NovelToon NovelToon
Istri Kecil Gus Azkar

Istri Kecil Gus Azkar

Status: tamat
Genre:Cinta Seiring Waktu / Romansa / Perjodohan / Tamat
Popularitas:23.7k
Nilai: 5
Nama Author: Rina Casper

Aroma melati yang merebak di gedung itu terasa mencekik paru-paru Rina. Harusnya, hari ini menjadi hari paling bahagia dalam hidupnya. Namun, di balik riasan bold dan kebaya putih mewah yang melekat di tubuhnya, ada hati yang sedang hancur berkeping-keping.

​Di sampingnya, duduk Gus Azkar. Pria itu tampak tenang, nyaris tanpa cela. Dua bulan lalu, saat Azkar datang melamar ke rumahnya, Rina tak punya kuasa untuk menolak keinginan orang tuanya. Azkar adalah menantu idaman—seorang ustadz muda yang dihormati, santun, dan memiliki garis keturunan pemuka agama yang terpandang.
​Tapi bagi Rina, Azkar adalah orang asing yang memisahkan dunianya dengan Bian.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rina Casper, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 24 Sumpah di Keheningan ICU

Setelah meronta hebat dalam pelukan Gus Azkar, tenaga Rina yang memang belum pulih benar akhirnya terkuras habis. Isak tangisnya yang tadinya menggelegar perlahan berubah menjadi sedu-sedan yang halus. Tubuhnya yang mungil perlahan meluruh, menjadi berat dalam dekapan Azkar.

Rina tidak lagi melawan. Ia hanya bisa menyandarkan kepalanya di bahu Azkar, dengan sisa air mata yang masih membasahi pipinya yang memerah akibat tamparannya sendiri.

"Rin... sudah, Dek. Mas di sini..." bisik Azkar dengan suara yang amat sangat rendah, tangannya tak henti mengusap punggung Rina dengan penuh kasih sayang.

Perlahan, napas Rina mulai teratur meskipun masih terdengar berat. Mata yang tadinya penuh amarah itu perlahan meredup, lalu tertutup karena kelelahan yang luar biasa. Rina jatuh tertidur dalam kondisi benar-benar lemas, tangannya masih mencengkeram erat kerah baju Gus Azkar, seolah-olah dalam tidurnya pun ia takut pria itu akan benar-benar pergi meninggalkannya.

Penyesalan yang Menjadi Janji

Gus Azkar tidak melepaskan dekapannya sedikit pun. Ia membiarkan perawat merapikan kembali selang infus Rina yang sempat berdarah, sementara ia tetap menjadi sandaran bagi istrinya.

Ia menunduk, mencium puncak kepala Rina dengan durasi yang lama. Di sana, di antara bau obat dan keringat dingin Rina, Azkar mengucapkan sumpah dalam hatinya yang paling dalam.

"Demi Allah, Rin... Mas tidak akan pernah mengucapkan kata cerai atau perpisahan lagi. Mas akan menjadi alasanmu untuk bersyukur karena telah memilih bangun. Mas akan menjadi rumah yang tidak akan pernah lagi membuatmu ingin pergi ke cahaya itu."

Penjagaan Tak Terputus

Azkar mengabaikan rasa pegal di kakinya yang masih bersimpuh di lantai samping ranjang. Ia hanya ingin Rina merasakan kehadirannya saat terbangun nanti. Dokter memberikan isyarat bahwa kondisi Rina mulai stabil berkat obat penenang ringan dan rasa aman dalam dekapan suaminya.

Di luar ruangan, Ibu dan Bapak Rina menangis haru melihat pemandangan itu melalui kaca. Mereka tahu, meski jalannya masih sangat terjal, setidaknya Rina tidak lagi berjuang sendirian. Rina sudah "pulang", dan kali ini, suaminya tidak akan membiarkan pintu rumahnya tertutup lagi.

____________________________________________________

Rina tertidur dalam penjagaan penuh Gus Azkar, sebuah awal dari proses penyembuhan yang sesungguhnya.

____________________________________________________

Suasana ICU pada pukul dua dini hari itu sangat sunyi, hanya menyisakan bunyi detak jantung yang stabil dari monitor. Lampu ruangan yang diredupkan menambah kesan hangat di tengah dinginnya udara rumah sakit.

Rina membuka matanya perlahan. Hal pertama yang ia rasakan adalah kehangatan yang mendekap tubuhnya. Ia menyadari Gus Azkar masih di sana, tidak bergeming dari posisinya semula—mendekap Rina seolah-olah jika ia melepaskannya sedikit saja, Rina akan menghilang lagi.

Rina merasa sedikit bingung, kepalanya masih berdenyut nyeri dan dadanya terasa kaku. Namun, semua rasa sakit itu seolah teralihkan saat ia menatap wajah suaminya dari jarak yang sangat dekat.

Gus Azkar tertidur dalam posisi duduk yang tidak nyaman di samping ranjang, kepalanya bersandar di sisi bantal Rina. Rina tertegun melihat wajah suaminya. Garis-garis kelelahan terlihat jelas di bawah matanya yang menghitam karena kurang tidur berhari-hari demi menjaganya.

Ganteng banget... batin Rina lirih.

Ia memperhatikan setiap detail wajah Azkar: alis tebal yang biasanya bertaut tegas, hidung mancung yang sempurna, dan kumis tipis yang sangat rapi. Di bawah cahaya lampu yang temaram, Gus Azkar terlihat begitu menenangkan, jauh dari kesan monster yang selama ini ia takutkan. Rina tersenyum sangat tipis. Ternyata benar, ia tidak bisa membohongi hatinya sendiri. Ia memilih kembali karena pria ini.

1
Qaisaa Nazarudin
Waahh gak ada basa basinya,To the point banget..Noh Gus langsung punya Rival tuh..🤣🤣
Qaisaa Nazarudin
Masih pake seragam SMA bukan kah tadi Azkar sudah nyuruh tukar ya bajunya saat di kamar? Atau Outhornya lupa 🤔🤔
Rina Casper: hhehe iya saya lupa kak maaf ya🙏soalnya saya buat novel gak cuma ini doang😭trimakasih sudah mampi☺️
total 1 replies
Qaisaa Nazarudin
gak pake kerudung Rina?
Qaisaa Nazarudin
Apa bedanya,tetap juga kata talak dengan kesedaran nya,apapun alasannya..seorang yang lebih faham agama pasti nya dia akan tau dengan apa yg diucapkannya..
Qaisaa Nazarudin
Ini anak maunya apa sih? Katanya mau bebas,tapi saat mau dibebasin malah gak mau..Kebanyakan DRAMA..
Qaisaa Nazarudin
Nih baru Nongol mereka,noh liat dari Ulah kalian..
Qaisaa Nazarudin
Baru nongol sekarang heran deh,Pesakit di ICU dibiarin orang membesuk sesuka hati,mana ada kayak gitu..🤦
Qaisaa Nazarudin
Bisa ya ruang ICU dibesuk gitu?? mana nih dokternya? Harusnya kalo masih diruang ICU gak diizinkan besuk kerap gitu,harus satu orang yg masuk dlm satu waktu,itu juga gak boleh lama2 ,kalo mau lama2 sambil cerita itu mah nunggu dipindahkan ke ruang perawatan ya..
Nih anak kecil ngenyel banget..🤦
Qaisaa Nazarudin
Orang mana ya yg panggil BAK bukan MBAK?? 🤔
Qaisaa Nazarudin
Cepat banget sadarnya,Kima seminggu dua minggu kek,biar sampai Ortu kamu dtg menyaksikan penderitaan kamu kayak gini,aku oengen liat,ada gak rasa bersalah dan penyesalan dlm hati dan diri mereka..ckk gak sesuai dengan Ekspektasi aku..🙆🙆
Qaisaa Nazarudin
Bak Rina?? BAK itu apa? 🤔🤔MBAK maksudnya??
Qaisaa Nazarudin
Kenapa hanya Azkar yg Hancur?? Harusnya keluarga Rina sekalian,Kemana mereka?? kenapa tdk dikabarin??
Qaisaa Nazarudin
Harusnya Doktor mengatakan ke Ortunya Rina yg gila itu gimana keadaan anak mereka selama ini dan hingga saat ini..
Qaisaa Nazarudin
Aku suka peran cewek yg TEGAS,BAR-BAR,JUDES,TANGGUH,dan BUKAN CEWEK LEMAH..tapi disini peran utama ceweknya adalah CEWEK LEMAH..yang taunya CUMAN NANGIS mulu 🤦🤦
Qaisaa Nazarudin
Kenapa Seorang Gus nekad banget menikahi anak dibawah umur? Aku jadi tambah penasaran,Kayaknya Gus Azkar emang udah lama mengenali dan mencintai Rina,Gak mungkin kan saat kuliah dan diluar pasantrennya gak ada wanita dewasa yg dia suka? Kenapa harus Rina yg masih sekolah yg jadi pilihan nya?? 🤔🤔🤔
Qaisaa Nazarudin
Oh Bian udah 23 tahun? Ku pikir Kakel nya Rina gitu??
Qaisaa Nazarudin
Udah tau gitu, Kenapa kalian paksa?? 🙄🙄
Qaisaa Nazarudin
Kasian banget mereka,Tuh pak ustaz apa gak ada ustazah dan santri dipondok yg dia sukain,kenapa harus Risa yg sudah punya KEKASIH juga masih sekolah yg menjadi pilihannya??ckk
muna aprilia
lanjut
angel
egois sekali azkra ini kenapa pemeran ceweknya gak dikasih sekolah sih😔😔
Rina Casper: nanti ke atas bab di sekolahin kok😇
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!