Apa salahnya jika aku hanyalah seorang gadis dari keluarga yang tidak mampu, aku menjadi bahan hinaan hanya karena aku miskin.
Apakah salah jika aku ingin dicintai
Apakah salah jika aku ingin di kasihi
Aku menginginkan cinta tulus dari Seorang pria.
Aisyah Nirmala adalah namanya, hidup sebatang kara semenjak masih kecil.
dipaksa menjadi istri kontrak untuk 180 hari hari kedepan. di siksa di caci lalu di ceraikan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon shafrilla, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Modus Jonathan
Akhirnya pembukaan perusahaan Jonathan yang ada di Batam telah dibuka, percobaan perusahaan baru itu akan dipusatkan di negara Singapura dan di kota Batam. terlihat Jonathan begitu antusias dengan dua tempat itu.
Dua hari berselang setelah percobaan pembukaan perusahaan Jonathan yang ada di Batam, terlihat Kikan dan Aisyah begitu kecapean. bahkan terlihat Kikan sudah tertidur di dalam,
"Kenapa dia bisa tertidur di kantor?" tanya Jonathan yang baru datang.
"Mas Jonathan." ucap Aisyah.
"Kalian pasti capek sekali." ucap Jonathan yang kemudian memberikan 3 kotak nasi yang telah dia beli untuk mereka.
"Ini untuk siapa Mas?" tanya Aisyah.
"Tentu saja untukku kau dan tukang tidur itu." jawab Jonathan.
Aisyah mengambil piring dan sendok, Gadis itu menyiapkan segala sesuatu bahkan membuatkan kopi untuk Jonathan. Jonathan begitu suka dengan kopi buatan Aisyah, terasa berbeda seperti ada sentuhan cinta di dalam kopi tersebut.
"Aku bangunkan Mbak Kikan dulu ya Mas." ucap Aisyah.
"Nggak usah, kita makan aja berdua. sebentar lagi suaminya bakal ke sini." jawab Jonathan.
"Apa Mas yakin?" tanya Aisyah.
"Tentu saja yakin." jawab Jonathan.
"Tapi kan kotaknya Cuma Satu." ucap Aisyah.
"Tenang saja, kotak itu kotak jumbo Jadi tidak mungkin dia akan menghabiskan sendiri. karena kau tahu tidak, kalau temanmu itu tidak terbiasa makan sendiri. kalau ada suaminya mereka bakal Makan sepiring berdua." jawab Jonathan sambil tersenyum. Aisyah terlihat menganggukkan kepalanya.
"Kok makananku agak asin ya." ucap Jonathan yang berpura-pura.
"Apa Iya Mas?" tanya Aisyah.
"Sini suapin aku, aku mau coba makanan asin nggak?" ucap Jonathan kepada Aisyah. Aisyah menyuapi Jonathan, terlihat pria itu sedikit malu hingga membuat wajahnya sedikit bersemu merah.
"Kok punyamu nggak asin ya." ucap Jonathan.
"Apa Iya Mas?" tanya Aisyah kembali.
"Sini aku suapin, Coba deh.. kok masakanku agak asin ya." ucap Jonathan yang terus berpura-pura. pria itu menyuapi Aisyah, sesaat kemudian Aisyah tersenyum.
"Mas Nathan bohongin aku ya." ucap Aisyah yang sambil tersenyum.
"Memangnya nggak asin ya?" tanya Jonathan.
"Mas Nathan itu tukang bohong deh.." jawab Aisyah yang tersenyum malu kepada pria yang usianya terpaut jauh darinya.
"Cie cie main suap-suapan tanpa ngajak aku!" seru Kikan yang baru bangun dari tidurnya. sontak Hal itu membuat Aisyah langsung tersedak.
Uhuk-uhuk..
Aisyah langsung tersedak saat dirinya mendapat perkataan seperti itu dari Kikan.
"Mbak Kikan ini kenapa sih.." ucap Aisyah sambil menatap Kikan.
"Lah kalian enak banget makan berdua, aku ditinggal main suap-suapan lagi!" seru Kikan.
"Dasar punya mulut gak bisa direm!" seru Jonathan sambil melempar tisu ke muka Kikan.
"Iya kan benar, kau itu sahabat yang tidak tahu diri." jawab Kikan yang kemudian duduk sambil membuka mulutnya kepada Aisyah.
"Mau apa Mbak?" tanya Aisyah.
"Suapi aku dong." jawab Kikan.
Akhirnya Aisyah hendak menyuapi Kikan, sendok itu sedikit lagi akan masuk ke mulut Kikan. malah Jonathan menarik sendok yang akan masuk ke mulut Kikan itu dimasukkan ke mulutnya.
Hap...
"Jonathan!!" seruk Kikan yang melihat hal itu. wanita itu sangat marah saat mulutnya sudah terbuka malah sendoknya dimasukkan ke mulut Jonathan.
"Dasar pria tua brengsek!" seru Kikan yang sangat marah kepada Jonathan.
Tak lama kemudian Firdaus datang sembari melihat istri dan temannya itu sedang bertengkar.
"Kalian ini seperti kucing dan tikus aja, tidak ada akur akurnya!" seru Jonathan yang kemudian duduk di samping sang istri.
"Punya siapa ini?" Sayang tanya Firdaus kepada Kikan.
"Tentu saja punya aku." jawab Firdaus.
"Suapi aku, Aku capek sekali habis dari rumah sakit Ayah." jawab Firdaus.
"Aku dulu, setelah itu aku suapi kau." jawab Kikan yang terlihat masih marah kepada Jonathan.
"Dasar brengsek!" seru Kikan.
"Kita ini seumuran, jadi sama-sama tua." jawab Jonathan yang membuat Aisyah hanya menghela nafasnya.
"Mbak Ki kan sama Mas Jonathan ini kan umurnya sama Jadi kalian ini sama-sama tua, Kenapa selalu bertengkar sih." ucap Aisyah yang membuat Kikan dan Jonathan menatap gadis itu. terlihat Aisyah langsung tidak berkutik saat mendapatkan tatapan dari kedua orang itu.
"Aku salah bicara ya Mas Firdaus?" tanya Aisyah.
"Kau tidak salah, mereka berdua yang banyak bergaya." jawab Firdaus yang kemudian menarik sang istri untuk pindah tempat duduk.
"Kau ini kan bilang mau mendekatkan mereka, lalu Mengapa kau jadi racun ditengah-tengah mereka." ucap Firdaus yang membuat Kikan menghela nafasnya.
"Lalu mereka bermesraan di hadapanku, sedangkan aku sendiri cuma memandang mereka berdua." jawab di Kikan.
30 menit kemudian
Terlihat seorang pria tampan sudah memasuki perusahaan yang dimiliki oleh Jonathan.
"Selamat sore!" seru Dokter Mahfud yang sudah datang dengan membawa serangkaian bunga-bunga untuk Aisyah.
"Mahfud, lagi apa kau di sini?"? tanya Firdaus kepada ada murid Papanya Itu.
"Saya cuma mau mengajak Nona Aisyah untuk makan." jawab Mahfud.
"Kau telat, kami sudah makan, kami sudah kenyang!" seru Jonathan yang kemudian menyenggol lengan Mahfud dengan sangat kasar.
"Sayang, kelihatannya ada orang yang kebakaran jenggot nih..." bisik Kikan ditelinga sang suami.
"Kalau itu bukan kebakaran jenggot Istriku, itu kebakaran lahan hutan." jawab Firdaus yang membuat sang istri langsung mencubit perut suaminya itu.
"Kalau begitu besar banget dong kebakarannya." ucap Kikan.
"Tentu saja besar, lah lihatlah dari ujung kepala sampai ujung kaki sudah terlihat apinya sudah membesar." jawab dokter Firdaus yang membuat istrinya tersenyum sembari menempelkan dahinya di dada sang suami.
Terlihat Aisyah hanya menatap orang-orang yang ada di kantornya itu.
"Ini untukmu." ucap Dokter Mahfudz yang memberikan bunga kepada Aisyah.
"Terima kasih." ucap Aisyah yang menerima rangkaian bunga tersebut.
*Kau suka?" tanya Mahfud. Aisyah menganggukkan kepalanya sembari mencium bunga yang diberikan oleh dokter Mahfud.
** bersambung **