NovelToon NovelToon
Ruang Ajaib Gadis Desa Mengguncang Istana Yogyakarta

Ruang Ajaib Gadis Desa Mengguncang Istana Yogyakarta

Status: sedang berlangsung
Genre:Romansa pedesaan / Menjadi Pengusaha / Ruang Ajaib / Reinkarnasi / Fantasi Wanita / Mengubah Takdir
Popularitas:12.3k
Nilai: 5
Nama Author: INeeTha

Masuk ke lingkaran istana, Sekar justru disambut teror mental, racun kecubung, hingga fitnah ilmu hitam.

Berbekal teknologi Ruang Spasial, ia membalas telak: mengubah ulat sutra menjadi emas dan membungkam angkuh bangsawan dengan sains.

Namun, musuh tidak tinggal diam. Wabah mematikan menyerang Pangeran Arya, memaksanya bertaruh nyawa. Di saat kritis, hantaman terakhir justru datang dari ayah kandungnya sendiri: Gugatan hukum di Pengadilan Agama demi memeras harta sebagai syarat restu nikah.

Di antara ambisi GKR Dhaning, nyawa kekasih, dan keserakahan keluarga, Gadis desa ini siap mengguncang pilar istana Yogyakarta.

⚠️ PENTING:
🚫 PEMBACA BARU: STOP! Wajib baca SERI 1 dulu agar paham alurnya.
🔥 PEMBACA SETIA: Level musuh naik drastis! Dari nenek dan bibi julid ke politisi keraton. Siapkan hati untuk "Face-Slapping" yang jauh lebih brutal!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon INeeTha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Menghentakkan Seluruh Tekadnya

Dingin.

Bukan dinginnya AC atau angin malam Yogyakarta.

Ini adalah dingin yang membakar, seolah ribuan jarum es menusuk menembus pori-pori kulit, merobek jalur saraf, dan memaksa masuk ke dalam sumsum tulang.

Di dalam dimensi Ruang Spasial, wujud kesadaran Sekar sedang tenggelam.

Dia tidak menahan napas.

Di sini, dia tidak butuh oksigen.

Dia butuh energi.

Tubuh astralnya melayang di kedalaman Mata Air inti air Spiritual, rambutnya mengambang seperti halo hitam pekat.

Sekar memejamkan mata, membiarkan cairan keperakan itu membanjiri sistemnya.

Fokus, Sekar.

Lakukan sinkronisasi paksa.

Otak jeniusnya tidak berhenti bekerja meski rasa sakitnya nyaris membuatnya gila.

Dia memvisualisasikan proses biologis yang sedang terjadi.

Dia membayangkan energi air ini sebagai triliunan nanobot yang menyerbu masuk melalui membrane transport, mencari jalan pintas menuju tubuh fisiknya yang terputus di dimensi lain.

Hukum Kekekalan Energi.

Energi tidak dapat diciptakan atau dimusnahkan, hanya berubah bentuk.

Dia harus mengubah energi spiritual murni ini menjadi impuls bio-elektrik yang cukup kuat untuk menendang sistem saraf pusatnya yang sedang shutdown.

"Argh!"

Sekar menjerit saat dia merasakan 'koneksi' itu.

Rasanya seperti ada kabel bertegangan tinggi yang disambungkan paksa ke ulu hatinya.

Itu adalah rasa sakit dari Overload Neurotransmitter.

Tubuh fisiknya menolak.

Racun alkaloid dari Kecubung atau Datura metel masih memblokir reseptor asetilkolin di sana, menciptakan bendungan yang kokoh.

Energi dari ruang spasial menghantam bendungan itu dengan kekuatan tsunami.

Di antara sadar dan tidak, Sekar tahu risikonya.

Jika dia gagal menjebol blokade racun itu, otaknya akan hangus terbakar oleh lonjakan energi ini.

Dia akan mati otak permanen.

Tapi bayangan wajah Arya yang putus asa di layar hologram tadi memicu adrenalinnya.

Tidak hari ini, Mawar. Kau tidak akan menang.

Sekar membuka matanya di dalam air. Iris matanya yang hitam pekat, untuk sepersekian detik, menyala menjadi emas murni.

Di Paviliun Tamu Keraton.

Suasana hening dan mencekam.

Hanya suara detak jam dinding kuno dan napas berat Arya yang terdengar.

Dr. Setyo, dengan tangan terbungkus sarung tangan lateks, menjentikkan tabung suntik kaca.

Cairan bening di dalamnya berbuih sedikit.

Dia mendorong piston perlahan sampai setetes cairan keluar dari ujung jarum yang tajam.

"Maafkan saya, Gusti Pangeran," ucap Dr. Setyo dengan nada yang dibuat sehalus mungkin, meski matanya dingin.

"Ini prosedur standar untuk mencegah kerusakan otak akibat kejang susulan."

Arya berdiri kaku di samping ranjang.

Rahangnya mengeras sampai otot-otot di lehernya menonjol.

Instingnya berteriak untuk menghentikan ini, tapi logika medis membelenggunya.

Dia bukan dokter. Dia tidak boleh egois membiarkan Sekar menderita.

"Lakukan dengan cepat," suara Arya parau, seolah ada pasir di tenggorokannya.

Dr. Setyo mengangguk. Sudut bibirnya terangkat sangat tipis, sebuah kemenangan kecil.

Dengan suntikan sedatif dosis tinggi ini, ditambah racun kecubung yang sudah ada di sistem Sekar, gadis ini tidak akan bangun sampai besok siang.

Dan saat dia bangun, otaknya akan mengalami kerusakan permanen.

Dia akan menjadi lambat, pelupa, atau bahkan sedikit... terganggu.

Cukup untuk membuatnya tidak layak menjadi pendamping Pangeran.

Dr. Setyo membungkuk.

Dia mengusap lipatan siku dalam Sekar dengan kapas alkohol.

Kulit gadis itu merah padam, panas, dan kering.

Tanda-tanda keracunan atropin yang klasik.

Ujung jarum suntik itu turun perlahan.

Satu sentimeter.

Lima milimeter.

Ujung logam yang dingin itu menyentuh permukaan kulit Sekar yang merah membara.

SEKARANG!

Di dalam ruang spasial, Sekar menghentakkan seluruh tekadnya, mengirimkan gelombang kejut Bio-Electricity melalui jalur spiritual yang terbuka.

ZING!

Bukan suara ledakan, tapi suara dengingan frekuensi tinggi yang menyakitkan telinga.

Tepat saat jarum Dr. Setyo hendak menembus vena, tubuh Sekar di atas ranjang mengejang hebat.

Itu bukan kejang epilepsi yang gemetar tak terkendali. Itu adalah satu sentakan tunggal yang masif.

Punggung Sekar melengkung ke atas, kaku seperti busur panah yang ditarik maksimal.

BLARR!

Sebuah gelombang angin, yang entah datang dari mana di ruangan tertutup itu, meledak dari pusat tubuh Sekar.

Kain batik yang menyelimuti kakinya tersibak kasar.

Gorden tebal di jendela paviliun berkibar liar seolah diterjang badai.

Vas bunga kristal di atas meja nakas bergetar hebat hingga jatuh dan pecah berkeping-keping.

"Gusti!"

Dr. Setyo tidak sempat memproses apa yang terjadi.

Gelombang energi tak kasat mata itu menghantam dadanya seperti pukulan palu godam.

Tubuh tua dokter itu terpelanting mundur dua meter.

Dia menabrak lemari kayu jati di belakangnya dengan suara buk yang keras.

Suntikan di tangannya terlempar, melayang di udara, dan mendarat di lantai marmer dengan suara berdenting nyaring sebelum menggelinding ke bawah kolong tempat tidur.

Arya tersentak mundur, lengannya secara refleks menutupi wajah untuk menahan hembusan angin aneh itu.

"Sekar?!" teriak Arya, matanya terbelalak horor.

Kejang itu berhenti secepat datangnya.

Tubuh Sekar jatuh kembali ke kasur.

Namun, sesuatu yang ajaib, atau mungkin mengerikan, sedang terjadi.

Warna merah padam yang mengerikan di kulit Sekar menyusut dengan kecepatan yang bisa dilihat mata telanjang.

Seolah ada penyedot debu tak terlihat yang menarik semua racun itu keluar dari pori-porinya.

Kulit yang tadinya kering dan panas, kini berubah.

Pigmen kemerahan itu digantikan oleh warna putih gading yang bersih, lembap, dan seolah memancarkan cahaya redup dari dalam.

Suara napas yang tadinya tersengal-sengal dan dangkal, kini berubah menjadi tarikan napas panjang dan dalam.

Dada Sekar naik turun dengan teratur.

Ritme jantungnya kembali normal, memompa darah segar yang kini telah bercampur dengan residu air spiritual.

Hening.

Debu-debu yang beterbangan perlahan turun kembali.

Dr. Setyo merangkak bangun sambil memegangi pinggangnya yang sakit.

Wajahnya pucat pasi, matanya melotot menatap sosok di ranjang itu.

Sebagai orang Jawa yang masih memegang klenik, logikanya runtuh.

"I-itu..." Dr. Setyo tergagap, jarinya gemetar menunjuk Sekar.

"Itu bukan medis... itu... itu perewangan..."

Arya tidak mempedulikan ocehan dokter itu.

Dia melangkah maju, tangannya gemetar ingin menyentuh pipi Sekar tapi takut.

"Sekar?" panggilnya lembut.

Perlahan, kelopak mata itu bergerak.

Bulu mata lentik itu bergetar, lalu terbuka.

Arya menahan napas.

Mata itu.

Itu bukan tatapan kosong seorang gadis yang baru bangun dari koma atau pengaruh obat bius.

Pupil mata Sekar sempat terlihat berwarna keemasan cair selama satu detik penuh, tajam dan mengintimidasi, sebelum perlahan meredup kembali menjadi hitam legam yang dalam dan tenang.

Sekar tidak bingung.

Dia tidak bertanya "Aku di mana?".

Dia bangun dengan kesadaran penuh.

Otaknya bekerja lebih cepat dari superkomputer.

Data kimiawi tubuhnya terbaca jelas dalam benaknya: Kadar alkaloid: 0%. Regenerasi sel: 100%. Adrenalin: Stabil.

Dia menggerakkan lehernya sedikit, bunyi kretek pelan terdengar.

Lalu, dengan gerakan yang kaku namun penuh wibawa, seperti robot yang baru dihidupkan atau ratu yang baru turun dari tahta, Sekar duduk tegak di tepi ranjang.

Dia tidak memandang Arya.

Tatapannya lurus, tajam, dan dingin menusuk tepat ke arah Dr. Setyo yang masih terduduk ketakutan di lantai.

Dr. Setyo merasa seperti kelinci yang ditatap oleh ular kobra.

Aura dominasi yang memancar dari gadis desa itu begitu kuat hingga membuat udara di sekitarnya terasa berat.

Sekar melihat jarum suntik lain yang menyembul dari saku jas Dr. Setyo.

Dia mengangkat dagunya sedikit, ekspresinya datar tanpa emosi, namun suaranya terdengar jernih, tegas, dan mengandung ancaman yang tidak bisa dibantah.

"Singkirkan benda tajam itu, Dokter," ucap Sekar dingin, matanya berkilat.

"Saya tidak butuh sedatif untuk sebuah pencerahan."

1
Annisa fadhilah
bagus bgt
tutiana
ya ampun mimpi apa semalam Thor, trimakasih crazy up nya
lope lope lope ❤️❤️❤️⚘️⚘️⚘️
tutiana
gass ken arya,,, tumbangin rangga
🌸nofa🌸
butuh energi buat menghadapi Dhaning
🌸nofa🌸
mantap arya
tutiana
wuenakkk banget kan ,,Rangga,,Rangga kuapok
Aretha Shanum
upnya good
borongan
lin sya
keren sekar, bkn hnya jenius tp cerdik, mental baja, pandai membalikan situasi yg hrusnya dia kalah justru musuhnya yang balik menjdi pelindung buat para kacungnya daning 💪
gina altira
menunggu kehancuran Rangga
🌸nofa🌸
waduh malah nantangin😄
🌸nofa🌸
judulnya keren banget😄
sahabat pena
kapan nafasnya? teror trs .hayo patah kan sayap musuh mu sekar.. biar ga berulah lagi
INeeTha: seri 2 ini memang di stel mode tahan nafas ka🙏🙏🙏
total 1 replies
INeeTha
Yang nyariin Arya, dia nungguin kalian di bab selanjutnya 🤣🤣🤣
gina altira
Aryanya kemana inii,, kayakanya udah dijegal duluan sama Dhaning
sahabat pena
kurang greget sama Arya ya? kasian sejar selalu berjuang sendiri
RJ §𝆺𝅥⃝©💜🐑
Sekar keren banget 😍😍😍😍😘
sahabat pena
rasakan itu rangga 🤣🤣🤣🤣rasanya mau bersembunyi di lubang semut🤣🤣🤣🤣malu nya.. euy🤣🤣
RJ §𝆺𝅥⃝©💜🐑
Rangga terlalu bodoh untuk melawan seorang profesor 😏😏🙄🙄
🌸nofa🌸
wkwkwkwkwk
kena banget jebakan sekar buat rangga😄
🌸nofa🌸
kebalik padahal😄
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!