NovelToon NovelToon
Infinity

Infinity

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:57.5k
Nilai: 4.9
Nama Author: Canda

Elizabeth Stuart memiliki lukanya sendiri hingga enggan untuk membuka lembaran baru dalam hidupnya bersama lelaki lain. Kegagalan dalam rumah tangganya dengan sang mantan suami membuat Elizabeth memilih hidup sebagai orang tua tunggal.


Hingga suatu hari, apa yang telah ia rencanakan dan susun dengan baik hancur begitu saja dalam sekejap karena takdir berkata lain.



Hadirnya sosok lelaki yang hangat dan penuh cinta membuat Elizabeth perlahan mulai melupakan rasa sakitnya, dan belajar membuka hati.



Namun, lagi-lagi seolah takdir mempermainkan hidupnya. Sang mantan suami datang, dan memohon dengan penuh rasa cinta agar Elizabeth kembali bersamanya.


Elizabeth kini kini menjadi dilema, akankah ia lebih memilih sang mantan suami demi kebahagiaan kedua anaknya, atau justru ia lebih memilih lelaki baru yang membuatnya bangkit dan menjadi utuh kembali sebagai seorang wanita.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Canda, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Melepaskanmu

Pagi-pagi sekali Lizzy sudah sampai di toko rotinya. Hari itu ia mendapat banyak sekali pesanan, ada sekitar 100 kotak snack yang harus ia siapkan. Seseorang memesannya dari pusat kota, untuk acara peresmian gedung baru.

Dengan dibantu oleh Adelina ia menyiapkan semua dengan tergesa-gesa karena pesanan itu akan diambil menjelang waktu makan siang, dan sekarang waktu sudah menunjukan pukul setengah tujuh pagi, yang artinya hanya tersisa sekitar tiga sampai empat jam saja. Sedangkan kue dan roti yang harus dia buat ada empat jenis.

Karena mereka hanya bekerja berdua, mau tidak mau ia harus menutup tokonya hari ini. Tanpa ia sadari ada seseorang di depan tokonya, terlihat ingin masuk namun ragu-ragu namun saat ia akan beranjak pergi Adelina membuka pintu dan memanggilnya,

"Maaf nona, anda ingin membeli sesuatu?" wanita itu segera membalikkan tubuhnya karena mendengar Adelina bicara.

"Aku hanya ingin mampir sebentar untuk minum kopi dan makan kudapan, tapi sepertinya toko kalian sedang tutup jadi sebaiknya aku pergi saja. Maaf jika kedatanganku ternyata mengganggu," wanita itu tersenyum.

"Benar nona, hari ini kebetulan toko kami sedang tutup,

maaf sekali ya, jika kau mau kembalilah esok hari karena mungkin besok kami sudah buka."

"Tidak apa-apa nona, aku mengerti. Baiklah sampai jumpa kalau begitu," wanita itu pun beranjak dari sana dan masuk ke dalam mobilnya. Ia mengamati keadaan toko itu dari dalam mobil, ia mencari seseorang di sana. Ia ingin memastikan sesuatu. Memastikan bahwa pemilik toko roti itu adalah Elizabeth Stuart, mantan istri dari kekasihnya dulu, Jacob Morris. Ia ingin meminta maaf, karena dirinyalah pasangan itu berpisah. Dulu ia begitu naif, karena percaya begitu saja pada kata-kata manis seorang Jacob Morris. Ia sungguh bodoh karena mau terlibat dengan pria itu, padahal jelas sekali bahwa pria itu telah memiliki seorang istri dan dua orang anak. Dan ia telah menerima pembalasan akibat perbuatannya dulu. Ia menyesal. Sebelum menimbulkan kecurigaan banyak orang, ia akhirnya menyalakan mesin mobilnya dan beranjak dari sana.

"Dari mana kau Adel?" Lizzy bertanya tanpa memandang lawan bicaranya karena ia sedang menyusun kue-kue itu ke dalam kotak snack.

"Aku baru saja dari depan, tadi ada seorang wanita berdiri di depan pintu, aku tak sengaja melihatnya saat akan mengambil sisa kotak di meja depan, dia bilang hanya ingin mampir untuk sekedar minum kopi dan membeli beberapa roti, tapi karena toko tutup jadi ia memilih untuk pergi."

"Apa kau mengenalnya?"

" Tidak, ia terlihat asing. Sepertinya dia hanya lewat dan berniat untuk istirahat sejenak."

Sejenak tidak ada lagi yang berbicara diantara mereka, hanya terdengar suara kotak-kotak kue yang dibuka dan ditutup. Setelah sekian lama berjuang akhirnya pekerjaan mereka pun selesai. Pesanan itu diambil tepat pada waktunya,dan menyisakan dapur yang nyaris seperti kapal pecah, juga menyisakan mereka berdua yang kelelahan.

Membersihkan dapur dan merapihkan segala sesuatu yang terlihat sedikit kacau, membuat tubuh Lizzy terasa sangat lelah, ia ingin segera kembali ke rumah dan berbaring di sofa empuknya di depan tv. Namun, tiba-tiba ia teringat, bahwa ia menyimpan beberapa kue untuk diberikan kepada Jacob.

Alih-alih ia pulang, akhirnya ia memilih untuk memasukkan kue-kue itu dan mengantarnya langsung. Dengan tergesa-gesa ia berjalan masuk ke mobil dan berangkat menuju rumah Jacob.

Ia bahagia, hubungannya dengan Jacob telah membaik, yang berarti bahwa kebahagiaan anak-anaknya lebih terjamin sekarang. Mereka berdua akan memiliki kasih sayang yang lengkap dari kedua orangtuanya, meskipun tidak lagi tinggal berempat. Sepanjang perjalanan ia menepiskan senyumnya karena kebahagiaan itu.

Ia memarkirkan mobilnya di luar halaman rumah Jacob, karena ternyata memang sudah ada dua mobil yang terparkir di dalam. Satu milik Jacob dan yang satu lagi entah milik siapa. Dia langsung masuk ke dalam, karena memang sudah terbiasa datang dan pergi di rumah itu. Para maid pun semua sudah hafal dengannya, sehingga mereka tidak sungkan lagi pada Lizzy.

Lizzy langsung berjalan ke arah dapur untuk meletakkan kue itu di dalam kulkas kemudian langsung pergi dari sana, ia hanya akan meninggalkan catatan pada kertas yang akan ia tempel di pintu kulkas. Siapa pun tamu Jacob ia tidak berhak mengganggu apalagi sampai bertanya. Namun ketika langkah kakinya sampai di ruang tengah, sesuatu membuatnya terhenti. Lizzy melihat seorang wanita sedang memeluk Jacob dengan erat, sedangkan Jacob pun terlihat membalas pelukan wanita itu. Tanpa sadar kotak kue yang ia bawa terjatuh ke lantai dan menimbulkan suara yang cukup keras.

Sepasang manusia yang sedang berpelukan itu saling melepaskan diri dengan segera, dan melihat ke arah Lizzy. Wajah Lizzy seketika memucat, tubuhnya bergetar hebat menahan emosi yang tiba-tiba datang, ia mengingat wanita itu, wanita yang baru saja berpelukan dengan mantan suaminya. Dan berani-beraninya wanita itu datang ke kota itu, dan Jacob terlihat menikmatinya.

Jacob, yang terkejut dengan kedatangan Lizzy langsung melepaskan pelukan itu dan meloncat untuk meraih Lizzy dan memeluknya, namun reflek tubuh Lizzy lebih cepat dari yang ia bayangkan. Tanpa berkata apapun Lizzy berlari keluar rumah tanpa menghiraukan panggilan dari Jacob, ketika ia hampir sampai di mobilnya, Jacob berhasil menggenggam tangannya dan membalikkan tubuh Lizzy untuk menghadap kearahnya.

"Lizzy jangan pergi, aku mohon dengarkan dulu penjelasanku, ku mohon sayang, biarkan aku bicara dulu," Jacob terdengar setengah memohon sambil terus menatap Lizzy dengan wajah sendunya tapi sayang itu tak serta merta membuat hati Lizzy menjadi luluh.

Dengan kasar ia menghentakkan tangan Jacob yang menggenggam tangannya "Tidak ada lagi yang perlu kau jelaskan Jacob, semua sudah jelas di mataku! Kukira kau sudah berubah, tapi ternyata tidak. Aku menyesal memaafkanmu Jacob, dasar kau sialan!," air mata Lizzy hampir saja menetes jika ia tak menahannya dengan sekuat tenaga.

"Nyonya, kumohon, dengarkan dulu penjelasanku dan juga Jacob, ini tidak seperti yang kau fikirkan," wanita itu ternyata tadi mengikuti Jacob keluar untuk mencegah kepergian Lizzy.

Lizzy menatap wanita itu dengan tatapan yang sangat dingin dan menusuk, dengan suara rendah ia berkata setengah mengancam "Diam kau ******! aku tidak ingin berbicara denganmu! kau ingin mengejar Jacob? Silahkan ambil pria itu, aku tidak pernah menginginkannya lagi, asal kau tahu, seorang Stuart tidak akan memungut bekas orang lain! terutama bekas perempuan perusak rumah tangga orang seperti dirimu!"

Belum sempat wanita itu menjawab Lizzy sudah melanjutkan ucapannya dengan emosi yang menggebu-gebu, "Jika kau masih sayang dengan nyawamu, segera tinggalkan kota ini! Aku tidak mau melihatmu ada di kota ini lagi, aku tidak main-main dengan ucapanku sialan!" Lizzy segera masuk ke dalam mobilnya dan melajukan mobilnya dengan kecepatan penuh.

Jacob terlihat gusar setelah kepergian Lizzy, sungguh ia merasa bodoh karena tadi ia membalas pelukan wanita itu, meskipun ia melakukan itu karena rasa iba tetapi tetap saja tak seharusnya ia lakukan.

"Aaarrrrggghhhhh..." Jacob berteriak dengan sangat kencang dan menarik rambutnya dengan frustasi. Kemudian ia menatap wanita yang ada di sampingnya "Sialan kau Maria! Tak seharusnya kau datang ke tempatku. Sudah kukatakan padamu, jangan ganggu hidupku lagi, sampai kapanpun aku tidak akan pernah mencintaimu, aku hanya mencintai Lizzy. Sekarang kau malah menghancurkan semua hal yang sudah kulakukan untuk mendapatkannya lagi. Pergi dari hadapanku segera, atau aku akan mencekikmu! Seharusnya tadi kau tidak ku izinkan masuk," Jacob bergegas memasuki rumahnya dan tak lama kemudian ia keluar dengan membawa kunci mobilnya, dan segera pergi menyusul Lizzy.

Maria hanya bisa pasrah menerima semua kenyataan pahit yang terjadi di depan matanya. Itu adalah harga yang harus ia bayar karena kejahatan dan keserakahannya dimasa lalu. Ia menangis tersedu-sedu meratapi semuanya, dengan tubuh gemetar ia masuk ke dalam mobilnya, dan pergi meninggalkan kediaman Jacob. Sekali lagi ia menatap rumah itu untuk terakhir kalinya dengan nanar, semuanya sudah berakhir, sia-sia ia datang ke kota itu untuk memohon maaf dan belas kasihan dari mereka, karena memang kesalahannya terlalu berat. Dengan berat hati ia akhirnya pergi meninggalkan rumah itu.

🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂

Lizzy memarkirkan mobilnya dengan tergesa-gesa, kemudian ia memencet intercom yang ada di sisi sebelah kiri pagar rumah tersebut. Ia cukup menunggu lama sebelum akhirnya seseorang berbicara di intercom,

"Kediaman keluarga Allan, ada yang bisa kubantu?" suara bibinya terdengar dari seberang sana.

"Bibi, ini aku Lizzy aku ingin bertemu denganmu."

"Tunggu sebentar aku akan membukakan pintu untukmu."

Tak lama kemudian terlihat sang bibi berjalan dengan tergesa-gesa membukakan pintu untuknya. Lizzy berjalan dengan langkah lebar-lebar dan langsung merangsek masuk kedalam pelukan wanita itu, tangisnya pecah seketika, mengeluarkan suara yang begitu menyayat hati sang bibi.

Sang bibi mengelus punggungnya dengan lembut, mencoba untuk menanangkan dirinya. "Lizzy ayo kita masuk kedalam sayang, orang-orang pasti akan bertanya-bertanya jika melihatmu seperti ini."

Lizzy kemudian melepaskan pelukannya dan ikut berjalan masuk kedalam rumah. Ia digiring untuk duduk disebuah sofa panjang yang empuk di ruang tengah, bibinya ikut duduk di sebelahnya dan menggenggam tangannya erat "Ada apa Lizzy? ceritakan semuanya padaku."

Tangis Lizzy kembali pecah, mengeluarkan raungan yang terdengar memilukan. Sungguh ia masih merasakan sakit itu, sama seperti saat pertama kali ia melihat Jacob dan wanita itu bercumbu dulu di depan matanya.

"Bibi...aku melihat wanita itu lagi," ia bergerak untuk memeluk sang bibi yang duduk di sebelah kirinya.

"Siapa wanita itu Lizzy?"

"Wanita yang menghancurkan kebahagiaanku."

"Maria Dolores?"

"Jangan sebut namanya di depanku bibi, aku mual mendengarnya, aku tadi melihatnya di rumah Jacob, dan mereka sedang berpelukan dengan erat, kupikir Jacob sudah berubah, tapi ternyata tidak. Dia masih berhubungan dengan wanita sialan itu."

Mimik muka sang bibi berubah seketika, sejak awal kedatangan pria itu ke kota ini, ia memang sudah tidak menyukainya bahkan membencinya. Ia tidak mau melihat Lizzy terluka lagi sama seperti beberapa tahun lalu, saat pertama kali ia melihat Lizzy yang selalu melihat sekitar dengan tatapan kosong, kecuali saat melihat kedua anaknya. Luka itu terpatri jelas pada wajahnya beberapa tahun lalu.

Seharusnya ia bergerak dengan cepat untuk menjodohkan anaknya Daniel dengan Lizzy, agar wanita itu tidak lagi merasa terluka, dan ada seseorang yang bisa menjaganya, meskipun Lizzy bisa menjaga dirinya sendiri dengan baik, tapi setidaknya ia memiliki seseorang untuk berbagi dan memeluknya setiap saat.

Ia sibuk dengan pikirannya sendiri, hingga tak menyadari Lizzy telah terlelap dalam tidur, kelelahan karena menangis, juga karena tekanan yang dirasakannya sekarang.

🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂

Sinar matahari senja masuk lewat celah-celah jendela dan mengganggu tidurnya yang nyenyak, sesaat ia tersadar dan menatap keadaan sekitar.

"Ini bukan kamarku," perlahan kesadarannya kembali, membuatnya mengingat semua kejadian hari itu yang membuatnya berakhir di rumah ini, di rumah sang bibi. Tubuhnya kembali bergetar mengingat kejadian siang tadi, menahan emosi dengan sekuat tenaga.

Seseorang membuka pintu kamarnya dan masuk, ia mengalihkan pandangannya melihat siapa yang datang, ternyata Daniel.

"Kau sudah bangun Lizzy?"

Ia tak mampu menjawab hanya mengangguk untuk menjawab pertanyaan pria itu. "Siapa yang memindahkan aku kesini Daniel?"

"Aku tentu saja, kebetulan tadi aku baru saja tiba, dan ibu meminta pertolonganku," pria itu terlihat tersenyum hangat kepadanya.

"Terima kasih, maaf telah merepotkanmu, aku pasti sangat berat," Lizzy tertunduk malu karena menyadari pria itu telah menggendongnya.

"Tidak masalah, kau juga tidak terasa berat, tubuhmu terlihat terlalu kecil untuk dikatakan berat Lizzy."

"Ini pukul berapa? aku harus pulang, kedua anakku pasti sudah menungguku di rumah," ia beranjak bangun dari ranjang kamar tamu.

"Tidak perlu Lizzy, mereka ada di bawah, tadi ayahku yang membawa mereka kesini. Dan sekarang mereka berdua sedang minum teh dan makan kudapan di halaman belakang. Kau mau menyusul mereka?"

Lizzy mengangguk dan beranjak turun dari ranjang, mendadak tubuhnya tak seimbang, dan sedikit goyah, membuat Daniel reflek menangkap tubuh Lizzy, dan memeluk pinggangnya erat.

"Sepertinya kesadaranmu belum terkumpul semua, ibu bilang tadi kau habis menangis. Apa kau merasa sedikit pusing?"

"Tidak, aku tidak apa-apa. Maaf jika pertanyaanku kurang sopan, tapi sedang apa kau disini?"

"Ibu menyuruhku untuk memeriksa keadaanmu, karena dia tadi sedang sibuk di dapur membuat bekal, mereka berencana untuk pergi bertamasya melihat matahari terbenam di tepi danau,"

Lizzy melepaskan dirinya dari dekapan pria itu, mencoba untuk menetralisir debaran jantungnya yang tiba-tiba menjadi berdebar kencang. Mereka berdua melangkah bersama keluar kamar dan berjalan menuju halaman belakang rumah. Ternyata tidak ada satu orang pun di sana.

"Sepertinya mereka semua sudah berangkat ke danau. Kau mau menyusul mereka atau duduk di halaman belakang saja? aku akan membuat secangkir teh hangat untukmu," Daniel mencoba untuk menenangkan Lizzy yang terlihat kaget karena mendapati bahwa hanya ada mereka berdua di rumah itu.

"Tidak perlu Daniel, aku akan pulang saja dan menunggu anak-anak di rumah."

"Ibu bilang ia dan ayah akan mampir ke rumahmu nanti dan membawakan beberapa pakaian ganti untukmu dan anak-anak. Kalian harus menginap di sini. Ayolah Lizzy, bukankah sekarang kita berteman? biarkan aku menemanimu di sini, aku tidak akan berbuat macam-macam, kau tahu itu."

Lizzy terlihat seperti sedang berpikir, sungguh ia tak

mau merepotkan siapa pun. Apalagi keluarga ini, mereka sudah terlalu baik untuknya. Tapi ia juga merasa tak sanggup jika harus pulang ke rumah sendiri, karena tidak menutup kemungkinan Jacob akan berada di sana.

Ia merasa lelah karena terus terjebak dalam masa lalu, yang seharusnya sudah sejak lama ia tinggalkan. Ia harus bisa melangkah ke depan, membuka hatinya lagi untuk orang baru, demi kebahagiaanya dan demi masa depan anak-anaknya.

Ia menatap wajah Daniel dengan seksama, ada keteduhan yang terpancar dari manik coklat yang juga sedang menatapnya itu. Baiklah, tak ada salahnya aku mengenalnya lebih jauh, toh setidaknya ada paman dan bibi yang bisa memberikan jaminan jika Daniel tidak akan menyakitiku.

Ia mengangguk tanda setuju pada usulan Daniel. "Baiklah Daniel, ayo kita duduk di halaman belakang, kau membuat teh dan aku membuat kudapan untuk kita nikmati sambil berbicara santai."

Daniel tersenyum hangat mendengar jawaban Lizzy, ia bahagia karena Lizzy telah benar-benar bisa memaafkannya dan menerimanya sebagai seorang teman.

1
💠Rhaenyra 🈂️s
I Love You Cand
Aini Kenik
Tapi aq berharap lizzie kembali sama jacob😇😂
Aini Kenik
ehm cerita yang sangat menarik... sukaa
Yani Basith
😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭 ... thor pinter banget ngaduk hatikuuuu
Yani Basith
thoooor .. bikin galau aja .. mau mihak nih ...
rike
bagus ,, bagus 👍👍👍
rike
baguuuus , mewek jadinya. puitis bgt 👍👍👍
Dwi Anggii Verina
terharu thor 😭
Fani Husniyyah
NYESEKKKKKK
Dwi Anggii Verina
suka 🤗🤗🤗
Dea Ellisa
hai thor.. aku pendatangng baru... baru baca smp bab ini tpi udh suka sekali... 😍
Yastriza Yesti
Senengnya... Pada akhirnya Lizzy memilih yang sesuai dengan hatiku. ❤ U Thor😍😍
Yastriza Yesti
Yap... kau benar sekali Daniel. Waktu adalah sang penyembuh terbaik untuk setiap luka hati👍😇😌
Edonajov Bangngu Riwu
Sedikit kecewa saja karena berakhir Lizzy dan Jakob bersatu kembali dan Daniel bisa menerima kenyataan 😭😭😭😭
Edonajov Bangngu Riwu
Lizzy bimbang dan kasian Daniel yang sdh terlanjur mengagami Lizzy
NuFi
hallo mampir yuk ke NovelKu judulnya :


1. My Innocent Girl (up)
2. I Love You Badly (masih new)

jangan lupa mampir ya guys, aku tunggu loh ya like, komen, dan juga vote okeeyyy? okey dongg wkwkk :v🙏

kenapa harus like dan komen?
-yaa karena like dan komen kalianlah yang bisa bikin Author semangat🤗

Sekian dan terimakasihh luvv🙏💛✨🤗
Amyamore
Ceritanya bagus Thor 🤗
b.e.f: (aku izin promo ya kaka author..)

👋🏻hai kaka2 readers yuk intip karya aku yang judulnya ^^RASANYA MENIKAH^^.. ada Sasha sama Mas Herdi yang siap bikin kaka2 semua baper, isinya so sweet parah plus kocak bangett aseliiii bikin ngocol perut 😂

pas banget nih buat yg kepoin gmn sih rasanya nikah tuhh..
ATAU pas juga pasangan yg mo flashback gmn awal2 nikah dulu, duhhh.. 🙊

gabung yuk sama kaka2 readers lainnya yg udah melting disana. bisa banget langsung di klik profil ini. nuhunnn..🙏🥰
total 2 replies
Ani Jayanti
sy suka..bikin degdekan...semangat thor
b.e.f: (aku izin promo ya kaka author..)

👋🏻hai kaka2 readers yuk intip karya aku yang judulnya ^^RASANYA MENIKAH^^.. ada Sasha sama Mas Herdi yang siap bikin kaka2 semua baper, isinya so sweet parah plus kocak bangett aseliiii bikin ngocol perut 😂

pas banget nih buat yg kepoin gmn sih rasanya nikah tuhh..
ATAU pas juga pasangan yg mo flashback gmn awal2 nikah dulu, duhhh.. 🙊

gabung yuk sama kaka2 readers lainnya yg udah melting disana. bisa banget langsung di klik profil ini. nuhunnn..🙏🥰
total 2 replies
Ani Jayanti
keren
Vidia_Iya
Bagussss ceritanya.. Semangat berkarya thor 💕
b.e.f: (aku izin promo ya kaka author..)

👋🏻hai kaka2 readers yuk intip karya aku yang judulnya ^^RASANYA MENIKAH^^.. ada Sasha sama Mas Herdi yang siap bikin kaka2 semua baper, isinya so sweet parah plus kocak bangett aseliiii bikin ngocol perut 😂

pas banget nih buat yg kepoin gmn sih rasanya nikah tuhh..
ATAU pas juga pasangan yg mo flashback gmn awal2 nikah dulu, duhhh.. 🙊

gabung yuk sama kaka2 readers lainnya yg udah melting disana. bisa banget langsung di klik profil ini. nuhunnn..🙏🥰
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!