NovelToon NovelToon
PENYESALAN SEORANG ISTRI

PENYESALAN SEORANG ISTRI

Status: sedang berlangsung
Genre:Suami Tak Berguna
Popularitas:5.1k
Nilai: 5
Nama Author: Gibrant Store

Andini (23) menganggap pernikahannya dengan Hilman (43) adalah sebuah penghinaan. Baginya, Hilman hanyalah "pelayan gratis" yang membiayainya bergaya hidup mewah. Selama tujuh tahun, Andini buta akan pengorbanan Hilman yang bekerja serabutan demi masa depan ia dan anak nya. Namun, saat kecelakaan merenggut nyawa Hilman, Andini baru menyadari bahwa kemewahan yang ia pamerkan berasal dari keringat pria yang selalu ia hina. Sebuah peninggalan suaminya dan surat cinta terakhir menjadi pukulan telak yang membuat Andini harus hidup dalam bayang-bayang penyesalan seumur hidupnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Gibrant Store, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Gema Penyesalan

Pagi itu, langit Jakarta seolah turut berkabung. Mendung menggantung rendah, menyelimuti gang sempit tempat tinggal Hilman dengan warna abu-abu yang suram. Di depan rumah petak itu, keranda yang ditutup kain hijau dengan sulaman ayat suci telah siap diusung. Aroma bunga kamboja dan air mawar yang tajam menyeruak di udara, bercampur dengan isak tangis yang tertahan dari para tetangga.

Saat keranda mulai diangkat, Syifa berteriak histeris. Gadis kecil itu memeluk tiang keranda dengan erat, seolah-olah jika ia melepaskannya, ayahnya akan benar-benar hilang dari dunia.

"Ayah! Ayah jangan dibawa! Ayah cuma tidur, Pak! Ayah janji mau ajak Syifa ke rumah baru!" jerit Syifa.

Beberapa warga terpaksa menarik Syifa dengan lembut, memberikan ruang bagi para pengusung jenazah. Andini berjalan di belakang keranda, langkahnya gontai. Setiap langkah kaki yang menyentuh jalanan aspal gang terasa seperti injakan pada jantungnya sendiri. Ia teringat bagaimana Hilman setiap pagi berjalan di jalanan yang sama, membawa tas kerja berisi bekal sederhana, hanya untuk mencari uang yang kemudian ia maki-maki karena dianggap sedikit.

Sepanjang perjalanan menuju pemakaman, orang-orang berdiri di pinggir jalan. Banyak buruh pabrik rekan kerja Hilman yang datang, masih mengenakan seragam kerja mereka. Mereka memberikan penghormatan terakhir pada pria yang mereka kenal sebagai sosok paling pendiam namun paling tangguh di pabrik.

"Dia pria hebat, Ndin. Dia rela ambil shift malamku berkali-kali supaya aku bisa pulang lihat anakku yang lahir, asalkan aku kasih upahnya buat dia tabung," bisik salah satu rekan Hilman saat berpapasan dengan Andini.

Andini hanya bisa menunduk. Setiap kata pujian untuk Hilman terasa seperti tamparan bagi wajahnya.

Di Tepi Liang Lahat

Prosesi pemakaman berlangsung di sebuah TPU yang padat. Saat jenazah Hilman perlahan diturunkan ke liang lahat, suasana mendadak sunyi. Hanya terdengar suara adzan yang dikumandangkan oleh Pak Gatot dengan suara bergetar.

Andini melihat tubuh suaminya yang terbungkus kain kafan diletakkan di dalam tanah yang merah dan lembap. Inilah rumah baru Hilman. Bukan rumah mewah dengan taman bunga yang ia janjikan lewat asuransi, melainkan sebuah lubang sempit berukuran dua meter.

"Mas..." Andini jatuh berlutut di pinggir lubang makam. "Tunggu, Mas! Aku belum minta maaf! Aku belum bilang kalau aku sayang kamu!"

Saat tanah pertama mulai diturunkan dan mengenai papan penutup jenazah, suara buk... buk... itu terdengar seperti dentuman palu yang meremukkan tulang rusuk Andini. Ia mencoba meraih tanah itu dengan tangannya, mencoba menghentikan proses penguburan, namun tangan-tangan warga menahannya.

"Semuanya sudah terlambat, Ndin," ucap Bu RT yang berdiri di sampingnya dengan nada dingin. "Dulu saat dia berdarah-darah minta dipeluk, kamu malah pergi sama laki-laki lain. Sekarang tanah yang akan memeluknya, bukan kamu."

Pusara yang Dingin

Tanah merah itu akhirnya menggunung. Sebuah nisan kayu sederhana dengan nama "Hilman Bin Ahmad" tertancap di sana. Syifa mendekat, ia menaburkan bunga mawar dengan tangan gemetar.

"Ayah... ini bunga dari Syifa. Maaf Syifa nggak punya uang buat beli bunga yang banyak. Tapi Syifa sayang Ayah selamanya," ucap Syifa sambil mencium nisan kayu itu.

Andini mendekat, mencoba menyentuh tangan Syifa, namun Syifa menarik tangannya dengan cepat. Syifa menatap ibunya dengan tatapan yang tidak lagi mengandung rasa takut, melainkan kebencian yang mendalam.

"Mama puas sekarang?" tanya Syifa tajam. "Ayah sudah pergi. Uang satu miliarnya sudah ada. Mama bisa beli apa saja sekarang. Tapi jangan pernah minta Syifa untuk panggil Mama lagi. Bagiku, Mama ikut mati bersama Ayah di dalam tanah itu."

Syifa bangkit dan berjalan menjauh meninggalkan makam, mengikuti rombongan warga yang mulai pulang.

Andini tertinggal sendirian di depan pusara yang masih basah. Hujan mulai turun rintik-rintik, membasahi tanah merah itu. Ia merogoh saku dasternya, mengeluarkan kunci kotak rahasia dan selembar polis asuransi senilai satu miliar yang baru saja ia terima konfirmasinya lewat telepon tadi pagi.

Ia merobek-robek polis asuransi itu di atas makam Hilman. "Aku nggak mau uang ini, Mas! Aku mau kamu! Bangun, Mas! Kita makan nasi garam lagi nggak apa-apa, asal ada kamu!"

Namun, hanya suara angin dan rintik hujan yang menjawab tangisannya. Hilman tidak akan pernah bangun lagi. Pria yang memberikan segalanya itu telah menyelesaikan tugasnya. Ia telah memberikan "harta karun" terakhirnya, dan sebagai imbalannya, ia akhirnya bisa beristirahat dari rasa sakit, dari rasa lapar, dan dari penghinaan istri yang sangat ia cintai.

Andini terus menangis, memeluk gundukan tanah yang masih segar itu, menyadari bahwa satu miliar rupiah adalah harga yang paling murah untuk seorang manusia sesempurna Hilman—dan ia telah menjualnya dengan sangat hina.

1
Rahmawati
hebat sekali Hilman merancang masa depan syifa
Tinta Emas: itulah kehebatan seorang Ayah untuk anaknya
total 1 replies
Rahmawati
duh, ada. misteri apa lagi nih
Tinta Emas: kayanya lebih seru nih
total 1 replies
Rahmawati
semangat belajarnya syifa agar ayahmu bangga di surga sana
Tinta Emas: semoga sukses syifa
total 1 replies
Rahmawati
kl inget ttg Hilman aku ikutan sedih😭
Rahmawati: aamiin
total 2 replies
Rahmawati
syifa bakal jd pewaris harta keluarga hilman
Tinta Emas: mudah-mudahan
total 1 replies
Rahmawati
kok jadi deg deg an ya, lanjutttt
Tinta Emas: waduh
total 1 replies
Rahmawati
bener dah yang dari Hilman utk sekolah syfa, kl utk makan kan Andini bisa kerja
Tinta Emas: kita lihat kedepan nya kak
total 1 replies
Amell Phone
cerita sangat bagus aku suka lebih semangat lagi dong authornya dlm menulis.masak iya setiap hari cuma muat 1bb itupun pendek pula.usahain dong minimal 3 bab/hari agar lebih seru
Tinta Emas: untuk bab ini satu bab ka, untuk judul yang lainnya saya usahakan, terima kasih ka
total 1 replies
falea sezi
sumpah istri durhaka
Tinta Emas: seperti nya demikian
total 1 replies
Rahmawati
ayo Andini berpikir, km harus bisa mengelola uang 1 milyar itu utk hidup dengan syifa
Tinta Emas: bisa gak ya dia?
total 1 replies
Rahmawati
ooo gitu toh awal mereka bertemu dan menikah.
Tinta Emas: sudah terjawab ka
total 1 replies
Rahmawati
selama suami masih bekerja demi keluarga maka hormatilah dia
Tinta Emas: harus itu ka
total 1 replies
Rahmawati
apa lagi yg di tinggalkanlah Hilman utk syifa
Tinta Emas: kayanya seru nih
total 1 replies
Rahmawati
bagus bgt ceritanya, bikin nyesek
Tinta Emas: santai ka
total 1 replies
Rahmawati
😭😭😭
Tinta Emas: walah...
total 1 replies
Rahmawati
kok ada istri kayak gitu, Hilman sabar bgt
Tinta Emas: mungkin ada
total 1 replies
Amell Phone
ceritanya bagus sangat menyentuh hati,jadi terbawa suasana.lanjut lagi dong semngat buat penulis biar sehari bisa nulis beberapa episode
Tinta Emas: terima kasih ka
total 1 replies
Rahmawati
aduh bikin nyesek
Tinta Emas: Tahan Mbak
total 1 replies
SisAzalea
sepatutnya ini waktu tidur ,malah nangis2 aku
Tinta Emas: waduh ko gitu
total 1 replies
SisAzalea
penasaran bagaimana mereka berjodoh
Tinta Emas: panteng terus update tiap hari 19:00
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!