Aku berasal dari keluarga miskin di London, kemudian menjadi tulang pungung untuk keenpat adik perempuanku dengan berjualan koran dan menyemir sepatu, ayahku pemabuk dan ibuku sering menangis karena letih dan kesal.
Dari kecil aku suka latihan tinju, sampai suatu saat bertemu dengan mister penjual koran yang ternyata adalah seorang petinju dunia yang tidak terkalahkan, dan perjalanku di mulai .
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Romy rhamdani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 15 Pertarungan Sampai Akhir
Semua penonton termasuk pelatih Burnley terkejut melihat dia terduduk dengan raut wajah yang pucat pias, hitungan segera dilakukan tapi belum sepuluh hitungan dia sudah bangkit dan menarik udara dalam dalam ke bagian tubuhnya.
" Menarik, baru kali ini aku mendapatkan lawan yang kuat, sepadan..sepadan " batinnya berucap, dia kemudian melakukan gerakan berjalan dengan zig zag dan kemudian merangsek ke tengah sambil melepaskan dua pukulan beruntun ke arah wajah dan perut Dampsey, pukulan pertama keperut di biarkan masuk oleh dan pukulan ke arah wajah dia bloking dengan menepis.
Dampsey tidak mau rugi perut dia korbankan tapi dia berhasil membalas kerugian dengan melepaskan pukulan straigh ke wajah Burnley yang terlihat terdorong ke belakang, sementara posisi Dampsey sendiri terbungkuk menahan sakit.
Mata Burnley memerah dia tidak pernah mendapat perlakuan seperti ini, ada orang yang bahkan mengorbankan perutnya demi memukul wajah, kenyataan ini seakan akan mengatakan aku tidak takut dengan pukulanmu, dia merasa dilecehkan oleh junior ini, dengan memasang kuda kuda dan bergerak cepat dia melepaskan pukulan combo, serupa dengan pukulan shadow tingkat pertama tapi ini kelihatan jelas bahwa ada dua pukulan, dengan blocking arm Dampsey menahan pukulan itu sambil terbang ke belakang dan dengan memanfaat kelenturan tali ring dia mendorong tubuhnya ke arah Burnley dengan mengeluarkan pukulan shadow tingkat dua.
Pukulan ini dianggap remeh oleh Burnley dia menangkis pukulan itu dengan blocking satu tangan, puas dan tersenyum dengan berhasilnya dia melakukan block tiba tiba dia shock itu bukan satu pukulan tapi tiga pukulan sekaligus, tanpa sempat dia hindar dua pukulan beruntun menghujam ke wajah.
Buuuk....buuuuk terlihat pelindung gigi terlempar dari mulutnya dan kepala terdorong ke belakang, dalam sekejap, Dampsey sudah sampai ke depan dan mengeluarkan pukulan swing menahan tubuh Burnley agar tidak jatuh dan kemudian memukul kembali wajah Burnley, pelatih yang melihat ini panik, kalau diteruskan anak didiknya bisa mengalami cedera berat.
" Hentikan...hentikan kami menyerah " katanya sambil melempar handuk ke dalam ring tinju, tidak pernah terlintas dalam benaknya dan orang orang yang menonton bahwa Burnley sang jenius bisa kalah seperti ini, seandainya terlambat besar kemungkinan dia akan masuk ke rumah sakit selama beberapa bulan, untung saja Dampsey menahan pukulannya, karena ini hanya sparing partner bukan pertandingan sesunguhnya.
Dengan sportif Burnley mendekat dan berkata " terima kasih anda sudah menahan diri " dia mengakui bahwa pemuda ini adalah seorang monster, setiap pukulannya sangat menyakitkan, jika bukan karena daya tahan tubuhnya yang kuat dari pertama dia tidak akan sanggup menerima pukulan Dampsey, dia memprediksi bahwa pemuda ini akan menjadi juara dunia kelak jika dipoles dengan baik.
Pemilik sasana kemudian memberikan bayaran kepada Dampsey dan mengucapkan terima kasih berulang ulang, dia mendapatkan pelajaran yang berharga bahwa tidak boleh meremehkan orang lain. Kata pepatah sepandai pandai tupai melompat akhirnya jatuh jua sesekali, begitu juga seorang champion.
Dampsey pulang ke rumah sedangkan mister pergi ke bank untuk memasukan uang ke dalam rekening, dia sudah memikirkan masa depan dari bocah yang sudah dia anggap anak sendiri, anak ini terlalu baik pasti dia tidak memandang uang, jika tidak ada yang menyimpan untuk dirinya dipastikan saat tidak bisa bertinju lagi maka dia akan jatuh dalam kemiskinan.
Sampai di rumah mister melihat sedang menungu dirinya, " mister seharusnya kemaren saya serahkan ponsel ini tapi karena terburu buru tidak sempat " katanya sambil menyerahkan ponsel baru lengkap kotaknya.
" Nomor aku sudah disave di ponsel mister demikian juga sebaliknya, jadi mister sudah bisa membuat kartu nama dan memberikan pada relasi " jelasnya dengan rinci, dia tidak mau mister repot kesana kemari, bagaimanapun dia sudah tua.
Mister yang menerima pemberian ini merasa terharu, baru kali ini ada yang betul betul memikirkannya, " bocah ini tau dengan balas budi, tidak sia sia aku melatihnya, ternyata dia mengangap aku sebagai orangtuanya " gumamnya dalam hati.
Dengan senang mister mengotak atik ponsel pemberian Dampsey, walaupun tidak terlalu mahal tapi karena ini adalah pertama kali dia mendapat hadiah, hatinya merasa sangat senang, di sisi lain bocah itu tersenyum bahagia melihat tindakan mister, lain kali dia akan membelikan mister baju dan pakaian serta makanan enak.
Puas dengan memaikan ponsel, dia menarik tangan Dampsey menuju ruangan latihan " aku akan menunjukan jurus baru kepadamu yaitu pukulan bergelombang, pukulan ini seperti tembakan beruntun dari senjata shootgun " jelas mister dengan serius.
Mendengar ini mata Dampsey bersinar terang, dia memang mempunyai jurus simpanan yaitu pukulan shadow, tetapi jika ada jurus rahasia lain maka akan lebih baik, dengan ada dua pukulan rahasia ini maka lebih yakin dalam menghadapi pertandingan.
Untuk melatih pukulan ini maka lengan tangan dibebani dengan pembalut besi berat sekitar sepuluh kilo kiri dan kanan, lalu memukul samsak kayu, demikian terus berulang ulang dilakukan sampai beban besi tidak terasa lagi dan memukul seperi pukulan biasa.
Hasilnya pertama kali kedua tangannya bengkak dan mati rasa, pada malam hari keduan lengan yang bengkak terasa sangat sakit sekali, lagi lagi mister melakukan perawatan dengan memijit dan membalur dengan krem anti bengkak, bahkan untuk menjaga Dampsey dia tidak tidur malam itu.
Pagi hari Dampsey bangun dan melihat mister tertidur di kursi sambil menjaganya, dia merasa terharu dan merasa sangat berterima kasih sekali, berkali kali dia berjanji dalam hati akan membahagiakan mister di hari tua, dan tidak akan pernah meningalkannya.
Hari kedua latihan pukulan shootgun di latih kembali, tidak ada lagi yang bengkak, yang ada hanya lengan terasa berat dan lelah, tapi pukulan masih tetap bisa dilayangkan dengan keras, demikian berhari hari dia lakukan sampai dia tidak merasa lagi ada beban dikedua lengannya.
Dua minggu berlatih maka mister kemudian mengajarkan gerakan kedua tinju melintir, tinju ini seperti mata mesin bor, untuk berlatih ini maka tulang tangan harus lentur, walau lentur tetapi tentu saja pukulan yang dilepaskan harus kuat.
Untuk melenturkan tulang tangan seperti mesin bor, maka dia dilatih memukul pasir besi panas, untuk melatih ini tanganya dibalut dengan kain agar tidak lecet dan terluka, setelah terbiasa maka pelindung tangan tangan dilepas dan mulai meninju pasir besi panas tanpa pelindung sama sekali, hal ini dilakukan dua jam dalam sehari.
Bayangkan penderitaan yang dI alami oleh Dampsey, tapi tidak melumpuhkan semangatnya, semakin sulit dia mendapatkan pelatihan semakin giat melalukan, empat puluh hari kemudian dia sudah berhasil melakukan dengan sempurna pukulan Shootgun.
Mister kemudian membuat ramuan rempah untuk merendam kedua tangan Dampsey agar noda noda hitam dari pasir besi panas menghilang dan kembali normal.