NovelToon NovelToon
Dosen Posesif

Dosen Posesif

Status: tamat
Genre:Obsesi / Dosen / One Night Stand / Tamat
Popularitas:22.2k
Nilai: 5
Nama Author: ArsyaNendra

{Area khusus dewasa}
"Saya mohon tolong lepaskan saya, saya mohon." Permintaan wanita itu dengan suara lirih memohon pada pria itu.

 "Tidak bisa,hanya kamu yang bisa melakukannya, sampai kapanpun kamu tak akan bisa pergi."ucap pria itu dengan nada serius.

  "Tapi kenapa harus saya, masih banyak wanita lain yang mau dengan Anda."

 Wanita itu semakin ketakutan, setelah Apa yang dilakukan oleh pria itu.Berharap mampu bisa menghindarinya, tapi tetap saja tak bisa dia hindari ketika ambisi dari pria itu begitu besar terhadap dirinya.

  Apakah nantinya dirinya akan menerima kehadiran pria itu atau dirinya lebih memilih untuk pergi dari kehidupannya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ArsyaNendra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Nama yang sebenarnya ~

 "Iya tuan Zio." Jawab Dio yang merasa beruntung bisa makan malam bersama tuan Zio.Apalagi Dio merasa begitu diuntungkan jika kelak nantinya mereka menjadi rekan kerjanya yang solid.

 Zio melirik kearah Malia," Sepertinya sudah waktunya." Batin Zio yang akan mengungkapkan sesuatu.

 "Kebetulan juga ada sesuatu yang ingin saya sampaikan pada Anda."Zio terlihat serius dengan apa yang akan dia sampaikan.

 Tuan Aron menatap kearah putranya,"Ada apalagi ini." Batin tuan Aron yang mulai mencurigai putranya.

 Zio pun menjelaskan secara detail dengan apa yang ingin dia sampaikan terutama untuk Malia.

 Respon satu ruangan langsung terdiam,berbeda dengan Malia yang tiba-tiba menetes air mata.

 "Kakak?" Ucap Malia dengan suara lirih.

 "Iya,kamu adalah adikku." Malia makin syok dan tak percaya jika akhirnya dirinya bertemu langsung dengan keluarga yang sebenarnya.

 "Belinda." Ucap tuan Aron yang secara langsung menyebut nama putrinya.

 "Nama kamu sebenarnya adalah Belinda Emma Charlotte, itulah nama aslimu." Zio langsung mengungkapkan nama adiknya yang sebenarnya.

 "Putriku." Tuan Aron memeluk Malia dengan erat.

 Malia hanya terdiam saat dipeluk oleh Papa kandungnya dan Malia mencoba membalas pelukan dari ayah kandungnya.

 "Papa." Ucap lirih Malia yang tak percaya akhirnya dirinya bertemu dengan keluarga kandungnya.

 "Ini Papa sayang,dan itu adalah kakakmu Zio." Ucap tuan Aron yang terlihat terharu setelah sekian lamanya beliau mencari keberadaan putrinya.

 "Apa yang sebenarnya yang terjadi,kenapa Malia bisa berpisah dengan Papa dan kakak?" Pertanyaan itu langsung dibalas dengan ekspresi sedih dari wajah tuan Aron.

  "Semua ini berawal dari ulah Paman Dhani." Zio langsung menyebutkan nama pria itu.

 "Paman Dhani?"

 "Dialah penyebab dari masalah ini, pria itu hanya ingin menguasai perusahaan milik Papa.Dan pada akhirnya Mama dan kamu menjadi korban dari pria itu." Zio terlihat begitu sangat dendam pada pria itu.

 Zio menjelaskan secara rinci dari awal hingga akhir dari kejadian yang Mamanya pernah alami sampai beliau meninggal dengan begitu tragis.

 "Maafkan Papa belum bisa menjaga kalian disaat itu,Papa pun tak menyangka jika Pamanmu akan berbuat senekat ini." Permintaan maaf tuan Aron pada putrinya.

 " Lalu Mama dimana?"

 "Mamamu sudah meninggal."Malia menangis setelah mendengar kabar itu bahkan Malia tak percaya Mamanya sudah tiada.

 Dio langsung merangkul istrinya menangis,dan mencoba menenangkan istrinya,"Sayang,tenang." Dio terus menenangkan istrinya.

 Tuan Aron dan Zio hanya bisa menundukkan kepala melihat begitu tragisnya kejadian yang menimpa adiknya berserta Mamanya.

 "Bagaimana dengan pelakunya?" Tanya Dio pada tuan Aron.

 "Dia sekarang mendekam di penjara dengan kasus pemilikan barang terlarang dan lebih parahnya putranya pun tersandung kasus yang sama juga." Mendengar informasi itu,Dio sedikit terkejut.

 "Apa mungkin itu kejadian satu bulan yang lalu itu?" Tanya Dio yang mulai mencurigai hal itu.

 "Itu benar." Jawab tuan Aron yang mengakui kejahatan pria itu sudah tercium oleh pihak berwajib.

 "Biarkan menjadi pelajaran untuk mereka,apalagi hukuman yang pria itu dapatkan tidak main-main dengan hukuman mati dari hakim." Mendengar informasi itu Malia terdiam .

  "Papa senang akhirnya kita berkumpul lagi, walaupun Mama kalian sudah tak ada disisi kita lagi." Ucap tuan Aron yang harus menerima keadaannya yang sekarang ini.

 Zio pun merasa lega juga akhirnya perjuangannya tidak pernah sia-sia, setelah mereka asyik mengobrol tak terasa waktu sudah menunjukkan pukul 10 malam.

 "Lebih baik kalian berdua menginap disini." Ucap tuan Aron pada mereka berdua, keduanya saling melirik.

 "Maaf Pa, untuk malam ini Malia belum bisa.kebetulan ada jadwal kuliah pagi."Malia terpaksa harus menolaknya, dirinya sebenarnya tak ingin membuang Papanya kecewa tapi bagaimana lagi.

 "Baiklah,Papa mengerti." Tuan Aron harus menerima keputusan putrinya.

 "Akan Malia usahakan jika nantinya ada waktu." Malia pun menolaknya dengan halus mengingat kesibukan di kampusnya.

 Akhirnya mereka pulang dimalam itu juga,selama didalam mobil Malia hanya terdiam sembari arah pandangan menuju kearah samping jendela mobil.

  "Sayang." Malia langsung melirik kearah suaminya.

 "Kenapa diam saja,apa ada sesuatu yang menganggu pikiranmu?" Tanya Dio pada istrinya.

 Malia menghela nafas panjang,"Tak disangka takdir telah mempertemukan aku dengan keluarga kandungku, walaupun Mama sudah tiada." Malia mulai mengingat dan tidak sengaja Malia menahan tangisannya mendengar begitu tragisnya kematian Mamanya.

 Dio langsung terdiam sembari memegang tangan istrinya,"Aku mengerti sangat sulit kamu menerimanya, seharusnya dirimu bersyukur masih bisa berkumpul dengan mereka. Masih ada Ayah dan kakakmu di samping mu." Dio dengan pelan-pelan memberikan pengertian pada Istrinya.

 Malia hanya menganggukkan kepala,"Memang,andai saja kejadian itu tak pernah terjadi,aku yakin Mama masih ada disampingku." Ucap Malia yang merasa begitu sedih mendapati kejadian yang selama ini terjadi pada dirinya.

 "Kamu harus percaya apa yang terjadi akan berakhir indah.Dan jangan pernah menyalahkan dirinya sendiri,karena Ayah dan Kakakmu begitu menyayangimu." Malia hanya terdiam mendengar penjelasan dari suaminya,dan menyakinkan jika apa yang suaminya katakan memang benar adanya.

Pagi hari

 Malia sudah siap untuk berangkat kampus hari ini, begitu juga dengan suaminya yang sudah rapi dengan baju kerjanya.

 "Sayang." Dio datang mengecup pipi istrinya.

 "Jangan nganggu." Malia sibuk mempersiapkan makan bekal mereka untuk makan siang.

 Setelah semuanya selesai barulah mereka segera berangkat,saat hendak akan masuk mobil dari arah samping terlihat ada sosok pria berdiri.Yang ternyata itu adalah Zio kakak dari Malia.

 "Kakak." Ucap lirih Malia yang kaget melihat kehadiran kakaknya di tempat itu.

 "Adik." Zio menyapa adiknya dengan senyuman.

  "Ada apa kakak kesini?" Tanya Malia pada kakaknya.

 "Hanya sekedar ingin adikku sebelum kakak pergi." Mendengar ucapan itu,Malia nampak kebingungan.

 "Kakak pergi?"

 Zio pun menjelaskan kemana dirinya pergi, ekspresi Malia mulai terlihat cemberut,"Apa lama kakak pergi?" Tanya Malia pada kakaknya.

 "Paling 5 hari kakak pergi,jika bisa seringlah pulang temani Papa dirumah.Akan kakak usahakan secepatnya kakak pulang." Pamitan Zio pada adiknya yang akan segera pergi ke luar negeri untuk menyelesaikan pekerjaannya.

"Baik kak." Setelah Zio berpamitan, Malia dan Dio segera berangkat ke kampus sebelum terlambat.

 Didalam mobil, Dio fokus menyetir sembari melirik kearah istrinya,"Aku tak mengira jika orang yang selama ini menjadi rekan kerjaku sekarang menjadi bagian dari keluargaku." Batin Dio yang kaget jika istrinya anak dari tuan Aron pengusaha yang terkenal itu.

 "Turunkan aku di tempat biasanya." Perintah Malia pada suaminya yang masih merahasiakan hubungan antara mereka.

 Dio terpaksa menuruti kemauan istrinya, Setelah posisi Malia sudah sampai kampus mulailah Malia mencurigai sesuatu setelah beberapa orang menatapnya dengan pandangan sinis sekaligus penasaran.

1
Shifa Burhan
novel dari awal cerita begitu banyak dio menunjukan, membuktikan dan berjuang cinta

tapi belum ada kelihatan Melia menunjukan dan membuktikan cinta nya

kata2 ini pun tidak pernah keluar dari mulut Melia, "Terima kasih suamiku, karena kau telah memilihku dan memberikan begitu banyak cinta dan kebahgiaan padaku, aku mencintai mu"
kenapa kata2 itu perlu karena dio pantas mendapat kata2 Terima kasih itu, dan kata2 membuktikan Melia wanita pandai berterima kasih pada suami yang telah memberi dan berjuang untuk nya

thor jangan hanya pria kau buat membuktikan cinta nya buat juga wanita membuktikan cinta, thor bukan hanya wanita yang membutuhkan kata2 cinta, lelaki juga butuh pengakuan cinta dari istri nya
Shifa Burhan: terlepas dari apapun thor novel sangat bagus sekali
total 1 replies
Mia Camelia
juragan darto siapa tuh🤣🤣🤣🤣
Mia Camelia
lanjut thor, cerita nya makin seruu😄
Mia Camelia
thor gemes banget sm cerita nya, semangat thor.👍😄
Blueberry Solenne
enaknya jadi Dosen tinggal tunjuk aja bawain tugas muridnya😁
Blueberry Solenne
Lokal banget namanya tapi bagus
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!