NovelToon NovelToon
DEWA IBLIS : SHEN YU

DEWA IBLIS : SHEN YU

Status: tamat
Genre:Fantasi Timur / Balas dendam dan Kelahiran Kembali / Mengubah Takdir / Tamat
Popularitas:129.6k
Nilai: 5
Nama Author: Sang_Imajinasi

Shen Yu, seorang pemuda yang memikul takdir terlarang sebagai pewaris Raja Iblis Purba (Tangan Asura, Mata Iblis, dan Jantung Ketiadaan), memimpin sekelompok jenius buangan untuk melawan takdir mereka: Ye Qing sang Dewa Pedang Bintang, Su Ling pemilik Mata Iblis Surgawi, Feng Jiu sang Ratu Phoenix, dan Long Tu sang Jenderal Setengah Naga.

Setelah menghancurkan ambisi Sekte Mayat dan menolak menjadi wadah pengorbanan bagi Istana Langit Utara, Shen Yu melakukan langkah gila: ia meledakkan Jantung Iblis untuk merobek dinding realitas, membawa timnya melarikan diri ke dalam celah dimensi yang mematikan.

Tiga tahun berlalu dalam kehampaan. Kini, mereka muncul kembali di Benua Roh Abadi, sebuah dunia tingkat tinggi yang jauh lebih buas dan kuno. Dengan kekuatan yang telah berevolusi mencapai ranah Nascent Soul, Shen Yu tidak lagi berniat lari.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sang_Imajinasi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

CHAPTER 30

Mulut Lembah Penyegel Jiwa - Siang Hari yang Kelabu.

Langit di atas lembah itu tidak biru, melainkan putih susu. Bukan karena awan, tapi karena Kabut Ilusi yang sangat pekat membubung tinggi dari dasar lembah hingga menutupi matahari.

Kapal Perang Tulang Naga berhenti mengapung tiga mil dari mulut lembah. Mesin kapal yang ditenagai batu roh bergemuruh rendah, seolah gelisah.

Shen Yu berdiri di haluan, matanya menyipit tajam. Kesadaran Spiritual tingkat Transformasi Dewa-nya mencoba menembus kabut itu.

Zzzzt.

Gagal. Kesadarannya memantul kembali seolah menabrak dinding kapas yang tak berujung.

"Kabut ini..." gumam Ye Qing, tangannya berkeringat memegang gagang Pedang Cahaya Bulan. "Ini bukan kabut air. Ini Kabut Jiwa. Kesadaran pedangku tidak bisa melihat satu inci pun di dalamnya."

"Sangat sunyi," tambah Feng Jiu. "Tidak ada suara burung, angin, atau serangga. Seperti kuburan raksasa."

Shen Yu menatap ke dalam putih yang hampa itu. Instingnya menjerit bahaya. Tapi dia tidak bisa mundur. Tian Fa ada di dalam sana, menunggunya.

"Aku butuh mata di dalam," kata Shen Yu.

Dia menoleh pada dua petarung fisik terkuatnya.

"Cang Wu. Long Tu."

Cang Wu maju, baju zirah tulang barunya berderik berat. Long Tu (dalam wujud manusia bersisik) melangkah maju, otot-ototnya tegang.

"Periksa jalan," perintah Shen Yu. "Jangan bertarung jika tidak perlu. Jika ada bahaya, segera mundur. Kalian adalah ujung tombak, bukan umpan."

"Dimengerti, Patriark," geram Long Tu. "Perintah... diterima," jawab Cang Wu kaku.

Keduanya melompat turun dari geladak kapal. Tubuh mereka melesat menembus udara dan ditelan oleh kabut putih tebal di mulut lembah.

Satu detik. Sepuluh detik. Tiga puluh detik.

Shen Yu dan Su Ling menunggu di haluan dengan napas tertahan. Ribuan murid di belakang mereka juga diam membisu.

Shen Yu memegang dua Lampu Jiwa milik Cang Wu dan Long Tu di tangannya untuk memantau kondisi mereka. Apinya masih menyala terang dan stabil.

"Lapor," Shen Yu mengirim transmisi suara.

"Kabut... lengket..." suara Long Tu terdengar putus-putus di kepala Shen Yu. "Visibilitas nol. Tapi... bau darah... kuat sekali..."

"Guru..." suara Cang Wu menyusul. "Ada sesuatu... bergerak... di tanah... Bukan manusia..."

Tiba-tiba, api di Lampu Jiwa bergoyang hebat.

"APA INI?! TULANGKU... BERGERAK SENDIRI?!" suara Cang Wu tiba-tiba berubah panik, hal yang sangat langka terjadi pada murid yang hampir tanpa emosi itu.

"TIDAK! JANGAN SENTUH DIA! ARGHHHH!" Long Tu meraung.

Dan kemudian... teriakan yang membekukan darah.

"PATRIARK! JANGAN MASUK! INI JEBAK—"

SREET.

Suara transmisi putus total.

Lampu Jiwa di tangan Shen Yu tidak padam, tapi apinya berubah warna menjadi Hijau Pucat dan mengecil hingga seukuran titik jarum. Tanda bahwa jiwa mereka tidak mati, tapi Disegel Paksa atau ditarik keluar dari tubuh.

Hening kembali menyelimuti lembah.

"Cang Wu! Long Tu!" teriak Ye Qing, hendak melompat menyusul.

"BERHENTI!" bentak Shen Yu.

Aura Shen Yu meledak. Dia menahan Ye Qing dengan tekanan Qi-nya.

"Kau masuk, kau mati," kata Shen Yu dingin.

Shen Yu menatap kabut itu dengan mata merah menyala. Muridnya. Naga penjaganya. Mereka dilumpuhkan dalam hitungan detik tanpa sempat melawan?

"Mereka memancingku," kata Shen Yu. "Tian Fa tahu aku tidak akan membiarkan milikku diambil."

Shen Yu menoleh pada Ye Qing dan Feng Jiu.

"Jaga kapal. Jangan masuk apa pun yang terjadi. Jika aku tidak kembali dalam satu jam... bakar lembah ini dari luar sampai rata."

"Tapi Bos—"

"Lakukan!"

Shen Yu menggenggam tangan Su Ling. Dia tidak menyuruh Su Ling tinggal, karena dia tahu di mana pun dia berada, tempat paling aman bagi Su Ling adalah di sisinya (ironisnya, inilah yang diinginkan musuh).

"Siap, Istriku?" tanya Shen Yu, suaranya melembut sedikit.

Su Ling mengangguk, wajahnya pucat namun tegas. "Aku bersamamu. Sampai akhir."

Shen Yu menarik napas dalam.

"Ayo kita lihat hantu macam apa yang berani menyentuh muridku."

WUUUSH!

Shen Yu dan Su Ling melompat turun dari kapal, terjun bebas menuju lautan kabut putih itu.

Di Dalam Kabut.

Begitu kaki mereka menyentuh tanah lembah, dunia berubah.

Suara kapal perang di atas hilang. Cahaya matahari hilang. Shen Yu mencoba melihat ke atas, tapi kabut putih itu seolah menelan langit. Koneksi dengan Ye Qing dan pasukan di luar Terputus Total.

Mereka terisolasi.

"Jaga jarak rapat," Shen Yu menarik Su Ling menempel padanya. Dia mengaktifkan Zirah Qi pelindung.

Mereka berjalan maju menyusuri jalan setapak yang penuh bebatuan tajam.

Anehnya, tidak ada serangan. Tidak ada panah, tidak ada mantra.

Hanya ada... Patung.

Di sepanjang jalan, terdapat patung-patung batu yang bentuknya mengerikan. Wajah-wajah yang menjerit, tangan yang menggapai.

"Shen Yu..." bisik Su Ling, meremas tangan Shen Yu. "Patung-patung ini... mereka punya aura kehidupan."

Shen Yu berhenti. Dia menatap salah satu patung. Dia menyentuhnya.

Dingin. Tapi di dalamnya, ada aliran darah yang sangat lambat.

Ini bukan patung. Ini adalah Manusia yang dikutuk menjadi batu.

Dan di depan sana, sekitar lima puluh meter, Shen Yu melihat dua sosok yang dia kenal.

Cang Wu dan Long Tu.

Mereka berdiri kaku di tengah jalan. Cang Wu dalam posisi menebas pedang. Long Tu dalam posisi setengah berubah menjadi naga, mulutnya terbuka hendak meraung.

Tapi tubuh mereka... Membatu. Kulit mereka telah berubah menjadi batu kelabu. Mata mereka melotot ketakutan, menatap sesuatu di depan mereka.

"Mereka masih hidup," kata Shen Yu, merasakan detak jantung lemah di dalam patung batu itu. "Ini teknik penyegelan tingkat tinggi."

Shen Yu melangkah maju untuk memeriksa mereka.

"Tunggu!" Su Ling tiba-tiba berteriak.

"Jangan melangkah ke sana! Lihat bayangan mereka!"

Shen Yu berhenti. Dia melihat ke tanah.

Meskipun tidak ada matahari, Cang Wu dan Long Tu memiliki bayangan. Tapi bayangannya... Bergerak.

Bayangan itu bukan bayangan mereka. Itu adalah ribuan tangan hitam tipis yang keluar dari tanah, siap mencengkeram kaki siapa pun yang mendekat.

KLIK.

Suara mekanisme terdengar dari segala arah.

Kabut putih di sekeliling mereka tiba-tiba berputar kencang, berubah warna menjadi Merah Darah.

Tanah bergetar. Sembilan pilar cahaya raksasa menembus tanah di sekeliling lembah, mengurung Shen Yu, Su Ling, dan dua patung muridnya dalam kubah energi yang tak tertembus.

Suara tawa yang halus dan berwibawa terdengar bergema dari langit-langit kabut.

"Selamat datang, Saudaraku."

"Kau masuk tepat ke dalam sangkar."

Shen Yu mendongak, matanya berkilat membunuh.

"Tian Fa."

1
@ᴛᴇᴘᴀsᴀʟɪʀᴀ ✿◉●•◦
Clink 🔥🌽
Kasara Edsel
"angaaaak hooo"🤭👍
Dedi Sopandi
singkat nya di atas langit masih ada langit, jangan bangga dengan apa yang kita miliki 🤣🤣🤣🤣
Indah Hidayat
andai ada cinta sejati spt itu????
Indah Hidayat
jarang ada novel genre ini yg mc nya setia, biasanya si mc hobby kawin dan herannya yg like banyak artinya reader itu juga hobby kawin ya.
Amad R Laros
jooos
Dedi Sopandi
semangat Kaka
Indah Hidayat
ada sepatu bot ya di jaman itu? tetuanya ada 3 kan yang 2 mana?
Indah Hidayat
makin kerrn ceritranya
Amad R Laros
sakti duluaan sebelum kahir
Indah Hidayat
baru kali ini baca novel si mcnya iblis kejam
Indah Hidayat
si thor itu membuat ceritra si mc terlalu naif, tidak cerdas
Indah Hidayat
agak aneh kenapa mesti hrs ketemuantan musuhnya apalagi jelas tahu akan dijebak dan tdk cari cara dulu utk mengatasinya...si mc kurang cerdas hanya ikut nasib saja
Amad R Laros
piye to ki kok bingung law bisa berubah jadi ultra raksasa knpa kemarin lari
Amad R Laros
apa kekuatanmu sudah bisa mengungguli pengadilan langit shen yu
Dedi Sopandi
coba kalo dari awal, kekuatan itu muncul mungkin su lin selamat kali yah 🤣🤣🤣🤣
Duan Iwan
one vote and secangkir kopi tuk kelanjutan ceritamu thor💪👍
Duan Iwan
mantaaaaaap lanjoooootken ceritamu thor
Dedi Sopandi
nggak punya cara apa gitu, padahal sudah ada bayangan apa yg akan terjadi,,, 🤣🤣🤣🤣
Amad R Laros
harat jar banjar💪💪💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!