NovelToon NovelToon
DEWA PEDANG TANPA TANDING

DEWA PEDANG TANPA TANDING

Status: sedang berlangsung
Genre:Kelahiran kembali menjadi kuat / Spiritual / Reinkarnasi / Fantasi Timur
Popularitas:83.5k
Nilai: 5
Nama Author: Otna Forever

Su Yun pernah menjalani hidup penuh kegagalan, kehilangan, dan penyesalan. Ketika takdir memberinya kesempatan kembali ke masa lalu, ia bersumpah tidak akan mengulangi kesalahan yang sama.

Berbekal pengalaman dari kehidupan sebelumnya dan warisan misterius Seni Pedang Tanpa Batas, Su Yun menapaki kembali jalan kultivasi. Demi melindungi orang-orang yang berharga baginya, ia harus menghadapi para genius, sekte besar, Binatang Roh, hingga musuh yang jauh melampaui kekuatannya.

Kali ini, Su Yun tidak akan tunduk pada takdir.

Dengan pedang di tangannya, ia akan merebut kembali semua yang pernah hilang—dan membuka jalan menuju puncak dunia kultivasi.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Otna Forever, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 10 — Buah Bulan Sabit dan Kristal Surgawi

Menerima misi bukan berarti Su Yun langsung yakin akan keberhasilannya.

Kelahiran kembali terjadi terlalu mendadak.

Banyak peristiwa dari kehidupan sebelumnya masih ia ingat dengan jelas, tetapi detail-detail kecil telah memudar.

Termasuk Lembah Bulan Sabit.

Ia tahu tempat tumbuhnya Buah Bulan Sabit.

Ia tahu bahaya terbesar yang menunggu di sana.

Namun beberapa bagian tetap kabur.

Karena itu, sebelum berangkat, Su Yun memutuskan menambah persiapan.

Ia berhenti di sebuah toko obat di Kota Danau Cermin.

“Dua botol Bubuk Kulit Binatang Gu.”

Penjaga toko yang semula duduk santai langsung bangkit.

“Baik, Tuan. Tunggu sebentar.”

Bubuk Kulit Binatang Gu bukan barang murah.

Bahan dasarnya berasal dari kulit Binatang Roh tingkat tinggi, bahkan sebagian berasal dari makhluk yang jauh lebih kuat daripada Harimau Abadi.

Dua botol saja menghabiskan dua ribu koin roh.

Namun Su Yun tidak ragu.

“Tambahkan satu botol Bubuk Pengumpul Roh.”

Ia kembali menghitung kebutuhan dalam pikirannya.

“Tiga kotak salep penyembuhan cepat, satu Jimat Penyembunyi Aura, satu botol Bubuk Kamuflase...”

Su Yun berhenti sebentar.

“Dan satu Cincin Penyimpanan tingkat rendah.”

Penjaga toko semakin bersemangat.

“Segera saya siapkan.”

Tak lama kemudian semua barang tersusun di meja.

Setelah membayar, sisa uang Su Yun tinggal sekitar tiga ribu tiga ratus koin roh.

Jumlah itu jauh lebih sedikit dibandingkan sebelumnya.

Namun Su Yun sama sekali tidak menyesal.

Uang dapat dicari lagi.

Nyawa tidak.

Ia mengenakan Cincin Penyimpanan dan memasukkan seluruh perbekalan ke dalamnya.

Kemudian meninggalkan Kota Danau Cermin dengan Kuda Roh Hitam.

Tujuannya—

Lembah Bulan Sabit.

Perjalanan menuju lembah memakan waktu cukup panjang.

Selama perjalanan, pikiran Su Yun terus memikirkan satu nama.

Kristal Surgawi.

Itulah alasan sebenarnya ia tertarik memasuki Lembah Bulan Sabit.

Buah Bulan Sabit memang berharga.

Imbalan enam puluh ribu koin roh juga sangat menggiurkan.

Namun dibandingkan Kristal Surgawi...

semuanya tidak berarti banyak.

Dalam kehidupan sebelumnya, keberadaan harta itu pernah mengguncang banyak kekuatan.

Keluarga Su bahkan mengirim cukup banyak orang untuk mencarinya.

Sayangnya, pencarian tersebut gagal.

Banyak kultivator terluka.

Sebagian bahkan tidak kembali.

Pada akhirnya, tidak ada yang tahu apakah Kristal Surgawi benar-benar ditemukan seseorang atau tetap tersembunyi di dalam lembah.

Su Yun sendiri hanya mendengar potongan-potongan rumor.

Ia tidak mengetahui lokasi pastinya.

Tetapi sekarang dirinya memiliki kesempatan untuk mencarinya lebih dulu.

“Kalau benda itu memang masih ada...”

Su Yun menyipitkan mata.

“Perjalanan ini akan jauh lebih berharga daripada sekadar sebuah misi.”

Setelah perjalanan panjang, Su Yun akhirnya tiba di mulut Lembah Bulan Sabit.

Ia turun dari kuda.

Pepohonan tinggi memenuhi lembah.

Kabut tipis menggantung di antara batang-batang besar, sementara suara Binatang Roh sesekali terdengar dari kejauhan.

Su Yun mengeluarkan Bubuk Kamuflase.

Ia menaburkannya pada pakaian dan tubuh.

Bubuk tersebut tidak membuatnya benar-benar tak terlihat.

Fungsinya adalah menyamarkan aroma manusia.

Bagi Binatang Roh tingkat rendah, itu sudah sangat berguna.

Namun terhadap makhluk yang jauh lebih kuat...

efeknya terbatas.

Su Yun memasuki lembah dengan hati-hati.

Ia mengikuti aliran air kecil.

Tidak lama kemudian, jalan di depannya bercabang menjadi lima.

Su Yun berhenti.

Ingatan lama perlahan muncul.

“Yang paling kanan.”

Ia memilih jalur tersebut.

Beberapa saat kemudian, pepohonan mulai jarang.

Sebuah area terbuka muncul.

Dan di tengahnya—

berdiri pohon raksasa.

Tingginya hampir dua puluh meter.

Daunnya merah menyala.

Ketika tertiup angin, seluruh mahkotanya tampak seperti kobaran api.

Mata Su Yun langsung tertuju pada puncaknya.

Sebuah buah berukuran kepalan tangan menggantung di sana.

Permukaannya melengkung menyerupai bulan sabit.

Buah Bulan Sabit.

Su Yun akhirnya menemukannya.

Satu pohon hanya menghasilkan satu buah.

Setelah buah dipetik, pohon akan layu.

Dan dibutuhkan hampir seratus tahun sebelum buah baru muncul kembali.

Tidak mengherankan nilainya begitu tinggi.

Namun Su Yun tidak langsung mendekati pohon.

Ia mengamati semak-semak di sekitarnya.

Sangat sunyi.

Terlalu hening.

Buah seperti ini tidak mungkin dibiarkan tanpa penjaga.

Su Yun tahu apa yang bersembunyi di sekitar sana.

Binatang Api Giok.

Binatang Roh ganas yang menunggu Buah Bulan Sabit matang.

Jika berhasil memakannya, makhluk tersebut memiliki peluang berevolusi menjadi Penguasa Api Giok.

Itulah alasan hampir semua orang yang mencoba mengambil buah akhirnya mati.

Su Yun mengeluarkan botol pertama Bubuk Kulit Binatang Gu.

Ia membuka tutupnya.

Kemudian melemparkan sebagian bubuk ke udara.

Angin langsung menyebarkannya.

Beberapa detik kemudian—

MENGAUM!

Raungan keras mengguncang area.

Semak-semak bergerak liar.

Tanah bergetar.

Bayangan besar melesat keluar dari balik pepohonan dan langsung menjauh.

Su Yun tersenyum tipis.

“Berhasil.”

Bubuk Kulit Binatang Gu berasal dari predator alami Binatang Api Giok.

Aromanya saja cukup membuat makhluk itu mengira musuh besar sedang mendekat.

Namun efeknya tidak akan berlangsung lama.

Begitu aroma menghilang...

Binatang Api Giok akan kembali.

Su Yun langsung berlari.

Ia memanjat batang pohon secepat mungkin.

Dalam beberapa tarikan napas, tangannya sudah mencapai Buah Bulan Sabit.

Aroma manis langsung memenuhi hidungnya.

Su Yun memetiknya.

Kemudian segera turun.

Tidak ada waktu untuk menikmati hasilnya.

Ia meninggalkan area itu sebelum penjaga pohon kembali.

Setelah menemukan tempat tersembunyi, Su Yun mengeluarkan buah tersebut.

Khasiat Buah Bulan Sabit paling kuat dalam satu jam pertama setelah dipetik.

Karena itu, ia tidak menunda.

Krak!

Satu gigitan.

Daging buahnya lembut.

Rasanya sedikit manis dengan sensasi dingin.

Namun beberapa saat setelah ditelan—

Dum!

Dada Su Yun mendadak panas.

Energi spiritual mulai melonjak di dalam tubuhnya.

Su Yun segera duduk bersila.

Napasnya diatur.

Energi Buah Bulan Sabit menyebar menuju meridian dan inti spiritual.

Dari luar, tubuhnya terlihat tenang.

Namun di dalam—

energinya seperti banjir.

Dum!

Sebuah penghalang di dalam tubuh pecah.

Mata Su Yun langsung terbuka.

“Ini...”

Ia memeriksa kondisi tubuhnya.

Kemudian senyum perlahan muncul.

Tahap ketujuh.

Ia benar-benar berhasil menembus tahap ketujuh.

Selama delapan tahun dalam kehidupan pertama, dirinya hampir tidak pernah mampu melewati batas ini.

Dahulu tahap ketujuh terasa seperti tembok yang tidak mungkin ditembus.

Sekarang—

hanya dalam beberapa hari setelah tubuhnya disembuhkan...

ia sudah berhasil melewatinya.

Su Yun mengepalkan tangan.

Energi spiritual yang mengalir di tubuh terasa jauh lebih kuat.

Ia bahkan belum sepenuhnya menstabilkan terobosannya, tetapi kekuatan yang dirasakan sudah berbeda.

“Akhirnya.”

Su Yun tertawa pelan.

“Tahap ketujuh.”

Tidak ada orang lain di sana.

Namun bagi Su Yun, pencapaian itu memiliki arti jauh lebih besar daripada sekadar naik satu tahap.

Itu adalah bukti bahwa masa depannya benar-benar telah berubah.

Tubuhnya tidak lagi rusak.

Jalannya tidak lagi terputus.

Dan untuk pertama kalinya sejak kembali...

ia benar-benar mulai mengejar kekuatan yang dahulu tidak pernah berhasil diraihnya.

Su Yun tidak langsung meninggalkan Lembah Bulan Sabit.

Ia masih mengingat lokasi pohon kedua.

Setelah menstabilkan napas, ia bergerak lagi.

Beberapa waktu kemudian, metode yang sama digunakan.

Bubuk Kulit Binatang Gu disebarkan.

Binatang penjaga diusir.

Buah kedua dipetik.

Namun yang satu ini tidak dimakan.

Su Yun menyimpannya dengan hati-hati di Cincin Penyimpanan.

Buah tersebut merupakan target misi.

Enam puluh ribu koin roh.

Ia memang mengetahui lokasi pohon ketiga.

Namun tempat itu jauh lebih berbahaya.

Dengan kekuatannya sekarang, mengambil buah di sana sama saja dengan mempertaruhkan nyawa tanpa alasan.

Su Yun tidak serakah.

Dua buah sudah cukup.

Satu meningkatkan kultivasinya.

Satu untuk menyelesaikan misi.

Sekarang waktunya mencari sesuatu yang jauh lebih penting.

Kristal Surgawi.

Su Yun berjalan semakin dalam ke lembah.

Suasana di sekeliling mulai berubah.

Suara burung semakin jarang.

Kabut semakin tebal.

Bahkan udara terasa sedikit berat.

Ia memperlambat langkah.

Tangannya bergerak menuju pedang di pinggang.

Tidak lama kemudian—

MENGAUM!!!

Raungan rendah terdengar dari depan.

Su Yun langsung berhenti.

Raungan itu berbeda dengan Binatang Api Giok sebelumnya.

Lebih berat.

Lebih dalam.

Dan jauh lebih dekat.

Tanah di bawah kakinya bergetar tipis.

Su Yun menurunkan tubuh.

Tatapannya menembus pepohonan.

Di balik kabut...

sebuah bayangan besar perlahan bergerak.

Su Yun menyipitkan mata.

“Sepertinya bagian yang benar-benar berbahaya...”

Tangannya menggenggam gagang pedang.

“...awal yang baik.”

......................

Bersambung...

1
Eko🍤
bantaaaaaaaiiiiii bantaaaaaaaiiiiii bantaaaaaaaiiiiii
Eko🍤
🤣🤣malah di peras Nasib sial murid dalam👍🤣🤣
Eko🍤
mantap Thor lanjut 👍👍
Widianto Dalang
alur terlalu lambat. ud bab 100 lebih, masih seputar keluarga saja. blm ada peningkatan sama sekali
Eko🍤
apakah akan terjadi bentrok🤣🤣👍
will
wah stres gk tuh su yun? 😁👍
Nusra Perdana
tahap ke 6, tahap ke 7..?? namanya apa cok😡😡
Nusra Perdana
tahap ke enam apa..?? emang gak ada namanya Thor
Nusra Perdana
nyebutin kekuatan mereka kok hanya tingkat 5, tingkat 6,8 10..apa gak ada nama ranahnya..?
Nusra Perdana
awal yg bagus..coba kita baca terus😄
Eko🍤
bagus lariiii terus🤣🤣👍
Eko🍤
julukan sampah nya melekat terus 🤣🤣
Eko🍤
hehehehe...salah pilih lawan.. bantaaaaaaaiiiiii 🤣🤣👍
Eko🍤
hahahahaha...waktu nya panen 🤣👍🤣
Eko🍤
bagus bantaaaaaaaiiiiii semua
Casver Mentawai
ntah kapan mc nya naik level dah diatas seratus bab nya masih stagnan di pevel enam 🤣🤣🤣 nggak nyambung jga dari bab ke bab lainnya 🤣🤣🤣
Eko🍤
bantaaaaaaaiiiiii bantaaaaaaaiiiiii bantaaaaaaaiiiiii
Muh Nasrun
Tambah ga menarik ceritanya, baru tahap awal sdh spt ujian ahli itngkat tinggi, hyperbola sekali ceritanya.
Muh Nasrun
Blm selesai memulihkan kondisi tubuhnya, blm jelas apa yg di dpt setelah belenggu dari tubuhnya lepas sdh langsung masuk ke il mu pedang, terlalu terburu-buru, mau meningkat tapi terkesan di laksakan.
Eko🍤
apakah akan kalah
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!