NovelToon NovelToon
Aku Berharga Saat Ku Jatuh

Aku Berharga Saat Ku Jatuh

Status: sedang berlangsung
Genre:Romansa pedesaan / Cinta Seiring Waktu / Menjadi Pengusaha / Cinta Murni
Popularitas:9.9k
Nilai: 5
Nama Author: Arias Binerkah

Aurely Tania Baskoro, dulu percaya hidup akan selalu memihaknya. Cantik, mapan, dicintai, dikagumi. Ia tak pernah mengenal kata kekurangan.

Namun ketika kebangkrutan merenggut segalanya, Aurely harus meninggalkan kota, kampus, dan orang-orang yang katanya mencintainya.

Desa menjadi rumah barunya, tempat yang tak pernah ia inginkan.

Di sana, ia melihat ayahnya berkeringat tanpa mengeluh. Anak-anak kecil bekerja tanpa kehilangan tawa, orang-orang yang tetap rendah hati meski punya segalanya... Dan Rizky Perdana Sigit, pemuda desa yang tulus menolongnya..

Pelan pelan, Aurely belajar bahwa jatuh bukan akhir segalanya. Harga diri tidak selalu lahir dari kemewahan. Dan kadang pertemuan paling penting… terjadi saat kita berada di titik paling rendah.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Arias Binerkah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab. 10.

“Ada apa sih?” tanya Rizky sambil kedua tangannya memegang kepala Elin dan Elang.

Namun sebelum kedua bocah itu sempat menjawab, di depan pintu kayu jati berukir dengan pelitur cokelat mengilap telah berdiri seorang perempuan berusia sekitar empat puluhan. Wajahnya yang cantik kini terlihat keras. Kedua tangannya berkacak pinggang, sorot matanya tajam, sedikit melotot menatap Rizky.

“Mama,” ucap Rizky sambil terus melangkah mendekat.

“Kamu mampir ke mana?” suara Mamanya terdengar dingin. “Habis nganterin gadis kota yang sok-sokan itu, kan?”

“Awas ya kamu kalau sampai dekat-dekat dia!”

Langkah Rizky terhenti.

Elang dan Elin spontan mundur setengah langkah, saling menggenggam tangan. Udara di teras rumah terasa menegang, bahkan sebelum Rizky sempat membuka suara.

“Mama capek, mau pulang sekarang,” ucap Rizky setelah menghela napas pelan. “Aku cuma nganterin orang pulang. Itu saja.”

“Orang?” Mamanya mendengus kecil. “Kamu pikir Mama nggak dengar cerita di dapur catering? Anak kota itu jatuh ditolong, malah marah-marah. Sudah jatuh miskin, masih galak. Apalagi kalau kaya.”

“Kamu pasti ikut-ikutan kasihan. Terbawa perasaan karena wajahnya cantik, ya?”

Rizky menelan ludah. Ia mengenal betul nada suara Mamanya, nada yang menandakan ketidaksukaan. Semua berawal dari cerita karyawan catering tentang Aurely. Karyawan catering ada juga yang dengar saat Elin dan Elang, bercerita ke orang tuanya.

“Dia nggak minta dikasihani, Ma,” ucap Rizky tenang, meski rahangnya mengeras. “Aku cuma nganterin dia pulang ke rumahnya.”

Mamanya menatap tajam. “Dan kamu merasa perlu mengantarnya malam-malam?”

“Karena hari sudah gelap. Dan dia sendirian, nggak bawa ponsel pula,” Rizky balas menatap, untuk pertama kalinya tak menunduk. “Kalau Puteri ada di posisi itu, bagaimana?”

Kalimat itu membuat Mamanya terdiam sepersekian detik. Wajah Puteri, anak gadisnya, terlintas di benaknya. Namun hanya sesaat.

“Mama nggak mau kamu dekat-dekat sama orang yang sikapnya nggak benar,” katanya lebih rendah, tapi tetap keras. “Apalagi gadis kota.”

“Aku nggak bodoh, Ma,” ujar Rizky akhirnya. “Dan aku bukan anak kecil lagi.”

Elin menarik ujung jaket Rizky, berbisik pelan, “Mas… jangan berantem sama Bude Retno…”

“Iya, Mas. Nggak boleh anak sama Mama berantem,” timpal Elang lirih.

Rizky menunduk, mengusap kepala Elin dan Elang bergantian. “Mas nggak berantem,” katanya lembut. Lalu ia kembali menatap Mamanya. “Aku capek kalau setiap orang yang jatuh harus selalu dianggap bahaya.”

Mamanya memalingkan wajah. Dadanya naik turun, jelas menahan emosi.

“Bude.. Mbak Aurely sudah tidak galak kok.” Suara lirih Elin sambil mendongak menatap Bude Retno nya..

Sebelum Bu Retno menjawab. Dari dalam rumah terdengar suara Widowati, “Mbak….” Seakan suara itu memberi peringatan pada Bu Retno, agar tidak terbawa emosi.

“Cepat kasih laporan ke Tante Wiwid,” kata Bu Retno singkat. “Habis itu pulang. Mama sudah capek.”

Ia lalu melangkah menuju motor Rizky. Bu Retno memang membantu usaha catering Widowati. Ia bertanggung jawab di dapur produksi satu yang berada di rumah Widowati.

Rizky mengangguk pelan. Bukan tanda setuju, melainkan memilih berhenti berdebat. Untuk sekarang.

Setelah memberikan laporan, Rizky pun segera pulang ke rumah bersama Mamanya.

Malam itu, setelah semua terlelap, Rizky duduk di tepi tempat tidurnya. Ia membuka ponsel. Jarum jam hampir menunjukkan tengah malam.

Entah kenapa, wajah Aurely kembali terbayang. Senyumnya yang kikuk. Matanya yang berbinar saat mengucapkan terima kasih. Cara ia menahan malu pada rumah tuanya, rumah yang justru terasa jujur baginya.

Rizky menghela napas, lalu menggeleng kecil. “Kenapa sih jadi kepikiran… mbak galak..” gumamnya.

Ia meletakkan ponsel kembali. Namun hatinya belum juga tenang.

Sementara itu, di rumah kayu yang jauh lebih sunyi, Aurely berbaring di atas kasur tipis beralaskan seprai yang ia bawa dari kota. Bau kayu bercampur minyak kayu putih memenuhi udara.

Matanya terpejam, tetapi pikirannya berlarian, tentang besok, tentang pekerjaan pertamanya, tentang rasa takut. Dan entah kenapa, tentang Mas Rizky.

Aurely tersenyum kecil dalam gelap. “Besok aku harus kuat,” bisiknya pada diri sendiri.

Di dua rumah yang berbeda, di dua dunia yang seolah berseberangan, dua hati yang sama-sama pernah jatuh kini sedang belajar berdiri. Dan esok hari… akan menjadi langkah pertama yang tidak lagi sama bagi keduanya.

☀️☀️☀️

Keesokan harinya, sebelum subuh Aurely sudah terbangun. Lututnya masih nyeri, tapi ia memaksa bangun dan segera berkemas, untuk memulai hari barunya

Ia berdiri di depan cermin kecil. Kemeja putih polos. Celana panjang sederhana. Rambut diikat rendah. Tidak ada makeup, hanya pelembap tipis.

“Ini aku sekarang,” gumamnya.

Ibunya menyiapkan bekal untuk Ayahnya dan Aurely. nasi, sayur daun singkong dan telur dadar.

“Kalau capek, bilang ya,” pesan ibunya.

Aurely mengangguk. “Terima kasih, Bun. Tapi sebaiknya bekal buat Ayah saja.” Ucap Aurely dengan mata berkaca kaca.

“Kalau nanti aku bisa keluar menemui Ayah, aku akan bagi makanan enak dari catering buat Ayah.. Bun..” ucap Aurely lagi kini air mata mulai jatuh. Aurely sebenarnya tidak tega jika dirinya makan enak sementara kedua orang tuanya makan dengan sederhana.

“Kalau aku sudah punya uang, aku juga akan belikan makanan enak buat Bunda.” Ucapnya lagi..

Bunda nya tersenyum.. “Terima kasih Nak, tapi jangan pikirkan Ayah dan Bunda.. Bunda dan Ayah sudah merasakan itu dulu..” ucap Sang Bunda sambil memegang pundak Aurely lembut..

Saat tiba di kios, pasar belum terlalu ramai. Aroma makanan lezat sudah memenuhi udara.

Bu Wiwid menoleh saat melihat Aurely datang. “Pagi. Kamu datang lebih awal.” Ucapnya sambil tersenyum. ”Bagus.”

Jantung Aurely berdegup cepat. “Pagi, Bu.”

Elin langsung berlari menghampiri. “Mbak Aurely datang beneran!”

Elang menyusul.

“Berarti Mbaknya sekarang jadi tim catering kita!”

Aurely tersenyum kaku.

“Iya… kayaknya.”

Bu Wiwid memberikan apron cokelat muda.

“Pakai ini. Nanti biar Rizky mengambilkan seragam baru buat kamu.”

Apron itu sederhana. Tapi saat Aurely memakainya, ada rasa aneh di dada.. seperti mengenakan identitas baru.

“Tugas kamu pagi ini,” lanjut Bu Wiwid , “bungkus nasi box. Ikuti Elin dulu.”

Aurely duduk di tikar di dalam ruang packing bersama karyawan lain dan Elin. Tangannya gemetar saat mengambil nasi, lauk, dan kotak.

Elin memperhatikannya.

“Mbak jangan kebanyakan. Nanti nggak muat.”

“Oh...iya,” Aurely buru-buru mengurangi.

Beberapa kali bungkusannya miring. Beberapa kali nasi tumpah. Ia merasa semua mata tertuju padanya.

“Maaf… maaf…” katanya berulang kali.

Bu Wiwid tidak membentak.

“Pelan-pelan. Nasi tidak lari.”

Kalimat itu membuat Elin dan Elang tertawa. “Nasi tidak punya kaki Ma..”

Keringat mulai muncul di pelipis Aurely. Tangannya pegal. Punggungnya panas.

“Capek?” tanya Rizky yang lewat membawa keranjang.

Aurely mengangguk jujur. “Banget.”

Rizky tersenyum tipis. “Baru dua jam.”

Aurely mendesah. “Aku biasanya capek karena mikir. Sekarang capek karena kerja.”

“Ini capek yang lebih sehat,” jawab Rizky ringan.

Menjelang siang, pesanan makin banyak. Aurely diminta membantu di bagian depan.. dan ia salah mencatat satu order. Jantungnya berdebar debar.. karena takut..

"Mas.." suara Aurely bergetar sambil menoleh ke arah Rizky.

1
Lisa
😊😊 ya Kak..ada yg iri tuh..
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ⍣⃝🦉andiniandana☆⃝𝗧ꋬꋊ
aduh aduh ada yg kebakaran tapi bukan hutan, ada yg membara tapi bukan arang 😋 bolehnya iri, bolehnya kesal, bolehnya marah, bolehnya ngancam /NosePick//NosePick/
Siti Naimah
tantangan hidup Aurel masih berlanjut.semangat pantang menyerah Aurel.. buktikan bahwa kamu mau maju
Siti Naimah
Aurel biar bertambah pengalaman hidup.bahwa tidak semua orang seperti Bu wiwid.yg well come sama dirinya.bu Retno ibunya Rizky pribadi yg berbeda..semoga engkau lulus Aurel
Siti Naimah
ibunya Rizky Bu Retno kelihatan nya galak ya? semoga saja Aurel aman.
gak banyak drama2 yg bikin hatinya bertambah luka
Siti Naimah
penasaran banget deh...kok ada aja yang tahu kehidupan keluarga Aurel..
sampai2 ada yg dapat foto ayah Aurel pas lagi bekerja? kayaknya niat banget deh ngepoin keluarga Aurel
Siti Naimah
itulah Aurel.. biarpun hidup di desa namanya peluang untuk maju tetep saja ada.makanya harus ikhtiar dan selalu optimis 💪
ѕ⍣⃝✰y𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔ⷽ𝒔๎♉
pokok e ttp smgt mbk yu
optimis bahwa kmu bisa
suatu saat pasti menang dan karya mu jdi luar biasa
ѕ⍣⃝✰y𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔ⷽ𝒔๎♉
ahhhh tepat sasaran deh
ѕ⍣⃝✰y𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔ⷽ𝒔๎♉
hahahahha hayo mulai deh
ѕ⍣⃝✰y𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔ⷽ𝒔๎♉
lha tetbawa juga hadeh rel knp suka kali gyu dikit2 mewek sih jd lebih kuat napa
ѕ⍣⃝✰y𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔ⷽ𝒔๎♉
hahh saiapa itu
Ranti Calvin
👍
Siti Naimah
nha..Aurel sekarang kamu dapat ilmu kan?tentang kisah hidupnya Bu Wiwid.
juga.. dapat pelajaran juga dari elang dan elin..kamu tidak sendirian...karena terlalu lama di zona nyaman🤭
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ⍣⃝🦉andiniandana☆⃝𝗧ꋬꋊ
tuuh kan... ceu @Ai Emy Ningrum bener kan.. 🤣🤣🤣
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ⍣⃝🦉andiniandana☆⃝𝗧ꋬꋊ: /Facepalm//Facepalm//Facepalm/
total 3 replies
ѕ⍣⃝✰y𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔ⷽ𝒔๎♉
lha ada apa cari2 pemilik
ѕ⍣⃝✰y𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔ⷽ𝒔๎♉
ehh .. ngaku juga
dan hebat aurel
harus lebih kuat dong rel
ѕ⍣⃝✰y𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔ⷽ𝒔๎♉
hayao siala tuhh
ѕ⍣⃝✰y𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔ⷽ𝒔๎♉
wehh lucu ini orng dia di bantu mlh ngejek pula hadeh dasar org muna wis angel
ѕ⍣⃝✰y𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔ⷽ𝒔๎♉
healah sastro2 kok ya segituya
tp tak apa ya pak bas slow aja spa tau nnti dpt yg lebih gede lagi rezekinya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!