NovelToon NovelToon
Suamiku Menikahiku Demi Kebebasan Cinta Pertamanya

Suamiku Menikahiku Demi Kebebasan Cinta Pertamanya

Status: sedang berlangsung
Genre:Konflik etika / Romansa / Penyesalan Suami
Popularitas:31.1k
Nilai: 5
Nama Author: noerazzura

Sambil membawa surat hasil pemeriksaan kehamilannya, Kinan berlari menuju ruangan suaminya. Dia tidak sabar menyampaikan pada suaminya kalau dia hamil. Tapi saat akan membuka pintu,
"Bima, istriku mengantarkan istrimu ke rumah sakit. Katanya ke dokter kandungan, mungkin Kinan hamil. Lantas bagaimana dengan Agnes?"

"Bagaimana apanya? tiga tahun ini baik-baik saja kan? tinggal 2 tahun lagi, Agnes tidak perlu lagi sembunyi di luar negeri!"

Deg

Mata Kinan memerah, wanita yang telah menabrak ibunya hingga tewas. Dan mendapatkan hukuman selama lima tahun di penjara, bagaimana bisa berada di luar negeri?

"Kamu keterlaluan, kalau sampai Kinan mengetahuinya. Dia akan sangat marah padamu! jangan bawa-bawa aku ya, Bella itu sahabat baik Kinan. Kalau dia tahu, habislah aku!"

Hati Kinan hancur mendengar suaminya malah tertawa.
"Dia tidak akan tahu, kalaupun tahu dia bisa apa? Kinan sudah tidak punya siapa-siapa selain aku. Satu kata dariku, dia akan patuh!"

'Tega kamu mas' batin Kinan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon noerazzura, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 33

Galih sudah memegang sebuah cambuk di depannya. Cambuk yang bahkan sudah tidak terlihat selama beberapa tahun ini. Ya, karena memang beberapa tahun ini tidak ada yang membuat kesalahan fatal di keluarga Dirgantara. Jadi, artinya... kesalahan yang dilakukan Bima itu, bagi nenek Ningsih sebagai tetua keluarga Dirgantara adalah sesuatu yang sangat fatal.

Meski sudah memegang cambuk di tangannya, rasanya Galih masih ragu untuk maju menghampiri Bima. Dia memang lebih tua dari Bima. Lebih tua 4 tahun. Tapi, kalau masalah pengalaman, kepemimpinan perusahaan dan segala hal, bahkan pandangan hidup. Galih merasa Bima lebih banyak tahu. Jadi bagi Galih, memang tidak ada senioritas, hanya ada perbedaan usia saja. Makanya saat nenek Ningsih minta dia mencambukk Bima. Rasanya dia juga enggan, lebih cenderung ke segan.

Bukan juga membenarkan apa yang dilakukan Bima. Tapi, dia merasa tidak layak, kurang pantas saja melakukan hukuman keluarga itu.

Dan melihat Galih yang melangkah dengan ragu, nenek Ningsih segera memanggil cucunya itu dengan lantang.

"Galih, cambukk dia!" perintah nenek Ningsih dengan begitu tegas.

Bima masih tertunduk diam. Matanya merah, tangannya terkepal di pangkuannya. Tapi dia tidak mengatakan apapun, bahkan mengangkat pandangannya untuk melihat ke arah nenek Ningsih pun tidak. Dia memang merasa bersalah.

"Galih!"

Galih maju dengan cepat. Cambuk di tangannya dia panjangkan, tangannya sudah memegang erat-erat pegangan cambukk itu. Tapi sebelum mengayunkan cambuk itu, Galih terlebih dahulu mengatakan pada Bima.

"Bima..."

"Galih, cepat cambuk!" sela nenek Ningsih.

Cetazz

Cetazz

Galih tidak tega memukul dengan kuat, tapi tetap saja yang namanya cambuk dari untaian kulit yang terpilin, terkepang menjadi satu dengan berat sekitar 1,2 kg. Karena memang komposisinya dibuat untuk menghukum seseorang. Bukan sekedar estetika belaka. Terkena hantamannya, bahkan pakaian yang digunakan oleh Bima saat ini sedikit terkoyak. Dan rasa panas juga sudah mulai menjalar ke kulit punggungnya.

Cetazz

Tangan Bima makin terkepal. Perih mulai merayap. Tapi dia masih diam dan menunduk. Beberapa kali cambukan, dan jas yang di gunakan Bima mulai kotak. Tangan Galih makin gemetaran.

Galih menoleh ke arah nenek Ningsih. Wanita itu itu sebenarnya juga melihat kalau bahkan jas saja sudah koyak begitu. Entah sudah selesai apa kulit punggung Bima. Hanya saja, nenek Ningsih yang terlihat mulai gemetaran, tak mau menghentikan.

"Kenapa lihat aku? terus cambuk!" perintahnya pada Galih.

Galih sungguh tak tega lagi. Ibunya memang sering memperburuk hubungannya dengan adiknya itu. Tapi, Galih sama sekali tidak pernah membenci Bima. Meskipun mereka pernah harus tinggal di luar, ibaratnya disembunyikan oleh Damar ketika Bima dan ibunya belum tahu tentang mereka selama 10 tahun di luar.

Namun sama sekali tak ada benci, iri atau ingin menyakiti satu sama lain. Hubungan Bima dan Galih selama ini sangat baik. Galih sungguh telah menganggap Bima adik kandungnya sendiri.

"Nenek, tapi sudah seperti ini..."

"Baru 25 kali, apa kamu pikir ini sebanding dengan apa yang sudah dia lakukan? dia membohongi kita semua. Dia melakukan sesuatu yang begitu kejam pada istrinya sendiri. Pukul lagi!"

Nenek Ningsih masih bersikeras. Tak Galih sungguh sudah tidak tega lagi. Tangannya saja, telapak tangannya saja yang hanya memegang gagang cambuk, sudah merah dan terasa panas. Lantas bagaimana dengan punggung Bima yang jelas-jelas sudah di cambuk sebanyak 25 kali. Mungkin sudah lecet dan terluka.

"Nenek, aku sungguh tidak bisa..."

"Kakak, cambuk saja!" sela Bima.

Akhirnya dia bersuara, dan suara itu juga terdengar sangat bergetar. Suaranya seperti sedang menahan rasa sakit yang tidak ringan. Keringat bercucuran, wajah mulai pucat, dan rahangnya makin terlihat. Tapi, Bima malah meminta kakaknya mencambuknya lagi.

Meski Bima bicara seperti itu, tetap saja Galih ragu.

"Aku tidak bisa, aku akan panggil pak Yusuf saja!"

Galih meletakkan perlahan cambuk itu ke atas meja. Pria itu pergi dengan cepat ke arah belakang rumah. Setidaknya pak Yusuf sudah tidak muda lagi, tenaganya tidak sekuat Galih. dan cambukannya mungkin tidak akan melukai Bima.

Nenek Ningsih hanya mendengus kesal. Dia juga tidak melarang atau menghentikan Galih. Galih itu memang sangat tidak tegaan.

Sementara Bima masih meringis menahan sakit. Nenek Ningsih semakin emosi saja dibuatnya. Kenapa cucunya seperti itu? mungkin benar kata Viona, menantunya. Bahkan jika kasus itu dibuka. Bima masih akan terus berusaha menyelamatkan wanita bernama Agnes itu. Nenek Ningsih sudah tidak bisa berkata-kata lagi.

Pak Yusuf datang setelah beberapa saat, pria tua itu segera membungkuk hormat pada nenek Ningsih.

"Iya Nyonya..."

"Ambil cambuk itu, dan cambuk dia 75 kali lagi. Sebelum selesai jangan berhenti. Aku mau istirahat, kepala ku sakit sekali. Kenapa aku bisa punya cucu bodohh seperti ini?"

Nenek Ningsih segera berdiri di bantu oleh pelayan setianya. Keduanya segera pergi ke kamar nenek Ningsih. Sementara Pak Yusuf yang memang tidak pernah melanggar perintah nenek Ningsih. Segera meraih cambuk yang ada di atas meja.

"Maaf ya tuan muda, bapak hanya menjalankan perintah!"

Pak Yusuf meminta maaf terlebih dahulu pada Bima. Bima mengangguk dengan cepat. Dan akhirnya cambukan itu dilanjutkan sampai selesai.

Namanya juga orang sudah tua, selip sedikit hitungannya, pak Yusuf lanjutkan saja. Hingga hitungan ke seratus menurutnya.

Cetass

"Seratus"

Pak Yusuf menyeka keringat di keningnya.

"Tuan muda, sudah seratus!" kata pak Yusuf.

Brukkk

Bima tidak menjawab, dia kembali jatuh pingsan.

"Tuan... tuan muda!"

Sementara itu di apartemen, Agnes sejak tadi terus sibuk menghubungi Bima. Tapi tidak bisa, alhasil dia harus menganggu Leo. Leo sudah berkali-kali mengatakan kalau tuannya sedang di panggil nyonya tua. Agnes malah inisiatif memesan taksi dan pergi ke rumah besar nyonya tua.

Begitu mobil taksi itu sampai di depan gerbang. Agnes turun dengan merapikan pakaian dan riasannya. Dia juga membawa bingkisan untuk nyonya tua.

"Buka pintunya!" katanya pada penjaga gerbang.

"Maaf, nona ini siapa? sudah ada janji? mau ketemu siapa?" tanya penjaga gerbang.

Agnes langsung berdecak kesal.

"Ck, kamu cuma pelayan ya! cepat buka! aku ini calon nyonya muda keluarga Dirgantara ini. Aku mau ketemu nyonya tua!"

"Maaf nona, yang saya tanya bukan itu! yang saya tanya, sudah punya janji belum? mau ketemu siapa? dan nama nona ini siapa?" tanya penjaga gerbang itu lagi.

Tapi tiba-tiba saja dari dalam sebuah mobil, tepatnya milik Galih menekan klakson dari dalam dengan terburu-buru.

"Pak buka pintunya!" kata Galih.

Penjaga gerbang itu segera membuka pintu. Dan memberikan sedikit dorongan pada Agnes supaya minggir.

"Ehh..."

"Minggir, tuan muda mau keluar!"

***

Bersambung...

1
J
knpa lama2 skali updatenya, jadi gk seru bacanya
falea sezi
bosen thor muter doank😓
Adinda
seret juga bima kepenjara sekalian biar tau rasa
Nurlaila Hidayah
percepat napa thor sidang cerai sama sidang kasus pmbunuhan'a biar ga bertele2 jga, lma2 bisa pda bosan baca'a krna msih jln di t4
mimief
dia yg berhutang nyawa,kenapa aku yg harus membayar. laki laki sialan..kalau lu yg punya utang nyawa...nyawa lu aja yg di tarohin,jgn orang lain
mimief
ternyata bawa dia ada gunanya 🫣🤣🤣. orang ga tau malu mesti ketemu orang yg ga bisa nahan mulut nya 🤣🤣. biar berasa malunya
yula
💪💪💪💪💪thor
gaby
Sumpah lama2 bosen bacanya, padahal jalan ceritanya seru. Tp muter2 doang, dah bab 38 tp msh jalan di tempat. Mana upnya jarang2. Kalo mau bikin crita yg muter2, minimal upnya 2× sehari. Kalo kaya gini yg ada bikin yg mbaca bosen, lalu nabung bab. Ujung2nya pada lupa kalo lg nabung bab. Aq pamit thor, nanti aja bacanya kalo dah tamat
Dokkan Battle: asli cerita Klise
total 1 replies
Siti Zaid
Author lanjut..ditunggu terus lanjutan cerita nya...🤭
Allea
ahh kesel lah bacanya tgu tamat dulu
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒
tinggal lihat aja nek apa yang akan terjadi pada Bima 🤭
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒
ada² Viona 🤣
falea sezi
males klo balik🤣🤣najis kali bekas jalang
Siti Zaid
Bima ternyata bukan hanya buta hati..tapi matanya juga buta kali ya...Agnes si wanita ular pura2 baik hanya didepan Bima..hatinya sangat jahat😠
merry
nek jgn dbyrr usir ajj trs laporin ke polisi ud ada bukti,, knp hrs byr itu duit cucu bodoh mu tak nafkah cucu mantu mu di mkn sm ular busuk itu ud gk tau brp M M,, tu rumh miliar blm lg barang yg lain,, klo aku jdi nenek aku usir lngsng tnp bw baju aksesoris sedikit pun nek,,, cm bju yg nempel di bdn y ajj,,, tuntut kasus pembunuhan dan pemerasan nek,, trs viralkan biar cwo lain gk kena mangsa ya lgh 🤭🤭🤭setelah lahir Kinan kbur aj nan bw ank mu jgn peduliin nenek y Bima
merry
gk ush byr x nek justru pelakor itu hrs balikin uang gak Kinan dan usir dr aptermn yg dibeliin bima
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒
kok aq gedek ya sama nenek, kayak sebelas dua belas sama Bima dia😡
Moreno
Hahahah pantesan Bima egois dan bodoh, ternyata keluarganya juga sama. Kirain Nenek Ningsih agak waras 😅
𝆯⃟ ଓε_Asti_ᵉᶜ✿🌱🐛•§͜¢•🦢🍒
kenapa mesti bayar Agnes agar mau dipenjara, mending miskinkan aja Bima atau penjara kan saja Bima nek 🙄
Dokkan Battle
bunuh si tua bangka Ningsih
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!