******
Mencintai seseorang tanpa bertemu dengan nya, adalah bukti bahwa cinta itu bukan di depan mata, tapi di dalam hati. Itu yang terjadi dengan Alana, putri dari Aditya dan Davina.
Pertemuan tak sengaja Alana dengan sosok di media sosial membuat nya nyaman walau perbedaan usia mereka cukup jauh. Status tak menghalangi hubungan kedua nya.
Apa yang membuat Alana memilih pria yang tak pernah dia lihat? Konflik pun terjadi di antara Alana dan pria yang ada di sosial media tersebut. Hingga membuat Alana sering kali memblokir aplikasi hijau nya terkadang aplikasi hitam pun kena sasaran blokir Alana tapi selalu saja di buka kembali karena kedua saling Cinta.
Akan kah mereka bertemu dan bersatu?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Anisah Cute, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 15. TCA 2
✧༺♥༻✧
Setelah satu minggu berada di rumah Vina dan Adit semua orang tua bersiap untuk pulang kembali ke Singapura. Setelah mereka semua menyaksikan perlombaan Alan yang ikut cerdas cermat. Saat sampai di sekolah mereka bertemu dengan Ken yang yang habis dari kantin membeli minum untuk para juri.
"Bunda dan yang lain mau lihat perlombaan Alan?" tanya Ken sambil dia senyum - senyum sendiri.
"Kamu kenapa senyum - senyum kayak gitu?" tanya Jesika.
"Gak ada mah, mending mama dan yang lain ke mall dari pada lihat Alan lomba yang sejak tadi grup nya gak bisa jawab - jawab pertanyaan dari tim juri." ucap Ken.
"Serius kamu Ken, masa sih tim Alan gak bisa jawab, kamu gak kasih semangat mungkin untuk adek nya." ucap Vina.
"Kasih bunda dasar tu anak matematika otak nya kosong kalau balap sepeda saja cepet dia, ayo kata nya mau lihat Alan." ucap Ken.
Mereka berjalan menuju aula perlombaan di mana Alan dan semua orang berada. Saat sampai Saga yang melihat kedatangan keluarga nya mengajak mereka duduk di bagaian para orang tua murid.
Sedangkan Alana yang melihat kedatangan bunda dan semua orang tersenyum dengan menaik turun kan alis nya, Saga hanya bisa menepuk dahi saat melihat Alan senyam senyum, Saga benar- benar malu karena tim Alan belum mendapatkan nilai sedikit pun.
Saat pertanyaan selanjutnya di bacakan Alan dengan pede nya langsung menekan bel membuat Saga dan yang lain cemas dengan menatap wajah Alan berharap Alan bisa menjawab pertanyaan yang di berikan oleh juri. 1 detik 2 detik Alan menunduk seolah dia sedang berpikir, hingga waktu hampir habis dia baru mengangkat kepala nya dengan jawaban yang bikin semua orang tertawa dan membuat juri hanya menatap heran Alana.
"Tidak tau pak...! Susah sih pertanyaan nya." ucap Alan dengan terseyum kearah semua orang.
Mendengar jawaban Alana membuat semua siswa dan siswi yang berada di ruangan itu tertawa termasuk para orang tua.
"Ha.... ha.... ha....!" semua tertawa melihat ekpresi wajah Alana yang menjawab tanpa dosa.
Saga dan Ken yang memasang wajah tegang dan serius langsung memejamkan mata sambil menepuk dahi mereka saat mendengar jawaban Alan. Begitu juga dengan Vina dan keluarga mereka memasang wajah sebal terhadap jawaban Alana atas jawaban yang di berikan Alan.
"Astaghfirullah! Alan benar - bener anak itu lomba dia buat candaan. Terus ngapain dia ikut lomba kalau dia gak bisa jawab." ucap Vina yang tak habis pikir dengan kelakuan putri nya.
"Anak luh Vin, pulang bunda malu - maluin aja punya ponakan satu otaknya kosong." ucap Vino dengan kesal saat tau kelakuan keponakan nya.
"Kamu ini Vino tunggu sebentar siapa tau tim Alan menang." jawab Keyla.
"Kalau kalah Vino kirim Alan ke afrika." ucap Vino.
Plak....!
"Kalau ngomong seenak kentut dia aja, dapatin Alan itu susah bukan langsung cetak langsung jadi, main kirim ke Afrika aja, Ken nanti Vina kirim ke Antartika." balas Vina.
"Busyet kurang jauh dek mainnya." ucap Vino.
"Sudah - sudah berisik." jawab Keyla mencegah putri dan putra nya bertengkar.
Setelah perlombaan selesai dengan nilai akhir tim alana 0 tapi dia tetap bangga dan bahagia karena dia ikut lomba hanya untuk hiburan dia saja.
"Bunda....!" ucap Alan dengan memeluk bunda nya.
"Malu - maluin kamu dek ikut lomba kalah." ucap Ken.
"Abang Ken ku yang Alan sayangi Alan bukan gak bisa jawab, Alan sengaja gak jawab karena cuma iseng aja." ucap Alana.
"Pinter ngeles." jawab Saga.
"Nenek sama Ata sudah mau pulang, nanti kapan - kapan Alan boleh kan main kerumah ata dan nenek?" tanya Alan.
"Rumah itu rumah kamu juga cucu ku, ata sama nenek pulang dulu ya." ucap Keyla.
"Iya hati - hati." jawab Alana.
Mereka semua ikut mengantar kepulangan kakek dan nenek mereka semua, setelah mengantar nenek dan kakeknya Alan dan semua orang kembali kerumah karena hari sudah sore.
*********
Tak terasa waktu berjalan begitu cepat hingga usia Alana masuk 17 tahun kemudian.
Alan yang sibuk dengan kelompok balap sepeda nya menyempatkan diri untuk hadir di acara pertandingan basket Riski sahabat nya yang selalu bersama dengan diri saat suka dan duka.
Saat Riski sedang bertanding basket bersama dengan teman - teman nya melawan tim dari kampus lain, semua perempuan yang melihat permainan basket Riski bersorak saat Riski berhasil memasukkan bola ke ring. Setelah selesai pertandingan seperti biasa Alana sahabat sejak kecil Riski mendekat dengan membawa handuk kecil dan botol air mineral.
"Nih minum dan ini handuk nya." ucap Alan dengan melempar botol kearah Riski yang di tangkap oleh Riski.
"Makasih Al." ucap Riski dengan tersenyum kearah Alana.
Alan sejak usia 13 dia sudah menaruh hati dengan sahabat nya, sayang dia tak berani menyatakan perasaan nya. Karena tak ingin menghancurkan yang nama nya persahabatan mereka.
Sedangkan Riski yang melihat keberadaan Helen di belakang Alan tersenyum kearah Helen. Riski tiba - tiba berjalan melewati Alan dan langsung menarik tangan Helen berjalan ke tengah lapangan basket, membuat Alana menatap aneh dan mengerutkan dahi. Saat sudah berada di tengah lapangan basket Riski mulai membuka suara.
"Helen Mahardika saya mencintai kamu. Maukah kamu jadi pacar saya, jika perlu menjadi pendamping hidup saya. Sejak lama aku memendam rasa untuk mu." ucap Riski.
Duar...
Bagai di sambar petir hati Alana hancur saat mendengar perkataan Riski ke saudaranya. Alana hanya bisa menatap dengan hati yang hancur di tengah sorak - sorak semua orang untuk membuat Helen menerima cinta Riski. Tubuh Alan seketika lemas bagai tak bertulang karena dia kaget saat mendengar perkataan Riski.
"Terima - Terima - Terima." Suara semua orang menggema di ruangan basket.
"Kamu nembak aku, bagaimana dengan kak Alan?" tanya Helen saat dia melirik kearah Alan yang diam tanpa ekspresi.
"Aku sama Alana hanya sahabat Len sejak kecil aku menyukai kamu, cara mu sifat mu membuat aku jatuh cinta." ucap Riski.
Mata Alana berkaca - kaca saat mendengar perkataan dari Riski. Semua berlari kearah Riski dan juga Helen sambil mereka tak sengaja menyenggol tubuh Alan yang berdiri terdiam saat Helen menerima cinta Riski.
"Iya aku terima." jawab Helen dengan senyum malu kearah Riski tanpa melihat ada hati yang terluka di tengah kebahagiaan mereka berdua.
Mendengar jika Helen menerima cinta Riski, Alan mundur perlahan dengan senyum getir dan air mata di pipi nya, bayangan saat bermain bersama dengan Riski sejak kecil berputar, kedekatan mereka sudah seperti kekasih sayang semua nya hancur saat Riski menyatakan cinta ke Helen. Alan keluar dari gedung basket dengan hati yang hancur dan air mata yang mengalir deras.
━━━━━━♡♥♡━━━━━━
Riski kek nya suka sama Helen deh klu Alana tau orang yg dia suka justru ga suka sama dia gmn ya ,moga sikap Alana ga berubah ya klu tau
doakan saja agar semuanya lancar ya
apalagi Bagas emg langsung menjauh setelah pacaran sama Helen, lagian Helen juga apa-apaan sih kok kamu sampe segitunya sama Alana
toh Alana gak akan pernah rebut Bagas dari kamu ishhh ngeselin 😤😤
tapi sayangnya kepala Alana malah jadi memar gitu ya
tapi mungkin ini pilihan kamu ya lan, semoga di Malaysia nanti kamu bisa jauh lebih bahagia ya Alana
gak bisa jaga perasaan Alan malah pamer🙄