adit
". Iya den terima kasih" jawab bi endang.
" Dek aku akan sering ke sini ya" kata mas Adit
Terserah kamu kan kamu datang juga untuk anakmu bukan untuk aku dan aku bukan muhrim mu jadi kalau Sarah marah bukan urusan ku kalau dia sampai kesini melabrak aku pasti akan aku kirim ke UGD" jawabku sarkas
Bersambung ......