Penasaran dengan ceritanya yuk langsung aja kita baca
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mbak Ainun, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 35: Cahaya di Ruang Sidang
BAB 35: Cahaya di Ruang Sidang
Januari 2026 tidak hanya membawa aroma pedas cabai ke kehidupan Nayla, tapi juga aroma ruang sidang yang kaku dan dingin. Hari ini, Nayla berdiri sebagai saksi kunci dalam kasus sabotase industri yang melibatkan Riko dan menyeret nama besar pemilik Mega Snack Corp, pesaing terberatnya. Di luar gedung pengadilan, puluhan wartawan dan pendukung "Gerakan Matahari" berkumpul, membawa spanduk dukungan untuk UMKM yang jujur.
Nayla mengenakan setelan batik parang yang elegan. Di sampingnya duduk Maya, yang kini tampak jauh lebih tenang dan bersahaja dengan pakaian rapi tanpa perhiasan berlebihan. Maya akan memberikan kesaksian atas keberaniannya menangkap basah penyusup di Dapur Satelit minggu lalu.
"Saudara saksi, apakah Anda yakin bahwa sabotase ini bukan sekadar persaingan pribadi antara Anda dan terdakwa Riko?" tanya pengacara lawan dengan nada menyudutkan.
Nayla menatap pengacara itu dengan tenang. Ia tidak lagi gemetar seperti saat pertama kali berhadapan dengan orang-orang berjas di Bab 12. "Sangat yakin. Dokumen transfer dana dan rekaman percakapan yang ditemukan di ponsel Riko menunjukkan instruksi jelas dari pihak luar untuk merusak reputasi Basreng Matahari di tingkat nasional. Ini bukan soal pribadi, ini soal upaya mematikan harapan ribuan warga desa yang menggantungkan hidup pada kami."
Kesaksian Maya menjadi penutup yang sempurna. Dengan jujur, ia menceritakan bagaimana ia belajar mencintai pekerjaan kasar di dapur dan betapa sakit hatinya ia melihat usaha para Ibu-ibu di desa hendak dirusak oleh cairan kimia. Ruang sidang hening. Kejujuran Maya yang tulus meruntuhkan semua argumen pembelaan Riko.
Setelah persidangan yang melelahkan, hakim akhirnya menjatuhkan vonis berat bagi Riko dan memberikan teguran keras serta denda miliaran rupiah bagi perusahaan yang menjadi dalangnya. Kemenangan hukum ini menjadi berita besar di seluruh Indonesia pada 13 Januari 2026 ini. Nayla telah memenangkan martabatnya kembali.
Namun, kejutan sesungguhnya datang setelah sidang. Nayla dihampiri oleh perwakilan dari Kementerian Perindustrian.
"Mbak Nayla, selamat atas kemenangannya. Pemerintah sangat terkesan dengan model 'Dapur Satelit' Anda. Kami ingin menjadikan Matahari Food sebagai percontohan nasional untuk pengentasan kemiskinan berbasis UMKM modern. Kami ingin Anda menjadi mentor bagi ribuan pengusaha muda lainnya," ujar pejabat tersebut sambil menjabat tangan Nayla.
Nayla tertegun. Menjadi pengusaha sukses adalah mimpinya, tapi menjadi inspirasi bagi sebuah negara adalah tanggung jawab yang jauh melampaui bayangannya. Ia melihat ke arah Maya dan orang tuanya yang tersenyum bangga di kejauhan. Takdir yang dulunya terasa seperti lubang hitam yang menghisap, kini telah berubah menjadi pelita yang terang benderang.
Malam harinya, di kantor pusatnya di Garut, Nayla tidak merayakan kemenangannya dengan pesta pora. Ia justru mengumpulkan seluruh karyawannya untuk makan bersama secara lesehan. Ia membagikan bonus kemenangan hukum tersebut kepada setiap pekerja, memastikan bahwa keadilan yang ia dapatkan juga dirasakan oleh mereka yang paling bawah.
"Terima kasih sudah tetap percaya saat nama kita difitnah," ujar Nayla di hadapan mereka. "Hari ini, dunia mengakui bahwa cahaya kita asli. Mari kita terus bersinar."
"Keadilan mungkin datang terlambat, tapi ia tidak pernah tersesat. Ruang sidang hari ini adalah saksi bahwa kejujuran adalah mata uang yang paling berharga di tahun ini. Kami tidak hanya memenangkan kasus hukum, kami memenangkan kepercayaan bangsa. Maya telah menemukan kembali jati dirinya, dan Matahari Food telah menemukan misi barunya: menjadi cahaya bagi UMKM lain yang masih berjuang di kegelapan.