Isabella Catherine Davis, dikhianati oleh pria yang ia cintai dan saudari angkatnya. Di penjara, di siksa hingga meninggal. Saat dia menganggap itu adalah akhir segalanya. Ternyata keajaiban yang tak pernah terbayangkan terjadi padanya. Dia mengulang kembali waktu ke masa lalu dan dia bersumpah akan membalas setiap pengkhianatan, tetes air mata dan penderitaan yang ia alami pada mereka yang sudah berkhianat. Lalu apakah Isabella akan berhasil mengubah segalanya? Atau kelahirannya hanya akan mengulang luka lama terbuka kembali?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hamzari20, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 14 Apa Rahasia itu Seperti Kamu?
Napas Isabella berat, dadanya naik turun saat merasakan mimpi buruk itu terlihat nyata sekali.
Dia agak terlelap tadi karena merasa lelah sebab acara pertunangan hari itu. Namun, tanpa sadar dia justru mendapatkan mimpi buruk tentang Ibunya.
Itu tidak seperti mimpi. Melainkan sesuatu yang jauh lebih buruk dari sekedar mimpi di sore hari.
"Tenang Isabella! Itu hanya mimpi buruk!" gumamnya, berusaha menenangkan hatinya untuk menghilangkan trauma pada kehidupan masalalunya.
TOK!
TOK!
"Non Isa, ada Tuan Muda Arion di luar!" suara pelayan terdengar dari balik pintu kamar.
Isabella menarik napas pelan. "Minta dia untuk menunggu!"
Mendapatkan jawaban seperti itu. Pelayan itu langsung menjawab dan setelahnya pergi dari sana.
Keheningan kembali terjadi saat suara itu tak lagi ada. Isabella merasakan dadanya sesak karena baru saja mengalami mimpi yang tak biasa.
Isabella memutuskan turun dari ranjang. Kakinya menapak pada lantai marmer yang dingin. Dia berderap menuju kamar mandi untuk membasuh wajahnya kembali sebelum menemui Arion.
Di luar kamar.
Sosok Arion tengah menunggu, hari ini dia akan membawa Isabella ke acara lelang yang sudah mereka sepakati.
"Maaf, apa kamu menunggu lama?" tanya Isabella, saat dia turun dari kamarnya dan tiba diruang tamu.
"Tidak lama, ada apa dengan wajahmu?" tanya Arion, dia mengulurkan tangannya dan mengusap pelan wajah putih Isabella.
DEGH!
Wajah Isabella memerah. Pipinya langsung terasa panas dan dia segera memalingkan wajah itu sebab tak mau Arion melihat wajah merahnya.
Sedangkan Arion hanya melihat jari yang tadi menyentuh wajah Isabella. Ada rasa dingin dan satu titik air di sana.
"Kita berangkat sekarang saja!" ucap Isabella.
Arion mengangguk dia mengikuti langkah Isabella dengan senyum tipis.
Sedangkan Isabella, dia merasakan jantungnya berdetak tak terkendali. Ini akan gawat jika Arion terus saja membuat dia nyaman tanpa sadar.
"Silakan!" kata Arion. Membuka pintu mobil dengan gerakan pelan.
"Terima kasih!" saat Isabella bersiap naik. Seseorang mencekal tangannya dengan kasar.
GREP!
SRET!
Seseorang menarik Isabella tanpa aba-aba dan andai saja dia tak di tolong Arion. Mungkin dia sudah jatuh tersungkur di lantai halaman yang kotor.
"Kau... apa-apaan sebenarnya?" omel Isabella, saat melihat Darel di sana.
"Aku mau bicara sekarang!" mintanya tegas.
Mata Isabella memicing tajam, bibirnya terdengar berdecak pelan menampilkan sosok Isabella yang benar-benar tak suka pada Darel.
"Aku sibuk! Lagipula kita tak lagi memiliki hubungan. Jadi untuk apa aku bicara dengan orang asing?" jawab Isabella dengan nada cuek.
"Aku mau bicara Isabella! Atau kamu tidak akan pernah bertemu aku lagi dan jangan harap aku mau menjadikan kamu istri!" saat ucapan itu meluncur dengan percaya dirinya. Isabella hanya bisa menyemburkan tawanya dengan keras.
"Hahaha, aku jadi istrimu? Apakah pewaris Davis ini pantas dengan putra pecundang keluarga Marco?" sindirnya dengan nada sinis.
"Kau... Apa maksud mu?" mata Darel berkilat marah.
"Kau hanya pecundang dari keluarga Marco, putra yang lahir karena kesalahan Tuan besar Marco," jelasnya, tak peduli jika Arion ada di sana.
"Kau..." geram Darel."Kali ini aku benar-benar tidak akan memaafkan kamu sebelum kamu membawa sesuatu yang berharga seperti Ruby di lelang Tuan Hen!" setelah itu. Darel berlalu dari sana dengan marah, dia yakin Isabella akan melakukan itu karena sejak awal cinta wanita itu hanya miliknya.
Sedangkan Isabella hanya memandang muak punggung kokoh Darel. Di kehidupan dulu dia berhasil mendapatkan ruby itu dan menyerah kan nya ke keluarga Marco. Namun, yang ia dapat hanya sebuah pengkhiatan.
Sedangkan Arion yang mendengar itu hanya mengulas senyum penuh arti sambil matanya melirik pada Isabella.
***
Tempat lelang terkenal itu begitu ramai. Tempatnya di adakan di salah satu Restoran, itu bukan hanya sekedar Restoran tapi ada tempat tersembunyi dari itu.
"Selamat datang Tuan Arion dan Nona Isabella," pemilik tempat itu menyapa tepat di depan Restoran sengaja menyambut kedatangan dua orang penting itu.
Mata Isabella berkilat saat melihat Hen, pria muda yang menjadi pemilik lelang terbesar.
Pria itu akan menjadi pemilik seluruh tempat gelap di dunia. Dia akan menjadi pemimpin paling muda setelah dia berhasil menaklukkan kelompok tak tersentuh selama ini.
"Ada yang salah Nona Isabella?" pertanyaan itu membuat Isabella kembali pada dunia nyatanya.
"Maaf, saya banyak melamun!" kata Isabella, dia benar-benar merasa tak enak.
"Tidak masalah, sebagai putri tunggal Davis anda memiliki banyak tanggung jawab, dan lagi anda juga seorang yang aktif di dalam media sosial," ucapnya.
Isabella hanya tersenyum canggung, di puji oleh orang yang akan menjadi raja mematikan karena seluruh keluarganya di bantai habis.
mereka masuk semakin dalam, keadaan nya berbeda dari luar tadi. Semua di sini terasa gelap dan penuh rahasia.
"Kenapa?" tanya Arion, tangannya tak pernah lepas dari pinggang ramping Isabella.
"Aku hanya merasa tempat ini terlalu gelap dan menyimpan banyak rahasia," jawaban Isabella membuat Arion mengulas senyum aneh.
"Apa rahasia itu seperti kamu?" bisiknya.
DEGH!